Breaking News
light_mode

Kucing di Pangkuan Kekuasaan: Nilai Bobby, Lebih Tinggi Dari Harga Diri Orang Maluku (Sebuah Refleksi)

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
  • visibility 370
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Faisal Marasabessy

Di jendela dingin berdiri lampu-lampu kota menyisakan wajah lelapnya malam. Diantara jalan-jalan dan bangku-bangku kota, beberapa orang dibiarkan tidur dalam kelaparan, sementara beberapa hewan peliharaan orang kaya begitu pulas kekenyangan di atas kingkoil.

Bobby begitu sapaannya, ia mungkin adalah wajah dari pesona kekuasaan, yang mencerminkan kesan ‘kehidupan yang tenteram’ di lingkaran elit politik. Pada beberapa kesempatan, Bobby sering terlibat aktif di sosial media bersama Prabowo Subianto. Jika Prabowo Subianto adalah presiden republik Indonesia, maka bobby adalah presiden untuk para kucingnya. Di lain tempat pada ruas tubuh Timur Indonesia terutama Maluku, bahkan untuk membayangkan sulit rasanya mendapatkan akses setara dari pusat kekuasaan yang dinikmati Bobby.

Perlu diingat, Maluku adalah monumen, yang pernah menjadi momentum dalam merubah arah lintasan sejarah bangsa ini. Namun posisi tawar Maluku selalu berada pada derivasi kedua, dan terkesan menjadi figuran. Akibatnya, kendati Maluku memiliki resources yang cukup bahkan melimpa, justru dalam pengelolaannya seringkali menciptakan ketidakadilan. Sumber daya yang diharapkan dapat dikelola untuk memberikan dampak Trickle down effect terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku malah menciptakan kerutan pada wajah-wajah yang dihiasi beragam jenis merek skincare dengan harga murah. Yang juga tak cukup untuk membeli sampoh si Bobby.

Diskriminasi Itu Nyata

Diskriminasi terhadap orang Maluku bukanlah hal baru. Dari sejarah konflik sektarian hingga kebijakan ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat, masyarakat Maluku telah lama merasa terpinggirkan dari narasi pembangunan Indonesia.

Diskriminasi kerap terselubung dalam sikap paternalistik dari pemerintah pusat. Masyarakat Maluku dipandang sebagai “objek” pembangunan, bukan subjek yang berhak menentukan masa depannya sendiri. Dalam banyak kasus, suara orang Maluku hanya dianggap penting selama masa pemilu, di mana janji-janji politik dihamburkan tanpa realisasi yang jelas setelahnya. Cerita pilu tentang itu bisa kita baca diberbagai media.

Di tengah situasi ini, kita harus bertanya: Apakah kucing Bobby yang duduk nyaman di pangkuan Prabowo setiap hari memiliki hak-hak yang lebih besar daripada orang-orang Maluku yang terus berjuang untuk mendapatkan kesejahteraan?

Pertanyaan diatas bukan sekadar sentimen emosional melainkan sebuah refleksi dari betapa jauhnya kesenjangan keadilan yang dialami masyarakat Maluku dalam narasi nasional.

Menggugat Narasi Pusat

Opini ini bukanlah soal iri hati terhadap Bobby, melainkan sebuah gugatan terhadap ketimpangan yang nyata antara pusat dan daerah. Orang Maluku tidak meminta untuk diperlakukan seperti kucing peliharaan; Mereka hanya ingin keadilan yang setara sebagai warga negara yang sah dan berhak. Namun, ketika seekor kucing bisa mendapatkan lebih banyak sorotan, perhatian, dan kenyamanan daripada manusia-manusia yang hidup di daerah yang kaya namun terpinggirkan, maka kita harus menggugat narasi besar yang sedang dimainkan di atas panggung politik nasional.

Pusat kekuasaan di Jakarta seringkali tidak mampu (atau tidak mau) melihat kenyataan yang ada di luar Jawa. Orang-orang Maluku, Papua, dan daerah-daerah timur lainnya tetap dilihat sebagai periferi yang tidak signifikan. Jika ada sumber daya yang bisa diambil, maka eksploitasi dilakukan tanpa pertimbangan terhadap kesejahteraan jangka panjang masyarakat setempat. Jika ada konflik, solusinya hanyalah pendekatan militeristik. Sementara itu, di ruang-ruang kekuasaan, figur-figur seperti Bobby dengan mudah menjadi maskot yang menyimbolkan kehidupan yang serba terjamin.

Diskriminasi Ini harus Berakhir

Orang Maluku, seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia, harus mendapatkan hak yang setara dalam akses terhadap sumber daya, pendidikan, kesehatan, dan partisipasi politik. Mereka bukan objek yang bisa dieksploitasi atau dipinggirkan. Jika perhatian lebih diberikan kepada seekor kucing daripada kepada masyarakat yang terus berjuang di tengah ketidakadilan, maka jelas ada yang salah dengan prioritas bangsa ini.

Perjuangan untuk keadilan tidak boleh berhenti hanya di panggung politik pusat. Masyarakat Maluku harus terus mengorganisir diri, memperjuangkan hak-haknya, dan menggugat sistem yang tidak adil ini. Keadilan bukanlah soal siapa yang lebih dekat dengan kekuasaan, tetapi soal siapa yang mendapatkan hak-haknya sebagai manusia dan warga negara. Bobby mungkin tidak bersalah, tetapi simbolisme yang ia bawa mencerminkan ketidakadilan yang harus segera kita perbaiki.

Saatnya Indonesia bangkit dari narasi ketimpangan ini. Jika kita terus membiarkan situasi ini terjadi, maka bukan hanya harga diri orang Maluku yang ternoda, tetapi juga martabat seluruh bangsa. Sebuah bangsa yang adil tidak akan pernah menganggap binatang peliharaan lebih penting daripada rakyatnya sendiri.

Penulis adalah Djong Ambon Kontemporer

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UIW MMU Perkuat Pasokan Listrik untuk Pendidikan dan Olahraga di Maluku Utara

    PLN UIW MMU Perkuat Pasokan Listrik untuk Pendidikan dan Olahraga di Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ternate,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui PLN UP3 Ternate kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyediaan energi listrik andal bagi sektor pendidikan dan olahraga. Jumat,05/12/2025. Tiga institusi strategis di Kota Ternate, yakni IAIN Ternate, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), serta fasilitas Pusat Pelatihan dan Mess Pemain […]

  • Motivasi Pemuda Asah Kemampuan Olahraga, Alhidayat Wajo Janjikan Bonus Juara Mini Soccer Cup

    Motivasi Pemuda Asah Kemampuan Olahraga, Alhidayat Wajo Janjikan Bonus Juara Mini Soccer Cup

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi PDI Perjuangan, Alhidayat Wajo, menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan olahraga di daerah dengan menjadi inisiator pelaksanaan Turnamen Mini Soccer Sahabat Muda CUP 2025 yang berlangsung di Negeri Kobi, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Alhidayat berjanji menyiapkan bonus khusus bagi tim yang berprestasi dalam turnamen. […]

  • PLN UIW MMU Dukung Industri PT Dewa Agricoco Indonesia Lewat Probing Listrik, Sambut Hari Buruh 1 Mei

    PLN UIW MMU Dukung Industri PT Dewa Agricoco Indonesia Lewat Probing Listrik, Sambut Hari Buruh 1 Mei

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Halbar,Tajukmaluku.com-Menjelang peringatan Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei 2025 mendatang, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) menunjukkan dukungan konkret terhadap sektor industri lokal melalui kegiatan probing kelistrikan. Melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jailolo, PLN melakukan pengecekan sistem kelistrikan secara menyeluruh ke pelanggan industri PT Dewa Agricoco Indonesia yang berlokasi di […]

  • Pendaftaran PLN _Journalist Award_ 2024 Tinggal Sebulan Lagi, Kirimkan Karya Jurnalistik Terbaikmu!

    Pendaftaran PLN _Journalist Award_ 2024 Tinggal Sebulan Lagi, Kirimkan Karya Jurnalistik Terbaikmu!

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com– PT PLN (Persero) mengajak para insan Jurnalis untuk dapat berpartisipasi dalam ajang PLN Journalist Award (PJA) 2024. Mengusung tema “Salurkan Energi Bersih, Wujudkan Kolaborasi”, periode pendaftaran PJA 2024 akan ditutup pada 31 Oktober 2024. Ajang tahunan ini menjadi kesempatan emas bagi para jurnalis di seluruh Tanah Air untuk mengikutsertakan karya terbaiknya melalui 6 […]

  • Rakerda PKS Ambon Matangkan Arah Gerak Setahun Kedepan

    Rakerda PKS Ambon Matangkan Arah Gerak Setahun Kedepan

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Ambon menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Aula Kantor DPW PKS Maluku. Forum ini menjadi ruang konsolidasi internal untuk merumuskan arah, strategi, dan langkah kerja partai sepanjang satu tahun ke depan. Rakerda dibuka oleh Sekretaris Umum DPW PKS Maluku, Jalil Renyaan, yang mewakili Ketua DPW PKS Maluku. Dalam pembukaannya, […]

  • Skandal Dokumen Palsu Seret Raja Batu Merah ke Polda Maluku (Bag-I)

    Skandal Dokumen Palsu Seret Raja Batu Merah ke Polda Maluku (Bag-I)

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dugaan Dokumen Palsu di Pengadilan Ambon, Raja Batu Merah Ali Hatala diseret diam-diam ke meja penyidik. Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirkrimum) Polda Maluku tengah mengusut penggunaan dokumen palsu yang melibatkan Ali Hatala di Pengadilan Negeri Ambon. Pada waktu itu, Ali Hatala bertindak sebagai penggugat melawan Muhammad Said Nurlete sebagai tergugat 1 dan Rabetinnur Nurlette sebagai […]

expand_less