Breaking News
light_mode

Demo Masak Kompor Induksi di Tanimbar, PLN Dorong Gaya Hidup Modern dan Ramah Lingkungan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
  • visibility 134
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saumlaki,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Saumlaki terus mendorong inovasi berbasis energi listrik dengan menggelar kegiatan Demo Masak Menggunakan Kompor Induksi.

Bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), kegiatan ini bertujuan memperkenalkan teknologi kompor induksi yang lebih hemat energi, praktis, aman, dan ramah lingkungan secara langsung kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Saumlaki ini mendapat sambutan antusias dari berbagai kalangan.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan OPD, jajaran Forkopimda, stakeholder, hingga masyarakat umum. Turut hadir Wakil Bupati KKT, dr. Juliana Ch. Ratuanak, dan Ketua TP PKK KKT, Sheren Amelinda Jauwerissa, yang menyatakan dukungan penuh terhadap langkah inovatif PLN dalam mendorong transisi energi bersih di daerah.

General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Awat Tuhuloula menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung transformasi energi di seluruh Indonesia, termasuk wilayah timur seperti Kepulauan Tanimbar.

“Pemanfaatan kompor induksi adalah bentuk nyata dukungan terhadap pengurangan emisi karbon serta upaya mewujudkan sistem energi yang lebih bersih dan efisien. PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai agen perubahan untuk kehidupan yang berkelanjutan,” ujar Awat.

Ia juga menyampaikan harapan agar masyarakat tidak hanya mengenal kompor induksi sebagai alat masak modern, tetapi mulai beralih ke gaya hidup yang lebih ramah lingkungan secara menyeluruh.

“Kami berharap demo ini menjadi titik awal lahirnya kesadaran baru di masyarakat, bahwa energi listrik bukan hanya untuk penerangan, tetapi dapat menjadi solusi bagi efisiensi rumah tangga, penghematan biaya, dan tentu saja kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Manager PLN UP3 Saumlaki, Hendrik Ferdinand Siahaan menjelaskan, kompor induksi merupakan bagian dari ekosistem teknologi kelistrikan masa depan. Selain efisien, alat ini juga mendukung agenda nasional menuju Net Zero Emission tahun 2060.

“Kompor induksi membawa banyak keunggulan. Selain memasak lebih cepat dan bersih, penggunaannya juga lebih aman karena tidak menggunakan api terbuka. Ini sangat ideal untuk mendorong gaya hidup modern, khususnya di wilayah kepulauan seperti Tanimbar,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mencoba langsung kepraktisan penggunaan kompor induksi dan terdorong untuk beralih dari bahan bakar fosil ke energi listrik yang lebih bersih.

“Kami ingin masyarakat merasa yakin bahwa teknologi ini tidak rumit, justru memudahkan. Semakin banyak yang beralih, maka semakin cepat kita bisa mencapai target energi bersih secara kolektif,” lanjut Hendrik.

Wakil Bupati KKT, dr. Juliana Ch. Ratuanak, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi PLN dalam menghadirkan solusi berbasis energi bersih di daerahnya.

“Kami menyambut baik langkah PLN ini karena sejalan dengan visi Pemerintah Daerah untuk membangun daerah yang berkelanjutan. Kompor induksi adalah simbol bahwa perubahan itu mungkin, bahkan dari dapur rumah tangga kita,” tuturnya.

Ia juga berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai edukasi sesaat, tetapi terus dilanjutkan dengan program lanjutan yang menyentuh lapisan masyarakat lebih luas.

“Harapan kami, inovasi seperti ini terus disosialisasikan, bahkan bisa dikembangkan sebagai bagian dari pelatihan bagi UMKM, pelajar, hingga kelompok perempuan agar manfaatnya menyebar secara merata,” tambah Wakil Bupati.

Acara ini secara resmi dibuka dengan pemukulan tifa secara simbolis oleh Manager PLN UP3 Saumlaki dan Wakil Bupati KKT, sebagai tanda dimulainya rangkaian demo masak. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat diberikan kesempatan mencoba langsung kompor induksi dan berkonsultasi mengenai penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UP3 Ternate Resmikan PLN Taste House Kie Raha, Dukung UMKM Lokal dan Gaya Hidup Listrik

    PLN UP3 Ternate Resmikan PLN Taste House Kie Raha, Dukung UMKM Lokal dan Gaya Hidup Listrik

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ternate,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ternate resmi meluncurkan PLN Taste House Kie Raha, sebuah kafe inovatif yang mengangkat cita rasa khas UMKM lokal sekaligus mempromosikan gaya hidup berbasis energi listrik (electrifying lifestyle) kepada pegawai dan pelanggan. General Manager PLN UIW Maluku dan […]

  • Yunus Serang Desak Pemerintah Segera Operasikan Rumah Sakit Pratama di Daerah Terpencil di Maluku

    Yunus Serang Desak Pemerintah Segera Operasikan Rumah Sakit Pratama di Daerah Terpencil di Maluku

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku mendesak agar segera operasikan Rumah Sakit Pratama yang telah dibangun di Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara. Pasalnya, pembangunan rumah sakit ini sangat dinantikan warga yang tinggal di daerah-daerah sulit akses layanan kesehatan atau termasuk kategori daerah terpencil. “Kita harapkan, dan masyarakat sangat mengharapkan, agar ada pembangunan Rumah Sakit Pratama bisa dioperasikan. […]

  • PT SIM dan “Peta Konflik” Tak Berujung

    PT SIM dan “Peta Konflik” Tak Berujung

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sejak pertama kali masuk Maluku pada 2018, PT Spice Islands Maluku (PT SIM) perusahaan produksi pisang abaka ini memegang SKT untuk ribuan hektar lahan di Hatusuwa. Namun, alih-alih mengoptimalkan izin itu, PT SIM justru memilih melirik wilayah lain. Hatusuwa ditinggalkan, optimalisasi ribuan hektar tanpa laporan bulanan maupun tahunan kepada Pemerintah Daerah Seram Bagian Barat (SBB) […]

  • Kado Tahun Baru, PLN UIW MMU Sukses Tingkatkan Layanan Listrik dari 12 Jam ke 24 Jam di 10 Lokasi

    Kado Tahun Baru, PLN UIW MMU Sukses Tingkatkan Layanan Listrik dari 12 Jam ke 24 Jam di 10 Lokasi

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) kembali berhasil dalam meningkatkan layanan listrik dari 12 jam ke 24 jam bagi masyarakat di 10 lokasi yang tersebar kawasan kerjanya. Kehadiran listrik 24 jam ini ditandai dengan peresmian pada masing-masing Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di bawah wilayah kerja PLN UIW MMU pada Jumat […]

  • Gunung Botak: Emas, Racun, dan Kehancuran Bumi Bupolo

    Gunung Botak: Emas, Racun, dan Kehancuran Bumi Bupolo

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Marwan Titahelu Tajukmaluku.com-Tulisan ini tidak mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun. Tapi apa yang berlangsung di Kabupaten Buru, justru sebaliknya. Gunung Botak kini menjelma tambang racun, tambang darah, tambang kehancuran. Kapolda Maluku, Inspektur Jenderal Polisi Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH., S.IK, M.Si, tentu paham betul. Begitu juga Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukidjang, yang dikenal tegas […]

  • Tukar Tanah Demi Gizi Anak Negeri: Radak Kelrey Sumbang Lahan untuk Dukung Program MBG

    Tukar Tanah Demi Gizi Anak Negeri: Radak Kelrey Sumbang Lahan untuk Dukung Program MBG

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Radek Kelrey tahu betul bahwa stunting tak melulu soal angka-angka statistik. Sebagai Kepala Syahbandar Masohi sekaligus tokoh masyarakat asal Seram Bagian Timur (SBT), ia menyaksikan sendiri bagaimana persoalan gizi buruk terus bertumbuh di kampung-kampung. Karena itu, tanpa menunggu komando pemerintah, dengan tulus ia menyerahkan sebidang lahannya di Desa Walangtenga, Kecamatan Tutuk Tolo, untuk dibangun rumah […]

expand_less