Breaking News
light_mode

HMI Sejajaran Unpatti Desak Percepat Penanganan Kasus Penyerangan di Lingkungan FEB hingga Penikaman

  • account_circle Admin
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 23
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sejajaran Universitas Pattimura (Unpatti) mendesak percepat penanganan kasus penyerangan di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) hingga berujung penikaman terhadap M. Datu Letsoin, mahasiswa semester 8. Desakan itu disampaikan lewat aksi demonstrasi yang digelar, Selasa (3/3/2026).

Aksi dimulai dari FEB sebagai titik awal penyampaian aspirasi. Massa aksi menilai fakultas merupakan ruang terdekat dengan peristiwa yang terjadi serta memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk segera mengambil langkah tegas.

Pada gerakan jilid pertama, pihak fakultas telah menemui massa dan menyampaikan komitmen akan mengatasi persoalan serta memberikan sanksi kepada oknum-oknum yang terlibat. Namun hingga aksi lanjutan digelar, komitmen tersebut dinilai masih sebatas janji tanpa realisasi yang jelas dan terbuka.

Dalam orasinya, massa aksi juga mempertanyakan sikap aparat keamanan kampus. Mereka menyoroti bahwa saat terjadi penyerangan di halaman fakultas, pihak pengamanan dinilai tidak sigap dan tidak langsung mengamankan situasi.

Namun ketika aksi demonstrasi berlangsung, aparat keamanan kampus justru hadir secara penuh untuk melakukan pengamanan. Perbedaan respons tersebut dipertanyakan oleh mahasiswa sebagai bentuk inkonsistensi dalam menjalankan fungsi pengamanan. Massa meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan prosedur keamanan kampus agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Selain itu, massa juga menyebarkan pamflet yang memuat foto beberapa oknum yang diduga terlibat dalam penyerangan dan pengeroyokan pada peristiwa awal. Langkah ini disebut sebagai bentuk desakan moral agar pihak kampus segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat, serta menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti kasus.

Keterangan Foto: Potret pamflet yang disebarkan masaa aksi memuat foto beberapa oknum yang diduga terlibat dalam penyerangan dan pengeroyokan.

Kekecewaan atas lambannya penanganan kemudian memicu pembakaran sejumlah fasilitas yang telah lama tidak digunakan. Massa menegaskan bahwa fasilitas yang dibakar merupakan sarana terbengkalai dan tidak lagi difungsikan. Tindakan tersebut disebut sebagai simbol protes terhadap tidak adanya langkah konkret setelah janji penyelesaian disampaikan pada aksi sebelumnya.

Adapun dalam aksi itu, massa menyampaikan enam poin tuntutan, yakni:

  1. Mendesak pihak Universitas dan Fakultas untuk secara resmi menekan pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus penyerangan dan penikaman terhadap M. Datu Letsoin, serta menjatuhkan sanksi tegas berupa Drop Out (DO) kepada oknum-oknum yang terbukti menjadi pemicu konflik.
  2. Meminta Rektor Universitas Pattimura untuk mengevaluasi secara menyeluruh sistem keamanan kampus serta memastikan adanya standar operasional pengamanan yang jelas dan preventif.
  3. Meminta Dekan untuk mengoptimalkan ruang aspirasi mahasiswa serta menjamin hak-hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat tanpa intimidasi.
  4. Mendesak pihak fakultas segera memanggil dan memeriksa oknum-oknum yang diduga pertama kali terlibat dalam penyerangan di halaman fakultas sebagai langkah awal pengungkapan fakta.
  5. Menuntut transparansi perkembangan penanganan kasus secara berkala kepada publik kampus agar tidak terjadi simpang siur informasi.
  6. Menegaskan bahwa apabila dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dan keputusan resmi yang diumumkan, maka Dekan dan Rektor dinilai gagal dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan serta menjaga keamanan dan marwah institusi akademik.

HMI sejajaran Unpatti menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus penyerangan dan penikaman ini hingga terdapat kepastian hukum dan sikap tegas dari pihak kampus demi terciptanya lingkungan akademik yang aman, adil, dan bermartabat.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Ambon Apresiasi Kinerja PLN UIW MMU, Komitmen Listrik Aman dan Andal selama Idul Fitri 1446 H

    Wali Kota Ambon Apresiasi Kinerja PLN UIW MMU, Komitmen Listrik Aman dan Andal selama Idul Fitri 1446 H

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menerima audiensi PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) pada Kamis (28/3/2025). Audiensi yang berlangsung di Kantor Balai Kota Ambon itu dihadiri oleh General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuoula; Senior Manager Transmisi dan Distribusi PLN UIW MMU, Gamal Rizal Kambey; Manager UP3 Ambon, Kurniawan Fitrianto; beserta […]

  • PLN Siaga Amankan Listrik saat Kunjungan Menteri PPN/Bappenas di Ambon

    PLN Siaga Amankan Listrik saat Kunjungan Menteri PPN/Bappenas di Ambon

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) memastikan keandalan pasokan listrik selama kunjungan kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Rachmat Pambudy, di Kota Ambon, Senin (16/6/2025). Diketahui, salah satu agenda kunjungan penting Menteri Rachmat tersebut, yakni peninjauan langsung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 76 dan SD Negeri […]

  • Republik Setengah Hati: Kuasa atas Nasionalisme Bernegara

    Republik Setengah Hati: Kuasa atas Nasionalisme Bernegara

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Kamil Mony (Founder A.M Sangadji Institute) Tajukmaluku.com-Tahun ini, Maluku kembali menelan kecewa. Dari deretan nama penerima gelar Pahlawan Nasional 2025, tak satu pun datang dari bumi raja-raja. Seolah republik ini setengah hati menatap sejarah timur Nusantara. Wilayah yang sejak awal berdarah untuk kemerdekaan, tapi selalu tersisih dalam penghormatan resmi negara. Kekecewaan itu menukik lebih […]

  • Gunung Botak: Emas, Racun, dan Kehancuran Bumi Bupolo

    Gunung Botak: Emas, Racun, dan Kehancuran Bumi Bupolo

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Marwan Titahelu Tajukmaluku.com-Tulisan ini tidak mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun. Tapi apa yang berlangsung di Kabupaten Buru, justru sebaliknya. Gunung Botak kini menjelma tambang racun, tambang darah, tambang kehancuran. Kapolda Maluku, Inspektur Jenderal Polisi Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH., S.IK, M.Si, tentu paham betul. Begitu juga Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukidjang, yang dikenal tegas […]

  • Sinergi Strategis PLN dan Pemkab Buru Selatan: Menyalakan Asa, Menerangi Masa Depan

    Sinergi Strategis PLN dan Pemkab Buru Selatan: Menyalakan Asa, Menerangi Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dalam sebuah pertemuan sarat makna dan harapan di Kantor PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Bupati Buru Selatan, La Hamidi, bersama jajaran, melakukan kunjungan resmi yang menandai babak baru sinergi antara pemerintah daerah dan PLN dalam mewujudkan pemerataan listrik sebagai tulang punggung pembangunan di wilayah paling selatan Pulau Buru itu. Didampingi […]

  • USEMAHU: “KKP Harus Segera Cabut Edaran Alih Muatan di Laut dan Aktifkan Pelabuhan Perikanan Terdekat Zona III PIT

    USEMAHU: “KKP Harus Segera Cabut Edaran Alih Muatan di Laut dan Aktifkan Pelabuhan Perikanan Terdekat Zona III PIT

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Terkait Sikap politik DPRD Maluku dan Aru menolak surat edaran Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor B.2403/MEN-KP/XII/2024 tentang Transisi Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur diapresiasi oleh Wasekjen I Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI) Amrullah Usemahu. “Sebagai anak Maluku yang berkecimpung dalam organisasi profesi perikanan nasional, pastinya kami siap mendukung dan memperjuangkan bersama aspirasi masyarakat Maluku yang menjadi […]

expand_less