Breaking News
light_mode

Gerak Cepat 100 Hari Kerja, Pemkot Tual Luncurkan Hotline Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Ini Pertama di Maluku.

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
  • visibility 313
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tual,Tajukmaluku.com- Pemerintah Kota Tual di bawah kepemimpinan Wali Kota Hi. Akhmad Yani Renuat dan Wakil Walikota Hi. Amir Rumra terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan serta mewujudkan kesetaraan gender di daerah bertajuk Maren tersebut.

Bentuk nyata dari komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Sosialisasi Hak-Hak Perempuan” yang digelar di Aula Balai Kota Tual, Selasa (22/4/2025/, dengan melibatkan 150 peserta dari unsur organisasi perempuan, kepala OPD terkait, para camat dan lurah se-Kota Tual.

Dalam sambutannya, Wali Kota Hi. Akhmad Yani Renuat menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi prioritas dalam kebijakan pemerintahannya. Ia menyebut, kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah persoalan serius yang membutuhkan penanganan bersama secara kolaboratif lintas sektor.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal dari upaya terstruktur dan masif dalam memberikan edukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetaraan gender dan perlindungan hak-hak perempuan,” ujar Renuat.

Untuk mempercepat akses layanan aduan kekerasan, pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Tual juga resmi meluncurkan Hotline Call Center SAPA 129, milik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) yang akan terkoneksi dengan sistem di Kota Tual. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses layanan aduan melalui nomor WhatsApp resmi Dinas P3AP2KB Kota Tual di 0812-4860-3575.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) yang juga Ketua Panitia kegiatan, Nurhamsa Mandak, SKM., M.Kes., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan mandat Komnas Perempuan dan regulasi nasional dalam upaya mencegah serta menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Ini Pertama kali di Maluku, Inisiatif Pemda melalui Dinas P3AP2KB, untuk merespon tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami juga ingin memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat dan stakeholder lainnya dalam menanggulangi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Edukasi ini penting agar seluruh elemen paham dan peduli,” ujar Nurhamsa.

Data nasional dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) menunjukkan, kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2023 tercatat sebanyak 15.309 kasus, meningkat menjadi 16.239 kasus pada 2024. Di Kota Tual sendiri, selama tiga tahun terakhir (2022–2024) tercatat 103 kasus, dan hingga April 2025, terdapat 5 kasus yang dilaporkan—3 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 2 terhadap anak.

Merespons fakta tersebut, Wali Kota Renuat mengajak seluruh elemen untuk membangun jejaring koordinasi yang solid, mulai dari tingkat keluarga, RT, kelurahan, hingga OPD, guna menciptakan sistem perlindungan yang terintegrasi.

“Kita butuh sinergitas kebijakan, program, dan aksi nyata. Penanganan korban harus cepat dan tepat, dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas dalam menindak pelaku. Mari kita tanamkan nilai kasih sayang dan karakter dalam keluarga kita,” tegasnya.

Ia juga mendorong penguatan lembaga layanan seperti P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak), agar lebih optimal dalam memberikan pendampingan dan penyelesaian kasus.

Pemerintah Kota Tual berharap kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi lintas sektor juga pintu masuk untuk mengurangi segala bentuk kekerasan, serta mempercepat terciptanya lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak di seluruh wilayah Kota Tual.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wow! Ternyata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana Lebih Kaya dari Prabowo

    Wow! Ternyata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana Lebih Kaya dari Prabowo

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketika Presiden Prabowo Subianto mengumumkan susunan Kabinet Merah Putih pada Oktober 2024, ada satu nama yang langsung mencuri perhatian publik yakni Widiyanti Putri Wardhana. Bukan karena kiprahnya di sektor pariwisata. Bukan pula karena keberhasilannya mengelola destinasi wisata, industri perhotelan, atau ekonomi kreatif. Widiyanti Putri Wardhana merupakan menteri terkaya di kabinet dan hampir tidak memiliki satu […]

  • KNPI Maluku Khawatir Pinjaman Dana SMI Rp1,5 Triliun jadi Pintu Masuk Dapat Fee Proyek 10 Persen

    KNPI Maluku Khawatir Pinjaman Dana SMI Rp1,5 Triliun jadi Pintu Masuk Dapat Fee Proyek 10 Persen

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-KNPI Provinsi Maluku khawatir dengan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk peminjaman dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Rp 1,5 Triliun. Dimana peminjaman anggaran yang bernilai fantastis itu bakal diperuntukkan bagi percepatan pembangunan infrastruktur di Maluku. Kebijakan ini terpaksa diambil lantaran kondisi tiap daerah saat ini tengah mengalami efisiensi anggaran. Menurut Wasekbid Hukum dan Ham,Fahrudin […]

  • Irigasi D1 BUBI Mangkrak; RUMMI Minta APH Periksa BWS Maluku dan Kontraktor

    Irigasi D1 BUBI Mangkrak; RUMMI Minta APH Periksa BWS Maluku dan Kontraktor

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bula,Tajukmaluku.com-Proyek Pembangunan irigasi di BUBI Kabupaten SBT yang bernilai 226,9 Miliaran sampai saat ini belum difungsikan dan tidak bisa digunakan alias ( mangkrak ), karena diduga keras ada permainan tidak sehat dalam pelaksanaan proyek pembangunan irigasi yang mulai dikerjakan tahun 2017-2020 itu.(10/03/2025) Proyek ini sudah terhitung memakan waktu pekerjaan selama 4 tahun namun petani tidak […]

  • BEM Maluku Bicara Isu Starategis Daerah di RAKERNAS BEM Nusantara 2025

    BEM Maluku Bicara Isu Starategis Daerah di RAKERNAS BEM Nusantara 2025

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Medan,Tajukmaluku.com-Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) Nusantara Wilayah Maluku menyatakan kesiapannya untuk membawa berbagai isu strategis daerah ke panggung nasional dalam agenda Rapat Kerja Nasional ( RAKERNAS ) BEM Nusantara 2025. Isu-isu tersebut dirumuskan dalam kajian strategis kampus-kampus di Maluku, dengan fokus pada pendidikan, lingkungan hidup, hukum dan HAM, ketenagakerjaan, kesehatan, Potensi Kepemudaan, Serta Stabil […]

  • Besok Menteri Agama Kunjungi Ambon, Kakanwil Kemenag Maluku Bakal Bahas Prioritas Layanan Keagamaan di Daerah 3T

    Besok Menteri Agama Kunjungi Ambon, Kakanwil Kemenag Maluku Bakal Bahas Prioritas Layanan Keagamaan di Daerah 3T

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kunjungan kerja Menteri Agama Republik Indonesia ke Kota Ambon, yang akan berlangsung pada Jumat, 16 Januari 2026, bakal dijadikan sebagai agenda strategis untuk memperkuat sistem layanan keagamaan dan pendidikan di Maluku. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Maluku, Yamin, menyatakan sejak awal pihaknya bakal mengawal substansi kunjungan ini pada kebijakan konkret dan penguatan […]

  • Senator Bisri Sarankan Pemrov Luncurkan Hilirisasi Rempah Maluku

    Senator Bisri Sarankan Pemrov Luncurkan Hilirisasi Rempah Maluku

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sudah waktunya Pemerintah Provinsi Maluku mengkonsepkan hilirisasi rempah-rempat Maluku, baik itu kopra, cengkih, pala maupun komuditas alam lainnya.Hal ini sangat membantu Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendorong terciptanya lapangan pekerjaan dan juga memicu pertumbuhan ekonomi. “PAD Maluku sangat kecil, parahnya banyak regulasi membatasi kewenangan daerah untuk mengelolah Sumber Daya Alam yang ada,” ungkap Anggota Dewan Perwakilan […]

expand_less