Breaking News
light_mode

Desak Usut Tuntas Kasus Penganiayaan di Kabauw, Tim Hukum Korban Minta Polisi Tangkap Pelaku Lain

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
  • visibility 664
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Tim Hukum korban penganiayaan terhadap dua pemuda asal Negeri Kailolo, Kabupaten Maluku Tengah, mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam insiden pengeroyokan yang terjadi di Desa Kabauw, Selasa 1 April 2025 lalu.

Kedua korban, Muhammad Ridho Marasabessy dan Abdullah Tuaputty, mengalami luka-luka setelah diduga dianiaya oleh sekelompok orang saat melintas di Desa Kabauw. Berdasarkan keterangan korban dan para saksi mata, aksi kekerasan tersebut melibatkan lebih dari satu pelaku.

“Para korban dan saksi menyampaikan bahwa mereka dihadang oleh massa di dalam kampung, kemudian dianiaya dari dalam hingga ke batas kampung, dan akhirnya jatuh di depan Mushalla Assapary. Ini jelas bukan kecelakaan lalu lintas, tetapi murni tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama,” tegas Tim Hukum yang diwakili oleh Muhammad Tasrif Tuasamu, SH, Muhammad Marasabessy, SH dan Abdul Karim Marasabessy, SH dalam keterangannya kepada media Tajukmaluku.com.

Mereka juga mengapresiasi langkah awal pihak Kepolisian dalam menangkap satu orang terduga pelaku. Menurut mereka, penangkapan ini menunjukkan adanya komitmen penegakan hukum dari pihak Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Namun demikian, tim hukum berharap proses hukum tidak berhenti di satu pelaku saja.

“Kami meminta Kepolisian untuk melakukan pengembangan dan melibatkan satuan intelijen serta Tim Buser guna memburu para pelaku lain yang disebutkan oleh saksi dan korban,” tambah Marasabessy.

Tim hukum juga mengingatkan janji Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease saat berkunjung ke Negeri Kailolo yang berkomitmen menuntaskan kasus ini dalam waktu 10 hari. Mereka mendorong agar janji tersebut segera direalisasikan demi menjamin rasa keadilan bagi para korban dan menjaga situasi keamanan yang kondusif di tengah masyarakat.

Selain itu, mereka juga meminta pihak Kepolisian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) langsung di lokasi guna mengungkap fakta yang lebih lengkap dan membantah dugaan rekayasa yang sebelumnya sempat berkembang di tengah masyarakat.

“Kami mendapat informasi bahwa beberapa tokoh masyarakat di Kabauw sebelumnya menyebut kejadian ini sebagai lakalantas. Namun setelah dilakukan gelar perkara, terbukti bahwa ini adalah penganiayaan. Ini menguatkan dugaan kami bahwa ada pihak-pihak yang berupaya merekayasa kejadian,” kata Tim Hukum.

Tak hanya aparat penegak hukum, tim hukum juga mengimbau Pemerintah Negeri Kabauw dan seluruh masyarakat setempat untuk bersikap kooperatif.

Mereka meminta masyarakat agar bersama-sama menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mendorong supaya secepatnya menyerahkan para pelaku kepada aparat penegak hukum.

“Kita semua ingin situasi ini kembali kondusif, untuk itu perlu pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Jangan ada tendensi untuk menyembunyikan para pelaku, itu sama saja dengan menghalangi proses hukum dan memperpanjang ketegangan di masyarakat,” tandas Tim Hukum.(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadirkan Akademisi, Jurnalis, dan Aktivis, FGD Holistik Institute Bahas Independensi Polri

    Hadirkan Akademisi, Jurnalis, dan Aktivis, FGD Holistik Institute Bahas Independensi Polri

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, Holistik Institute gelar Focus Group Discussion (FGD). Diskusi yang berlangsung di Jakarta itu mempertemukan akademisi, jurnalis, dan aktivis muda dalam satu ruang kritik terhadap arah independensi kepolisian. FGD bertemakan “Menjaga Independensi Polri serta Mengawal Polri Tetap di Bawah Presiden” menghadirkan tiga narasumber: akademisi Dr. Rorano S. Abubakar, jurnalis Sadam Bugis […]

  • BEMNus Maluku Kritik Rencana Peminjaman Dana SMI Rp1,5 Triliun: Potensi Dampak ke Gaji PPPK

    BEMNus Maluku Kritik Rencana Peminjaman Dana SMI Rp1,5 Triliun: Potensi Dampak ke Gaji PPPK

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNus) Provinsi Maluku memberikan kritik tajam terkait rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mengajukan pinjaman dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Rp 1,5 Triliun. Menurut Ketua BEMNus Maluku, Adam Rahantan, rencana peminjaman dana bakal diperuntukan untuk pembangunan infrastruktur ini bisa berdampak buruk ke berbagai hal, salah satunya bagi PPPK Penuh dan […]

  • “Membongkar Mitos”: Benarkah Alam Kaya Membuat Orang Maluku Malas?

    “Membongkar Mitos”: Benarkah Alam Kaya Membuat Orang Maluku Malas?

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: M Kashai Ramdhani Pelupessy (Dosen Psikologi di UIN A.M Sangadji; Peneliti Psikologi Lingkungan dan Masyarakat Adat) Tajukmaluku.com-Sudah menjadi cerita lama yang terus diulang bahwa “orang Maluku itu malas karena alamnya terlalu kaya raya”. Ungkapan ini sering kita dengar di berbagai tempat. Baik saat kita santai di warung kopi maupun dalam ruang-ruang diskusi formal tentang […]

  • Benhur Watubun Ingatkan Program Pemerintah Harus Menyentuh Masyarakat

    Benhur Watubun Ingatkan Program Pemerintah Harus Menyentuh Masyarakat

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Watubun ingatkan program pemerintah harus menyentuh langsung ke masyarakat. Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Maluku Tahun Anggaran 2025. Rapat Paripurna menjadi forum evaluasi menyeluruh atas kinerja Pemerintah Provinsi sepanjang tahun anggaran berjalan. Rapat berlangsung di ruang paripurna DPRD dipimpin Ketua DPRD Maluku, Benhur […]

  • RUMMI Desak APH Tangkap Rinto dan Iskandar Muda Harahap, Eks Kasi Pidum Kejari Aru Dalam Dugaan Pemerasan pada Kasus TPPO

    RUMMI Desak APH Tangkap Rinto dan Iskandar Muda Harahap, Eks Kasi Pidum Kejari Aru Dalam Dugaan Pemerasan pada Kasus TPPO

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Rumah Muda Antikorupsi (RUMMI) mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera menangkap dua oknum yang diduga kuat terlibat dalam praktik pemerasan terkait penanganan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kabupaten Kepulauan Aru. Kedua oknum tersebut yakni Rinto dan Iskandar Muda Harahap, mantan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Aru. Keduanya disebut-sebut menggunakan […]

  • Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh

    Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Aceh,Tajukmaluku.com-Upaya pemulihan kelistrikan Aceh pascabencana banjir bandang dan longsor terus dipercepat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Aceh, TNI, Polri, dan PLN bergerak bersama memastikan penanganan darurat berjalan efektif agar layanan kelistrikan untuk masyarakat terdampak dapat segera pulih. Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa distribusi bantuan logistik akan dikerahkan mengingat banyaknya wilayah yang […]

expand_less