Breaking News
light_mode

Tiap Hari Terminal A Mardika Dikuasai 700-800 PKL, Berikut Kalkulasi Retribusi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
  • visibility 184
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon menemukan segudang masalah di kawasan terminal dan Pasar Mardika Ambon. Utamanya terkait pemanfaatan terminal A dan B oleh pedagang kaki lima yang jumlahnya mencapi 2000 pedagang, sehingga mengganggu fungsi utamanya. Ironisnya lagi ada penarikan retribusi yang dinilai tidak sah.

“Apa yang disampaikan Dinas Infokom maupun saudara Walikota, berbanding terbalik dengan fakta yang ada di lapangan. Itu kan banyak sekali terjadi bahasanya tumpang tindilah alasan kebijakan maupun regulasi tapi dilapangan itu terminal itu dijadikan tempat berjualan. Lalu ditagih juga retribusi disitu. Menurut beta itu paling salah,” kata Gunawan Mochtar, Wakil Ketua Komisi III usai melakukan peninjauan lapangan, Jumat,(13/04/2025).

Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa ini mengaku, para pedagang setiap hari menyetor uang sampah dan juga jasa lainnya. Nilainya mencapai 10.000 setiap hari.

Senada dengan itu, Anggota Komisi III Bodywin R. Mailuhu juga mengatakan, ada dua jenis retribusi yang ditagih dari setiap pedagang yang menggunakan badan jalan, Rp5000 untuk jasa persampahan dan Rp5000 disetorkan ke Dinas Perindag Kota Ambon.

“ Ini kami temukan di depan MCM,” kata Mailuhu.

Menurut kedua politisi ini, sudah waktunya ada perubahan penataan seluruh kawasan di Kota Ambon, trotoar harus dikembalikan fungsinya, terminal harus pun demikian.

“Kalau kota Ambon di masa kami remaja, atau di masa dulu itu. Itu sangat indah. Kota Ambon kini bukan manis lagi. Kota Ambon kini namanya kota kotor. Dan saya bilang kalau Kota City. Pasar sama terminalnya juga harus City. Jangan cuma City di musik,” sindir Gunawan.

Berdasarkan temuan Komisi III diatas, jika diakomulusikan maka patut diduga ada miliaran rupiah uang yang ditagih dari pedagang menguap setiap tahun.

Sebab, setiap hari termina A diduki 700-800 pedagang untuk berjualan dan jika diakomolasikan maka uang yang disetor Rp7.000.000/hari, setiap bulannya bisa terkumpul Rp210.juta, satu tahun pemasukan kota mestinya Rp2 miliar lebih dari termina A saja.

Tinjau Sejumlah Lokasi Bermasalah di Ambon, Komisi III Nilai OPD Masih Minim Inovasi

Menindaklanjuti laporan warga dan juga keluhan para pengemudi angkutan umum, Komisi III DPRD Kota Ambon selama tiga hari turun meninjau sejumlah lokasi yang berpengaruh terhadap penyebab kemacetan dan kesemerautan di Kota Ambon.

Dimulai dari terminal, Komisi III DPRD Kota Ambon juga menyisir seluruh badan jalan yang saat ini telah beralih fungsi. Dari Jalan Yos Sudarso, hingga Sultan Hasanuddin.

Di dalam terminal tim komisi III menemukan fakta, jika kawasan itu didominasi pedagang, angkutan umum hanya diberi satu jalu pintu masuk keluar, sehingga mengganggu masyarakat. Angkutan umum bahkan parkir di ruas jalan yang tidak diperuntukan untuk parkir kendaraan.

“Dalam beberapa pekan bulan terakhir ini kami tidak melihat secara signifikan perubahan yang terjadi dari apa yang pernah disampaikan oleh mitra-mitra kami khususnya dinas perhubungan,” ungkap anggota Komisi III DPRD Kota Ambon Femri Tuwanakota.

Menurutnya, kemacetan yang dan kesemerautan Kota Ambon ini akibat dari kurang adanya inovasi dari dinas-dinas terkait dalam mengambil langkah-langkah konkret dan minim ketegasan ataupun terobosan untuk penataan kawasan Kota Ambon.

Femri juga menyarankan kepada pemerintah Kota Ambon agar fokus pada hal-hal yang fundamental, seperti pasar dan terminal harusnya dibuat nyaman.

“Pertama tidak ada kemacetan. Yang kedua itu orang mau belanja di pasar itu orang rasa nyaman. Nah mungkin itu saja,” Femri menegaskan jika temuan selama on the spoot ini akan menjadi catatan Komisi III. *(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Pemalsuan Dokumen dan Korupsi, Warga Lapor KADES Negeri Effa ke Polres SBT

    Dugaan Pemalsuan Dokumen dan Korupsi, Warga Lapor KADES Negeri Effa ke Polres SBT

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bula,Tajukmaluku.com-Kepala Desa Negeri Effa, Kecamatan Wakate, dilaporkan warganya ke Polres Seram Bagian Timur, terkait dugaan pemalsuan dokumen dan penipuan. Rabu, (02/04/2025). Fadli Rumakefing selaku Kuasa Hukum Warga, menyampaikan bahwa saudara Ahmad Sugit Rumakefing pada tahun 2017/2018 telah melakukan pemalsuan Besloit/ Surat Keputusan dari Pemerintah Negeri Belanda kepada Raja Negeri Effa demi hasrat kekuasaan menjadi Raja […]

  • DPRD Maluku Tetapkan 4 Perda dan 1 Ranperda Strategis untuk Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

    DPRD Maluku Tetapkan 4 Perda dan 1 Ranperda Strategis untuk Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku secara menetapkan empat Peraturan Daerah (Perda) dan menyetujui satu Ranperda strategis dalam Rapat Paripurna yang digelar di ruang sidang utama DPRD Maluku, Karang Panjang, Ambon, Kamis (18/12/2025). Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, yang menegaskan bahwa penetapan regulasi daerah bukan sekadar formalitas, melainkan langkah politik dan hukum […]

  • Walikota Tual Tancap Gas! Panca Cita Maryadat Selaras dengan Visi Nasional dan Sapta Cita Gubernur Maluku

    Walikota Tual Tancap Gas! Panca Cita Maryadat Selaras dengan Visi Nasional dan Sapta Cita Gubernur Maluku

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tual,Tajukmaluku.com-Wali Kota Tual, Hi. Akhmad Yani Renuat membeberkan arah baru pembangunan daerah yang selaras dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto serta visi daerah Gubernur Maluku melalui rancangan dokumen RPJMD Kota Tual 2025–2029. Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa ke Kota Tual. Senin, (12/5/2025) Renuat menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tual telah menyelaraskan […]

  • Peduli Kemanusiaan, YBM PLN UIW MMU Berbagi Berkah Ramadan dengan 1.355 Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

    Peduli Kemanusiaan, YBM PLN UIW MMU Berbagi Berkah Ramadan dengan 1.355 Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) berbagi kebahagiaan di bulan suci ramadan dengan menyalurkan bantuan kepada 1.355 penerima manfaat. Penyerahan bantuan dilangsungkan di kantor PLN UIW MMU, Jalan Diponegoro, Sirimau, Ambon, Maluku dan dihadiri oleh manajemen maupun Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) PLN UIW MMU. […]

  • PLN UIW MMU Hadirkan Listrik 24 Jam di 8 Lokasi, Gubernur Maluku Terpilih, Hendrik Lewerissa Dorong untuk Kelola Sektor Unggulan

    PLN UIW MMU Hadirkan Listrik 24 Jam di 8 Lokasi, Gubernur Maluku Terpilih, Hendrik Lewerissa Dorong untuk Kelola Sektor Unggulan

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) berhasil menghadirkan listrik 24 jam di delapan lokasi di Maluku. Delapan lokasi yang akhirnya mendapatkan pelayanan listrik 24 jam ini, yakni; Geser, Ondor, Kesui, Kiandarat, Olong, Serwawu, Kur, dan Jerol. Desa-desa ini tersebar di Kabupaten SBB, Maluku Tengah, Kota Tual, Maluku Tenggara, hingga Saumlaki. Diketahui […]

  • KH. M. Asyari Papalia (1902-1986)

    KH. M. Asyari Papalia (1902-1986)

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Fajrin Hamid Bagi sebagian masyarakat kota Ambon tidak akan asing dengan nama Kiyai Asyari, imam masjid raya Alfatah kota ambon, terutama bagi mereka yang pernah merasakan suasana Kota Ambon di tahun 70an hingga tahun 80an. Kiyai Asyari atau Imam Asyari begitu sapaan warga kota ambon, ia adalah ulama Buton asal Kampung Papalia, Pulau Binongko. […]

expand_less