Breaking News
light_mode

Menteri Nusron: Tradisi Dialektika Berpikir Tidak Boleh Mati di Mana pun Berada

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
  • visibility 43
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sleman,Tajukmaluku.com-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan pentingnya menjaga tradisi dialektika berpikir di lingkungan akademik.

Menurutnya, keberagaman pemikiran dapat hadir di Politeknik Agraria STPN melalui kuliah umum yang mempertemukan berbagai pandangan dan memperkaya proses pembelajaran.

“Tradisi dialektika berpikir, tidak boleh mati di mana pun kita berada. Sebagai insan akademik di kampus ini, meskipun kampus ini adalah sekolah semi-kedinasan, saya minta untuk tidak segan-segan untuk mengundang berbagai tokoh dari level mana pun yang sifatnya itu kritik dan kritis terhadap negara. Termasuk kritis terhadap kebijakan kita,” ujar Menteri Nusron saat memberikan sambutan dalam Kuliah Umum yang juga menghadirkan Rocky Gerung sebagai narasumber, di Politeknik Agraria STPN, Sleman, D.I. Yogyakarta, Jumat (04/09/2026).

Menteri Nusron justru menilai perbedaan pemikiran justru dapat memperkaya wawasan apabila setiap pihak diberikan ruang untuk menyampaikan dan mempertukarkan gagasannya. Ia menggambarkan proses tersebut melalui “filsafat apel” yang dikaitkan dengan pemikiran Bernard Shaw.

“Kalau ada dua orang, saya sama Rocky, masing-masing punya sebuah apel, kemudian kita tukarkan masing-masing apel kita, Rocky memberikan apelnya kepada saya, saya memberikan apel saya kepada Rocky, maka jadinya tetap sama, masing-masing tetap hanya memiliki satu buah apel,” jelas Menteri Nusron.

Berbeda halnya dengan pertukaran pemikiran. Ketika dua orang dengan pemikiran berbeda saling bertukar gagasan, masing-masing justru akan memperoleh tambahan perspektif. “Tetapi kalau kita mempunyai dua pemikiran yang berbeda, kemudian pemikiran itu kita saling tukarkan, maka jadinya kita mempunyai dua buah pemikiran yang berbeda,” tutur Menteri Nusron.

Ia berharap tradisi kuliah umum dan dialektika berpikir di Politeknik Agraria STPN dapat menjadi ruang untuk saling berbagi pendapat sehingga memperkaya cara pandang para mahasiswa. “Sharing pendapat itu akan menjadikan kita mempunyai kaya akan pendapat dan kaya akan hasrat,” kata Menteri Nusron.

Kuliah umum bertema “Tanah, Negara, dan Rakyat: Memaknai Kembali Transformasi Pelayanan Pertanahan dalam Perspektif Kebangsaan” tersebut juga menghadirkan Rocky Gerung sebagai pembicara. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya perdebatan dalam proses pertukaran pemikiran.

“Pikiran, kuliah umum, kalau tidak ada yang bantah, dia jadi doa. Doa nggak boleh dibantah, pikiran harus dibantah. Itu bedanya,” ujar Rocky Gerung.

Di hadapan para Taruna/i Politeknik Agraria STPN, Rocky Gerung juga menjelaskan pendekatan filosofis yang digunakannya untuk mengajak peserta melihat kembali akar dari berbagai konsep dan pemikiran. “Saya sengaja mengambil cara berpikir filosofi untuk membongkar akarnya. Supaya ada konsep-konsep radikal. Kita membongkar tanah untuk menemukan akar. Kita membongkar pikiran supaya tidak ada yang disembunyikan secara politis. Itu intinya,” pungkasnya.

Dalam kuliah umum yang diikuti oleh sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN; Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN; seluruh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi beserta jajaran; dan lebih dari 500 Taruna/i Politeknik Agraria STPN, Rocky Gerung menyampaikan tiga konsep pemaknaan pengelolaan tanah. Pemaknaan tersebut di antaranya bagi masyarakat adat, tanah memiliki nilai magis karena berkaitan dengan kehidupan dan warisan leluhur. Bagi negara, tanah memiliki fungsi sosial yang diwujudkan melalui pengaturan dan hukum. Sementara bagi korporasi, tanah dipandang sebagai komoditas yang memiliki nilai bisnis.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinyal Kuat dari Zulhas, PAN Disebut Siap Kawal RUU Daerah Kepulauan

    Sinyal Kuat dari Zulhas, PAN Disebut Siap Kawal RUU Daerah Kepulauan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dukungan terhadap pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan mulai menguat di tingkat elite politik nasional. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, disebut masih memiliki komitmen yang sama untuk mendorong lahirnya regulasi yang telah diperjuangkan daerah-daerah kepulauan selama lebih dari satu dekade. Hal itu diungkapkan Anggota Komite I Dewan […]

  • Terpilih sebagai Ketua DPP IKAPATTI, Ini Harapan Marasabessy ke Sadali Ie

    Terpilih sebagai Ketua DPP IKAPATTI, Ini Harapan Marasabessy ke Sadali Ie

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sadali Ie terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Alumni Universitas Pattimura (IKAPATTI) 2025-2029, Jumat (13/3/2026). Terpilihnya Sekretaris Daerah Maluku itu melalui Surat Keputusan (SK) tentang struktur dan komposisi personalia DPP IKAPATTI masa bakti 2025–2029, oleh Dr. Agustinus Ufe, selaku Sekretaris Tim Formatur DPP IKAPATTI. Acara bertemakan “Ramadan Berkah: Menguatkan Harmoni Sosial dan […]

  • Komisi I DPRD Maluku Pastikan Bakal Bahas Skema Penanganan Bentrok Komunal bersama Polda

    Komisi I DPRD Maluku Pastikan Bakal Bahas Skema Penanganan Bentrok Komunal bersama Polda

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi I DPRD Provinsi Maluku memastikan akan memanggil Kepolisian Daerah (Polda) Maluku guna membahas langkah konkret untuk menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian. Hal itu menyusul adanya ekskalasi konflik yang terjadi pada sejumlah wilayah di Maluku, termasuk di Ohoi Danar, Kabupaten Maluku Tenggara, menjadi catatan penting bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku. Ketua Komisi […]

  • FGD Bersama Komisi II DPR RI, Wamen Ossy: RUU Administrasi Pertanahan untuk Wujudkan Sistem Pertanahan yang Lebih Baik

    FGD Bersama Komisi II DPR RI, Wamen Ossy: RUU Administrasi Pertanahan untuk Wujudkan Sistem Pertanahan yang Lebih Baik

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kebijakan Pertanahan dalam rangka penguatan materi dan substansi penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Administrasi Pertanahan pada Senin (06/07/2026). Forum ini menghadirkan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sebagai mitra strategis dalam proses legislasi untuk memberikan masukan, pandangan, serta […]

  • Ironi Masyarakat Adat ditengah Pembangunan “Modern”

    Ironi Masyarakat Adat ditengah Pembangunan “Modern”

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: M Kashai Ramdhani Pelupessy (Dosen Psikologi di UIN A. M Sangadji Ambon; Wakabid Riset dan Perguruan Tinggi KNPI Maluku; Pemerhati Psikologi Lingkungan) Tajukmaluku.com-“Wilayah kami sangat luas. Suatu hari, datang orang yang ingin membelinya. Awalnya kami menolak, tapi tekanan demi tekanan terus datang hingga akhirnya kami menyerah. Kami menjual tanah itu dan mendapat uang dalam […]

  • HMI Sejajaran Unpatti Desak Percepat Penanganan Kasus Penyerangan di Lingkungan FEB hingga Penikaman

    HMI Sejajaran Unpatti Desak Percepat Penanganan Kasus Penyerangan di Lingkungan FEB hingga Penikaman

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sejajaran Universitas Pattimura (Unpatti) mendesak percepat penanganan kasus penyerangan di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) hingga berujung penikaman terhadap M. Datu Letsoin, mahasiswa semester 8. Desakan itu disampaikan lewat aksi demonstrasi yang digelar, Selasa (3/3/2026). Aksi dimulai dari FEB sebagai titik awal penyampaian aspirasi. Massa aksi menilai fakultas merupakan ruang […]

expand_less