Breaking News
light_mode

Dikira Lumut, Ternyata Mikroalga: Pentingnya Edukasi Biologi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 95
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Tri Santi Kurnia

(Dosen UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon dan Mahasiswa S3 Biologi UGM)

Tajukmaluku.com-Saat kita melihat air pada dinding bak penampung atau toren air telah dipenuhi lapisan hijau yang menumpuk dan terasa licin serta mempengaruhi warna air, seringnya kita mengatakan bahwa air telah berlumut. Padahal kita telah keliru. Tidak semua yang tumbuh berupa lapisan berwarna hijau dan terasa licin adalah lumut.

Sesungguhnya, lapisan hijau tipis yang menumpuk tersebut adalah koloni mikroalga. Lumut dan mikrolaga memang sama-sama hidup di daerah lembab. Akan tetapi kedua organisme ini memiliki perbedaan yang besar jika diteliti dan diamati dengan mikroskop.

Bahkan habitat dan mekanisme hidup dari keduanya pun berbeda. Kekeliruan ini mungkin dianggap sepele, tetapi dapat menjadi salah satu indikator pentingnya edukasi biologi bagi masyarakat.

Lumut dan mikroalga sering sulit dibedakan karena keduanya sama-sama berwarna hijau dan tumbuh di tempat lembab hingga berair. Akan tetapi, lumut bukanlah organisme sejati yang hidup di air seperti mikroalga.

Lumut hidup di area yang lembab, sangat dekat dengan air atau sedikit terendam air, tetapi sejatinya lumut adalah tumbuhan darat. Ini berbeda dengan mikroalga yang sejatinya hidup di air.

Dalam sistem klasifikasi biologi, lumut termasuk dalam kelompok tumbuhan, sedangkan mikroalga termasuk dalam kelompok organisme protista. Lumut masuk dalam Divisi Bryophyta, sedangkan mikrolaga hijau masuk dalam Divisi Clorophyta (masih ada beberapa divisi mikroalga lainnya).

Lumut merupakan tumbuhan tingkat rendah yang multiseluler (tubuh terdiri dari banyak sel), sedangkan mikroalga merupakan organisme yang uniseluler (tubuh hanya terdiri dari satu sel tunggal).

Dengan demikian, lumut memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan mikroalga. Ukuran tubuh lumut jauh lebih besar daripada ukuran tubuh mikroalga.

Lumut memiliki rhizoid (struktur menyerupai akar tumbuhan tetapi lebih sederhana) untuk menempel dan menyerap air, sedangkan mikroalga adalah sebagai kelompok fitoplankton di perairan.

Sebagai fitoplankton, mikroalga memiliki peran krusial dalam rantai makanan, dan siklus jaring-jaring makanan pada ekosistem perairan. Mikroalga juga mampu mengasilkan biomassa untuk dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan.

Lebih jauh, mikroalga mampu menyerap karbondioksida yang adalah salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global.

Di sisi lain, lumut adalah organisme yang berperan penting dalam menjaga kelembaban tanah dan faktor penting dalam proses pembentukan lapisan tanah.

Lumut dan mikroalga sama-sama penting dan mampu menggunakan cahaya matahari untuk menghasilkan energi bagi kehidupannya melalui fotosintesis. Ini dimungkinkan karena kedua organisme ini sama-sama memiliki pigmen klorofil.

Meskipun memiliki persamaan, tetap saja lumut berbeda dengan mikroalga. Perbedaan mendasar tercermin jelas secara morfologi, anatomi, fisiologi, dan ekologi keduanya. Perbedaan ini turut mempengaruhi peran masing-masing dalam ekosistem.

Lumut berperan pada ekosistem terestrial (di darat), sedangkan mikroalga berperan dalam ekosistem akuatik (di air). Perbedaan ini penting untuk dikenal agar kita tidak menyamaratakan semua organisme hijau sebagai satu kelompok yang menyebabkan kekeliruan penafsiran dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak orang dalam masyarakat kita tidak terbiasa membedakan organisme di sekitarnya berdasarkan ciri biologis. Literasi sains yang minim menjadi salah satu penyebab utama kekeliruan ini. Ditambah lagi edukasi formal saja seringkali tidak cukup untuk membekali masyarakat dengan ketelitian observasi terhadap lingkungan sekitar.

Akibatnya, pengetahuan yang dimiliki cenderung bersifat umum dan tidak akurat. Padahal, edukasi biologi yang baik dapat membantu masyarakat dalam menghadapi fenomena lingkungan, seperti perubahan warna air dan dampaknya. Dengan mengenal organisme biologi di sekitarnya, masyarakat akan mudah menemukan solusi yang tepat terhadap suatu fenomena yang menimbulkan masalah.

Menurut saya, kita sebagai manusia yang secara biologi merupakan bagian dari ekosistem dan secara teologi adalah khalifah di muka bumi perlu mengenal dua jenis ciptaan Tuhan ini.

Dengan mengenal, kita dapat membedakan dengan tepat antara lumut dan mikroalga. Bila kita mengenal dan mampu membedakannya dengan tepat maka kita akan menyadari bahwa kedua organisme ini memiliki peran ekologis yang penting bagi kehidupan.

Akhirnya, membedakan lumut dan mikroalga secara akurat adalah langkah kecil menuju kesadaran ilmiah. Jika masyarakat mampu memahami alam secara cermat, maka kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan juga secara otomatis akan ikut tumbuh.*

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT. LSN-DLHP Sosialisasi Wajib Rertibusi Kebersihan Bagi Pedagang di Ambon

    PT. LSN-DLHP Sosialisasi Wajib Rertibusi Kebersihan Bagi Pedagang di Ambon

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ambon, PT. Las Sahapory Nurlembe (PT.LSN) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon terus mengedukasi para pengguna layanan untuk taat membayar retribusi, khususnya pada sektor jasa kebersihan. “Bersama dengan Pemerintah Kota Ambon, kami terus berusaha mengedukasi pedagang tentang kewajiban mereka membayar retribusi,” kata Direktur PT.Las Sahapory […]

  • BEM Nusantara Maluku Konsolidasi Daerah, Perkuat Peran Mahasiswa Kawal Pembangunan

    BEM Nusantara Maluku Konsolidasi Daerah, Perkuat Peran Mahasiswa Kawal Pembangunan

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Maluku menggelar Konsolidasi Daerah dan Diskusi Publik dengan tema “Meneguhkan Sapta Cita: Sinergi Keamanan, Mahasiswa, dan Pemerintah dalam Mengawal Arah Pembangunan Daerah” di Aula Rektorat Universitas Pattimura Ambon, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Pattimura Ambon atau yang mewakili, Ketua dan pengurus BEM se-Kota Ambon, unsur KNPI Maluku, […]

  • Diskon Tambah Daya dalam Rangka Hari Listrik Nasional ke- 79, Tinggal 3 Hari Lagi

    Diskon Tambah Daya dalam Rangka Hari Listrik Nasional ke- 79, Tinggal 3 Hari Lagi

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– PT PLN (Persero) memberikan promo khusus bagi pelanggan berupa diskon besar untuk penambahan daya listrik. Promo ini diberikan khusus dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-79, dan berlaku mulai 23 hingga 31 Oktober 2024. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Awat Tuhuloula menyampaikan, kebutuhan listrik masyarakat di […]

  • Tingkatkan Sinergi Mitra Strategis, PLN UP3 Masohi Lakukan Penyalaan Gedung DPRD Malteng dengan Daya 555 kVA

    Tingkatkan Sinergi Mitra Strategis, PLN UP3 Masohi Lakukan Penyalaan Gedung DPRD Malteng dengan Daya 555 kVA

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Masohi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Masohi berhasil energize atau melakukan penyalaan listrik ke Gedung DPRD Kabupaten Maluku Tengah dengan daya sebesar 555 kVA. Pencapaian ini menjadi tonggak penting, tidak hanya karena menyuplai listrik ke fasilitas kenegaraan, tetapi juga karena keberhasilan tim di […]

  • Hanya Karena Ganti Nasi jadi Ubi untuk Menu MBG, Ahli Gizi Ini Langsung Dipecat

    Hanya Karena Ganti Nasi jadi Ubi untuk Menu MBG, Ahli Gizi Ini Langsung Dipecat

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Mataram, Hermawan Riadi mengaku telah memecat seorang ahli gizi karena yang bersangkutan mengganti menu nasi menjadi ubi untuk menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Padahal, menu makanan yang telah ditetapkan oleh ahli gizi itu merupakan sumber karbohidrat yang seharusnya serupa dengan nasi, serta telah melalui proses koreksi beberapa […]

  • Senator Bisri Bertemu Empat Mata dengan Karel, Terkait RUU Daerah Kepulauan

    Senator Bisri Bertemu Empat Mata dengan Karel, Terkait RUU Daerah Kepulauan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bisri As Shiddiq Latuconsina yang juga anggota Panja RUU Daerah Kepulauan memanfaatkan waktu resesnya di Maluku untuk bertemu empat mata dengan mantan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Sabtu (14/2026). Pertemuan dua tokoh berbeda zaman yang berlangsung di kediaman mantan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu itu tidak terlepas […]

expand_less