Breaking News
light_mode

Murahnya Aktivis Maluku: Ngutang Sound System jadi Alasan Demonstrasi Batal

  • account_circle Admin
  • calendar_month 17 menit yang lalu
  • visibility 2
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Rencana aksi demonstrasi biasanya dimulai dengan flayer digital yang disebar luas melalui grup-grup WhatsApp dan media sosial. Sekilas, flayer yang beredar itu terlihat sangar dan menakutkan.

Dengan latar merah, huruf kapital tebal, dan kutipan beberapa tokoh kiri menghiasi desainnya. Di bagian atas biasanya tercantum lima hingga sepuluh logo organisasi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Surat pemberitahuan aksi resmi pun dimasukkan ke Polres setempat. Dengan jumlah massa yang tercantum di dalam surat 100 orang, padahal di lapangan tak sampai 10. Tak lupa pula nama serta kontak person koordinator aksi ditempelkan di dalam flayer tersebut.

Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan fenomena tersebut bukan hal baru di Maluku.

“Ini sudah jadi semacam kebiasaan. Mulanya Flayer disebar ke semua grup, surat aksi dimasukkan, tapi konsolidasi riilnya tidak ada,” ujarnya.

Menurut dia, dalam beberapa kasus, alasan ketidakhadiran massa hingga pembatalan aksi terdengar teknis. Tidak ada dana untuk menyewa mobil atau pengeras suara (Sound System). Ada pula yang menyebut koordinasi internal belum matang.

Padahal, dalam gerakan sosial, mobilisasi massa tidak semata ditentukan oleh fasilitas logistik. Ia bertumpu pada jaringan, kaderisasi, dan kerja advokasi yang terukur. Tanpa basis sosial yang jelas, aksi cenderung menjadi kegiatan simbolik.

Pengamat gerakan mahasiswa di Ambon ini menilai praktik mencantumkan banyak logo organisasi di kop surat tidak selalu mencerminkan soliditas.

“Koalisi di atas kertas belum tentu solid di lapangan. Banyak yang hanya sebatas pencantuman nama” ujarnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan menggelembungkan estimasi massa Menurut dia, hal itu berisiko merusak kredibilitas organisasi di mata publik maupun aparat.

“Ketika angka di flayer berbeda jauh dengan realitas, kepercayaan publik bakal ikut tergerus. Harga aktivis Maluku jadi murah” Tegasnya

Media sosial dinilai turut memengaruhi pola ini. Penyebaran flayer secara masif menciptakan kesan gerakan besar. Namun efek digital tidak otomatis berbanding lurus dengan partisipasi secara langsung di lapangan.

Dalam sejumlah diskusi internal aktivis, persoalan pendanaan kerap menjadi hambatan klasik. Tidak semua organisasi memiliki sumber dana mandiri. Namun sebagian kalangan menilai ketergantungan pada logistik sebagai syarat aksi menunjukkan lemahnya militansi dan pengorganisasian massa.

Demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara. Ia menjadi instrumen kontrol terhadap kekuasaan. Namun ketika aksi lebih sering berhenti pada formalitas administrasi dan publikasi digital sera urusan teknis yang remeh-temeh, substansinya justru hilang.

Narasumber itu juga menyebut kondisi ini sebagai krisis konsistensi. “Isu dan problem sosial di Maluku ini banyak. Ada korupsi, illegal oil, illegal login, HAM, eksploitasi lingkungan, hak masyarat adat dan masih banyak lagi, tapi membangun gerakan yang konsisten soal itu yang sulit. Yang terlihat justru seremoni bahkan jadi bahan lucu-lucuan di ruang publik,” katanya.

“Di tengah berbagai persoalan daerah, Lima orang yang turun ke jalan sebenarnya bukan masalah, selama sikap dan argumennya jelas. Yang menjadi soal adalah ketidaksesuaian antara klaim dan kenyataan, apalagi berhenti demo karna hal-hal teknis” tutupnya.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pecinta Alam Maluku Dinilai Minim Advokasi Isu Lingkungan

    Pecinta Alam Maluku Dinilai Minim Advokasi Isu Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Keberadaan kelompok pecinta alam di Maluku dinilai belum memiliki arah dan tujuan yang jelas dalam mengadvokasi berbagai persoalan lingkungan hidup di wilayah tersebut. Pasalnya, banyak kegiatan yang dilakukan bersifat seremonial dan tidak berkelanjutan, tanpa kajian mendalam atau langkah konkret untuk menekan laju kerusakan lingkungan. Problem perampasan ruang hidup masyarakat adat, pengrusakan hutan akibat aktivitas illegal […]

  • Sambut HLN Ke-79, Donasi Insan PLN Terangi 3.725 Keluarga se-Indonesia

    Sambut HLN Ke-79, Donasi Insan PLN Terangi 3.725 Keluarga se-Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com- Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-79, PT PLN (Persero) melalui program Light Up The Dream memberikan bantuan listrik gratis kepada 3.725 keluarga kurang mampu secara serentak di seluruh Indonesia pada Rabu (23/10). Program bantuan yang berasal dari donasi para pegawai PLN ini total telah menjangkau 28.488 keluarga sejak diluncurkan pertama kali di tahun 2020. […]

  • Iqbal Tamher, Anak Negeri di Titik Nol Indo-Pasifik

    Iqbal Tamher, Anak Negeri di Titik Nol Indo-Pasifik

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Catatan Redaksi Tajukmaluku.com “Tak ada yang lebih tahu luka Maluku selain putra daerahnya. Hanya anak negeri yang tahu cara menjahit luka kampungnya sendiri.” Kalimat itu menjelma lirih kala para putra daerah dipercaya menduduki jabatan strategis di provinsi yang dikepung banyak luka: geografis, fiskal, dan politik. Iqbal Tamher, putra Maluku Tenggara ini mengemban amanah sebagai Kepala […]

  • Lima Program Ka.Kanwil Kemenag Maluku “Par Maluku Pung BAE”

    Lima Program Ka.Kanwil Kemenag Maluku “Par Maluku Pung BAE”

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Tim Kerja Hubungan Masyarakat (Humas) dan Publikasi Sekretariat Jenderal Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku meminta masyakarakat di wilayah ini ikut mendukung pelaksanaan program-program kerja strategis dari Kanwil Kemenag Provinsi Maluku. “Kami mengharapkan masyarakat di Maluku agar mendukung penuh program-program kerja yang dilaksanakan oleh bapak Ka.Kanwil Kemenag Provinsi Maluku saat ini,” ucap Ketua Tim Humas […]

  • Soal Regulasi Peredaran Minuman Tradisional Sopi, DPRD Maluku Segera Tinjau Kembali

    Soal Regulasi Peredaran Minuman Tradisional Sopi, DPRD Maluku Segera Tinjau Kembali

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku akan meninjau kembali terkait regulasi peredaran minuman tradisional jenis sopi. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Maluku, Andre Werembinan/ Taborat. Dijelaskan Andre, masyarakat Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) mengeluh terkait regulasi peredaran Sopi ini. Bahkan, ada yang bersua ke Kantor DPRD Maluku untuk menyampaikan keluhan […]

  • Kapolri Terima Penghargaan dari Timor Leste. DPP HOLISTIK: Bukti Nyata Keamanan Regional

    Kapolri Terima Penghargaan dari Timor Leste. DPP HOLISTIK: Bukti Nyata Keamanan Regional

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi menerima penghargaan Order of Timor Leste, tanda kehormatan tertinggi dari Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste. Penghargaan tersebut diserahkan pada di Jakarta. Senin (28/4/2025). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besar Kapolri dalam memperkuat demokrasi, perdamaian, dan stabilitas kawasan, khususnya di bidang keamanan regional. Salah satu peran […]

expand_less