Breaking News
light_mode

Maluku Siap Pulangkan Merah Putih ke Jakarta—Simbol Kekecewaan Terhadap Kehidupan Bernegara

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
  • visibility 381
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Usman Bugis

Di tengah merayapnya berbagai masalah bangsa yang belum juga menemukan solusi, Maluku menghadapi kenyataan pahit: janji-janji pembangunan yang tak kunjung ditepati, diskriminasi ekonomi yang terus dirasakan, dan absennya keadilan bagi masyarakat. Setiap lembar sejarah mengingatkan kita akan pentingnya Merah Putih sebagai simbol persatuan dan kemerdekaan, namun hari ini, warna-warna itu mulai pudar di hati rakyat Maluku.

Mimpi yang Tak Terwujud: Maluku dan Pembangunan Nasional

Sejak republik ini berdiri, Maluku berkontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa. Wilayah yang kaya akan sumber daya alam ini telah memberikan banyak hal bagi Indonesia: hasil laut, sumber daya mineral, serta masyarakatnya yang gigih. Namun, di balik semua itu, Maluku sering kali terlupakan dalam arus pembangunan nasional.

Proyek infrastruktur besar yang dijanjikan kerap hanya menjadi angin surga. Gagalnya Lumbung Ikan Nasional (LIN), Ambon New Port, Blok Masella, RUU Kepulauan, mencerminkan betapa terpinggirkannya Maluku dalam prioritas nasional. Realitas ini menyayat hati setiap warga yang berharap adanya perbaikan kualitas hidup. Tidak mengherankan jika mulai muncul wacana keras untuk mengembalikan Merah Putih ke Jakarta—sebuah simbol kekecewaan mendalam terhadap pemerintah pusat.

Keadilan yang Asing di Negeri Sendiri

Terkadang, perjuangan bukan hanya soal fisik pembangunan, tapi juga rasa keadilan. Maluku menjadi contoh nyata bagaimana sebuah daerah kaya sumber daya alam tetap menderita akibat distribusi ekonomi yang timpang. Royalti dari hasil laut, tidak mencerminkan kontribusi nyata Maluku terhadap Indonesia. Ironisnya, rakyat Maluku hidup dalam kondisi serba kekurangan. Infrastruktur minim, pendidikan rendah, dan kesehatan yang tidak memadai menjadi pandangan umum di wilayah ini.

Negara selalu membanggakan semangat kebhinekaan dan persatuan, tetapi, bagaimana persatuan itu bisa dirasakan jika sebagian anak bangsa justru ditinggalkan? Jika setiap sudut Maluku dipenuhi oleh rasa ketidakadilan, wajar saja jika muncul pemikiran bahwa Merah Putih tak lagi mewakili aspirasi dan harapan mereka. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia seolah hanya slogan kosong, tanpa bukti nyata di tanah Maluku.

Polarisasi Pusat dan Daerah: Siapa yang Diuntungkan?

Ketika kita berbicara tentang kemajuan, seharusnya ada pemerataan. Namun, yang terjadi di Indonesia hari ini adalah polarisasi antara pusat dan daerah. Jakarta dan sekitarnya terus berkembang pesat, sementara daerah-daerah seperti Maluku tetap berjalan di tempat. Bahkan, dalam isu-isu politik dan sosial, suara masyarakat Maluku seringkali tenggelam oleh suara-suara mayoritas dari Jawa dan Sumatra.

Hal ini tak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga representasi politik. Keputusan-keputusan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat Maluku sering diambil tanpa konsultasi langsung dengan mereka. Kebijakan ekonomi, pendidikan, hingga energi ditentukan di Jakarta, tanpa mempertimbangkan realitas di lapangan. Bagaimana mungkin Maluku bisa bangkit jika suaranya diabaikan di meja pengambil keputusan?

Progresivitas Tanpa Akhir: Apa Solusi untuk Maluku?

Wacana untuk mengembalikan Merah Putih ke Jakarta bisa jadi dipandang sebagai langkah radikal. Namun, ini adalah simbol kuat dari kekecewaan mendalam yang dirasakan masyarakat Maluku. Progresivitas yang kita butuhkan bukan sekadar janji atau pidato manis, melainkan tindakan nyata.

Pemerintah pusat harus mendengarkan jeritan masyarakat Maluku, menjadikan mereka prioritas dalam pembangunan nasional, bukan hanya sekadar obyek proyek yang dilupakan setelah pemilu. Pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang memadai harus menjadi hak setiap warga negara, bukan sekadar mimpi kosong. Representasi yang adil di pemerintahan pusat juga menjadi kunci, agar suara Maluku tidak lagi terpinggirkan.

Masyarakat Maluku tak menginginkan pemberontakan atau perpecahan. Apa yang mereka inginkan adalah pengakuan akan hak mereka sebagai bagian dari bangsa ini, serta distribusi keadilan yang setara. Mereka ingin melihat Merah Putih tetap berkibar dengan penuh kebanggaan di setiap sudut tanah mereka, bukan sebagai simbol kekecewaan.

Penutup: Membangun Kembali Rasa Kebangsaan

Jika pemerintah tak kunjung menyadari pentingnya pemerataan dan keadilan, wacana untuk “mengembalikan” Merah Putih bisa berkembang menjadi realitas yang lebih serius. Maluku, sebagai bagian integral dari Indonesia, berhak mendapatkan porsi yang adil dari kemajuan bangsa. Membangun kebangsaan yang sejati bukan hanya melalui pidato atau simbol-simbol, tetapi dengan tindakan nyata yang mencerminkan semangat persatuan.

Merah Putih adalah milik semua, termasuk Maluku. Namun, tanpa rasa keadilan dan kesejahteraan yang merata, bendera itu bisa kehilangan maknanya.

Penulis adalah Ketua Lembaga Nanaku Maluku

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUMMI Mengecam: Rp.3.95 Milyar Honor dan Operasional PPK Belum Dilunasi KPUD SBT

    RUMMI Mengecam: Rp.3.95 Milyar Honor dan Operasional PPK Belum Dilunasi KPUD SBT

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) diduga kuat Belum melakukan proses pencairan honor dan operasional bagi PPK dan PPS sehingga menimbulkan sejumlah spekulasi ditengah masyarakat SBT, Publik Bertanya ada apa dengan KPUD SBT, Dugaan masyarakat bukan tanpa alasan, atas kinerjanya yang terkesan tidak memperdulikan hak – hak Badan Adhock yang belum dilunasi. “Direktur […]

  • Dukung Energi Ramah Lingkungan, PLN UP3 Masohi Pasang Baru Listrik Daya 105 kVA Pelanggan CV Inti Binaiya Masdar

    Dukung Energi Ramah Lingkungan, PLN UP3 Masohi Pasang Baru Listrik Daya 105 kVA Pelanggan CV Inti Binaiya Masdar

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Masohi,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus melakukan transformasi dengan mendorong penggunaan energi rendah karbon yang ramah lingkungan, khususnya dengan memanfaatkan energi bersih dalam penyediaan listrik. Penggunaan energi ramah lingkungan ini berhasil dilakukan PLN UIW MMU melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Masohi dengan penyambungan pasang baru untuk pelanggan industri Tegangan […]

  • Hadiah Tahun Baru, PLN UIW MMU Sukses Tingkatkan Layanan Listrik dari 12 Jam ke 24 Jam di 10 Lokasi

    Hadiah Tahun Baru, PLN UIW MMU Sukses Tingkatkan Layanan Listrik dari 12 Jam ke 24 Jam di 10 Lokasi

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) kembali berhasil dalam meningkatkan layanan listrik dari 12 jam ke 24 jam bagi masyarakat di 10 lokasi yang tersebar kawasan kerjanya. Kehadiran listrik 24 jam ini ditandai dengan peresmian pada masing-masing Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di bawah wilayah kerja PLN UIW MMU pada Jumat […]

  • PLN UP3 Ambon Turun Langsung Sosialisasi Diskon Tambah Daya 50% ke Warga

    PLN UP3 Ambon Turun Langsung Sosialisasi Diskon Tambah Daya 50% ke Warga

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dalam semangat Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui PLN UP3 Ambon menggelar kegiatan sosialisasi langsung kepada masyarakat terkait promo “Energi Kemerdekaan: Tambah Daya, Tambah Merdeka”. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PLN UIW MMU untuk mendekatkan layanan kepada pelanggan serta memperluas informasi tentang […]

  • Ngeri Betul ! Istri Ketua KPU SBT Bolos 12 Tahun, Malah Diangkat Jadi Kepala Puskesmas

    Ngeri Betul ! Istri Ketua KPU SBT Bolos 12 Tahun, Malah Diangkat Jadi Kepala Puskesmas

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Di Kabupaten Seram Bagian Timur, promosi jabatan rupanya tak selalu ditentukan oleh kinerja, prestasi, atau disiplin. Kadang cukup dengan status sebagai “orang dalam.” Promosi Siti Juleha Sewhaki, istri Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) SBT, menguak adanya dugaan jalinan relasi kuasa. Siti Juleha diangkat menjadi Kepala Puskesmas Airkasar Tutuk Tolo, meski ia disebut-sebut absen bertugas lebih […]

  • Fransiane Puttileihalat Poros Baru Figur Birokrat Menuju Kursi Bupati SBB

    Fransiane Puttileihalat Poros Baru Figur Birokrat Menuju Kursi Bupati SBB

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com– Nama Fransiane Puttileihalat siapa yang tidak mengenal sosok yang satu ini di Kabupaten SBB, perempuan karir yang cerdas, penuh senyuman dan santun itu tidak lagi asing bagi masyarakat SBB, nama besarnya sudah tentu familier baik itu pada kalangan politisi, Akademisi, hingga birokrasi mengapa demikian sebab sebagian dari hidupnya telah mengabdikan untuk mengabdi diberbagai […]

expand_less