Pasangan Dosen Muda UIN AMSA Ambon Raih Doktor Cumlaude di Jogja
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
- visibility 431
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Dari pelaminan hingga ruang kuliah, pasangan dosen muda Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon (UIN A.M. Sangadji Ambon), Dr. Eko Wahyunanto Prihono, M.Pd., dan Dr. Fitria Lapele, M.Pd., catat prestasi akademik membanggakan di Yogyakarta.
Keduanya resmi menyandang gelar doktor dengan predikat Cumlaude dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Wisuda program doktor, magister, sarjana, dan sarjana terapan UNY berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta, Selasa, (02/11/2025).
Dari total jumlah 778 wisudawan, nama dua akademisi asal Maluku ini menjadi representasi Indonesia Timur yang mencatat prestasi akademik di level nasional.
Pada 11 September 2025, Dr. Eko Wahyunanto dengn disertasinya “Evaluasi Mutu Pendidikan: Model Analisis Penentuan Kualitas Pengukuran Konstruk, Komponen Utama, dan Klasterisasi Berdasarkan Hasil Akreditasi Sekolah/Madrasah di Provinsi Maluku.”
Riset itu menawarkan model analisis mutu pendidikan berbasis data akreditasi untuk meningkatkan kualitas sekolah dan madrasah di wilayah Maluku.
Sementara istrinya, Dr. Fitria Lapele meraih predikat yang sama melalui disertasi “Pengembangan Model Evaluasi Program English for Specific Purposes pada Perguruan Tinggi.” Karya ilmiahnya itu menyoroti pentingnya model pembelajaran bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan dunia akademik dan profesional.
Saat dihubungi Tajukmaluku.com, Dekan FITK UIN A.M. menyampaikan apresiasi atas capaian pasangan suami isteri tersebut.
“Kami berharap keduanya segera kembali bertugas dan mengaplikasikan keilmuannya untuk pengembangan lembaga dan peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Maluku. Kami mendoakan keduanya mampu menjadi pribadi yang istiqamah atas apa yang telah dicapai dan dapat membawa keberkahan, kebaikan, serta manfaat yang luas, baik dalam dunia akademik, masyarakat, maupun pembangunan bangsa,” ujar Jumaeda.
Keberhasilan dua dosen ini menegaskan arah baru UIN A.M. Sangadji Ambon dalam peta akademik nasional. Di tengah keterbatasan fasilitas dan jarak dari pusat, UIN AMSA membuktikan bahwa mutu pendidikan dapat diraih dari tekad dan integritas para pendidiknya. Dari kampus di timur Indonesia ini, gagasan tentang kualitas kini tidak lagi dimonopoli oleh universitas besar di Jawa. UIN AMSA mampu membangun reputasi dengan cara paling jujur melalui kerja keras dan prestasi nyata.
Dan di balik semua itu, ada cinta yang tak perlu diumbar, cinta pada ilmu, pada profesi, dan pada tanah Maluku yang melahirkan mereka. Cinta yang tak berhenti di ruang kuliah, tapi menjelma jadi riset, disiplin, dan dedikasi. Dr. Eko dan Dr. Fitria membuktikan bahwa cinta yang diolah dengan kerja keras bisa melampaui jarak, hierarki, dan stigma daerah pinggiran. Selain gelar yang mereka bawa dari Jogja, ada juga pesan tersirat bahwa ilmu dan cinta, jika digabungkan, bisa jadi bentuk pengabdian paling tinggi bagi bangsa dan tanah kelahiran.*(01-F)
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar