Breaking News
light_mode

Hadirkan Plt. Sekjen KKP, Mata Garuda LPDP Gelar Webinar Arah Kebijakan Ekonomi Biru Indonesia

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 126
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Mata Garuda LPDP webinar dengan tema Arah Kebijakan Ekonomi Biru Indonesia Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan dengan menghadirkan Dr. Andy Artha Donny Oktopura Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sebagai Keynote Speaker, Jumat (29/5/2026).

Gelaran webinar ini menyusul peluang besar Indonesia untuk menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional melalui penerapan konsep ekonomi biru.

Mengingat, dengan luas perairan mencapai 6,4 juta km², lebih dari 17.500 pulau, serta kekayaan biodiversitas laut terbesar di dunia, Indonesia memiliki modal strategis untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan daerah kepulauan.

Amrullah Usemahu Wasekjen III Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI) sekaligus Chief of Regional Office Mata Garuda LPDP sebagai salah satu narasumber yang dengan topik ekonomi biru untuk pembangunan daerah menjelaskan, bahwa ekonomi biru merupakan pendekatan pembangunan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian ekosistem laut.

Pendekatan ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi dari sumber daya kelautan dan perikanan, tetapi juga memastikan keberlanjutan sumber daya bagi generasi mendatang.

“Saat ini, aktivitas ekonomi yang didukung oleh laut Indonesia diperkirakan mencapai sekitar USD 180 miliar per tahun. Selain menjadi sumber pangan bagi jutaan masyarakat, sektor kelautan dan perikanan juga menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari tujuh juta orang serta berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Di sisi lain, ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, menyerap karbon, serta meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim,” kata Amrullah.

Namun demikian, pengembangan ekonomi biru masih menghadapi berbagai tantangan serius. Aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan, masalah sampah, perubahan iklim, praktik penangkapan ikan berlebih (overfishing), hingga Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing masih menjadi ancaman nyata terhadap keberlanjutan sumber daya laut Indonesia. Kerusakan ekosistem pesisir, meningkatnya sampah plastik laut, serta kerugian ekonomi akibat praktik penangkapan ikan ilegal menyebabkan hilangnya potensi pendapatan negara dan daerah yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.

Daerah Kepulauan Memiliki Potensi dan Kendala Besar

Amrullah melanjutkan, berbagai daerah kepulauan seperti Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Bangka Belitung, dan Sulawesi Tenggara memiliki potensi ekonomi biru yang sangat besar. Potensi tersebut mencakup sektor perikanan tangkap, budidaya laut, wisata bahari, konservasi laut, jasa maritim hingga pengembangan ekonomi berbasis karbon biru.

Misalnya Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia yang memiliki peluang besar untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan dan konservasi. Ada Labuan bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menjadi pusat kunjungan wisata lokal dan global selain itu Kepulauan Aru Maluku memiliki kekayaan sumber daya ikan yang melimpah serta posisi strategis sebagai lumbung ikan nasional dengan laut arafura adalah the golden fishing ground dengan potensi sumber daya ikan mencapai 2,6 juta ton.

Namun sayangnya potensi ekonomi biru ini belum memberikan dampak yang signifikan secara perekonomian daerah dilihat dari Pendapatan Asli Daerah yang masih rendah.

“Daerah-daerah ini masih berada pada posisi provinsi termiskin di Indonesia sehingga inisiasi RUU daerah kepulauan yang telah masuk prolegnas kiranya dapat menjadi perhatian khusus untuk bagaimana daerah-daerah kepulauan ini dapat maju dan berkembang sejajar dengan provinsi lainnya di Indonesia dengan mendapatkan dukungan regulasi dan anggaran yang kuat menyesuaikan karakteristik daerahnya,” ungkapnya.

Maluku Menjadi Contoh Strategis Pengembangan Ekonomi Biru

Sebagai contoh Provinsi Maluku memiliki wilayah laut menapai 92,4 persen dengan 1.422 pulau dan garis pantai sepanjang lebih dari 10.914 kilometer. Provinsi ini juga memiliki ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang yang sangat luas serta menjadi rumah bagi ribuan nelayan yang menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan.

Data sektor kelautan dan perikanan menunjukkan bahwa produksi perikanan tangkap Maluku mencapai 399.142 ton tahun 2024 (satu data KKP), didukung oleh aktivitas budidaya, pengolahan hasil perikanan, dan usaha perikanan lainnya. Bahkan, sekitar 36,5 persen potensi sumber daya ikan nasional berada pada tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yang mencakup wilayah perairan Maluku dan sekitarnya. tetapi dengan potensi yang besar tersebut Maluku masih terkendala dalam pengelolaannya baik dari sisi dukungan regulasi, anggaran maupun infrastruktur.

Pendapatan Asli Daerah Maluku dari sektor Perikanan masih di bawah 10 miliar per tahun. Tahun 2024 hanya 6,5 M. ditambah lagi APBD Maluku yang hanya 3,2 T yang hampir 60-65 persen untuk operasional dan belanja pegawai sehingga berdampak pada pembangunan infrastruktur utama maupun penunjang daerah. Ditambah lagi dana bagi hasil perikanan (DBH) belum sepenuhnya belum berpihak pada daerah penghasil.

Lebih ironi lagi untuk Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 718 laut Arafura mengalami kerugian akibat IUU Fishing mencapai 40-48 triliun pertahun, jika saja ini bisa diminimalisir pastinya akan berdampak positif bagi pembangunan daerah maupun nasional.

“Semua problematika yang ada kiranya menjadi catatan dan masukan kritis guna memperkuat infrastruktur pengawasan, konektivitas antarpulau, akses pasar, logistik, energi, serta investasi dengan memanfaatkan potensi ekonomi biru yang ada secara optimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” jelasnya.

Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai penyangga Ekonomi Biru

Berdasarkan data KKP tahun 2025, dari 84.276 desa di Indonesia terdapat 12.968 desa pesisir dan 2.910 desa nelayan, dengan jumlah nelayan mencapai 3.228.209 orang. Namun demikian, nilai tukar nelayan masih relatif rendah dengan rata-rata 104,4 dalam lima tahun terakhir. Karena itu, program KNMP menjadi sangat penting sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Saat ini terdapat 1.269 usulan lokasi KNMP di 37 provinsi, yang terdiri dari 383 calon KNMP Hub dan 886 wilayah penyangga. Kebutuhan SDM pada setiap KNMP juga cukup besar, yakni minimal empat orang yang terdiri dari manajer operasional, kepala produksi, penjamin mutu, dan administrasi keuangan, sehingga total kebutuhan SDM mencapai sekitar 5.476 orang. Ini tentunya menjadi peluang besar dalam membuka lapangan kerja baru di sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

KNMP kiranya bukan sekadar program pembangunan kawasan nelayan, melainkan sebuah model pembangunan pesisir yang menempatkan nelayan sebagai aktor utama dalam rantai nilai ekonomi kelautan. Kampung nelayan yang terintegrasi dengan fasilitas tambat labuh, tempat pelelangan ikan, cold storage, unit pengolahan hasil perikanan, koperasi, hingga akses digital pemasaran akan menjadi fondasi penguatan ekonomi biru dari tingkat akar rumput.

Melalui KNMP, sistem logistik perikanan dapat diperkuat sejak dari titik produksi. Ikan yang ditangkap nelayan tidak lagi langsung dijual dalam kondisi segar dengan harga rendah, tetapi dapat disimpan, diolah, dan didistribusikan secara lebih efisien ke pasar domestik maupun ekspor. Dengan demikian, KNMP berfungsi sebagai hub logistik skala komunitas yang menopang kelancaran rantai pasok perikanan daerah dan nasional.

“Bagi Maluku KNMP memiliki peran penting sebagai penyangga utama Maluku Integrated Port (MIP). Jika MIP berfungsi sebagai pusat distribusi, pengolahan, dan ekspor hasil perikanan, maka KNMP menjadi basis produksi yang memastikan ketersediaan pasokan ikan secara berkelanjutan yang langsung berinteraksi dengan nelayan. Hubungan keduanya membentuk ekosistem ekonomi biru yang saling menguatkan, mulai dari nelayan, koperasi, unit pengolahan ikan, cold storage, hingga pasar nasional dan internasional,” ungkapnya.

“Semoga kedepan pengembangan Ekonomi biru dari sisi pengelolaan sektor kelautan dan perikanan tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau volume ekspor yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat pesisir. Laut yang sehat adalah fondasi ekonomi yang kuat. Dengan mengelola sumber daya kelautan secara berkelanjutan, kita tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga menciptakan masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah kepulauan,” tandas Amrullah.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • M. Nur Latuconsina: Deklarasi Bahlil Sebagai Cawapres 2029 Tidak Mewakili Sikapnya

    M. Nur Latuconsina: Deklarasi Bahlil Sebagai Cawapres 2029 Tidak Mewakili Sikapnya

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Direktur Holistik Institute, M. Nur Latuconsina, menilai rencana deklarasi Bahlil Lahadalia sebagai calon wakil presiden (Cawapres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 yang diinisiasi oleh Gerakan Pemuda Indonesia Timur (GP-Intim) tidak mencerminkan pandangan dan sikap politik Bahlil. Menurut Latuconsina, deklarasi yang dijadwalkan pada 10 Februari 2025 tersebut merupakan gagasan sepihak dari Bernard D. Namang dan tidak […]

  • SBT Tak Butuh Amahoru, Tapi Orang Jujur

    SBT Tak Butuh Amahoru, Tapi Orang Jujur

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Koalisi Pemerhati Demokrasi (KPD) Maluku angkat bicara soal dugaan manipulasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Achmad Quadri Amahoru, calon kuat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). “Jika benar yang bersangkutan tidak melaporkan kekayaan secara jujur, itu artinya Amahoru tidak layak ditetapkan sebagai Sekda SBT,” kata Ketua KPD Maluku, Risman Soulissa, menanggapi […]

  • Skandal Dokumen Palsu Seret Raja Batu Merah ke Polda Maluku (Bag-I)

    Skandal Dokumen Palsu Seret Raja Batu Merah ke Polda Maluku (Bag-I)

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dugaan Dokumen Palsu di Pengadilan Ambon, Raja Batu Merah Ali Hatala diseret diam-diam ke meja penyidik. Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirkrimum) Polda Maluku tengah mengusut penggunaan dokumen palsu yang melibatkan Ali Hatala di Pengadilan Negeri Ambon. Pada waktu itu, Ali Hatala bertindak sebagai penggugat melawan Muhammad Said Nurlete sebagai tergugat 1 dan Rabetinnur Nurlette sebagai […]

  • Tak Ada Mudik Gratis Rute Maluku Tenggara, Ini Respon DPRD Maluku

    Tak Ada Mudik Gratis Rute Maluku Tenggara, Ini Respon DPRD Maluku

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku akan gelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Pelni serta asisten II Provinsi Maluku. Hal ini guna merespons keluhan Mahasiswa Evav soal kebijakan mudik gratis yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Dimana, mereka merasa adanya ketidakadilan yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dalam kebijakan mudik gratis. Mahasiswa Evav juga menyayangkan ribuan tiket […]

  • Gubernur Bali Apresiasi Gerak Cepat PLN Atasi Gangguan Kelistrikan

    Gubernur Bali Apresiasi Gerak Cepat PLN Atasi Gangguan Kelistrikan

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar,Tajukmaluku.com-Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi gerak cepat PT PLN (Persero) dalam mengatasi gangguan sistem kelistrikan yang terjadi di Bali pada Jumat (2/5). Sejak awal terjadinya gangguan, dirinya menjelaskan bahwa PLN langsung menindaklanjuti dengan menggelar rapat virtual. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo juga terus melaporkan tiap perkembangan upaya pemulihan sistem kelistrikan sejak awal gangguan terjadi […]

  • Merasa Dihina dan Nama Baik Dicemar, Artis Ambon Meifhy Pattikawa Lapor Sejumlah Netizen ke Polisi

    Merasa Dihina dan Nama Baik Dicemar, Artis Ambon Meifhy Pattikawa Lapor Sejumlah Netizen ke Polisi

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Artis lokal Ambon, Meifhy Pattikawa melaporkan sejumlah netizen ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Laporan itu dilayangkan lantaran Meifhy merasa nama baiknya telah dicemarkan, dihina, difitnah, kemudian ada cacian dan narasi negatif lainnya melalui komentar-komentar dan postingan para netizen dalam menanggapi konten Tiktok di akun resmi Meifhy yakni @meifhy.pattikawa. “Klien kami merasa reputasinya dicemarkan […]

expand_less