Breaking News
light_mode

Buah Sukun, Tanaman Tropis Maluku jadi ‘Future Food’ Dunia 2026

  • account_circle Admin
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • visibility 21
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Tanaman tropis dari Provinsi Maluku, Buah Sukun dinilai mampu menjadi solusi untuk pangan masa depan dunia, ditengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap krisis pangan dan perubahan iklim.

Pasalnya, Sukun memiliki kandungan karbohidrat tinggi, bebas gluten, serta kaya serat dan mineral seperti vitamin C dan magnesium. Teksturnya yang padat dan rasanya yang netral membuat buah ini fleksibel diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Tanaman sukun (Artocarpus altilis) dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca ekstrem. Tanaman ini mampu tumbuh di berbagai kondisi iklim tropis dengan perawatan yang relatif minimal.

Dalam satu musim, satu pohon sukun dapat menghasilkan ratusan buah. Produktivitas ini menjadikan sukun sebagai tanaman yang efisien untuk dikembangkan dalam skala besar.

Tidak hanya produktif, pohon sukun juga dapat berbuah selama puluhan tahun. Hal ini membuatnya menjadi investasi jangka panjang bagi petani dan sektor pertanian secara umum.

Kemampuan sukun untuk tumbuh dengan input rendah menjadikannya ramah lingkungan. Tanaman ini tidak membutuhkan pupuk kimia berlebihan maupun irigasi intensif.

Daya adaptasinya terhadap perubahan iklim membuat sukun masuk kategori climate resilient crops. Tanaman ini dinilai penting dalam strategi pencegahan krisis pangan global.

Ketahanan terhadap cuaca ekstrem juga membuat sukun cocok ditanam di wilayah yang rawan kekeringan atau perubahan musim yang tidak menentu. Hal ini semakin meningkatkan nilai strategisnya sebagai tanaman pangan masa depan.

Selain itu, sukun dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem karena akarnya mampu mencegah erosi tanah. Keberadaan pohon sukun juga memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan sekitar.

Dengan karakteristik tersebut, sukun tidak hanya berperan sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai tanaman konservasi. Hal ini menjadikannya relevan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.

Produksi sukun yang melimpah berpotensi mengurangi ketergantungan pada komoditas pangan impor. Negara-negara tropis memiliki peluang besar untuk mengembangkan sukun sebagai sumber pangan lokal unggulan.

Kapasitas produksi yang tinggi juga membuka peluang pengembangan industri pengolahan berbasis sukun. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Dalam konteks global, sukun mulai dipandang sebagai tanaman yang mampu membantu menstabilkan pasokan pangan dunia. Potensi ini semakin relevan di tengah ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim dan konflik geopolitik.

Dengan segala keunggulan tersebut, sukun kini menempati posisi penting dalam diskusi tentang masa depan sistem pangan global. Namun, pemanfaatannya di tingkat lokal masih menghadapi berbagai tantangan.

Untuk itu di tahun 2026, buah yang dikenal dengan nama breadfruit ini, semakin diangkat sebagai future food karena dinilai mampu menjawab tantangan ketahanan pangan global.Di berbagai negara tropis, sukun telah lama dimanfaatkan sebagai pengganti nasi atau gandum dalam menu harian.

Kini, pemanfaatannya semakin meluas seiring meningkatnya minat dunia terhadap pangan berbasis tanaman lokal. Buah ini juga mulai dilirik oleh industri pangan modern karena mudah dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.

Potensi ini menjadikan sukun tidak hanya penting bagi konsumsi lokal, tetapi juga sebagai komoditas ekspor masa depan. Kenaikan pamor sukun di pasar global turut mendorong diskusi tentang pentingnya diversifikasi pangan.

Di tengah ketergantungan dunia terhadap beras, gandum, dan jagung, sukun hadir sebagai alternatif yang menjanjikan. Sukun tidak hanya menawarkan nilai gizi, tetapi juga daya adaptasi yang kuat terhadap perubahan lingkungan. Hal ini membuatnya semakin relevan di tengah tantangan iklim yang semakin tidak menentu.

Dengan karakteristik tersebut, sukun kini diposisikan sebagai tanaman strategis dalam perencanaan ketahanan pangan jangka panjang. Ironisnya, di Indonesia sukun masih kerap dipandang sebelah mata dan sebatas diolah menjadi gorengan atau keripik. Padahal, di luar negeri buah ini telah dikembangkan menjadi tepung bebas gluten bernilai tinggi.

Tepung sukun digunakan sebagai bahan baku roti, pasta, hingga dessert sehat. Produk-produk ini mulai diminati konsumen yang mencari alternatif pangan bebas gluten dan ramah lingkungan.

Negara-negara seperti Amerika Serikat dan kawasan Pasifik bahkan mulai memburu bibit sukun. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya diversifikasi pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Di sejumlah wilayah Pasifik, sukun telah lama menjadi makanan pokok pengganti nasi. Kini, praktik tersebut mulai diadopsi kembali dengan pendekatan modern berbasis industri pangan.

Di Indonesia, potensi serupa sebenarnya sangat besar mengingat sukun tumbuh subur di berbagai daerah. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal dan cenderung terbatas pada konsumsi tradisional.

Kurangnya inovasi dalam pengolahan menjadi salah satu faktor yang menghambat pengembangan sukun di dalam negeri. Selain itu, minimnya promosi dan riset pasar juga membuat sukun kalah bersaing dengan komoditas lain.

Padahal, dengan pengolahan yang tepat, sukun dapat menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Pengembangan produk turunan seperti tepung, mie, atau camilan sehat berbasis sukun dapat membuka peluang baru.

Selain aspek ekonomi, pengembangan sukun juga berpotensi mendukung kemandirian pangan nasional. Diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan tertentu.

Sukun juga dapat menjadi solusi bagi wilayah rawan pangan karena tanaman ini mudah tumbuh dan produktif. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sukun dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Peningkatan nilai tambah melalui industri pengolahan dapat memperluas pasar sukun baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini membuka peluang bagi petani untuk mendapatkan pendapatan yang lebih stabil.

Di tingkat global, permintaan terhadap pangan berbasis tanaman lokal dan ramah lingkungan terus meningkat. Tren ini seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengangkat kembali potensi sukun.

Dengan pengembangan yang terarah, sukun dapat menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berkontribusi pada pasar global. Potensi besar ini menunggu untuk dimanfaatkan secara maksimal.

Melihat berbagai keunggulan sukun, mulai dari kandungan gizi hingga ketahanan iklim, buah ini memiliki semua syarat untuk menjadi pangan masa depan. Tantangan terbesar kini adalah bagaimana mengoptimalkan pemanfaatannya di tingkat lokal.

Jika dikembangkan secara serius, sukun dapat menjadi simbol keberhasilan diversifikasi pangan nasional. Buah yang selama ini dianggap sederhana ini berpotensi memainkan peran besar dalam menjawab tantangan pangan global di masa depan.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng Rumah Digital Pegadaian, Remaja Masjid Siri-Sori Islam Garap Literasi Digital

    Gandeng Rumah Digital Pegadaian, Remaja Masjid Siri-Sori Islam Garap Literasi Digital

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Malteng,Tajukmaluku.com-Puluhan remaja masjid di Desa Siri-Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, gelar pelatihan komputer sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi digital di kalangan generasi muda. Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh Rumah Digital Pegadaian (RDP) setempat dan akan berlangsung selama hampir satu bulan, terhitung sejak 14 April hingga 10 Mei 2025. Pelatihan ini menyasar […]

  • Groundbreaking Kantor NasDem dan Pelantikan Pengurus Baru, Ini Harapan KNPI Maluku

    Groundbreaking Kantor NasDem dan Pelantikan Pengurus Baru, Ini Harapan KNPI Maluku

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Kantor DPW Partai NasDem Maluku, yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru DPW NasDem Maluku di Ambon. Ketua DPD KNPI Maluku, Arman Kalean, menyebut kegiatan tersebut bukan hanya simbol pembangunan fisik, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan semangat politik di […]

  • Hentikan Pencarian Korban Hilang di Binaiya, RUMMI Desak BPK Periksa Kepala Balai TN Manusela

    Hentikan Pencarian Korban Hilang di Binaiya, RUMMI Desak BPK Periksa Kepala Balai TN Manusela

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Rumah Muda Anti Korupsi (RUMMI) Maluku meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengaudit penggunaan anggaran Balai Taman Nasional Manusela.Ini disampaikan menyusul penghentian pencarian Firdaus Ahmad Fauzi (27), pendaki asal Bogor yang hilang di Gunung Binaiya, Maluku Tengah.Pasalnya, penghentian itu dinilai prematur dan tidak akuntabel. “Ini bukan cuma soal medan atau cuaca. Ini soal tanggung jawab […]

  • Soal Fenomena FB Pro dan Tiktok, Mafindo Maluku: Viral Tanpa Etika Bukan Prestasi, tapi Bukti Rendahnya Literasi Digital

    Soal Fenomena FB Pro dan Tiktok, Mafindo Maluku: Viral Tanpa Etika Bukan Prestasi, tapi Bukti Rendahnya Literasi Digital

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dunia maya di Kota Ambon kian gaduh. Dua platform populer, Facebook Pro dan TikTok, berubah jadi arena saling serang, hujat, dan sindir antarpengguna. Ketua Tim Periksa Fakta Mafindo Maluku, Aril Salamena, angkat bicara soal hiruk -pikuk tersebut. “Banyak orang sekarang ingin viral tanpa memikirkan akibatnya. Padahal, viral tanpa etika itu bukan prestasi, tapi tanda rendahnya […]

  • Operasikan PLTGU Tambak Lombok, PLN Gunakan Teknologi Terbarukan dan Ramah Lingkungan

    Operasikan PLTGU Tambak Lombok, PLN Gunakan Teknologi Terbarukan dan Ramah Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Semarang, Tajukmaluku.com–  30 Agustus 2024 – PT PLN (Persero) melalui sub holding PLN Indonesia Power meresmikan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok Blok 3 yang berkapasitas 779 Megawatt (MW) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (30/8). PLTGU bertipe combined cycle single shaft yang terbesar di Indonesia ini memiliki teknologi paling baru […]

  • PMII Kota Ambon: “Jaga Perdamaian, Tolak Provokasi”

    PMII Kota Ambon: “Jaga Perdamaian, Tolak Provokasi”

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Ambon menyerukan masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah keharmonisan. Pernyataan ini disampaikan menyusul bentrok yang terjadi antara pemuda Pohon Pule Jalan Baru dan pemuda Urimesing, yang berlangsung dari pukul 02.00 hingga 06.30 pagi. Insiden tersebut dipicu oleh balapan liar […]

expand_less