Breaking News
light_mode

Toleransi Ekonomi: Memangkas Kesenjangan Ekonomi Bangsa dan Negara

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 352
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Masyhuri Maswatu

(Wasekjen PP GP Ansor)

Tajukmaluku.com-Kesenjangan ekonomi jarak antara kelompok kaya dan miskin, serta ketimpangan pembangunan antar wilayah adalah tantangan struktural terbesar bagi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan membawa makna yang substantif jika tidak diiringi dengan pemerataan.

Saat ini, Indonesia masih berjuang mengatasi gini ratio yang berpotensi melebar akibat dampak pandemi, disrupsi teknologi, dan fluktuasi ekonomi global akibat perang terjadi di rusia dan ukraina sampai tahun 2026 belum terselesaikan, maka Ketimpangan ekonomi merupakan salah satu isu kritis dalam konteks pembangunan ekonomi Indonesia.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat selama beberapa dekade terakhir. Meskipun perkembangan ini telah membawa banyak manfaat, ada pula dampak yang tidak diinginkan, yaitu ketimpangan ekonomi yang semakin meningkat.

Fenomena ketimpangan ini telah menjadi salah satu tantangan utama dalam memastikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia. Ketimpangan ekonomi dapat dilihat dalam berbagai aspek ekonomi, seperti pendapatan, akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, serta peluang ekonomi yang adil. Kesenjangan ini menciptakan divisi sosial yang nyata antara kelompok yang mampu dan yang kurang mampu, yang dapat mengancam stabilitas sosial dan menghambat pertumbuhan ekonomi yang sehat.

Persoalan ekonomi menjadi kompleks ketika sudah dihadapkan dengan masalah masalah kenyataan hidup, seperti kemiskinan, penganggguran, kemakmuran, dan kesejahteraan bangsa. Sistem tolerensi ekonomi muncul sebagai jawaban dari permasalahan yang ada di Indonesia.

Bangsa Indonesia sebagian besar tidak menyukai ketidaksamaan sosial yang ada. Kedua sistem ekonomi yang lebih dulu ada lebih memacu pada pertumbuhan dibandingkan dengan pemerataan sehingga muncul gap sebagai jurang pemisah masyarakat. Sehingga dirasa tidak cocok ketika masuk kedalam bangsa Indonesia.

Perdebatan panjang mengenai sistem ekonomi Indonesia hampir setua usia kemerdekaan RI. Kapitalisme yang sempat juga menjadi sistem ekonomi di Indonesia memang memberikan kebebasan secara penuh kepada individu untuk melaksanakan kegiatan perekonomian tanpa campur tangan pemerintah. Dampaknya akan membuat monopoli atau oligopoli. Sedangkan sosialisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan kepada individu dengan campur tangan pemerintah penuh, sehingga akan menimbulkan pemerintahan yang egaliter. Keduanya sangat bertolak belakang dengan ideologi Bangsa Indonesia yaitu Pancasila.

Mengejar Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi selalu menjadi satu kesatuan, sekalipun pengertiannya berbeda. Pembangunan (economi develepment) diartikan sebagai suatu proses perubahan terus menerus menuju ke arah perbaikan ekonomi, yang mencakup pertumbuhan ekonomi yang diikuti perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sementara pembangunan ekonomi (economic growth) adalah proses kenaikan out put dalam jangka panjang.

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu aspek penting dari pembangunan ekonomi. Oleh karena itu pandangan ekonomi klasik percaya bahwa pertumbuhan ekonomi dapat diciptakan melalui peningkatan investasi modal yang dikombinasikan dengan penurunan berbagai hambatan (dereguasi dan insentif pajak) dalam proses produksi barang dan jasa.

Pandangan ini memiliki kesamaan terhadap kebijkan pemerintah saat ini dengan strrategi pembangunan infrastruktur, deregulasi ekonomi, penurunan suku bunga dalam upaya mendorong investasi yang sedang berjalan Ekonomi yang bergerak dapat dilakukan melalui peningkatan daya beli masyarakat.

Oleh karena itu pemerintah harus tetap menjaga stabilitas daya beli masyarakat melalui pendekatan side demand, dimana kebutuhaan masyarakat akan direspon dengan peningkatan produksi sehingga terjadi peningkatan permintaan dalam ekonomi domestik. Sebaliknya jika produksi ditingkatkan, sementara permintaan tidak ada maka yang terjadi adalah penumpukan barang produksi yang justru menimbulkan kerugian.

Memperkuat Akses Pemerataan Pembangunan

Apa yang di tulis dalam bukunya ketua Umum Ansor Bang Addin Jauharudin Mata Rantai Cita-Cita Bangsa: Peran GP Ansor dalam Mengintegrasikan Logistik Perdesaan dan Rantai Pasok Pangan, Perlu kita ketahui Sejak tahun 1980-an sampai dengan sekarang masih diwarnai perdebatan ekonomi yang menyatakan bahwa masyarakat harus memilih atau mendahulukan pertumbuhan ekonomi atau senaliknya mengurangi kesenjangan? Namun, tidak sedikit studi yang menyatakan bahwa mengurangi kesenjangan juga mendorong pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

Jerman pada masa kepemimpinan Kanselir Biscmark secara sadar memberikan jaminan sosial dan memberikan pendidikan yang berkualitas pada warganya terlepas dari kemampuan ekonomi. Jerman menjadi negara yang tinggi produktivitas dan pendapatannya, sambil menjaga kesenjangan rendah. Strategi ini kemudian ditiru oleh beberapa negara berkembang lainnya.

Kondisi di Indonesia menghadapi kesenjangan tajam antara kota dan desa, khususnya di daerah terpencil, pegunungan, dan pulau kecil. Studi menemukan bahwa di kota terdapat 8% masyarakat yang sulit mengakses layanan kesehatan dan 7% untuk pendidikan. Namun, di perdesaan angkanya meloncat ke 41% dan 40%. Sangat jomplang. Bayangkan bila kita tinggal di salah satu dari 2.519 desa terpencil yang belum tersambung listrik. Kelas di sekolah tanpa lampu dan anak kecil tidak bisa belajar di malam hari. Lantaran tanpa pompa air, banyak waktu akan dihabiskan untuk mengangkut air dari sungai terdekat yang belum tentu bersih, bahkan ketimpangan itu pun terjadi di seluruh indonesia, bahkan di tempat saya tinggal yaitu Provinsi Maluku.

Mengurangi kesenjangan tidak bisa dipisahkan dari membangun desa sehingga lingkaran setan kemiskinan bisa diputus. Jangan lagi terulang anak dari keluarga miskin sering sakit karena kurang air bersih dan tidak bisa belajar dengan baik, serta tidak tinggi pendidikannya sehingga berpendapatan rendah.Jaringan listrik yang saat ini masih hanya menjangkau 81,5% masyarakat menjadi sangat penting untuk menaikkan kesejahteraan dan kesempatan penduduk desa. Sesuai apa yang menjadi program kerja presiden Prabowo melalui kinerja Menteri Esdm, Bahlil Lahadalia.

Konsep Toleransi dalam Konteks Ekonomi

Toleransi dalam konteks ekonomi mencakup pengakuan, penghargaan, dan penerimaan terhadap perbedaan dan keberagaman dalam hal ekonomi. Hal ini melibatkan pengakuan bahwa individu dan kelompok memiliki kepentingan, nilai-nilai, preferensi, dan tujuan yang berbeda dalam aktivitas ekonomi.

Toleransi ekonomi bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang saling menghormati dan memungkinkan kerjasama yang saling menguntungkan di antara berbagai kelompok masyarakat. Dalam konteks sistem keuangan, toleransi ekonomi mempromosikan integrasi sosial, pengurangan konflik, dan penciptaan lingkungan yang inklusif.

Karena hal ini berkaitan dengan individu dan kelompok, maka otomatis ia juga tergantung kepada perspektif penguasa (dalam hal ini pihak pemerintah) dalam mengatur hubungan antar individu dan kelompok tersebut. Menarik jika melihat kepada apa yang disajikan oleh Helliwell dan Huang, dalam membahas hubungan antara kualitas pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat dalam kontek ekonomi. Menurut mereka, tata Kelola yang baik merupakan faktor penting dalam menciptakan iklim ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Helliwell dan Huang menunjukkan bahwa pemerintahan yang baik, yang melibatkan transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan yang adil, memiliki dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Selain melibatkam pengakuan dan perlakuan yang adil terhadap berbagai pemangku kepentingan, toleransi dalam konteks ekonomi juga melibatkan keadilan dalam alokasi sumber daya yang melibatkan berbagai pihak dengan kepentingan yang berbeda. telah meneliti praktik rent-seeking dalam pengalokasian izin bagi reservat ekstraktif di Amazon Brasil. Penelitian ini menggambarkan bagaimana pelaksanaan kebijakan yang adil dan toleran dapat membantu menjaga keberlanjutan ekonomi dan lingkungan.

Secara eksplisit, penelitian Naritomi, menunjukkan bahwa penerapan prinsip toleransi dalam pengambilan keputusan ekonomi dapat mencegah praktik rent-seeking dan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan secara ekonomi. Disini, tampak jelas bahwa toleransi dalam konteks ekonomi tidak hanya merupakan nilai moral, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, stabilitas keuangan, dan inovasi. Penting bagi kebijakan dan praktik ekonomi untuk mempertimbangkan faktor toleransi ini guna menciptakan sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan sehingga memngkas kesenjangan yang terjadi di bangsa ini. Insya Allah.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pitoyo, Bos “Kartel B3” Ubah Rute Pasok Sianida Ke Pulau Buru

    Pitoyo, Bos “Kartel B3” Ubah Rute Pasok Sianida Ke Pulau Buru

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sebanyak 350 kaleng zat kimia Sianida dengan berat per kaleng 50 kg dikabarkan lolos masuk Pulau Buru untuk diperjualberilakan kepada para pendulang emas. Zat kimia berbahaya itu mudahnya masuk ke Pulau Buru karena distributor mengubah-ubah rute pasok ke Pulau Buru. “Banyak jalan menuju roma, banyak jalan menuju Gunung Botak,” kata salah satu informan yang menjelaskan […]

  • YBM PLN UIW MMU Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Halmahera Barat

    YBM PLN UIW MMU Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Halmahera Barat

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Halbar,Tajukmaluku.com-Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan tanah longsor di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Rabu (21/01/2026). General […]

  • Kolaborasi Indonesia–Jepang, Gasifikasi Pembangkit Maluku Masuk Tahap Site Visit

    Kolaborasi Indonesia–Jepang, Gasifikasi Pembangkit Maluku Masuk Tahap Site Visit

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Maluku mendampingi kegiatan site visit infrastruktur gasifikasi pembangkit di PLTMG Ambon Peaker dan PLTMG Kastela pada 26 hingga 27 Agustus 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Tim PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama mitra strategis internasional Tokyo Gas Co., […]

  • Ramadan Terang, Idul Fitri Nyaman, PLN UIW MMU Sukses Jaga Listrik Tetap Andal

    Ramadan Terang, Idul Fitri Nyaman, PLN UIW MMU Sukses Jaga Listrik Tetap Andal

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com– PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) berhasil menjaga keandalan pasokan listrik selama masa siaga Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriah. Keberhasilan ini memastikan masyarakat dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman, mulai dari sahur, berbuka puasa, salat tarawih, hingga pelaksanaan Salat Idul Fitri. Masa siaga […]

  • 1.572 Pelanggan di Maluku dan Maluku Utara Manfaatkan Promo Tambah Daya PLN, Total Daya Bertambah 1,32 MVA

    1.572 Pelanggan di Maluku dan Maluku Utara Manfaatkan Promo Tambah Daya PLN, Total Daya Bertambah 1,32 MVA

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) mencatat sebanyak 1.572 pelanggan telah memanfaatkan Program Promo Tambah Daya 50 persen melalui aplikasi PLN Mobile. Program yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk meningkatkan kapasitas daya listrik dengan biaya penyambungan lebih ringan tersebut berhasil mencatat total penambahan daya sebesar 1.321.050 Volt Ampere (VA) […]

  • Pekerjaan Air Bersih Gunung Nona Rampung, Dinas PUPR Maluku Siapkan Solusi Atasi Kendala Distribusi Air

    Pekerjaan Air Bersih Gunung Nona Rampung, Dinas PUPR Maluku Siapkan Solusi Atasi Kendala Distribusi Air

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pekerjaan proyek Penyediaan Air Bersih di kawasan Gunung Nona, Kota Ambon, yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku, telah selesai sesuai dengan kontrak kerja tahun anggaran 2024. Proyek ini mencakup pemasangan jaringan perpipaan air bersih sepanjang 1.600 meter dan instalasi lima titik kran umum, yang semuanya telah terpasang melintasi permukiman […]

expand_less