Breaking News
light_mode

Murahnya Aktivis Maluku: Ngutang Sound System jadi Alasan Demonstrasi Batal

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 195
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com– Kegiatan demonstrasi yang dilakukan sebagian aktivis Maluku dinilai merusak kredebilitas organisasi di mata publik.

Beberapa hari sebelum dilakukan aksi demonstrasi, biasanya diawali dengan flayer digital yang disebar luas melalui grup-grup WhatsApp dan media sosial. Sekilas, flayer yang beredar itu terlihat sangar dan menakutkan.

Dengan latar merah, huruf kapital tebal, dan kutipan beberapa tokoh kiri menghiasi desainnya. Di bagian atas biasanya tercantum lima hingga sepuluh logo organisasi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Para aktivis juga melayangkan surat pemberitahuan aksi demonstrasi ke Polres setempat. Dengan jumlah massa yang tercantum di dalam surat 100 orang, padahal di lapangan tak sampai 10. Selain itu, mereka juga mencantumkan nama dan nomor telepon koordinator aksi dalam flayer tersebut.

Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan fenomena tersebut bukan hal baru di Maluku.

“Ini sudah jadi semacam kebiasaan. Mulanya Flayer disebar ke semua grup, surat aksi dimasukkan, tapi konsolidasi riilnya tidak ada,” ujarnya.

Menurut dia, dalam beberapa kasus, alasan ketidakhadiran massa hingga pembatalan aksi terdengar teknis. Tidak ada dana untuk menyewa mobil atau pengeras suara (Sound System). Ada pula yang menyebut koordinasi internal belum matang.

Pengamat gerakan mahasiswa di Ambon ini menilai praktik mencantumkan banyak logo organisasi di kop surat tidak selalu mencerminkan soliditas.

“Koalisi di atas kertas belum tentu solid di lapangan. Banyak yang hanya sebatas pencantuman nama” ujarnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan menggelembungkan estimasi massa Menurut dia, hal itu berisiko merusak kredibilitas organisasi di mata publik maupun aparat.

“Ketika angka di flayer berbeda jauh dengan realitas, kepercayaan publik bakal ikut tergerus. Harga aktivis Maluku jadi murah” Tegasnya

Media sosial dinilai turut memengaruhi pola ini. Penyebaran flayer secara masif menciptakan kesan gerakan besar. Namun efek digital tidak otomatis berbanding lurus dengan partisipasi secara langsung di lapangan.

Dalam sejumlah diskusi internal aktivis, persoalan pendanaan kerap menjadi hambatan klasik. Tidak semua organisasi memiliki sumber dana mandiri. Namun sebagian kalangan menilai ketergantungan pada logistik sebagai syarat aksi menunjukkan lemahnya militansi dan pengorganisasian massa.

Demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara. Ia menjadi instrumen kontrol terhadap kekuasaan. Namun ketika aksi lebih sering berhenti pada formalitas administrasi dan publikasi digital serta urusan teknis yang remeh-temeh, substansinya justru hilang.

Narasumber itu juga menyebut kondisi ini sebagai krisis konsistensi. “Isu dan problem sosial di Maluku ini banyak. Ada korupsi, illegal oil, illegal logging, HAM, eksploitasi lingkungan, hak masyarat adat dan masih banyak lagi, tapi membangun gerakan yang konsisten soal itu yang sulit. Yang terlihat justru seremoni bahkan jadi bahan lucu-lucuan di ruang publik,” katanya.

“Di tengah berbagai persoalan daerah, Lima orang yang turun ke jalan sebenarnya bukan masalah, selama sikap dan argumennya jelas. Yang menjadi soal adalah ketidaksesuaian antara klaim dan kenyataan, apalagi berhenti demo karna hal-hal teknis” tutupnya.*(01-F).

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPX Baguala Hub: Komitmen Kami Terhadap Pelayanan Pelanggan Tetap Prioritas Utama

    SPX Baguala Hub: Komitmen Kami Terhadap Pelayanan Pelanggan Tetap Prioritas Utama

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Tuduhan miring yang diarahkan ke SPX Baguala Hub terkait dengan pelayanan yang mengakibatkan ketidakpuasan konsumen membuat shift lead SPX Baguala Hub, Dave De Yong angkat bicara pada, Kamis (09/01/2025) Via WhtasAppnya. Dalam rilisnya kepada media ini, Dave menjelaskan. Pihaknya terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku. […]

  • SAH, Kabinda Nahkodai Esport Maluku

    SAH, Kabinda Nahkodai Esport Maluku

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Maluku, Marsekal Pertama (Marsma) R. Harys Soeryo Mahendro, resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Esports Indonesia (ESI) Maluku. Keputusan ini diambil secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang digelar di Sekretariat Pengprov ESI Maluku, Karang Panjang, Ambon. Sabtu, (08/03/2025). Dukungan penuh dari 11 kabupaten dan kota mengantarkan […]

  • Cuaca Ekstream PLN UIW MMU Imbau Warga Tetap Waspada

    Cuaca Ekstream PLN UIW MMU Imbau Warga Tetap Waspada

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Maluku dan Maluku Utara dalam beberapa hari terakhir, seperti hujan lebat yang berlangsung dalam durasi panjang disertai angin kencang, meningkatkan risiko terhadap keselamatan masyarakat dan keandalan infrastruktur, termasuk sistem kelistrikan. Dalam menghadapi kondisi ini, PLN mengajak masyarakat untuk tetap waspada, tidak panik, dan memahami langkah-langkah keselamatan dasar guna […]

  • Kembali Telan Korban, DPRD Maluku Desak Evaluasi dan Serahkan Pengelolaan MBG ke Sekolah

    Kembali Telan Korban, DPRD Maluku Desak Evaluasi dan Serahkan Pengelolaan MBG ke Sekolah

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu kehebohan. Setelah insiden serupa di MBD, Kota Ambon, dan Kota Tual, kini giliran Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang diguncang kasus dugaan keracunan massal. Lebih dari seratus siswa di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, dilaporkan tumbang usai mengonsumsi makanan MBG pada 20 Oktober 2025. Korban berasal dari sejumlah lembaga […]

  • Skandal Blok Masella: Sikap Bahlil Buat Orang Tanimbar Jadi Penonton di Tanah Sendiri

    Skandal Blok Masella: Sikap Bahlil Buat Orang Tanimbar Jadi Penonton di Tanah Sendiri

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Aliansi Perjuangan Keadilan Rakyat Tanimbar (APKRT) menuding pelaksanaan Proyek Strategis Nasional LNG Blok Masela menyimpan banyak kejanggalan. Proyek migas raksasa senilai US$20,94 miliar atau sekitar Rp345,5 triliun yang disebut-sebut sebagai investasi asing terbesar di Indonesia itu, telah berjalan dengan pola eksploitatif. Minim transparansi, mengabaikan hak ulayat, dan menjauhkan rakyat Tanimbar dari janji kesejahteraan. “Situasi ini […]

  • Semangat Hari Kebangkitan Nasional, SP PLN bersama Forkom SP BUMN Rapatkan Barisan Kawal Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Semangat Hari Kebangkitan Nasional, SP PLN bersama Forkom SP BUMN Rapatkan Barisan Kawal Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Dalam semangat memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Serikat Pekerja PLN (SP PLN) bersama Forum Komunikasi Serikat Pekerja BUMN (Forkom BUMN) menggelar pertemuan strategis di Stasiun Gambir, Jakarta. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai elemen serikat pekerja dari perusahaan-perusahaan milik negara, seperti FSP Pertamina Bersatu, Federasi Serikat Pekerja Perkeretaapian, Serikat Pekerja Kimia Farma, Serikat Pekerja Pegadaian, serta serikat-serikat […]

expand_less