Breaking News
light_mode

Soal Fenomena FB Pro dan Tiktok, Mafindo Maluku: Viral Tanpa Etika Bukan Prestasi, tapi Bukti Rendahnya Literasi Digital

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 490
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Dunia maya di Kota Ambon kian gaduh. Dua platform populer, Facebook Pro dan TikTok, berubah jadi arena saling serang, hujat, dan sindir antarpengguna.

Ketua Tim Periksa Fakta Mafindo Maluku, Aril Salamena, angkat bicara soal hiruk -pikuk tersebut.

“Banyak orang sekarang ingin viral tanpa memikirkan akibatnya. Padahal, viral tanpa etika itu bukan prestasi, tapi tanda rendahnya literasi digital,” tegas Aril, Selasa, (21/10/2025).

Fenomena ini, menurut Aril, bukan cuma persoalan moral pribadi, tapi berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat Maluku yang sensitif terhadap isu SARA. Dari hasil pantauan Mafindo, dua platform itu kini dipenuhi konten provokatif. Potongan video pribadi, percakapan, dan unggahan bernada menghina berseliweran demi mendulang penonton dan pengikut.

“Yang ditampilkan bukan lagi kecerdasan, tapi sensasi murahan yang dikemas menarik. Lucunya, makin kasar makin rame penontonnya.” sindirnya.

Aril juga menyoroti meningkatnya jumlah anak di bawah umur yang aktif menonton konten provokatif dan vulgar di TikTok maupun Facebook Pro. Ia khawatir, perilaku saling hina dan konten senonoh di ruang digital akan dianggap normal oleh generasi muda.

“Anak-anak sekarang belajar dengan cara meniru. Kalau yang mereka lihat setiap hari adalah orang dewasa saling menghina di media sosial, video maupun konten senonoh (menyerupai adegan orang dewasa), mereka pasti akan menganggap itu normal,” ujar Aril dengan nada prihatin.

Baginya, ruang digital semestinya jadi tempat tumbuhnya kreativitas positif, bukan arena penyebaran kebencian.

“Kreativitas itu bukan soal siapa paling berani menghina, tapi siapa yang paling bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya.

Selain ujaran kebencian, hoaks juga menjadi perhatian serius Mafindo Maluku. Aril mengingatkan, Maluku punya sejarah panjang konflik sosial—dan satu unggahan menyesatkan bisa menyalakan bara lama.

“Satu video lama yang diunggah ulang dengan narasi atau bahasa yang salah bisa memicu kebencian antarkelompok. Itu sudah sering terjadi di masa lalu,” ujarnya.

Ia menggambarkan hoaks sebagai “bara di tengah rumput kering.”

“Sekali tersulut, bisa membakar persaudaraan yang dibangun dengan susah payah. Katong seng boleh biarkan ruang digital jadi pemantik konflik. Maluku harus belajar dari pengalaman,” tegasnya.

Aril menegaskan, menjaga etika digital sama pentingnya dengan menjaga adat dan budaya lokal.

“Masyarakat Maluku punya nilai orang basudara, pela, gandong, aini ain, yang menekankan rasa hormat dan solidaritas. Nilai itu harus dihidupkan kembali di ruang digital,” katanya.

Ia mempertanyakan ironi masyarakat yang di dunia nyata bisa saling peluk, tapi di dunia maya saling serang.

“Kalau di dunia nyata katong bisa saling sapa, peluk, dan bagandeng tangan, kenapa di dunia maya katong saling serang? Bukankah dunia digital juga bagian dari katong pung kehidupan sosial?” ujarnya.

Menurut Aril, sebagian masyarakat terlalu mudah tersulut komentar negatif.

“Kalau di dunia nyata katong bisa jaga lisan, maka di dunia maya juga katong harus jaga jari mai (jempol),” katanya.

Ia mengingatkan kreator di Ambon dan Maluku untuk tidak mengorbankan etika demi popularitas. Banyak kasus pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE, katanya, bermula dari unggahan yang tidak bertanggung jawab.

“Banyak yang baru sadar setelah dipanggil polisi. Padahal dari awal sudah jelas, media sosial bukan ruang bebas tanpa hukum,” ujar Aril.

Ia mengimbau pengguna Facebook Pro dan TikTok agar berhati-hati membuat dan membagikan konten.

“Kalau mau orang kenal ya mestinya dengan karya, bukan karena cacian,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Aril Salamena mengingatkan bahwa setiap unggahan di media sosial punya konsekuensi sosial. Dunia maya bukan sekadar ruang hiburan, tapi ruang publik yang memengaruhi kehidupan nyata.

“Jari mai (jempol) itu kecil, tapi bisa menyalakan api basar. Gunakan untuk menyalakan terang, bukan untuk bakar katong rumah sendiri,” pesannya.

Ia menegaskan, Maluku terlalu berharga untuk dijadikan medan kebencian digital.

“Di tanah orang basudara, viral tanpa etika bukan prestasi. Itu peringatan keras,” tutup Aril Salamena.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasok Sianida, PERMAHI : Kapolda Maluku Harus Tangkap Pitoyo Bersama Anteknya

    Pasok Sianida, PERMAHI : Kapolda Maluku Harus Tangkap Pitoyo Bersama Anteknya

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Ambon mendesak Kapolda Maluku segera menangkap Pitoyo terkait dugaan penyeludupan Siadina di Pulau Buru. Pitoyo merupakan salah satu pengusaha yang sudah meraup untung besar dari perdagangan sianida di Pulau Buru. “Sebagaimana diberitakan media, dan juga dibincangkan banyak kalangan, maka Kapolda Maluku harus segera memerintahkan anak buahnya […]

  • Soroti Limbah Ritel Modern, Ketua YPDI Ambon Minta Izin Usaha Alfamidi dan Indomaret Ditinjau Ulang

    Soroti Limbah Ritel Modern, Ketua YPDI Ambon Minta Izin Usaha Alfamidi dan Indomaret Ditinjau Ulang

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Yayasan Pijar Demokrasi (YPDI) Cabang Kota Ambon, Basyir Tuhepaly, menyoroti persoalan limbah sampah yang dihasilkan oleh perusahaan ritel berskala besar yakni PT Alfamidi dan PT Indomaret, yang beroperasi di Kota Ambon. Ia menilai, pengelolaan sampah dari kedua perusahaan tersebut patut dicurigai karena hingga kini tidak ada kejelasan terkait lokasi dan mekanisme pembuangan limbah perusahaan. […]

  • PLN Bersama Dirjen EBTKE Tinjau PLTS Pulau Tiga, Perkuat Listrik 24 Jam Berbasis Energi Bersih

    PLN Bersama Dirjen EBTKE Tinjau PLTS Pulau Tiga, Perkuat Listrik 24 Jam Berbasis Energi Bersih

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah Provinsi Maluku, dan NZMates meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Tiga di Negeri Asilulu, Kabupaten Maluku Tengah. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memastikan keberlanjutan pemanfaatan energi bersih sekaligus memperkuat layanan […]

  • Penyerahan Living Cost JCH 2025, Kemenag Maluku Pastikan Efisien dan Tepat Waktu

    Penyerahan Living Cost JCH 2025, Kemenag Maluku Pastikan Efisien dan Tepat Waktu

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ambon semakin memperkuat komitmennya dalam melayani calon jemaah haji di wilayah ini. Kolaborasi ini semakin terlihat jelas melalui seremoni penyerahan Banknotes Saudi Arabian Riyal (SAR) untuk biaya hidup (living cost) jemaah haji asal Maluku tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi. Penyediaan banknotes SAR […]

  • Awalnya Terisolasi Kini Sistem Kelistrikan Aceh Kembali Terhubung, Tower dan Jaringan Transmisi Rampung. PLN Masuki Tahap Pengoperasian Pembangkit

    Awalnya Terisolasi Kini Sistem Kelistrikan Aceh Kembali Terhubung, Tower dan Jaringan Transmisi Rampung. PLN Masuki Tahap Pengoperasian Pembangkit

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Aceh,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) berhasil memulihkan kembali jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa pada Rabu (17/12) pukul 13.30 WIB. Kini, interkoneksi sistem kelistrikan Aceh yang tadinya terisolasi telah kembali terhubung dengan _backbone_ sistem besar Sumatra. Dengan pulihnya interkoneksi tersebut, pemulihan kelistrikan Aceh kini memasuki tahapan pengoperasian kembali pembangkit listrik. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo […]

  • Masyarakat Negeri Liang Dorong Pengakuan Hak Tenurial Pesisir dan Laut

    Masyarakat Negeri Liang Dorong Pengakuan Hak Tenurial Pesisir dan Laut

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Maluku Tengah, Tajukmaluku.com-Masyarakat Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, mulai mendorong pengakuan hak tenurial pesisir dan laut sebagai upaya melindungi ruang hidup mereka dari berbagai tekanan, mulai dari kebijakan negara hingga ekspansi kepentingan eksternal. Dorongan ini mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Yayasan Jala Ina bersama masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. […]

expand_less