Breaking News
light_mode

DPP IKMANEMA Dukung Hilirisasi Perikanan di Maluku: Dorong Sinergi Beragenda Nasional

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
  • visibility 598
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Dewan Pengurus Pusat Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku (IKMANEMA) mendukung langkah Pemerintah Provinsi Maluku yang tengah mendorong hilirisasi sektor perikanan.

Dukungan ini sejalan dengan agenda besar pemerintah pusat yang menjadikan hilirisasi sebagai salah satu prioritas pembangunan ekonomi nasional.

Ketua Umum DPP IKMANEMA, Burhanudin Rumbouw menyebut, Maluku memiliki posisi strategis dalam percaturan perikanan nasional.

Dengan 92,4 persen wilayahnya didominasi laut, garis pantai sepanjang 10.630 KM, serta masuk dalam tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) utama, Maluku menyimpan potensi luar biasa.

“Total potensi perikanan Maluku di WPP 714, 715, dan 718 diperkirakan mencapai 4,39 juta ton per tahun, dengan jumlah tangkapan yang dibolehkan sekitar 3,28 juta ton. Angka ini menyumbang 36,5 persen dari total potensi ikan nasional. Artinya, Maluku adalah jantung perikanan Indonesia timur yang seharusnya mendapat perhatian besar dalam agenda hilirisasi,” ujar Burhanudin, Sabtu (13/9/2025).

Lanjutnya, selain potensi tangkap, Maluku juga memiliki kekayaan besar di sektor budidaya. Potensi lahan budidaya laut mencapai 495.300 hektar, namun baru dimanfaatkan sekitar 5 persen.

Ada pula lahan budidaya air payau seluas 191.450 hektar yang masih terbuka lebar untuk dikembangkan.

Dari sisi jenis komoditas, ikan tuna, udang vaname, kerapu, dan kakap menjadi andalan Maluku. Bahkan, pada semester I tahun 2022, ekspor perikanan Maluku tercatat senilai 18,72 juta dolar AS dengan volume 2,55 juta kilogram serta 100.561 ekor ikan hidup.

Angka ini menunjukkan bahwa produk laut Maluku telah memiliki daya saing internasional, meskipun masih dalam skala terbatas.

Namun, Burhanudin menekankan bahwa potensi besar ini belum dimanfaatkan optimal. Sebagian besar hasil laut masih dijual dalam bentuk mentah dan diolah di luar daerah, sehingga masyarakat Maluku hanya menjadi pemasok bahan baku tanpa menikmati nilai tambah.

Menurut Burhanudin, hilirisasi adalah solusi tepat untuk memastikan manfaat potensi laut benar-benar dirasakan masyarakat.

“Hilirisasi perikanan akan menjadikan Maluku bukan sekadar penyedia bahan baku, tetapi pusat industri pengolahan hasil laut. Dampaknya luas: peningkatan pendapatan nelayan, tumbuhnya UMKM, terbukanya lapangan kerja, dan Maluku bisa lebih kuat bersaing di pasar global,” jelasnya.

IKMANEMA menilai bahwa mendukung hilirisasi sektor perikanan di Provinsi Maluku dapat membawa banyak manfaat nyata, seperti:

  • Peningkatan Nilai Ekonomi: Produk perikanan yang diolah secara lokal akan memiliki nilai tambah lebih tinggi.
  • Penciptaan Lapangan Kerja: Membuka peluang kerja baru di sektor pengolahan, logistik, dan pemasaran.
  • Peningkatan Kualitas Produk: Hasil olahan lebih mudah menembus pasar internasional dengan standar mutu tinggi.
  • Pemanfaatan Optimal SDA: Sumber daya laut Maluku dimanfaatkan secara berkelanjutan dan maksimal.

IKMANEMA juga menawarkan strategi untuk mempercepat hilirisasi di Maluku, antara lain:

  • Pengembangan Infrastruktur: Pabrik pengolahan, gudang penyimpanan berpendingin, pelabuhan perikanan terpadu, dan fasilitas pemasaran modern.
  • Pelatihan dan Pendidikan: Meningkatkan kapasitas masyarakat nelayan dalam pengolahan dan pemasaran produk.
  • Kemitraan dan Investasi: Menggandeng swasta, BUMN, dan investor asing untuk memperkuat rantai pasok.
  • Pengembangan Teknologi: Modernisasi pengolahan, pengemasan, dan distribusi produk perikanan agar efisien dan berdaya saing global.

IKMANEMA menegaskan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal implementasi kebijakan hilirisasi perikanan ini. Organisasi yang menaungi masyarakat nelayan tersebut berkomitmen menyerap aspirasi nelayan, memperkuat kapasitas, serta memastikan kebijakan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat kecil.

“Kami percaya, bila program hilirisasi ini dijalankan konsisten dan berpihak pada rakyat, Maluku bisa tampil sebagai poros maritim Indonesia timur, dan nelayan tidak lagi menjadi penonton di tanahnya sendiri,” pungkas Burhanudin.

Dengan dukungan penuh masyarakat nelayan, Pemerintah Provinsi Maluku diharapkan semakin percaya diri mempercepat hilirisasi perikanan. Apalagi, langkah ini selaras dengan visi nasional untuk menjadikan hilirisasi sebagai lokomotif ekonomi Indonesia, bukan hanya di sektor pertambangan, tetapi juga di sektor kelautan dan perikanan.* (03-M)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pakar Bongkar Kebohongan Naskah Historiseh Negorij Batoemerah (Batu Merah): Bagian Akhir

    Pakar Bongkar Kebohongan Naskah Historiseh Negorij Batoemerah (Batu Merah): Bagian Akhir

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-“Sebuah kejanggalan yang tidak bisa dijelaskan dengan cara apapun selain pemalsuan,” demikian pesan salah satu pegiat literasi yang konsen dalam isu-isu sejarah saat dikonfirmasi mengenai naskah Historiseh Negorij Batoemerah yang sempat dijadikan salah satu alat bukti di Pengadilan Negeri Ambon dalam sengketa Mata Rumah Parenta di Negeri Batu Merah tahun 2021 lalu. Sumber yang kini […]

  • DPRD Maluku Beri Catatan Keras di Penutupan Rapat Paripurna Penetapan Perda

    DPRD Maluku Beri Catatan Keras di Penutupan Rapat Paripurna Penetapan Perda

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku menutup rangkaian Rapat Paripurna penetapan peraturan daerah dengan sejumlah catatan keras dan rekomendasi strategis kepada Pemerintah Daerah, khususnya terkait implementasi Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Dalam pernyataan penutup rapat paripurna, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, menegaskan bahwa penetapan Perda harus […]

  • Benteng Terakhir Negeri Haya: Perlawanan terhadap PT Waragonda

    Benteng Terakhir Negeri Haya: Perlawanan terhadap PT Waragonda

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Maluku Tengah,Tajukmaluku.com-Masyarakat Adat Negeri Haya kian geram. Kehadiran PT. Waragonda Minerals Pratama di wilayah mereka telah merusak lingkungan, mengancam ruang hidup, dan mengabaikan hak-hak masyarakat adat. Tambang yang beroperasi tanpa izin produksi resmi sejak 2019 ini dituding menjadi biang keladi abrasi pantai yang semakin parah dan mengancam pemukiman warga. Pada 4 November 2023, izin produksi […]

  • Sukseskan Bulan K3 Nasional, PLN UP3 Ambon Gelar Simulasi Pencegahan Bahaya Kebakaran

    Sukseskan Bulan K3 Nasional, PLN UP3 Ambon Gelar Simulasi Pencegahan Bahaya Kebakaran

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dalam rangka mendukung implementasi Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Nasional PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon menggelar simulasi kegiatan pencegahan bahaya kebakaran, Jumat (17/1/2025). Kegiatan yang dilaksanakan di kantor UP3 Ambon ini menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon. General Manager PLN […]

  • Mengenal Betty Epsilon Idroos, Dari HMI-Wati Hingga Komisioner KPU RI

    Mengenal Betty Epsilon Idroos, Dari HMI-Wati Hingga Komisioner KPU RI

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Foto: Instagram, @betty.id22

  • Dari Tangan Perempuan, Peradaban Itu Bertumbuh

    Dari Tangan Perempuan, Peradaban Itu Bertumbuh

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Nadia Sarah Rumluan Kadang peradaban tidak dimulai dari gedung yang tinggi, atau ruang rapat yang ramai. Ia justru tumbuh dari percakapan kecil antara dua perempuan yang saling mendengar—dari tangan-tangan yang tiap pagi menata hasil kebun dan laut di pasar: sayur, singkong, ikan, hingga sagu dan embal yang menjadi nadi dapur-dapur Maluku. Di sanalah hidup […]

expand_less