Breaking News
light_mode

Peran IKA ISMEI dalam Menjawab Tantangan Pendidikan Timur dan Amanat Konstitusi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
  • visibility 135
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Safitra Arif

Tajukmaluku.com-Hak pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara, seperti yang ditunjukkan oleh Pasal 31 ayat (1) UUD 1945, yang menyatakan bahwa “setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.” Hak konstitusi ini menjadi bagi dasar negara untuk memastikan bahwa tidak ada anak bangsa yang tertinggal, termasuk di wilayah timur Indonesia.

Namun, kenyataannya menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam pendidikan antara daerah di timur dan barat Indonesia. Ini bukan hanya perbedaan statistik; ini adalah bukti ketidakadilan sosial yang bertentangan dengan prinsip konstitusi.

Dalam bidang pendidikan, IKA ISMEI (Ikatan keluarga Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia) menyatakan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi, bukan sekedar slogan; itu adalah pekerjaan tim yang didasari tanggung jawab akademis dan moral.

“Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar, dan pemerintah wajib membiayainya,” kata Pasal 31(2) UUD 1945. Apakah wilayah timur Indonesia telah mengalami penerapan amanat ini?

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jangka waktu sekolah rata-rata di Maluku, NTT, dan Papua masih di bawah rata-rata nasional. Maluku hanya 8,7 tahun, NTT 8,6 tahun, dan Papua 7,9 tahun, sedangkan rata-rata nasional 9,3 tahun.

Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Papua sangat rendah, hanya sekitar 22%, jauh di bawah APK DKI Jakarta yang mencapai 48%. Pendidikan yang rendah menyebabkan daya saing yang rendah, yang pada gilirannya mengarah pada keterbelakangan ekonomi.

Masalah penting lainnya adalah ketersediaan guru. Laporan Kementerian Pendidikan menunjukkan bahwa banyak sekolah di wilayah timur hanya memiliki dua hingga tiga guru untuk mengajar enam kelas. Jika rasio guru dan murid tidak sejalan, kualitas pembelajaran juga menurun.

Selain itu, fasilitas sekolah seringkali buruk. Masih banyak ruang kelas yang rusak, jumlah listrik yang terbatas, dan hampir tidak ada jaringan internet. Kondisi ini membuat sulit bagi anak-anak di pedalaman untuk mengikuti program digitalisasi pendidikan yang dipromosikan oleh pemerintah pusat.

IKA ISMEI melihat masalah tata kelola dan anggaran sebagai bagian dari masalah pendidikan timur. Meskipun anggaran pendidikan nasional sebesar dua puluh persen dari APBN, distribusi dan efisiensi masih diselidiki.

Menurut Pasal 31 ayat (3) UUD 1945, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional.” Kata “satu sistem” membawa makna keadilan yang didistribusikan dalam konteks ini.

Sayangnya, sistem yang ada cenderung berpusat di pusat kota dan kota besar.Hasil penelusuran menunjukkan bahwa program bantuan sekolah belum diterapkan di banyak wilayah di Maluku, NTT, dan Papua. Pada tingkat birokrasi provinsi atau kabupaten, alokasi dana seringkali menjadi masalah. Transparansi sekarang masalah menjadi besar.

Bidang pendidikan, IKA ISMEI berusaha hadir dengan program advokasi dan pemberdayaan. Alumni ekonomi harus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membuat kebijakan berdasarkan data dan memenuhi kebutuhan lapangan.

Perkuat pendidikan berbasis komunitas adalah solusi yang disarankan. Dengan kata lain, pendidikan di Timur harus mempertimbangkan konteks lokal, termasuk kearifan tradisi, potensi alam, dan budaya. Ini berarti bahwa pendidikan tidak boleh saja bergantung pada kurikulum pusat.

Misalnya, di Maluku, yang kaya akan lautan, pendidikan maritim dapat dimasukkan ke dalam kurikulum lokal sejak awal. Di Papua, sebaliknya, pelajaran dapat menggabungkan pengetahuan tentang kehutanan dan lingkungan. Anak-anak memperoleh pengetahuan yang berkaitan dengan kehidupan mereka sebagai hasilnya. Keengganan untuk belajar adalah kendala berikutnya. Sekolah menjadi nomor dua karena banyak anak usia sekolah yang terpaksa membantu orang tua di kebun atau melaut. Organisasi alumni seperti IKA ISMEI memainkan peran penting dalam mengembangkan kampanye kesadaran pendidikan.

Selain itu, program beasiswa afirmatif harus tangguh. Saat ini, jumlah anak-anak dari wilayah timur yang dapat menerima beasiswa masih jauh dari kemampuan. IKA ISMEI memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dengan mitra swasta dan filantropi untuk meningkatkan akses ke dana pendidikan.

Untuk tenaga pengajar, rekrutmen guru lokal adalah solusi jangka panjang. Banyak guru dari luar daerah menolak untuk bertahan karena masalah fasilitas dan geografis. Guru yang berasal dari komunitas lokal akan lebih berkelanjutan.

Dengan teknologi digital, ada peluang besar. Namun, tanpa infrastruktur internet yang cukup, peluang ini hanya akan menjadi ilusi. Akibatnya, IKA ISMEI mendorong organisasi pemerintah dan swasta untuk mempercepat pembangunan jaringan telekomunikasi di timur.

Menurut Pasal 31 ayat (5) UUD 1945, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa.” Artinya, pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan teknologi pendidikan di daerah tertinggal.

Studi di beberapa sekolah di Maluku Tengah lapangan dan Papua menunjukkan bahwa siswa seringkali tidak memiliki buku terbuka yang cukup untuk belajar. Pemerintah tidak mengirimkan paket buku, yang membuat guru harus menggandakan materi secara mandiri.

Situasi ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan dalam penyebaran pendidikan. Meskipun demikian, ketika anak-anak tidak memiliki buku, mereka hanya dapat memperoleh informasi dari guru mereka, yang sangat membatasi jangkauan mereka.

Untuk mengatasi perbedaan ini, IKA ISMEI menawarkan pendekatan kerja sama: menghubungkan perguruan tinggi, dunia bisnis, dan masyarakat sipil. Perpustakaan digital, misalnya, dapat bermanfaat jika jaringan internet diperkuat.

Selain itu, pendidikan di wilayah timur harus dilihat sebagai masalah geopolitik dan sosial. Pendidikan yang buruk di Papua, Maluku, dan NTT dapat menyebabkan kerentanan sosial yang mengancam stabilitas negara. Akibatnya, peran IKA ISMEI dalam bidang pendidikan sangatlah penting. Itu bukan sekadar mengisi kekosongan, tetapi juga membantu pemerintah memenuhi amanat konstitusi. Pendidikan di timur bukan hadiah, tetapi hak yang dijamin dalam UUD 1945.

Komentar ini ditutup dengan pemikiran bahwa pendidikan timur harus menjadi prioritas utama jika negara ini benar-benar mengejar keadilan. Dengan bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat, dan IKA ISMEI, kesenjangan pendidikan dapat dipersempit. Karena daerah terpinggirkan saat ini berjuang untuk hak-hak mereka akan membentuk masa depan Indonesia.*

Penulis adalah anak muda maluku | Pengurus DPP IKA ISMEI (Ikatan Keluarga Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia ) Bidang Pendidikan Perguruan Tinggi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga jadi Mafia Tambang, Aliansi Mahasiswa Bupolo Desak Polda Maluku Pecat Ipda Muhammad Naim Uslan

    Diduga jadi Mafia Tambang, Aliansi Mahasiswa Bupolo Desak Polda Maluku Pecat Ipda Muhammad Naim Uslan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Aliansi Mahasiswa Bupolo Kabupaten Buru mendesak Polda Maluku untuk memecat Ipda Muhammad Naim Uslan yang kini bertugas di Polres Pulau Buru. Desakan itu disampaikan lantaran yang bersangkutan diduga kuat terlibat sebagai mafia tambang emas di Gunung Botak, Kabupaten Buru. “Kapolda Maluku harus menindak Muhammad Naim Uslan atas dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam operasi ilegal tambang […]

  • Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

    Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Aceh,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) terus mendukung percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang melalui kesiapan infrastruktur dan penyambungan jaringan listrik seluruh unit yang telah terbangun. Langkah ini merupakan bentuk komitmen kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui penyediaan prasarana dasar bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut. Presiden Republik Indonesia, Prabowo […]

  • Praktisi Hukum: Ada Upaya Pembunuhan Karakter Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Maluku

    Praktisi Hukum: Ada Upaya Pembunuhan Karakter Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Maluku

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– S. Hamid Fakaubun, SH.,MH salah satu praktisi hukum dan pegiat isu korupsi di Maluku menduga adanya upaya pembunuhan karakter terhadap Ibu Anisa Murad selaku Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, dengan banyaknya opini liar, pesan buzzer yang masif serta pemberitaan media yang terkesan pesanan. Dugaan korupsi yang dilayangkan kepada Kabid SMK Dinas Pendidikan Maluku […]

  • YBM PLN UP3 Sofifi Salur Bantuan Peralatan Sekolah Dukung Pendidikan Anak Kurang Mampu di Tidore Kepulauan

    YBM PLN UP3 Sofifi Salur Bantuan Peralatan Sekolah Dukung Pendidikan Anak Kurang Mampu di Tidore Kepulauan

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Kali ini, YBM PLN UP3 Sofifi menyalurkan bantuan pendidikan berupa tas sekolah lengkap dengan berbagai perlengkapan belajar kepada 30 siswa dari keluarga kurang […]

  • Walikota Tual, Hi Akhmad Yani Renuat Bicara Visi dan Kolaborasi di UNESA

    Walikota Tual, Hi Akhmad Yani Renuat Bicara Visi dan Kolaborasi di UNESA

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Surabaya,Tajukmaluku.com-Walikota Tual H.Akhmad Yani Renuat menjadi narasumber utama dalam Kuliah Tamu yang diselenggarakan Program Studi S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Rabu,7 Mei 2025. Di hadapan para civitas akademika UNESA, Walikota Tual, secara terstruktur menjabarkan progres dan capaian pembangunan Kota Tual, serta arah kebijakan pembangunan jangka menengah […]

  • PT. LSN-DLHP Sosialisasi Wajib Rertibusi Kebersihan Bagi Pedagang di Ambon

    PT. LSN-DLHP Sosialisasi Wajib Rertibusi Kebersihan Bagi Pedagang di Ambon

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ambon, PT. Las Sahapory Nurlembe (PT.LSN) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon terus mengedukasi para pengguna layanan untuk taat membayar retribusi, khususnya pada sektor jasa kebersihan. “Bersama dengan Pemerintah Kota Ambon, kami terus berusaha mengedukasi pedagang tentang kewajiban mereka membayar retribusi,” kata Direktur PT.Las Sahapory […]

expand_less