Breaking News
light_mode

Krisis Akses Kesehatan, Masyarakat Pulau Watubela SBT Minta Puskesmas Pembantu

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
  • visibility 646
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Masyarakat Pulau Watubela, Kabupaten Seram Bagian Timur, mendesak pemerintah setempat untuk segera membangun Puskesmas Pembantu (Pustu) guna mengatasi kendala akses layanan kesehatan yang selama ini menghantui mereka. Permintaan ini muncul setelah insiden tragis yang menewaskan dua anak akibat keterlambatan penanganan medis, memperlihatkan betapa rentannya kondisi kesehatan di pulau terpencil ini.

Selama ini, warga Watubela harus menempuh perjalanan laut yang berisiko menuju ibukota Kecamatan untuk mendapatkan layanan kesehatan di Puskesmas Tamher Timur. Namun, cuaca buruk yang sering melanda kawasan ini, seperti angin kencang dan gelombang tinggi, kerap menghambat upaya penyelamatan, terutama dalam situasi darurat.

Insiden terbaru terjadi di Desa Lahema, di mana tiga anak tertimpa reruntuhan rumah yang roboh. Dua anak meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka berat. Sayangnya, korban tidak dapat segera mendapatkan pertolongan medis karena cuaca buruk yang menghalangi akses menuju Puskesmas.

“Cuaca buruk membuat kami tidak bisa menyeberang ke Kecamatan untuk mendapatkan pertolongan medis. Anak-anak itu seharusnya bisa diselamatkan jika ada fasilitas kesehatan di sini,” ujar Faris Keltubuk, salah satu warga Desa Lahema, dengan nada prihatin.

Keltubuk menambahkan bahwa keterlambatan penanganan medis akibat minimnya akses kesehatan sudah menjadi masalah kronis di Pulau Watubela. Menurutnya, keberadaan Puskesmas Pembantu di pulau ini bukan hanya kebutuhan, melainkan solusi untuk mencegah korban jiwa lebih lanjut.

“Kami butuh Pustu secepatnya. Jangan sampai harus ada korban lagi baru ada tindakan,” tegas Keltubuk.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan SBT, Provinsi segera menindaklanjuti ini. Mereka menegaskan bahwa pembangunan Puskesmas Pembantu bukan hanya tentang ketersediaan fasilitas kesehatan, tetapi juga tentang keselamatan dan kesejahteraan warga yang selama ini terabaikan.*Redaksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abaikan Instruksi Presiden, Pembentukan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Buru Dinilai Cacat Prosedur

    Abaikan Instruksi Presiden, Pembentukan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Buru Dinilai Cacat Prosedur

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku dinilai berpotensi cacat prosedur sejak awal. SEMMI Cabang Buru menemukan praktik penggabungan lima desa dalam satu titik pembentukan, sebuah pola yang bertolak belakang dengan aturan resmi yang mewajibkan pembentukan koperasi di setiap desa secara mandiri. Darman Umamiti, Ketua Umum SEMMI Cabang Buru, […]

  • PLN UIW MMU Komitmen Percepat Pembangunan PLTMG 30 MW dan Pengoperasian Mesin 8 MW di Halut

    PLN UIW MMU Komitmen Percepat Pembangunan PLTMG 30 MW dan Pengoperasian Mesin 8 MW di Halut

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tobelo,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkualitas di Halmahera Utara. Melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Maluku Utara dan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tobelo, PLN saat ini tengah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Mamuya berkapasitas 30 MW, serta […]

  • DPRD Maluku Desak BPN Klarifikasi Lahan Bandara Banda

    DPRD Maluku Desak BPN Klarifikasi Lahan Bandara Banda

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) segera memberikan klarifikasi terkait status lahan di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Lahan yang sejak awal ditetapkan sebagai kawasan bandara dan zona hijau itu kini disebut beralih ke tangan Abdullah Tuasikal, mantan Bupati Maluku Tengah, bersama sejumlah pejabat lain. Anggota DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin, menegaskan lahan […]

  • Momen Tahun Baru Imlek, PLN UIW MMU Sukses Listriki PT Wainibe Wood Industries dengan Daya 1,5 MW

    Momen Tahun Baru Imlek, PLN UIW MMU Sukses Listriki PT Wainibe Wood Industries dengan Daya 1,5 MW

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namlea,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) berkomitmen memenuhi kebutuhan listrik sektor industri di daerah itu. Pemenuhan kebutuhan listrik sektor industri kali ini menyasar Kabupaten Buru. Melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Namlea, PLN UIW MMU sukses melistriki pelanggan potensial, yakni PT Wainibe Wood Industries yang terletak di Desa Wainibe pada Senin (3/2/2025) […]

  • KNPI Maluku Soroti Keterpurukan Infrastruktur Jalan di Kota Ambon yang Dinilai Buruk

    KNPI Maluku Soroti Keterpurukan Infrastruktur Jalan di Kota Ambon yang Dinilai Buruk

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-KNPI Provinsi Maluku menyoroti keterpurukan infrastruktur jalan di Kota Ambon yang dinilai saat ini dalam kondisi buruk. Hal itu disampaikan Wasekbid Hukum dan HAM KNPI Maluku, Fahrudin Rahakbauw melalui pers rilis yang diterima Tajukmaluku.com, Sabtu (18/10/2025). “Infrastruktur jalan yang buruk di Maluku, khususnya di Kota Ambon, wilayah Kebun Cengkeh dan Stain, merupakan masalah serius yang […]

  • KNPI: Kehadiran KABINDA Maluku di Forkopimda adalah Bagian dari Strategi Keamanan

    KNPI: Kehadiran KABINDA Maluku di Forkopimda adalah Bagian dari Strategi Keamanan

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku, Faisal Marasabessy, menanggapi kritikan yang disampaikan Sekwil GMPI Maluku, Sutrisno Hatapayo kepada Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Maluku, Marsekal Pertama (Marsma) TNI R. Harys Soeryo Mahendro. Faisal menegaskan bahwa kehadiran Kepala BIN dalam berbagai kegiatan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bukanlah sekadar agenda seremonial, tetapi bagian […]

expand_less