Breaking News
light_mode

LPMP Usung Right to The City Jadi Tema Dialog Literasi Perkotaan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 112
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Konsep Right to The City atau hak atas kota menjadi isu utama yang dibedah dalam dialog publik bertajuk Literasi Perkotaan yang digelar Lembaga Pemerhati Masyarakat Perkotaan (LPMP) di Baileo Cafe, kawasan Tihu, Kecamatan Teluk Ambon, Sabtu (20/6/2026).

Forum yang mempertemukan akademisi, psikolog, pemerintah, pedagang pasar, legislator, organisasi kepemudaan, hingga pegiat masyarakat sipil itu berlangsung selama empat jam dan membahas berbagai persoalan sosial perkotaan yang dihadapi Kota Ambon.

Hadir sebagai narasumber antara lain Psikolog RSKD Maluku Verbry Elizabet Wattimena, Sosiolog UIN A.M. Sangadji Ambon M. Asrul Pattimahu, Anggota DPRD Maluku Rovik A. Afifudin, pegiat SIEJ Ipeh Alaydrus, Staf Ahli Pemerintahan dan Pelayanan Publik Pemerintah Kota Ambon Alex Ursepuni, perwakilan Bank Indonesia Maluku Rahmat, serta perwakilan KNPI Maluku M. Nasir Pariusemahu.

Dialog tersebut mengulas berbagai tantangan perkotaan, mulai dari budaya urban, keterbatasan ruang perjumpaan publik, segregasi sosial antar komunitas, hingga pentingnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan tata ruang kota yang inklusif dan berorientasi pada manusia.

Ambon Dinilai Belum Sepenuhnya Menjadi Masyarakat Urban

Sosiolog UIN A.M. Sangadji Ambon, M. Asrul Pattimahu, mengutip pemikiran sosiolog Prancis Emile Durkheim mengenai pentingnya menjaga integrasi dan kohesi sosial di tengah perubahan struktur masyarakat.

Menurut Asrul, Durkheim membedakan dua bentuk solidaritas sosial, yakni solidaritas mekanis yang tumbuh dalam masyarakat tradisional melalui kesadaran kolektif, serta solidaritas organik yang berkembang dalam masyarakat modern melalui ketergantungan akibat pembagian kerja.

“Saya belum bisa menyebut masyarakat kita sebagai masyarakat urban sepenuhnya karena belum terjadi passing over terhadap pola pikir dan budaya urban. Kita masih berada dalam solidaritas kelompok tertentu. Hal ini dijelaskan Durkheim melalui konsep solidaritas mekanis dan solidaritas organik,” kata Asrul.

Ia juga mengulas pandangan Durkheim mengenai fenomena bunuh diri sebagai fakta sosial yang dipengaruhi tingkat integrasi sosial dan regulasi moral dalam masyarakat.

“Bunuh diri bukan sekadar persoalan psikologis individual, tetapi juga berkaitan dengan lingkungan sosial seseorang. Durkheim menjelaskan bahwa tindakan tersebut dipengaruhi oleh kekuatan integrasi sosial dan regulasi moral,” ujarnya.

Asrul menegaskan bahwa masyarakat kota idealnya memiliki karakter moderat, terbuka, dan mampu menerima keberagaman. Karena itu, ruang-ruang perjumpaan publik menjadi kebutuhan penting untuk memperkuat interaksi lintas agama, budaya, maupun kelompok sosial.

“Banyak generasi muda tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang baik, tetapi belum tentu memiliki pengalaman pertemanan lintas agama dan budaya. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat melahirkan skeptisisme sosial di masa depan,” katanya.

Burnout dan FOMO Jadi Tantangan Masyarakat Urban

Psikolog RSKD Maluku, Verbry Elizabet Wattimena, menyoroti berbagai tekanan sosial yang muncul seiring perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0.

Menurutnya, mobilitas tinggi, budaya konsumtif, serta ketergantungan terhadap ruang digital telah membentuk pola hidup masyarakat urban yang rentan mengalami kelelahan mental (burnout) maupun Fear of Missing Out (FOMO).

“Penguatan relasi sosial, relaksasi, dan membangun dialog positif dengan diri sendiri menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental. Jika burnout dan FOMO berlangsung terus-menerus, maka perlu berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater,” jelasnya.

Pemerintah Akui Keterbatasan Ruang Kota

Pemerintah Kota Ambon menyambut baik penyelenggaraan dialog tersebut sebagai ruang edukasi publik terkait isu-isu perkotaan.

Staf Ahli Pemerintahan dan Pelayanan Publik Pemerintah Kota Ambon, Alex Ursepuni, mengakui bahwa pertumbuhan penduduk yang terus meningkat belum sejalan dengan ketersediaan ruang kota yang terbatas.

Kondisi geografis Ambon yang didominasi wilayah perbukitan juga menjadi tantangan dalam pengembangan kawasan perkotaan.

“Pertumbuhan kota harus diimbangi dengan penataan ruang yang baik. Karena itu partisipasi masyarakat sangat penting, mulai dari tahap perencanaan hingga pengawasan implementasi tata ruang,” ujarnya.

Alex menjelaskan, Pemerintah Kota Ambon saat ini tengah melakukan peninjauan dokumen tata ruang dan membuka ruang partisipasi publik untuk memberikan masukan terhadap penyempurnaan kebijakan tersebut.

KNPI Soroti Peran Generasi Z

Dalam forum yang sama, KNPI Maluku menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah.

Dengan jumlah Generasi Z yang diperkirakan mencapai sekitar 34 persen dari total populasi, pemuda dinilai memiliki posisi strategis dalam menghadapi berbagai persoalan perkotaan, mulai dari pengelolaan sampah, literasi digital, hingga upaya melawan hoaks dan ujaran kebencian.

“Identitas Kota Ambon sebagai kota yang inklusif dan multikultural harus terus dijaga di tengah derasnya arus digitalisasi dan transformasi menuju smart city,” ujar perwakilan KNPI.

Hak Atas Kota Adalah Hak Warga

Pada sesi kedua bertajuk Ambon Care, Anggota DPRD Maluku Rovik A. Afifudin menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat sipil dalam mengawasi dan memahami kebijakan tata ruang.

Menurut Rovik, pembangunan kota memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi, lingkungan, kesehatan maupun pendidikan.

“Hak atas kota bukan sekadar tema diskusi. Hak atas kota adalah hak sekaligus kewajiban setiap warga untuk mengetahui arah pembangunan wilayah perkotaan. Pembangunan memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” tegas Rovik.

Ia menambahkan, sebagai ibu kota Provinsi Maluku, Ambon telah memberikan kontribusi besar bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, warga harus memiliki rasa kepemilikan terhadap kota dan terlibat aktif dalam menentukan masa depannya.

“Jika kita merasa pertumbuhan Kota Ambon saat ini masih biasa-biasa saja, maka jangan bersikap apatis. Kita harus terlibat aktif memastikan pembangunan yang berkelanjutan bagi anak cucu kita di masa depan,” ujarnya.

Dialog publik tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi, antara lain memperluas akses informasi terkait perencanaan tata ruang, memperkuat ruang perjumpaan publik yang inklusif, meningkatkan literasi digital dan kesehatan mental masyarakat urban, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam setiap proses pembangunan kota.

Melalui penguatan literasi urban, para pemangku kepentingan berharap Kota Ambon dapat berkembang menjadi kota yang lebih manusiawi, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan kehidupan perkotaan di masa depan.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Negeri Liang Dorong Pengakuan Hak Tenurial Pesisir dan Laut

    Masyarakat Negeri Liang Dorong Pengakuan Hak Tenurial Pesisir dan Laut

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Maluku Tengah, Tajukmaluku.com-Masyarakat Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, mulai mendorong pengakuan hak tenurial pesisir dan laut sebagai upaya melindungi ruang hidup mereka dari berbagai tekanan, mulai dari kebijakan negara hingga ekspansi kepentingan eksternal. Dorongan ini mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Yayasan Jala Ina bersama masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. […]

  • Perjuangkan Konektivitas Daerah Kepulauan, Komisi III Datangi Kemenhub

    Perjuangkan Konektivitas Daerah Kepulauan, Komisi III Datangi Kemenhub

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Komisi III DPRD Maluku menyampaikan sejumlah program prioritas yang berkaitan dengan persoalan konektivitas di wilayah kepulauan saat bertemu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Jakarta, Rabu (10/12/2025). Bagi Komisi III, peningkatan layanan transportasi darat, laut, dan udara di Maluku harus bisa ditindak lanjuti Kemenhub dengan cepat. “Kami datang menyampaikan kebutuhan daerah, terutama peningkatan konektivitas dan pemerataan […]

  • Ka.Kanwil Minta Manasik Haji Jadi Sarana Peningkatan Harmonisasi, Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan

    Ka.Kanwil Minta Manasik Haji Jadi Sarana Peningkatan Harmonisasi, Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namrole,Tajukmaluku.com-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I., meminta agar program bimbingan manasik haji menerapkan konsep kurikulum cinta. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pentingnya menjaga harmoni perbedaan, kerukunan, dan cinta kemanusiaan untuk sesama sejak dini kepada jemaah calon haji. Penegasan ini disampaikan Ka.Kanwil H. Yamin sebelum membuka kegiatan bimbingan manasik […]

  • Peta Jalan ANSOR Menuju Muktamar: Konsep Nahdlatut Tujjar dan Masa Depan Kemandirian Ekonomi NU

    Peta Jalan ANSOR Menuju Muktamar: Konsep Nahdlatut Tujjar dan Masa Depan Kemandirian Ekonomi NU

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Masyuri Maswatu (Wasekjend GP Ansor) TAJUKMALUKU.COM- Muktamar Ansor tidak boleh dipandang semata sebagai agenda pergantian kepemimpinan organisasi. Muktamar harus menjadi momentum untuk membaca perubahan zaman, mengevaluasi perjalanan gerakan, menyusun kembali orientasi perjuangan, dan menentukan posisi Ansor dalam arsitektur besar Nahdlatul Ulama. Sebab Ansor tidak berdiri sebagai organisasi yang terpisah dari ekosistem NU. Ansor merupakan […]

  • Menteri Nusron Tinjau Kantah Kabupaten Aceh Tamiang Pascabencana Hidrometeorologi Sumatera 2025

    Menteri Nusron Tinjau Kantah Kabupaten Aceh Tamiang Pascabencana Hidrometeorologi Sumatera 2025

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Aceh Tamiang,Tajukmaluku.com-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, meninjau Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak bencana hidrometeorologi Sumatera 2025, Kamis (23/07/2026). Ia melihat langsung kondisi terkini gedung dan fasilitas yang sebelumnya tidak bisa digunakan karena mengalami kerusakan akibat bencana. “Alhamdulillah sekarang kita sudah bisa aktif lagi di sini. Waktu […]

  • Banggar Soroti Transparansi Pinjaman Daerah dan Kesiapan SDM Blok Masela

    Banggar Soroti Transparansi Pinjaman Daerah dan Kesiapan SDM Blok Masela

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Maluku meminta pemerintah daerah memastikan anggaran pembangunan digunakan secara transparan dan tepat sasaran. Sejumlah perhatian Banggar meliputi pemanfaatan pinjaman daerah, pemerataan pembangunan, kesiapan tenaga kerja lokal untuk proyek Blok Masela, dan pemenuhan kebutuhan air bersih. Catatan itu disampaikan Kepala Bagian Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Maluku, Asmain Pelu, yang mewakili […]

expand_less