Breaking News
light_mode

Kapolres Tual Diminta Terbuka: Kematian Ahmad Sofyanto Penuh Kejanggalan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
  • visibility 282
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Sudah sembilan hari berlalu sejak Ahmad Sofyanto (44 tahun) ditemukan tewas di jalan sunyi dekat Un Pantai Otto Air, Kota Tual. Namun tak ada kejelasan yang muncul, melainkan sederet kejanggalan yang justru makin menebalkan kecurigaan keluarga.

Tak ada luka khas kecelakaan. Tak ada motor rusak. Tak ada olah tempat kejadian perkara. Namun pihak kepolisian dengan cepat menyimpulkan bahwa ini adalah kecelakaan tunggal — hanya berdasarkan pernyataan lisan, tanpa berita acara, tanpa tim identifikasi, dan tanpa prosedur standar lantas.

Keluarga korban menolak terima. Mereka menyebut penanganan polisi terburu-buru, prematur, bahkan terkesan menghindari penyelidikan.

Yang paling mencolok, datang dari keterangan polisi pertama di lapangan, Bripka Stenly Solarbisoin. Ia menyampaikan dua versi berbeda soal siapa yang pertama kali menemukan korban. Versi pertama menyebut informasi datang dari warga sipil. Tapi dalam pernyataan kedua, Stenly menyebut tiga anggota Polsek Tual yang sedang patroli lebih dulu melihat jenazah lalu menghubunginya.

Dua pernyataan bertolak belakang itu disampaikan hanya dalam jeda beberapa jam—pertama saat subuh, kedua di pagi hari. Namun hingga kini, tak ada klarifikasi dari pihak kepolisian mengenai perbedaan kronologi tersebut. Tak jelas siapa sebenarnya saksi pertama di lokasi kejadian.

Tak berhenti di situ. Yang lebih membuat keluarga geram adalah pernyataan Stenly yang langsung menganggap kejadian ini sebagai kecelakaan tunggal—tanpa olah TKP, tanpa laporan formil, dan tanpa investigasi tempat kejadian.

“Dia cuma bilang itu laka tunggal. Lisan saja. Tidak ada garis polisi, tidak ada BAP, tidak ada investigasi di lokasi,” ujar Amin kepada media tajukmaluku.com “Apa penilaian sepihak seperti ini bisa mengalahkan bukti-bukti fisik yang janggal?” lanjutnya.

Motor Mulus, Wajah Lebam

Dugaan keluarga bukan tanpa dasar. Saat melihat jenazah Ahmad, mereka langsung curiga. Tak ada luka lecet, tak ada darah, tak ada tanda-tanda benturan keras yang lazim ditemukan pada korban kecelakaan motor. Sebaliknya, yang tampak jelas adalah memar besar di bawah mata kiri dan tulang pipi yang tidak semetris, ada luka dibelakang leher, dan memar di tubuh bagian belakang seolah akibat hantaman benda tumpul.

“Kalau orang jatuh dari motor, pasti luka di tangan, lutut, atau bahu. Ini tidak. Motornya juga tidak rusak. Terlalu rapi untuk disebut kecelakaan,” kata Amin selaku pihak keluarga.

Pernyataan Polisi Tak Sinkron

Usai pemakaman, pihak keluarga bersama pendamping hukum sempat menemui Kanit Lantas Polres Tual. Menurut pengakuan keluarga, Kanit menyampaikan bahwa pihaknya akan memulai proses awal penanganan kasus ini. Pernyataan tersebut sempat menumbuhkan harapan bahwa polisi akan terbuka menyelidiki ulang kematian Ahmad.

Rentetan kejanggalan kembali muncul. Pada Rabu, 11 Juni 2025, keluarga dan pendamping hukum kembali bertemu dengan Bripka Stenly. Dalam pertemuan itu, Stenly justru bertanya ulang kepada mereka:

“Apakah kasus ini mau dilaporkan kembali?”

Pertanyaan itu membuat keluarga bingung. Pasalnya, sebelumnya pernyataan Kanit menyatakan proses awal akan dimulai. Ini menambah kebingungan keluarga: apakah unit di internal kepolisian tidak saling berkoordinasi, ataukah memang ada upaya untuk menggiring keluarga agar menyerah pada narasi “laka murni”?

Keluarga kini meminta agar dilakukan investigasi menyeluruh, pemanggilan semua personel yang pertama berada di lokasi, dan peninjauan ulang terhadap prosedur kepolisian dalam menangani kematian tak wajar.

“Yang kami heran, kenapa bisa secepat itu dibilang laka tunggal? Polisi seolah ingin kasus ini segera ditutup,” Ungkap,Amin

Saat dihubungi via whatsaap oleh media tajukmaluku.com, Kapolres Tual, AKBP Adrian Tuuk, SIK, MH masih mengecek kronologi peristiwa ini. “Terima kasih infonya, sementara saya lagi cek ke Kasat Lantas kronologinya” balas, Kapolres.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terang Berkah Ramadan, PLN UIW MMU Gelar Pasar Murah; Hasil Penjualan untuk Tambah Daya Listrik Fasilitas Umum

    Terang Berkah Ramadan, PLN UIW MMU Gelar Pasar Murah; Hasil Penjualan untuk Tambah Daya Listrik Fasilitas Umum

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ternate,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara menghadirkan Pasar Murah Ramadan 1446 H melalui program Terang Berkah Ramadan pada Jumat (14/3/2025) Pasar murah ini digelar di pelataran kantor PLN UP3 Ternate yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, Kota Baru, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara. General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menyampaikan, […]

  • Kolaborasi Humas–IT Jadikan Maluku Juara di Kemenag Award 2025

    Kolaborasi Humas–IT Jadikan Maluku Juara di Kemenag Award 2025

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Zamhir Azwar Razaad Musaad (Ketua Tim Humas Kanwil Kemenag Maluku || Koordinator Humas Kemenag Kabupaten/Kota se-Maluku) Tajukmaluku.com-Ada satu pelajaran besar yang ditegaskan lewat capaian Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku di ajang Humas Kemenag Award 2025: bahwa tidak ada prestasi besar yang lahir dari kerja individual. Prestasi lahir dari kolaborasi, kolaborasi yang hidup, bernapas, […]

  • RUMMI Nilai Polisi Tebang Pilih Tindak Mafia Tambang Gunung Botak

    RUMMI Nilai Polisi Tebang Pilih Tindak Mafia Tambang Gunung Botak

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Rumah Muda Anti Korupsi (RUMMI) menilai polisi tebang pilih dalam menindak mafia di Gunung Botak, Pulau Buru, Provinsi Maluku. Pasalnya, untuk penambang kecil diciduk sementara pemain penambang besar terkesan dilindungi. “Penambang kecil diciduk, sementara para pemain besar yang diduga mengatur dan membeking tambang ilegal Gunung Botak dibiarkan bebas,” kata Direktur RUMMI, Fadel Rumakat dalam keterangannya, […]

  • DPRD Kab. Buru Tidak Berdaya Hadapi Seorang Kadis Pendidikan

    DPRD Kab. Buru Tidak Berdaya Hadapi Seorang Kadis Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com- Ketua dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Buru dinilai tidak punya nyali untuk memanggil seorang kepala dinas pendidikan. Pasalnya Kepala Dinas dianggap melakukan Mall Administrasi dan Mengeluarkan beberapa surat yang diduga kuat ilegal dan bertentangan dengan Permendikbud Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pengesahan fotokopi Ijazah/Surat Tanda Belajar, dan Surat Keterangan Pengganti Ijazah/STTB […]

  • Besok Pilkada 2024, PLN UIW MMU Siagakan Pasokan Listrik Aman dan Andal di Maluku dan Maluku Utara

    Besok Pilkada 2024, PLN UIW MMU Siagakan Pasokan Listrik Aman dan Andal di Maluku dan Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) siagakan pasokan listrik aman dan andal pada momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang akan digelar besok, Rabu (27/11/2024). Hal itu dilakukan dengan sejumlah prosedur pengamanan berlapis yang telah disiapkan menjelang penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan itu. General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menyampaikan, […]

  • 36 Tahun Tanpa Putra Maluku di Kabinet: Diskriminasi Terstruktur atau Pengabaian Sistematis?

    36 Tahun Tanpa Putra Maluku di Kabinet: Diskriminasi Terstruktur atau Pengabaian Sistematis?

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Aldin Keliangin Sudah lebih dari tiga dekade, tepatnya 36 tahun, Republik Indonesia tidak pernah memasukkan putra-putri Maluku ke dalam kabinet. Setiap kali reshuffle diumumkan, setiap kali Kabinet Indonesia dibentuk, wajah-wajah dari Timur selalu absen dari posisi penting yang menentukan arah kebijakan bangsa. Maluku, yang dikenal dengan kekayaan sejarah, budaya, dan sumber daya alam, seolah-olah […]

expand_less