SEMMI Maluku Kutuk Keras Penyebaran Flayer Gubernur, Terkesan Provokasi Antar Umat Beragama
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Provinsi Maluku mengutuk keras tindakan provokasi oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab atas penyebaran flayer Gubernur Hendrik Lewerissa.
Menurut Ketua SEMMI Maluku, Risman Solissa, tindakan itu terkesan mengadu domba sesama masyarakat Maluku dengan pemerintah.
“Dengan tegas, Kami mengutuk keras tindakan provokasi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Atas penyebaran flayer yang terkesan mengadudu domba,” kata Risman, Selasa (10/3/2026).
Risman juga meminta pihak berwajib, khususnya Polda Maluku, untuk segera menangkap dan memproses hukum pelaku penyebar flayer provokasi yang dapat memecah belah umat beragama di Maluku.
Bahkan, tindakan tersebut bisa lebih fatal dan menjurus ke membahayakan keamanan dan ketertiban di Maluku saat Ramadan.
“Kami percaya bahwa tindakan ini tidak hanya merusak kerukunan umat beragama, tetapi juga dapat membahayakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Di Maluku Di saat momentum bulan suci Ramadan ini Kami juga meminta kepada semua pihak untuk tidak terprovokasi dengan flayer atas tuduhan gubernur Maluku seakan-akan membenci umat muslim di Maluku dengan menahan seluruh proposal Ramadan dan juga proposal mesjid itu semua adalah hoaks karena selama ini kebijakan yang di lakukan Gubernur Maluku Hendrik lewerissa tidak pernah mengkerdilkan masyarakat Maluku maupun umat Islam secara khusus di Maluku,” jelas Risman.
Pihaknya juga menilai bahwa sosok Hendrik Lewerissa adalah pemimpin Gubernur Maluku yang menjunjung tinggi nilai-nilai umat beragama dan adat dan budaya di Maluku.
Selain itu, pihaknya berharap seluruh masyarakat Maluku agar tidak muda percaya pada flayer dan narasi seakan akan gubernur Maluku hanya milik agama tertentu.
“Maka itu mari kita jaga kerukunan dan keharmonisan umat beragama di Maluku, dan selalu mengedepankan kritikan yang logis dan tidak mengandung isu sarah dan lain-lain sebagainya,” ucapnya.
“Sekali lagi dengan tegas kami sampaikan stop provokasi! Jaga kerukunan umat beragama di Maluku, di bulan suci Ramadan ini. Kami dari SEMMI Maluku meminta kepada Polda Maluku dalam 2x 24 jam pelaku penyebaran flayer dan opini terhadap Gubernur Maluku seakan-akan anti Islam segera di tangkap,” tandasnya.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar