Breaking News
light_mode

Dikira Lumut, Ternyata Mikroalga: Pentingnya Edukasi Biologi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 264
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Tri Santi Kurnia

(Dosen UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon dan Mahasiswa S3 Biologi UGM)

Tajukmaluku.com-Saat kita melihat air pada dinding bak penampung atau toren air telah dipenuhi lapisan hijau yang menumpuk dan terasa licin serta mempengaruhi warna air, seringnya kita mengatakan bahwa air telah berlumut. Padahal kita telah keliru. Tidak semua yang tumbuh berupa lapisan berwarna hijau dan terasa licin adalah lumut.

Sesungguhnya, lapisan hijau tipis yang menumpuk tersebut adalah koloni mikroalga. Lumut dan mikrolaga memang sama-sama hidup di daerah lembab. Akan tetapi kedua organisme ini memiliki perbedaan yang besar jika diteliti dan diamati dengan mikroskop.

Bahkan habitat dan mekanisme hidup dari keduanya pun berbeda. Kekeliruan ini mungkin dianggap sepele, tetapi dapat menjadi salah satu indikator pentingnya edukasi biologi bagi masyarakat.

Lumut dan mikroalga sering sulit dibedakan karena keduanya sama-sama berwarna hijau dan tumbuh di tempat lembab hingga berair. Akan tetapi, lumut bukanlah organisme sejati yang hidup di air seperti mikroalga.

Lumut hidup di area yang lembab, sangat dekat dengan air atau sedikit terendam air, tetapi sejatinya lumut adalah tumbuhan darat. Ini berbeda dengan mikroalga yang sejatinya hidup di air.

Dalam sistem klasifikasi biologi, lumut termasuk dalam kelompok tumbuhan, sedangkan mikroalga termasuk dalam kelompok organisme protista. Lumut masuk dalam Divisi Bryophyta, sedangkan mikrolaga hijau masuk dalam Divisi Clorophyta (masih ada beberapa divisi mikroalga lainnya).

Lumut merupakan tumbuhan tingkat rendah yang multiseluler (tubuh terdiri dari banyak sel), sedangkan mikroalga merupakan organisme yang uniseluler (tubuh hanya terdiri dari satu sel tunggal).

Dengan demikian, lumut memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan mikroalga. Ukuran tubuh lumut jauh lebih besar daripada ukuran tubuh mikroalga.

Lumut memiliki rhizoid (struktur menyerupai akar tumbuhan tetapi lebih sederhana) untuk menempel dan menyerap air, sedangkan mikroalga adalah sebagai kelompok fitoplankton di perairan.

Sebagai fitoplankton, mikroalga memiliki peran krusial dalam rantai makanan, dan siklus jaring-jaring makanan pada ekosistem perairan. Mikroalga juga mampu mengasilkan biomassa untuk dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan.

Lebih jauh, mikroalga mampu menyerap karbondioksida yang adalah salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global.

Di sisi lain, lumut adalah organisme yang berperan penting dalam menjaga kelembaban tanah dan faktor penting dalam proses pembentukan lapisan tanah.

Lumut dan mikroalga sama-sama penting dan mampu menggunakan cahaya matahari untuk menghasilkan energi bagi kehidupannya melalui fotosintesis. Ini dimungkinkan karena kedua organisme ini sama-sama memiliki pigmen klorofil.

Meskipun memiliki persamaan, tetap saja lumut berbeda dengan mikroalga. Perbedaan mendasar tercermin jelas secara morfologi, anatomi, fisiologi, dan ekologi keduanya. Perbedaan ini turut mempengaruhi peran masing-masing dalam ekosistem.

Lumut berperan pada ekosistem terestrial (di darat), sedangkan mikroalga berperan dalam ekosistem akuatik (di air). Perbedaan ini penting untuk dikenal agar kita tidak menyamaratakan semua organisme hijau sebagai satu kelompok yang menyebabkan kekeliruan penafsiran dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak orang dalam masyarakat kita tidak terbiasa membedakan organisme di sekitarnya berdasarkan ciri biologis. Literasi sains yang minim menjadi salah satu penyebab utama kekeliruan ini. Ditambah lagi edukasi formal saja seringkali tidak cukup untuk membekali masyarakat dengan ketelitian observasi terhadap lingkungan sekitar.

Akibatnya, pengetahuan yang dimiliki cenderung bersifat umum dan tidak akurat. Padahal, edukasi biologi yang baik dapat membantu masyarakat dalam menghadapi fenomena lingkungan, seperti perubahan warna air dan dampaknya. Dengan mengenal organisme biologi di sekitarnya, masyarakat akan mudah menemukan solusi yang tepat terhadap suatu fenomena yang menimbulkan masalah.

Menurut saya, kita sebagai manusia yang secara biologi merupakan bagian dari ekosistem dan secara teologi adalah khalifah di muka bumi perlu mengenal dua jenis ciptaan Tuhan ini.

Dengan mengenal, kita dapat membedakan dengan tepat antara lumut dan mikroalga. Bila kita mengenal dan mampu membedakannya dengan tepat maka kita akan menyadari bahwa kedua organisme ini memiliki peran ekologis yang penting bagi kehidupan.

Akhirnya, membedakan lumut dan mikroalga secara akurat adalah langkah kecil menuju kesadaran ilmiah. Jika masyarakat mampu memahami alam secara cermat, maka kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan juga secara otomatis akan ikut tumbuh.*

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tawarkan 9 Program Kerja Sama dengan KPK, Sahli ATR/BPN Ungkap Keuntungan bagi Pemerintah Daerah Se-Sulut

    Tawarkan 9 Program Kerja Sama dengan KPK, Sahli ATR/BPN Ungkap Keuntungan bagi Pemerintah Daerah Se-Sulut

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Manado,Tajukmaluku.com-Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong pencegahan korupsi dan penguatan ekonomi daerah melalui transformasi pelayanan publik bidang pertanahan dan tata ruang. Transformasi dibawa melalui sembilan program kerja sama yang dilakukan melibatkan pemerintah daerah se-Sulawesi Utara. Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah, Andi Tenri Abeng mengatakan, […]

  • DPRD Maluku Nilai Pemprov Belum Serius Tangani Masalah Gunung Botak

    DPRD Maluku Nilai Pemprov Belum Serius Tangani Masalah Gunung Botak

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) belum menunjukkan keseriusan penuh dalam menangani persoalan pertambangan rakyat di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru. Penilaian ini mengemuka menyusul masih adanya berbagai persoalan mendasar dalam tata kelola tambang rakyat yang hingga kini belum terselesaikan secara menyeluruh. Untuk itu, Anggota Komisi II DPRD Maluku, H. […]

  • PLN UP3 Tual Hadirkan Khitanan Massal Gratis, Wujud Kepedulian bagi Generasi Sehat

    PLN UP3 Tual Hadirkan Khitanan Massal Gratis, Wujud Kepedulian bagi Generasi Sehat

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tual,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tual melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menghadirkan kegiatan khitanan massal gratis bagi masyarakat di Kota Tual dan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian PLN dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung akses layanan kesehatan yang aman dan berkualitas bagi anak-anak. General Manager PLN Unit […]

  • Tingkatkan Layanan EV, PLN Luncurkan Home Charging Services Versi Terbaru

    Tingkatkan Layanan EV, PLN Luncurkan Home Charging Services Versi Terbaru

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Surabaya,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) resmi meluncurkan _Home Charging Services_ (HCS) Ultima sebagai versi terbaru dari layanan pengisian daya kendaraan listrik (EV) di rumah. Hadir dengan proses pemasangan yang lebih singkat dan praktis, HCS Ultima menjadi terobosan penting dalam peningkatan layanan pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia. Berbeda dari versi sebelumnya, HCS Ultima dirancang lebih singkat dan […]

  • Buah Sukun, Tanaman Tropis  Maluku jadi ‘Future Food’ Dunia 2026

    Buah Sukun, Tanaman Tropis Maluku jadi ‘Future Food’ Dunia 2026

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Tanaman tropis dari Provinsi Maluku, Buah Sukun dinilai mampu menjadi solusi untuk pangan masa depan dunia, ditengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap krisis pangan dan perubahan iklim. Pasalnya, Sukun memiliki kandungan karbohidrat tinggi, bebas gluten, serta kaya serat dan mineral seperti vitamin C dan magnesium. Teksturnya yang padat dan rasanya yang netral membuat buah ini fleksibel […]

  • SPBU di Pulau Moa MBD Kembali Beroperasi, Ini Kata John Laipeny

    SPBU di Pulau Moa MBD Kembali Beroperasi, Ini Kata John Laipeny

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Provinsi Maluku, John Laipeny, mengapresiasi kembali beroperasinya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya. Menurut Laipeny, kehadiran kembali SPBU tersebut sangat membantu masyarakat yang sebelumnya mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Pernyataan itu disampaikan saat ia diwawancarai di Baileo Rakyat Karpan, Kota Ambon, Selasa (10/3/2026). Ia […]

expand_less