Breaking News
light_mode

Ambon City Of Depression: Orang-Orang Gila Dalam Pelukan PJ Walikota.

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
  • visibility 216
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Faisal Marasabessy

Kehadiran orang-orang dengan gangguan jiwa yang semakin banyak di Kota Ambon belakangan ini menciptakan pemandangan sosial yang ironis sekaligus menyayat hati. Mereka berkeliaran tanpa arah, dari jantung kota Ambon hingga pinggiran kota, kehadirian mereka menciptakan citra kota yang tak lagi mampu merawat manusianya.

Selain masuk dalam isu sosial, fenomena ini menjadi sebuah gambaran mendalam tentang kegagalan sistem yang terjadi di bawah kepemimpinan Penjabat (PJ) Wali Kota Ambon. Orang gila, dalam konteks ini, adalah refleksi dari ketidakmampuan birokrasi untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakatnya, sekaligus cermin yang menunjukkan keretakan tatanan kota secara fundamental.

Emile Durkheim menggambarkan fenomena seperti ini sebagai gejala anomie, yakni keadaan di mana norma-norma sosial runtuh, menciptakan kekosongan nilai yang membuat individu terasing dari masyarakat. Orang-orang dengan gangguan jiwa yang berkeliaran di Ambon adalah simbol dari kekosongan itu. Mereka adalah korban langsung dari sistem pelayanan kesehatan mental yang rapuh, sementara keberadaan mereka di jalan-jalan adalah tanda nyata bahwa kota ini telah gagal memberikan jaring pengaman sosial yang layak.

Dimensi Kesehatan Mental yang Terabaikan

Menurut laporan WHO, gangguan mental menjadi salah satu tantangan terbesar dalam kesehatan global, dengan lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia menderita depresi. Di Indonesia, angka ini terus meningkat, terutama di daerah-daerah yang mengalami tekanan sosial-ekonomi tinggi seperti Ambon. Namun, perhatian terhadap kesehatan mental masih sangat minim. Kondisi ini diperparah oleh lemahnya integrasi lintas sektor antara dinas sosial, kesehatan, dan aparat pemerintah daerah. Akibatnya, mereka yang paling rentan dibiarkan hidup tanpa pendampingan, rehabilitasi, atau bahkan sekadar perlindungan dasar.

Pemerintah Kota Ambon seharusnya belajar dari pendekatan kota-kota maju yang mengintegrasikan layanan kesehatan mental dengan kebijakan sosial. Misalnya, program-program seperti Housing First yang diterapkan di negara-negara Skandinavia berhasil mengurangi tingkat keterlantaran orang dengan gangguan jiwa melalui penyediaan tempat tinggal yang layak sebagai langkah awal rehabilitasi.

Ambon, Dari Harmoni Ke Disonansi

Cara suatu masyarakat memperlakukan masyarakat yang paling lemah adalah cermin dari moralitas kolektifnya. Jika kita memandang orang-orang dengan gangguan jiwa di Ambon, apa yang mereka cerminkan tentang moralitas dan kemanusiaan kita? Lebih jauh lagi, mereka adalah metafora dari kegagalan pemerintahan kota yang seolah-olah beroperasi tanpa visi dan arah yang jelas.

Slogan “Ambon Manise” tampaknya telah kehilangan manisnya. Ketidakhadiran solusi nyata terhadap masalah orang gila mencerminkan disonansi sosial yang semakin parah. Kota yang seharusnya menjadi ruang hidup yang harmonis berubah menjadi ruang yang penuh dengan luka sosial yang menganga.

Sebagai kota yang kaya akan budaya dan memiliki warisan solidaritas yang kuat, Baca; Pela Gandong, Potong Di Kuku Rasa Di Daging. Fenomena ini menunjukkan bahwa solidaritas tersebut perlahan-lahan memudar. Warga yang dulunya saling peduli kini menjadi apatis, sementara pemerintah kota tak mampu menjadi katalisator perubahan.

Dalam The Politics of Humanity, Thomas Pogge menyebutkan bahwa kebijakan yang tidak manusiawi adalah hasil dari pemerintah yang tidak memiliki empati terhadap penderitaan warganya. PJ Wali Kota Ambon harus membaca ini sebagai peringatan keras.

Sebagai penjaga benteng stabilitas sosial, Pj Walikota malah tampak sibuk dengan hal-hal administratif yang tidak menyentuh akar problem masyarakat. Program-program yang bersifat simbolis lebih diutamakan daripada kebijakan substansial yang berdampak langsung pada kehidupan warga, termasuk mereka yang mengalami gangguan jiwa. Apakah ini adalah cerminan dari kota yang kehilangan “akal sehat”-nya?

Apa yang Harus Dilakukan?

Dalam menghadapi persoalan ini, PJ Wali Kota perlu mengambil langkah konkret, tidak hanya untuk menangani orang-orang dengan gangguan jiwa tetapi juga untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah kota. Ada tiga hal utama yang harus dilakukan:

  • Revitalisasi Pelayanan Kesehatan Mental

Pemerintah harus memastikan aksesibilitas layanan kesehatan mental melalui peningkatan fasilitas dan tenaga ahli, serta mengintegrasikan layanan ini dengan program kesejahteraan sosial.

  • Peningkatan Kesadaran Publik

Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya merangkul mereka yang rentan dan mempromosikan stigma-free environment adalah langkah penting untuk membangun solidaritas.

  • Kolaborasi Lintas Sektor

Pemerintah kota harus berkolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil, gereja, masjid, dan kelompok adat untuk memastikan pendekatan berbasis komunitas yang lebih humanis.

Ambon City Of Depression

Sebagai penutup, sebuah kota yang gagal merawat manusianya adalah kota yang kehilangan jiwanya. Oleh karena itu, tanggung jawab ada di pundak PJ Wali Kota Ambon untuk menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pejabat sementara, tetapi pemimpin yang mampu mengembalikan martabat kota dan warganya.

Nelson Mandela, “Keagungan sebuah bangsa diukur dari cara ia memperlakukan warganya yang paling lemah.” Kota Ambon, apakah Anda masih memiliki keagungan itu?

Ketika pemerintah kota gagal menyediakan layanan kesehatan mental yang memadai, gagal memastikan pengawasan sosial yang ketat, dan gagal menyediakan mekanisme perlindungan yang layak, hasilnya adalah meningkatnya jumlah individu yang terpinggirkan (Orang gila). Keberadaan mereka di jalan-jalan kota menjadi pengingat pahit bahwa di balik fasad “Ambon Manise,” ada luka yang terus menganga—luka akibat pengabaian sistemik.

1

  1. * ↩︎

Penulis adalah Wakil Ketua KNPI Maluku

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ceramah di Markas Kodam XV/Pattimura, Kakanwil Kemenag Maluku Dorong Iman, Amal dan Perdamaian di Era Disrupsi

    Ceramah di Markas Kodam XV/Pattimura, Kakanwil Kemenag Maluku Dorong Iman, Amal dan Perdamaian di Era Disrupsi

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, H. Yamin, menyampaikan ceramah tentang penguatan iman dan amal di hadapan Pangdam XV/Pattimura Putranto Gatot Sri Handoyo dan jajaran prajurit Muslim. Jumat (20/2/2026). Yamin menegaskan, iman tidak berhenti pada simbol dan pengakuan lisan. “Iman itu harus terucap dengan lisan, diyakini dalam hati, dan terbukti dalam perbuatan. Tidak cukup […]

  • APH dan DPRD Ditantang Usut Tuntas Kasus Hilangnya Arsip Disdikbud Provinsi Maluku

    APH dan DPRD Ditantang Usut Tuntas Kasus Hilangnya Arsip Disdikbud Provinsi Maluku

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Front Pemuda Peduli Maluku menantang Aparat Penegak Hukum (APH) dan lembaga legislatif untuk mengusut tuntas kasus hilangnya arsip Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku.Pasalnya, dokumen dan arsip merupakan administrasi penting di lingkungan Disdikbud Provinsi Maluku. Sehingga, kabar hilangnya arsip pada dinas pendidikan Provinsi Maluku harus menjadi perhatian di berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan pemerhati […]

  • RUMMI Mengecam: Rp.3.95 Milyar Honor dan Operasional PPK Belum Dilunasi KPUD SBT

    RUMMI Mengecam: Rp.3.95 Milyar Honor dan Operasional PPK Belum Dilunasi KPUD SBT

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) diduga kuat Belum melakukan proses pencairan honor dan operasional bagi PPK dan PPS sehingga menimbulkan sejumlah spekulasi ditengah masyarakat SBT, Publik Bertanya ada apa dengan KPUD SBT, Dugaan masyarakat bukan tanpa alasan, atas kinerjanya yang terkesan tidak memperdulikan hak – hak Badan Adhock yang belum dilunasi. “Direktur […]

  • Siapkan Ekspedisi Pengabdian Masyarakat di Pulau Sjahrir, CDT Soroti Krisis Air Bersih

    Siapkan Ekspedisi Pengabdian Masyarakat di Pulau Sjahrir, CDT Soroti Krisis Air Bersih

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Malteng,Tajukmaluku.com-Komunitas Cahaya Dari Timur (CDT) merintis langkah awal untuk pelaksanaan Ekspedisi Negeri Pengabdian Masyarakat (ENPM) Volume I di Pulau Sjahrir, RT 004, Negeri Administratif Selamon, Kecamatan Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Rencana ekspedisi ini diproyeksikan berlangsung pada Agustus 2025. Dalam kunjungan resmi pada Selasa, 22 April 2025 lalu, rombongan CDT diterima langsung oleh Kepala Pemerintahan […]

  • Memperingati Hari Sumpah Pemuda, DPD KNPI Maluku Gelar “Millenial Bicara Infrastruktur”

    Memperingati Hari Sumpah Pemuda, DPD KNPI Maluku Gelar “Millenial Bicara Infrastruktur”

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com- Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Maluku mengadakan Dialog Publik bertemakan Millenial Bicara Infrastruktur: Antara Harapan dan Tantangan di Maluku. Acara ini digelar di Cafe Cerita,Senin (28/10/2024). Menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku, PLN IUW Maluku-Malut dan Dinas Pendidikan Provinsi […]

  • Kapolri Terima Penghargaan dari Timor Leste. DPP HOLISTIK: Bukti Nyata Keamanan Regional

    Kapolri Terima Penghargaan dari Timor Leste. DPP HOLISTIK: Bukti Nyata Keamanan Regional

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi menerima penghargaan Order of Timor Leste, tanda kehormatan tertinggi dari Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste. Penghargaan tersebut diserahkan pada di Jakarta. Senin (28/4/2025). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besar Kapolri dalam memperkuat demokrasi, perdamaian, dan stabilitas kawasan, khususnya di bidang keamanan regional. Salah satu peran […]

expand_less