Breaking News
light_mode

Dikira Lumut, Ternyata Mikroalga: Pentingnya Edukasi Biologi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 220
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Tri Santi Kurnia

(Dosen UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon dan Mahasiswa S3 Biologi UGM)

Tajukmaluku.com-Saat kita melihat air pada dinding bak penampung atau toren air telah dipenuhi lapisan hijau yang menumpuk dan terasa licin serta mempengaruhi warna air, seringnya kita mengatakan bahwa air telah berlumut. Padahal kita telah keliru. Tidak semua yang tumbuh berupa lapisan berwarna hijau dan terasa licin adalah lumut.

Sesungguhnya, lapisan hijau tipis yang menumpuk tersebut adalah koloni mikroalga. Lumut dan mikrolaga memang sama-sama hidup di daerah lembab. Akan tetapi kedua organisme ini memiliki perbedaan yang besar jika diteliti dan diamati dengan mikroskop.

Bahkan habitat dan mekanisme hidup dari keduanya pun berbeda. Kekeliruan ini mungkin dianggap sepele, tetapi dapat menjadi salah satu indikator pentingnya edukasi biologi bagi masyarakat.

Lumut dan mikroalga sering sulit dibedakan karena keduanya sama-sama berwarna hijau dan tumbuh di tempat lembab hingga berair. Akan tetapi, lumut bukanlah organisme sejati yang hidup di air seperti mikroalga.

Lumut hidup di area yang lembab, sangat dekat dengan air atau sedikit terendam air, tetapi sejatinya lumut adalah tumbuhan darat. Ini berbeda dengan mikroalga yang sejatinya hidup di air.

Dalam sistem klasifikasi biologi, lumut termasuk dalam kelompok tumbuhan, sedangkan mikroalga termasuk dalam kelompok organisme protista. Lumut masuk dalam Divisi Bryophyta, sedangkan mikrolaga hijau masuk dalam Divisi Clorophyta (masih ada beberapa divisi mikroalga lainnya).

Lumut merupakan tumbuhan tingkat rendah yang multiseluler (tubuh terdiri dari banyak sel), sedangkan mikroalga merupakan organisme yang uniseluler (tubuh hanya terdiri dari satu sel tunggal).

Dengan demikian, lumut memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan mikroalga. Ukuran tubuh lumut jauh lebih besar daripada ukuran tubuh mikroalga.

Lumut memiliki rhizoid (struktur menyerupai akar tumbuhan tetapi lebih sederhana) untuk menempel dan menyerap air, sedangkan mikroalga adalah sebagai kelompok fitoplankton di perairan.

Sebagai fitoplankton, mikroalga memiliki peran krusial dalam rantai makanan, dan siklus jaring-jaring makanan pada ekosistem perairan. Mikroalga juga mampu mengasilkan biomassa untuk dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan.

Lebih jauh, mikroalga mampu menyerap karbondioksida yang adalah salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global.

Di sisi lain, lumut adalah organisme yang berperan penting dalam menjaga kelembaban tanah dan faktor penting dalam proses pembentukan lapisan tanah.

Lumut dan mikroalga sama-sama penting dan mampu menggunakan cahaya matahari untuk menghasilkan energi bagi kehidupannya melalui fotosintesis. Ini dimungkinkan karena kedua organisme ini sama-sama memiliki pigmen klorofil.

Meskipun memiliki persamaan, tetap saja lumut berbeda dengan mikroalga. Perbedaan mendasar tercermin jelas secara morfologi, anatomi, fisiologi, dan ekologi keduanya. Perbedaan ini turut mempengaruhi peran masing-masing dalam ekosistem.

Lumut berperan pada ekosistem terestrial (di darat), sedangkan mikroalga berperan dalam ekosistem akuatik (di air). Perbedaan ini penting untuk dikenal agar kita tidak menyamaratakan semua organisme hijau sebagai satu kelompok yang menyebabkan kekeliruan penafsiran dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak orang dalam masyarakat kita tidak terbiasa membedakan organisme di sekitarnya berdasarkan ciri biologis. Literasi sains yang minim menjadi salah satu penyebab utama kekeliruan ini. Ditambah lagi edukasi formal saja seringkali tidak cukup untuk membekali masyarakat dengan ketelitian observasi terhadap lingkungan sekitar.

Akibatnya, pengetahuan yang dimiliki cenderung bersifat umum dan tidak akurat. Padahal, edukasi biologi yang baik dapat membantu masyarakat dalam menghadapi fenomena lingkungan, seperti perubahan warna air dan dampaknya. Dengan mengenal organisme biologi di sekitarnya, masyarakat akan mudah menemukan solusi yang tepat terhadap suatu fenomena yang menimbulkan masalah.

Menurut saya, kita sebagai manusia yang secara biologi merupakan bagian dari ekosistem dan secara teologi adalah khalifah di muka bumi perlu mengenal dua jenis ciptaan Tuhan ini.

Dengan mengenal, kita dapat membedakan dengan tepat antara lumut dan mikroalga. Bila kita mengenal dan mampu membedakannya dengan tepat maka kita akan menyadari bahwa kedua organisme ini memiliki peran ekologis yang penting bagi kehidupan.

Akhirnya, membedakan lumut dan mikroalga secara akurat adalah langkah kecil menuju kesadaran ilmiah. Jika masyarakat mampu memahami alam secara cermat, maka kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan juga secara otomatis akan ikut tumbuh.*

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ambon, Titik Nol Protestan di Asia

    Ambon, Titik Nol Protestan di Asia

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Engelina Pattiasina (Direktur Archipelago Solidarity Foundation) Tajukmaluku.com-Judul ini mungkin terdengar bombastis: bagaimana mungkin Protestan Ambon disebut sebagai pionir Protestan di Indonesia, bahkan Asia? Namun jika kita menelusuri garis waktu sejarah Reformasi, klaim itu justru memiliki pijakan yang kuat. Semua bermula di abad ke-16, ketika seorang biarawan Jerman, Martin Luther, menggugat otoritas Gereja Katolik Roma. Pada […]

  • GASMEN Maluku: “Semua Agama Mengajarkan Persaudaraan dan Kasih Sayang”

    GASMEN Maluku: “Semua Agama Mengajarkan Persaudaraan dan Kasih Sayang”

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,TajukMaluku.com –Ketua DPD GASMEN Maluku (Gerakan Sahabat Komendan), M. Abd. Rifqi Derlen menyerukan pentingnya persatuan dan kesadaran historis dalam menghadapi konflik yang terjadi pada 11 Januari 2025. Konflik antar dua kelompok pemuda yang diduga berlatar belakang SARA ini sangat disayangkan, mengingat Maluku pernah dilanda tragedi serupa di masa lalu. “Mari kita belajar dari konflik berdarah […]

  • Masyarakat Kini Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang untuk Perkuat Kepastian Hukum Rumah Tinggal

    Masyarakat Kini Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang untuk Perkuat Kepastian Hukum Rumah Tinggal

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Bagi masyarakat yang saat ini memegang Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) untuk rumah tinggal, ada langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepastian hukum atas tanah, yakni dengan mengubah status hak menjadi Sertipikat Hak Milik (SHM). Mengingat, miliki rumah bukan hanya soal kenyamanan, tetapi tentang memastikan aset yang dimiliki punya landasan hukum yang kuat sehingga […]

  • Benhur Watubun Ingatkan Program Pemerintah Harus Menyentuh Masyarakat

    Benhur Watubun Ingatkan Program Pemerintah Harus Menyentuh Masyarakat

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Watubun ingatkan program pemerintah harus menyentuh langsung ke masyarakat. Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Maluku Tahun Anggaran 2025. Rapat Paripurna menjadi forum evaluasi menyeluruh atas kinerja Pemerintah Provinsi sepanjang tahun anggaran berjalan. Rapat berlangsung di ruang paripurna DPRD dipimpin Ketua DPRD Maluku, Benhur […]

  • Kepala Kantor Pertanahan Bursel Serahkan Sertipikat Hak Pakai untuk Pembangunan Rumah Sakit

    Kepala Kantor Pertanahan Bursel Serahkan Sertipikat Hak Pakai untuk Pembangunan Rumah Sakit

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kepala Kantor Pertanahan Buru Selatan (Bursel), Kuswandono, S.H menyerahkan Sertipikat Hak Pakai atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan untuk lahan yang akan dibangun Rumah Sakit Tipe C di Kota Namrole, Selasa (17/2/2026). Usai penyerahan, Kuswandono menekankan pentingnya tertib administrasi dalam setiap agenda pembangunan daerah. Menurut dia, kepastian hukum atas tanah mencegah potensi sengketa di […]

  • KNPI Meminta Menteri Esdm Bahlil Lahadalia Soroti Distribusi BBM Di Kabupaten SBB

    KNPI Meminta Menteri Esdm Bahlil Lahadalia Soroti Distribusi BBM Di Kabupaten SBB

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Tim Investigasi DPD KNPI Seram Bagian Barat (SBB), Radhi Samal, menyorot adanya dugaan penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Seram Bagian Barat. Dalam rilisan yang diterima media ini, ia menegaskan bahwa pihaknya telah melayangkan surat resmi untuk audiensi dengan PT Pertamina Patra Niaga SHC&T Regional Papua Maluku guna membahas kelangkaan BBM […]

expand_less