Breaking News
light_mode

Pernyataan AV ‘Pemimpin Islam Seng Tau Malu’? Alkatiri: AV Itu Cerminan Pemimpin yang Dangkal”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
  • visibility 486
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com- Pernyataan calon Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, yang secara terbuka menyebutkan bahwa “Pemimpin Islam seng tau malu” dalam salah satu sesi kampanye telah memicu kontroversi di berbagai kalangan. Pernyataan ini dinilai mengandung generalisasi yang berpotensi melukai umat Muslim, terutama para pemimpin Islam yang selama ini menjaga marwah kepemimpinan dengan nilai-nilai keislaman yang tinggi. Kritik keras pun disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Ali Alkatiri, yang melihat bahwa pernyataan Vanath justru menunjukkan ketidakpekaannya terhadap dinamika masyarakat.

Dalam keterangannya, Alkatiri menilai pernyataan itu tidak hanya mencederai hati masyarakat Muslim Maluku yang religius, tetapi juga mencerminkan kegagalan Vanath memahami konteks kepemimpinan Islam dalam realitas sosial.

“Pernyataan yang dilontarkan saudara Abdullah Vanath itu tidak mencerminkan kebijaksanaan seorang calon pemimpin yang diharapkan mampu mempersatukan masyarakat Maluku dalam keberagaman. Ini bukan hanya soal terminologi atau bahasa, tapi soal makna yang dititipkan pada setiap kata. Seorang pemimpin harus bijaksana dalam berbicara, apalagi di hadapan publik yang memiliki nilai-nilai religius dan budaya yang kuat,” tegas Alkatiri.

Menurut Alkatiri, kalimat yang dilontarkan Vanath menggambarkan kurangnya sensitivitas terhadap posisi seorang pemimpin Muslim dalam masyarakat yang memandang penting agama sebagai landasan moral dan etika. Dengan mengeneralisasi bahwa “pemimpin Islam tidak tahu malu”, Vanath dianggap telah melangkah ke wilayah yang sensitif, menyeret nilai Islam ke dalam debat politik dengan cara yang tidak pantas.

Alkatiri menambahkan, kritiknya ini bukan sekadar respons emosional, tetapi sebuah refleksi dialektik terhadap standar kepemimpinan Islam. Baginya, seorang pemimpin Islam yang baik adalah ia yang meneladani sikap Rasulullah SAW, yaitu berkomunikasi dengan kasih sayang dan tanpa mencederai sesama.

“Islam mengajarkan kepemimpinan yang berlandaskan pada rasa malu dan integritas. Jika saudara Vanath menyebut bahwa pemimpin Islam tidak tahu malu, itu artinya beliau gagal menyerap esensi kepemimpinan Islam yang sesungguhnya. Bagi seorang Muslim, rasa malu adalah benteng moral dan menjadi ukuran dalam bertindak,” kata Alkatiri.

Dalam perspektifnya, pernyataan yang kurang etis dan tidak berlandaskan empati ini tidak seharusnya keluar dari mulut seorang calon pemimpin yang beragama Islam. Di tengah masyarakat Maluku yang berjuang mempertahankan nilai-nilai tradisional dan religius, ucapan seperti ini justru akan memecah belah dan menimbulkan prasangka.

Alkatiri mendesak agar Vanath segera menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka atas ucapannya tersebut. Menurutnya, ini adalah bagian dari tanggung jawab moral yang harus diemban oleh seorang calon pemimpin. Ia juga mengingatkan bahwa ucapan tanpa tanggung jawab hanya akan mengikis kepercayaan masyarakat.

“Seorang calon pemimpin yang mencalonkan diri untuk melayani rakyat haruslah memiliki moralitas dan tanggung jawab dalam ucapan dan tindakan. Klarifikasi dan permintaan maaf itu penting, bukan sekadar untuk menjaga citra pribadi, tetapi sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat yang memiliki kepercayaan besar pada nilai-nilai Islam,” tambahnya.

Menurut Alkatiri, di tengah semakin meningkatnya krisis kepercayaan masyarakat terhadap politikus, figur pemimpin Muslim mestinya menjadi teladan yang baik. “Kami di SEMMI mengingatkan saudara Vanath, dan siapa pun yang mengaku pemimpin Islam, untuk menjaga adab dalam bertutur. Ingatlah bahwa nilai-nilai Islam itu melekat pada rasa malu, rendah hati, dan bijaksana. Ketika rasa malu hilang dari seorang pemimpin, maka yang terjadi adalah runtuhnya legitimasi moral di mata masyarakat,” jelas Alkatiri dengan penuh ketegasan.

Ia berharap kritik ini bisa membuka ruang refleksi bagi Abdullah Vanath dan kandidat lainnya, bahwa politik bukan sekadar soal meraih kekuasaan, tetapi tentang menjaga kepercayaan publik dengan tutur kata dan sikap yang mencerminkan kematangan jiwa seorang pemimpin.

“Politik Maluku membutuhkan pemimpin yang beradab dan bijaksana, yang mampu menginspirasi, bukan menghakimi. Kami, masyarakat Maluku yang religius, menuntut kepemimpinan yang mencerminkan akhlak mulia. Mari kita wujudkan Maluku yang bersatu dalam keberagaman dengan menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai moral dalam setiap langkah politik kita.” imbuhnya.

Hal ini diharapkan dapat membuka ruang bagi Abdullah Vanath untuk berefleksi dan memahami kembali esensi dari kepemimpinan Islami yang mengedepankan akhlak, adab, dan tanggung jawab moral.*Refleksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Pelanggan Nasional 2025, PLN UIW MMU Komitmen Terangi hingga Pelosok Maluku

    Hari Pelanggan Nasional 2025, PLN UIW MMU Komitmen Terangi hingga Pelosok Maluku

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku-Maluku Utara komitmen menghadirkan listrik andal hingga ke pelosok Maluku. Hal itu disampaikan dalam acara Peringatan Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2025 yang diselenggarakan di area Pattimura Park. Dalam kegiatan itu, PLN menunjukkan capaian mereka diantaranya 50 sistem kelistrikan sudah beroperasi 24 jam, 1.780 keluarga prasejahtera menikmati listrik gratis, dan layanan PLN […]

  • MUSRENBANG: Lomba Orasi Pejabat Tanpa Makna

    MUSRENBANG: Lomba Orasi Pejabat Tanpa Makna

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Wawancara Eksklusif Tajukmaluku.com bersama Fajrin Rumalutur, Founder Maluku Data Network Oleh: Redaksi Tajukmaluku.com Di kalender birokrasi Indonesia, Musyawarah Perencanaan Pembangunan alias Musrenbang adalah upacara sakral yang digelar berjenjang setiap tahun, dari desa hingga provinsi. Ia dimaksudkan sebagai ruang partisipatif warga dalam menyusun arah pembangunan. Tapi di lapangan, Musrenbang kerap kali lebih menyerupai panggung ritual ketimbang […]

  • Membaca Amsal Sitepu Relasi Eksploitatif dan Ekstraksi Nilai bagi Pekerja Kreatif

    Membaca Amsal Sitepu Relasi Eksploitatif dan Ekstraksi Nilai bagi Pekerja Kreatif

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Abdul Kayum N (Direktur Bakornas Lapmi PB HMI) Tajukmaluku.com-Kasus yang menimpa videografer Amsal Sitepu tidak bisa lagi dibaca sebagai sekadar polemik antara pekerja kreatif dan klien. Ia merupakan cermin dari persoalan yang lebih dalam yakni ketidakpahaman struktural terhadap nilai kerja kreatif di Indonesia. Pernyataan bahwa editing dan dubbing “seharusnya gratis” bukan hanya keliru, tetapi […]

  • Kapolresta Ambon: LGJI Amboina 2026 Harus Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan

    Kapolresta Ambon: LGJI Amboina 2026 Harus Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kapolresta Ambon dan PP Lease Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho mengajak masyarakat menjadikan Lomba Gerak Jalan Indah (LGJI) Amboina 2026 sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan menjaga perdamaian di Kota Ambon. Pesan itu disampaikan Andrias saat menghadiri pembukaan LGJI Amboina 2026 yang dipusatkan di kawasan Gong Perdamaian Kota Ambon, Sabtu (5/9/2026). Lomba ini digelar dalam rangkaian […]

  • Wahab Tuanaya Kembali Pimpin FISIP Unpatti Ambon

    Wahab Tuanaya Kembali Pimpin FISIP Unpatti Ambon

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dr. Abdul Wahab Tuanaya kembali dipercaya memimpin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura. Ia terpilih sebagai Dekan FISIP Unpatti untuk periode 2025–2029 dalam pemilihan yang berlangsung di ruang rapat lantai III Kampus FISIP Unpatti, Kota Ambon, Senin, (22/12/2025). Pemilihan dekan kali ini diikuti dua kandidat, yakni Wahab Tuanaya dan Josep A. Uii. […]

  • DPRD Maluku Umumkan Hendrik-Vanath Jadi Pemenang Pilkada 2024

    DPRD Maluku Umumkan Hendrik-Vanath Jadi Pemenang Pilkada 2024

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku mengumumkan dan menetapkan Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih pada Pilkada 2024. Ini disampaikan lewat rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, dan dihadiri Penjabat Gubernur Maluku Sadali Ie, Forkopimda dan seluruh anggota DPRD Maluku berlangsung di ruang paripurna, Senin […]

expand_less