Breaking News
light_mode

MUI Maluku Sesalkan Ucapan Wagub di MBD: Dinilai Timbulkan Keresahan Umat

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
  • visibility 245
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku menyampaikan sikap tegas atas pernyataan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath yang disampaikan dalam sambutan resmi pada peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Maluku Barat Daya beberapa waktu lalu. Ucapan tersebut dinilai menyinggung perasaan umat Islam dan berpotensi memicu keresahan sosial.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi Tajukmaluku.com , MUI Maluku menyesalkan pernyataan Wakil Gubernur yang dianggap tidak sensitif terhadap nilai-nilai keislaman.

“MUI Maluku menyesalkan dan sangat menyayangkan penyampaian Wakil Gubernur dalam sambutannya pada acara di Kabupaten Maluku Barat Daya yang telah menimbulkan keresahan di kalangan umat Islam di Maluku,” tulis pernyataan yang ditandatangani oleh unsur pimpinan MUI Provinsi Maluku.

Selain itu, dalam poin kedua MUI Maluku menegaskan bahwa mereka tidak pernah merasa dilibatkan dalam diskusi apapun dengan Wakil Gubernur, sebagaimana diklaim dalam sambutannya.

“Majelis Ulama Indonesia Provinsi Maluku merasa tidak pernah dilibatkan dalam diskusi apapun bersama Wakil Gubernur Maluku sebagaimana pernyataan dalam sambutannya tersebut.

MUI juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam memilih diksi, terlebih dalam forum resmi. Ucapan yang bernuansa rasis atau menyinggung kaidah keagamaan dianggap sangat berbahaya, terutama di wilayah dengan kemajemukan seperti Maluku.

“Majelis Ulama Indonesia Provinsi Maluku meminta Wakil Gubernur berhati-hati dan menjaga perkataan serta ucapan sehingga tidak menyinggung perasaan umat Islam di Provinsi Maluku, apalagi yang berkaitan dengan kaidah-kaidah keagamaan yang sudah baku dan jelas,” lanjut pernyataan tersebut.

MUI Maluku mendesak Pemerintah Provinsi Maluku untuk menghindari penggunaan bahasa yang berpotensi menyulut konflik horizontal, serta menjaga stabilitas sosial demi ketenteraman bersama.

“Meminta pemerintah Provinsi Maluku agar dapat lebih berhati-hati dalam pemilihan diksi dan kalimat bermuatan rasisme, yang dapat mengganggu keamanan dan kestabilan masyarakat.” Tegas MUI dalam penutup pernyataan sikap mereka.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilkada: Menegakkan Hukum dan Keamanan demi Stabilitas dan Keadilan Masyarakat

    Pilkada: Menegakkan Hukum dan Keamanan demi Stabilitas dan Keadilan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: M. Nur Latuconsina [Wasekjend Bidang PB HMI]  Dalam setiap penyelenggaraan pemilihan umum, pemilihan kepala daerah membawa tantangan yang sangat besar yang ditujukan bukan hanya bagi calon kepala daerah tersebut, namun pada setiap elemen masyarakat. Pilkada seharusnya dimaknai sebagai saat yang tepat untuk mengejawantahkan semua proses-proses politik yang ada, bahkan untuk mendorong tegaknya hukum dan ketertiban […]

  • PLN Baronda Sekolah, Gaungkan Semangat Transformasi PLN dan Edukasi Kelistrikan bagi Anak Muda Saparua

    PLN Baronda Sekolah, Gaungkan Semangat Transformasi PLN dan Edukasi Kelistrikan bagi Anak Muda Saparua

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus menggaungkan semangat trasformasi PLN dan manfaat penggunaan aplikasi PLN Mobile bagi anak muda. Semangat ini digaungkan melalui kegiatan PLN Goes To School yang menyasar tiga sekolah berbeda di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku pada Jumat (14/2/2025). Kegiatan ini turut dihadiri General Manager […]

  • Peduli Layanan Kesehatan Publik, PLN UP3 Sofifi Bahas Kesiapan Tambah Daya Pelanggan TM RSUD Jailolo Menjadi 240.000 VA

    Peduli Layanan Kesehatan Publik, PLN UP3 Sofifi Bahas Kesiapan Tambah Daya Pelanggan TM RSUD Jailolo Menjadi 240.000 VA

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) secara konsisten memberikan dukungan layanan kesehatan publik, dengan penyediaan listrik yang memadai. Seperti yang dilakukan bagi pelanggan di Maluku Utara, melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi. Pertemuan teknis yang digelar bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat dengan tujuan untuk […]

  • Peduli Kemanusiaan, YBM PLN UIW MMU Berbagi Berkah Ramadan dengan 1.355 Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

    Peduli Kemanusiaan, YBM PLN UIW MMU Berbagi Berkah Ramadan dengan 1.355 Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) berbagi kebahagiaan di bulan suci ramadan dengan menyalurkan bantuan kepada 1.355 penerima manfaat. Penyerahan bantuan dilangsungkan di kantor PLN UIW MMU, Jalan Diponegoro, Sirimau, Ambon, Maluku dan dihadiri oleh manajemen maupun Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) PLN UIW MMU. […]

  • Ramadhan, Ketimpangan  dan Krisis Sosial

    Ramadhan, Ketimpangan  dan Krisis Sosial

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Akhir-akhir ini wajah kapitalisme semakin memperlihatkan karakternya yang semakin serakah. Hampir semua ruang kehidupan manusia dikendalikan oleh norma-norma ekonomi dan sosial. Termasuk ruang religiutas manusia. Ibadah Puasa yang sebentar lagi menghampiri umat jagat ini, juga tidak terhindarkan dari kapitalisasi yang ekstrim yang dipelopori oleh industri media. Semua menawarkan pesona dan keindahan puasa dengan dibarengi pola […]

  • Filsafat Bunuh Diri: “Matilah Sebelum Mati”

    Filsafat Bunuh Diri: “Matilah Sebelum Mati”

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ali Fakar Lessy Ambon,Tajukmaluku.com-Falsafah, sebagai pandangan hidup yang mendalam, kerap menjadi cermin dari pergulatan manusia dengan realitas yang ia hadapi. Dalam konteks ini, falsafah bunuh diri tidak dilihat sebagai tindakan fisik untuk mengakhiri hidup, melainkan sebuah konsep metafisik yang mengajak manusia untuk merenungkan kembali hakikat keberadaan mereka. “Matilah sebelum mati” adalah seruan transendental […]

expand_less