Breaking News
light_mode

Gunung Botak: Emas, Racun, dan Kehancuran Bumi Bupolo

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
  • visibility 1.572
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Marwan Titahelu

Tajukmaluku.com-Tulisan ini tidak mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun. Tapi apa yang berlangsung di Kabupaten Buru, justru sebaliknya. Gunung Botak kini menjelma tambang racun, tambang darah, tambang kehancuran.

Kapolda Maluku, Inspektur Jenderal Polisi Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH., S.IK, M.Si, tentu paham betul. Begitu juga Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukidjang, yang dikenal tegas meski kadang sikapnya naik-turun. Mustahil mereka tak tahu apa yang sesungguhnya terjadi di Gunung Botak. Mustahil mereka tidak melihat bagaimana transaksi haram dan praktik kotor dibiarkan berlangsung begitu lama.

Dari luar, tambang Gunung Botak seolah dikerjakan rakyat kecil, manual, tradisional. Namun ketika ditelusuri lebih dalam, realitasnya jauh berbeda. Prosesnya penuh bahan kimia berbahaya. Sianida, merkuri, dan zat beracun lainnya. Sesuatu yang mestinya dilarang, justru dianggap biasa.

Paradoks Regulasi & Praktik Aparat

Secara hukum, penggunaan merkuri dilarang. Dokumen resmi Kementerian ESDM (Kepmen ESDM No. 148/2024) menegaskan pengolahan emas rakyat tidak boleh memakai bahan kimia berbahaya. Tetapi yang ditemui dilapangan berbanding terbalik. Sianida dan merkuri bebas masuk, bahkan Ombudsman mencatat 150 karton sianida pernah diamankan di Namlea awal 2025.

Pemerintah daerah dan aparat keamanan hanya memainkan drama razia musiman. Ketika mata publik bergeser, aktivitas tambang kembali normal. Penertiban yang dilakukan hanyalah kosmetik.

Yang lebih memuakkan, aparat kepolisian bukan hanya tahu, tapi juga ikut bermain. Baik secara personal maupun membawa nama institusi.

Kasus 300 karton sianida seolah membuka mata kita, puluhan karung Sianida yang digrebek Ditreskrimus Polda Maluku beberapa waktu lalu kuat dugaan sisa dari bisnis haram yang selama ini melibatkan dua oknum Polisi, satu bertugas di Polres MBD dan satunya oknum Ditpolairud Maluku.

Mereka bahkan menjadi tameng untuk bisnis haram itu. Menjadi bamper bagi mafia tambang. Menghalalkan segala cara demi keuntungan pribadi.

Risiko Jangka Panjang & Masa Depan Buru yang Dipertaruhkan

Korban jiwa hari ini hanyalah bagian paling terang dari kerusakan yang lebih dalam. Paparan racun lama-lama bisa menyebabkan kelainan sistem saraf, gangguan ginjal, kerusakan otak, abortus spontan, kanker. Merkuri dan sianida bekerja lambat, terakumulasi.

Aspek Kesehatan Masyarakat

Tahun 2011, ketika pertambangan di Gunung Botak baru dimulai, tercatat 25 bayi meninggal saat dilahirkan di wilayah transmigran dekat tambang. Jumlah kematian bayi melonjak pada Tahun 2026, 39 bayi meninggal dan ada 4 ibu yang tercatat meninggal saat persalinan.

Sementara Penelitian di Desa Debowae (jarak <10 km dari lokasi tambang) menunjukkan 25 orang memiliki kadar merkuri dalam darah melebihi ambang normal (≥ 9 mikrogram per liter).

Semua data pasien dengan gejala keracunan logam berat (sistem saraf, kelelahan, penglihatan terganggu) itu tersimpan rapih di Rumah Sakit Umum Daerah Namlea.

Dampak Lingkungan

Laporan dari mongabay.co.id menyebut Sungai Anahoni tercemar. Air berubah biru, diduga sianida lolos ke aliran air. Biota laut di Teluk Kayeli tercemar merkuri > 3%, menandakan polutan menyebar ke pesisir dan ekosistem laut.

Tanah pertanian, tanaman pangan, ikan konsumsi—semua sudah dipertaruhkan menjadi vektor racun ke tubuh manusia.

Kasus Kematian

Di tahun 2025 sendiri tercatat 7 penambang tewas akibat jebolnya bak penampung air dan longsoran material di area tambang. Tragedi longsor pada 8 maret 2025 itu memakan korban termasuk satu keluarga (ayah, ibu, anak).

Hanya berselang tiga bulan, pada juli 2025, La Haji (42 tahun), penambang asal Ambon itu ditemukan tewas dengan luka sabetan di area gunung botak.

Terbaru di September 2025, Beberapa kasus kematian di area tambang juga terjadi. Asri (37 Tahun), Tasid Jawa ( 37 Tahun), dan La Nyong (39 Tahun) ditemukan tewas terperangkap saat beraktivitas di dalam lubang galian.

Fakta dan data diatas seolah melukis bumi Bupolo boleh ditukar dengan uang kilat, meski harus ditebus dengan kematian di lubang tambang. Ada semacam upaya normalisasi dari setiap peristiwa diatas. Padahal, aparat punya data, punya instrumen, punya wewenang. Tapi ketegasan nyaris tak pernah hadir. Mereka seakan mengiyakan semua transaksi kotor. Setor-menyetor berjalan lancar. Jalur distribusi bahan kimia berbahaya dibiarkan lolos. Seolah tambang emas Gunung Botak adalah “zona bebas hukum”.

Tambang gunung botak adalah sumber mata pencarian, “sangat benar” bahkan ada banyak sumber, tapi tidak harus sumber gelap dan haram juga di lakukan. transaksi gelap dengan pola yang demikian sama. Sebenarnya kita telah mempertaruhkan masa depan Kabupaten Buru pada jurang kehancuran.

Hari ini, Kabupaten Buru tengah mempertaruhkan masa depannya. Tanah yang mestinya diwariskan kepada generasi berikut, justru dirusak dengan merkuri dan sianida. Sungai-sungai tercemar, laut menerima limbah, dan masyarakat hidup dalam lingkaran racun. Kehancuran ada di depan mata, dan itu bukan bencana alam. Itu kesengajaan. Itu pembiaran.

Aparat yang mestinya menjaga, justru bagian dari permainan. Pemerintah pusat seakan pura-pura tuli. Pemda Buru memilih diam. Sementara rakyat kecil akan terus jadi tumbal.

Kehancuran masa depan kabupaten Buru di depan mata uang, ketika hal ini terjadi. maka baik masyarakat maupun pihak berwenang harus bertanggung jawab penuh.

Tulisan ini memang mengandung muak. Muak melihat aparat yang membiarkan. Muak melihat mahasiswa dan tokoh masyarakat ikut-ikutan main kotor. Muak melihat Kabupaten Buru yang dipertaruhkan di meja judi mafia tambang.

Tapi tulisan ini tidak mengandung B2.Yang beracun justru kenyataan itu sendiri.*

Penulis adalah pemuda Kabupaten Buru

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dekolonisasi Penyelesaian Konflik Tanah di Maluku

    Dekolonisasi Penyelesaian Konflik Tanah di Maluku

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Dhani Pelupessy (Akademisi UIN Ambon) Tajukmaluku.com-Belakangan ini, urusan tanah dan batas wilayah sering jadi pemicu konflik di Maluku. Sepintas, masalah ini bisa gampang diselesaikan lewat jalur struktural (baca: pemerintah). Tapi pertanyaannya adalah apakah masyarakat mau menyerahkan urusan itu sepenuhnya ke pemerintah? Jawabannya tidak sesederhana “mau” atau “tidak mau”. Ada hal yang lebih dalam untuk […]

  • Pelantikan Pengurus Komisariat dan Rayon PMII Syekh Manshur: Komitmen untuk Meningkatkan Kualitas Kader

    Pelantikan Pengurus Komisariat dan Rayon PMII Syekh Manshur: Komitmen untuk Meningkatkan Kualitas Kader

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com- Pengurus Komisariat dan Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Syekh Manshur secara resmi dilantik, di Gedung Majlis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Pandeglang, Banten, Jawa Barat. Pelantikan bertemakan “Transformasi Kepemimpinan: Merajut Masa Depan Pemimpin Perubahan,” Minggu, (20/10/2024). Pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah alumni PMII syekh Manshur, pengurus rayon dan komisariat PMII syekh Manshur, anggota PMII […]

  • Tingkatkan Partisipasi Perempuan dalam Pilkada 2024: KPU Maluku Gelar Sosialisasi

    Tingkatkan Partisipasi Perempuan dalam Pilkada 2024: KPU Maluku Gelar Sosialisasi

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku menggelar dialog Sosialisasi Pendidikan Pemilih bagi Segmen Perempuan dalam rangkaian persiapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Tahun 2024. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lanud Pattimura, Ambon, ini dihadiri oleh Anggota KPU Provinsi Maluku, Almudatsir Z. Sangadji, sebagai narasumber utama. (22/12/2024) Acara dibuka secara resmi oleh Almudatsir setelah sambutan […]

  • Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN, Jaring SDM Unggul Bidang Pertanahan dan Tata Ruang

    Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN, Jaring SDM Unggul Bidang Pertanahan dan Tata Ruang

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Cikeas,Tajukmaluku.com-Perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), yaitu Politeknik Agraria STPN, menyelenggarakan Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Tahun Akademik 2026/2027. Calon Taruna/i yang nantinya akan bergabung dalam perkuliahan Politeknik Agraria STPN akan dipersiapkan menjadi insan pertanahan dan tata ruang yang dapat berkontribusi ke pembangunan Indonesia. “Kita harus optimis siapa […]

  • Komisi III DPRD Maluku Kunker ke Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Malteng

    Komisi III DPRD Maluku Kunker ke Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Malteng

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Masohi,Tajukmaluku.com-Komisi III DPRD Provinsi Maluku melaksanakan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (3/06/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program strategis nasional di bidang pendidikan. Turut hadir mendampingi, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Maluku, Andreas Budi Wirawan, selaku […]

  • Semangat Iduladha 1447 H, PLN UIW MMU Salurkan 69 Hewan Kurban kepada Masyarakat

    Semangat Iduladha 1447 H, PLN UIW MMU Salurkan 69 Hewan Kurban kepada Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, keluarga besar PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melaksanakan kegiatan penyaluran hewan kurban kepada masyarakat di berbagai wilayah Maluku dan Maluku Utara. General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menyampaikan bahwa Iduladha menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai […]

expand_less