Breaking News
light_mode

DPRD Nilai Pengelolaan Pariwisata Maluku Gagal, PAD Hanya Serap Rp300 Juta

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
  • visibility 324
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi IV DPRD Provinsi Maluku menilai pengelolaan sektor pariwisata oleh Dinas Pariwisata Provinsi belum memberikan dampak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat. Minimnya inovasi dan gagalnya menjalin kemitraan dengan pihak ketiga menjadi catatan penting dalam rapat bersama OPD mitra, Selasa (8/7/2025).

Wakil Ketua Komisi IV, Dali Syarifudin, menilai potensi wisata Maluku tak tergarap maksimal, meskipun secara geografis, alam Maluku menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan.

“Kalau Papua itu disebut surga yang jatuh ke bumi, maka serpihannya ada di Maluku. Tapi sayangnya, pengelolaan pariwisata masih minim. Sampai hari ini, hanya tiga destinasi yang aktif dikelola, salah satunya Pantai Liang,” sindir Dali.

Dali juga menyoroti kepemimpinan Kepala Dinas Pariwisata, Jais Ely, yang dinilai tidak mampu menggandeng pihak ketiga dalam pengembangan sektor pariwisata. Menurutnya, pola kemitraan dengan investor atau swasta seharusnya menjadi prioritas agar pengelolaan sektor ini berdampak nyata terhadap PAD.

“Langkah yang mesti dilakukan Kadis dan jajaran Dispar adalah gandeng pihak ke III untuk kerja sama pada sektor pariwisata agar bisa memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya

Ia mencontohkan model kerja sama retribusi atau bagi hasil operasional tanpa perlu investasi langsung dari pemerintah sebagai langkah strategis yang bisa diterapkan. Sayangnya, hingga kini Dispar dianggap terlalu fokus mengelola aset lama tanpa membuka skema baru dengan mitra strategis.

“Tidak harus semua dibangun oleh pemerintah. Kita bisa gandeng investor, daerah tinggal mendukung perizinan dan promosi, lalu dapat bagi hasil dari operasional,” tegasnya.

Komisi IV juga menyorot pengelolaan Pantai Liang. Pemerintah Provinsi disebut telah membebaskan lahan senilai lebih dari Rp10 miliar, namun pendapatannya hanya Rp300 juta per tahun. Menurut Dali, angka ini terlalu kecil dan mencerminkan lemahnya tata kelola.

“Nilai investasi tidak sebanding dengan pemasukan. Perlu evaluasi total agar destinasi yang sudah ada bisa dimaksimalkan,” tutupnya.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • YBM PLN UP3 Sofifi Salur Bantuan Peralatan Sekolah Dukung Pendidikan Anak Kurang Mampu di Tidore Kepulauan

    YBM PLN UP3 Sofifi Salur Bantuan Peralatan Sekolah Dukung Pendidikan Anak Kurang Mampu di Tidore Kepulauan

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Kali ini, YBM PLN UP3 Sofifi menyalurkan bantuan pendidikan berupa tas sekolah lengkap dengan berbagai perlengkapan belajar kepada 30 siswa dari keluarga kurang […]

  • Antara Hak Leluhur dan Hasrat Kapital: Masyarakat Adat Maluku di Tengah Arus Ekonomi Ekstraktif

    Antara Hak Leluhur dan Hasrat Kapital: Masyarakat Adat Maluku di Tengah Arus Ekonomi Ekstraktif

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Di antara gemericik emas (mutiara) dan gemuruh mesin tambang yang menggerus perut bumi Maluku, tersembunyi sebuah paradoks zaman: bagaimana masyarakat adat yang selama ribuan tahun menjadi penjaga keseimbangan alam kini terpojok sebagai penonton di tanahnya sendiri? Sejak abad ke-16, Maluku telah menjadi medan perang antara perlindungan hak dan ekspansi kapital. Dulu, Portugis dan VOC membantai […]

  • Sambut Kedatangan Kepala Balai Jalan Provinsi Maluku Yang Baru. Ini Kata KNPI Maluku dan MCW

    Sambut Kedatangan Kepala Balai Jalan Provinsi Maluku Yang Baru. Ini Kata KNPI Maluku dan MCW

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com– Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (Knpi Maluku) mendukung dan menyambut kedatangan kepala BPJN XVI Ambon adalah Moch. Iqbal Tamher. Pasalnya selama ini kepala Balai Jalan provinsi Maluku dijabat oleh orang di luar Maluku ini baru kali pertama kepala BPJN di Pimpinan oleh orang Maluku. “Harus kita Apresiasi dan mendukungnya, sudah pasti […]

  • PLN Siagakan Sistem Kelistrikan, Dukung Peletakan Batu Pertama Masjid Pohon Batu di Leksula

    PLN Siagakan Sistem Kelistrikan, Dukung Peletakan Batu Pertama Masjid Pohon Batu di Leksula

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Namrole menyiagakan sistem kelistrikan demi mendukung kelancaran acara peletakan batu pertama Masjid Pohon Batu di Desa Leksula, Kabupaten Buru Selatan. Acara sakral yang menjadi awal pembangunan rumah ibadah tersebut dihadiri langsung […]

  • SEMMI Maluku Kutuk Keras Penyebaran Flayer Gubernur, Terkesan Provokasi Antar Umat Beragama

    SEMMI Maluku Kutuk Keras Penyebaran Flayer Gubernur, Terkesan Provokasi Antar Umat Beragama

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Provinsi Maluku mengutuk keras tindakan provokasi oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab atas penyebaran flayer Gubernur Hendrik Lewerissa. Menurut Ketua SEMMI Maluku, Risman Solissa, tindakan itu terkesan mengadu domba sesama masyarakat Maluku dengan pemerintah. “Dengan tegas, Kami mengutuk keras tindakan provokasi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Atas penyebaran […]

  • Indikasi Markup Pada Proyek BAK Air Bersih, Praktisi Hukum Desak Audit DD Negeri Yaputih

    Indikasi Markup Pada Proyek BAK Air Bersih, Praktisi Hukum Desak Audit DD Negeri Yaputih

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Malteng,Tajukmaluku.com-Praktisi hukum Soetrisno Hatapayo mendesak Inspektorat Daerah segera melakukan audit mendalam atas penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2024 di Negeri Yaputih, Kecamatan Tehoru. Desakan tersebut muncul setelah adanya indikasi perbedaan nilai anggaran pada proyek pembangunan bak penampung air bersih. Berdasarkan informasi dilapangan, nilai anggaran yang tercantum pada papan proyek jauh berbeda dengan dokumen resmi yang […]

expand_less