Breaking News
light_mode

PT SIM dan “Peta Konflik” Tak Berujung

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
  • visibility 306
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Sejak pertama kali masuk Maluku pada 2018, PT Spice Islands Maluku (PT SIM) perusahaan produksi pisang abaka ini memegang SKT untuk ribuan hektar lahan di Hatusuwa. Namun, alih-alih mengoptimalkan izin itu, PT SIM justru memilih melirik wilayah lain. Hatusuwa ditinggalkan, optimalisasi ribuan hektar tanpa laporan bulanan maupun tahunan kepada Pemerintah Daerah Seram Bagian Barat (SBB) nyaris tak pernah terdengar.

Masalah memuncak di 2020–2021, ketika PT SIM merangsek ke wilayah Kawa. Sebuah kawasan sensitif karena berbatasan langsung dengan hak ulayat di Ety dan beberapa dusun, termasuk Pelita Jaya. Sejarah konflik antarwilayah membuat keputusan itu riskan.

Beberapa bulan lalu Bupati Asri Arman sempat mengambil jalan tengah, menunda sementara aktivitas perusahaan demi mencegah benturan horizontal di masyarakat. Namun, PT SIM tetap terlihat menyalakan bara dengan membentuk opini publik seolah Bupati Asri Arman menghentikan aktivitas mereka padahal apa yang dilakukan justru terlihat bijak.

Sebagai kepala daerah sekaligus penanggung jawab tertinggi di wilayahnya, Bupati Asri Arman tentu saja tak ingin ada konflik yang merugikan masyarakat, apalagi diketahui PT SIM sendiri selama ini tak pernah melaporan secara resmi soal optimalisasi lahan yang sebelumnya digarap, atau pun soal hitungan data real dari klaim kalkulasi investasi Rp 600M yang digembar-gemborkan di ruang publik sebagai kerugikan investasi atau soal hasil ekspor dari produksi pisang abaka selama ini kepada Pemda SBB.

Dari Kontrak ke Pelepasan Hak

Kabar terbaru menambah lapisan gelap praktik PT SIM. Lahan 632,25 hektar di Desa Kawa, yang diyakini masyarakat hanya dikontrakkan untuk perkebunan abaka, ternyata sudah beralih status menjadi pelepasan hak penuh ke PT SIM. Informasi ini mengejutkan warga, mereka merasa ditipu habis-habisan.

Gelombang protes muncul dari Masyarakat Kawa, mereka menuding PT SIM telah mengubah hubungan kerja sama menjadi perampasan hak. Status “kontrak” yang selama ini diyakini ternyata hanyalah ilusi.

Koordinator BEM Nus Maluku, Adam Rahantan, membaca langkah PT SIM sebagai strategi licik: membiarkan Hatusuwa terbengkalai, lalu menggeser operasi ke Kawa dan Ety, wilayah yang sarat ketegangan sosial. Dengan begitu, perusahaan seolah melempar bola panas ke tengah masyarakat dengan membuat pemerintah daerah SBB terjebak di posisi sulit.

“Harusnya PT SIM fokus mengoptimalkan izin di Hatusuwa. Kenapa justru masuk ke Kawa tanpa sosialisasi, padahal daerah ini rentan konflik?” kata Adam.

Izin Pemprov, Beban Pemda SBB

Ironisnya, izin PT SIM sejak awal keluar dari Pemerintah Provinsi Maluku, bukan dari Pemda SBB. Namun, setiap kali terjadi gesekan, Pemda-lah yang diseret ke ruang publik, seakan menjadi pihak yang bertanggung jawab penuh. Situasi ini menambah lapisan absurditas. Perusahaan mendapat legitimasi dari atas, tetapi meninggalkan bara api di bawah.

Kini masyarakat Kawa menuntut keadilan. Mereka mendesak pemerintah turun tangan, membuka fakta secara transparan, dan memastikan hak ulayat tidak dilucuti lewat permainan hukum dan kontrak abu-abu.

Di tengah protes yang kian memuncak, satu hal jadi jelas: PT SIM bukan sekadar gagal berinvestasi, melainkan diduga turut merancang peta konflik di SBB. Dan selama pola ini dibiarkan, ketegangan sosial di Seram Bagian Barat menjadi bom waktu yang tinggal menunggu ledakan berikutnya.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Besok Menteri Agama Kunjungi Ambon, Kakanwil Kemenag Maluku Bakal Bahas Prioritas Layanan Keagamaan di Daerah 3T

    Besok Menteri Agama Kunjungi Ambon, Kakanwil Kemenag Maluku Bakal Bahas Prioritas Layanan Keagamaan di Daerah 3T

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kunjungan kerja Menteri Agama Republik Indonesia ke Kota Ambon, yang akan berlangsung pada Jumat, 16 Januari 2026, bakal dijadikan sebagai agenda strategis untuk memperkuat sistem layanan keagamaan dan pendidikan di Maluku. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Maluku, Yamin, menyatakan sejak awal pihaknya bakal mengawal substansi kunjungan ini pada kebijakan konkret dan penguatan […]

  • LIKE PLN 2025, PLN UIW MMU Dorong UMKM Binaan Naik Kelas Lewat Pameran Booth

    LIKE PLN 2025, PLN UIW MMU Dorong UMKM Binaan Naik Kelas Lewat Pameran Booth

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Tak hanya berinovasi untuk meningkatkan keandalan listrik, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) juga terus menghadirkan terobosan untuk mendorong pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah timur Indonesia. Melalui UMKM Binaan, PLN UIW MMU menghadirkan kolaborasi lintas sektor untuk memperluas akses pasar, memperkuat branding, dan meningkatkan daya saing […]

  • Pikiran dan Tindakan Kepemimpinan Amrullah Usemahu untuk Mata Garuda LPDP 2025

    Pikiran dan Tindakan Kepemimpinan Amrullah Usemahu untuk Mata Garuda LPDP 2025

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Amrullah Usemahu memulai kariernya di dunia organisasi lebih dari dua dekade lalu, saat menjadi mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perikanan di Universitas Darussalam Ambon. Ia aktif di berbagai organisasi intra dan ekstra kampus, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa. Karakter kepemimpinan Amrullah telah dibentuk sejak mahasiswa. Pada tahun 2007, ia terpilih sebagai Koordinator […]

  • Dukung Tranformasi Pertanian Modern, _Electrifying Agriculture_ PLN Raih 53.539 Pelanggan Baru di Tahun 2024

    Dukung Tranformasi Pertanian Modern, _Electrifying Agriculture_ PLN Raih 53.539 Pelanggan Baru di Tahun 2024

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Program _Electrifying Agriculture_ (EA) dari PT PLN (Persero) menunjukkan kinerja mentereng sepanjang tahun 2024. Program PLN khusus untuk sektor pertanian, perikanan, perkebunan hingga peternakan ini tercatat telah dimanfaatkan oleh total 300.535 pelanggan, naik 53.539 pelanggan dibanding tahun 2023 yang sebanyak 246.996 pelanggan. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa program EA dirancang untuk mendorong modernisasi […]

  • PLN UIW MMU dan Pemkab Bursel Satukan Komitmen: Demi Listrik yang Andal pada Sektor Kesehatan dan Pendidikan

    PLN UIW MMU dan Pemkab Bursel Satukan Komitmen: Demi Listrik yang Andal pada Sektor Kesehatan dan Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Upaya memperkuat pelayanan publik di sektor kesehatan dan pendidikan menjadi titik temu penting dalam kunjungan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan ke Kantor PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU). General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula, menerima langsung rombongan Bupati Buru Selatan, La Hamidi, yang hadir bersama jajaran DPRD dan Dinas Pekerjaan Umum. […]

  • Soal Pemberian Gelar Pahlawan ke Soeharto, Benhur Sebut A. M Sangadji Lebih Layak

    Soal Pemberian Gelar Pahlawan ke Soeharto, Benhur Sebut A. M Sangadji Lebih Layak

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur Watubun menilai pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto belum tepat. Pasalnya, pemberian gelar pahlawan itu lebih layak diberikan kepada A. M Sangadji yang pengusulan namanya sudah didorong lebih awal sejak tahun 2022 lalu. Baik dari keluarga maupun masyarakat luas, namun Soeharto ternyata lebih diprioritaskan. “PDI Perjuangan menolak keras langkah […]

expand_less