Breaking News
light_mode

Mansur Banda, Kontraktor ‘Anak Emas’ yang Diduga Monopoli Proyek DAK, Didesak Jadi Tersangka oleh SKAK Maluku

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
  • visibility 308
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Simpul Komunitas Anti Korupsi (SKAK) Maluku kembali melakukan demonstrasi dengan tuntuta kepada pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku untuk segera menetapkan Mansur Banda sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku. Demonstrasi yang digelar di depan kantor Diskrimsus Polda Maluku hari ini menuntut penahanan Mansur Banda, yang diduga sebagai aktor utama dalam sejumlah proyek bermasalah bernilai miliaran rupiah.

Korlap SKAK Maluku, Dhani Lessy mengungkapkan, Mansur Banda diduga menjadi “anak emas” yang memonopoli proyek-proyek di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku selama kepemimpinan mantan Gubernur Murad Ismail. Tidak hanya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Mansur juga disebut-sebut mendapatkan jatah proyek hampir di seluruh dinas pemerintahan saat itu.

Yang lebih mengejutkan, Mansur Banda diduga menggunakan setidaknya 12 perusahaan berbeda untuk memenangkan proyek-proyek tersebut. Beberapa perusahaan yang disebutkan antara lain CV. Karya Putra Perkasa, CV. Dedi Karya Teknik, CV. Fazabay, CV. Putra Palindo, CV. Rizki Utama, CV. Nusantara Jaya, CV. Banda Rhun, CV. Kezia Albarokah, CV. Rizki Pratama, CV. Bangun Cipta Maluku, CV. Marawakan, dan CV. Banda Bahari.

“Perusahaan-perusahaan ini bukan semuanya milik Mansur Banda, melainkan digunakan sebagai alat untuk mendapatkan proyek-proyek tersebut,” tegas Lessy. Nilai proyek yang ditangani Mansur Banda mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, dengan beberapa proyek yang terbukti bermasalah dan menimbulkan kerugian negara.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah rehabilitasi Gedung SMA Negeri 1 Ambon tahun 2022, yang menggunakan anggaran DAK. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI tahun 2023, ditemukan kerugian negara mencapai Rp400 juta. Namun, hingga saat ini, baru Rp50 juta yang berhasil dikembalikan. Selain itu, proyek rehabilitasi Pelabuhan Air Nanang di SBT dan rehabilitasi Istana Mini di Banda juga disebut-sebut bermasalah.

“Semua proyek yang ditangani Mansur Banda bermasalah. Ini menunjukkan adanya indikasi kuat keterlibatannya dalam praktik korupsi,” tegas Perwakilan Skak Maluku.

SKAK Maluku secara kelembagaan mendesak Ditreskrimsus Polda Maluku dan Kejati Maluku untuk segera memanggil dan memeriksa Mansur Banda. Mereka juga menuntut agar Mansur segera ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan keterlibatannya dalam sejumlah proyek bermasalah tersebut.

“Kami meminta Mansur Banda untuk kooperatif dalam proses pemeriksaan. SKAK Maluku akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas,” tegas pernyataan resmi mereka.

Lessy juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pemberantasan korupsi di Maluku. “Tegak lurus lawan korupsi! Tetap tegakkan hukum meskipun langit runtuh,” seru mereka.

Mansur Banda diduga memiliki hubungan dekat dengan mantan Gubernur Maluku, Murad Ismail. Hal ini diduga menjadi alasan mengapa Mansur kerap mendapatkan proyek-proyek besar di lingkup Pemprov Maluku. SKAK Maluku menilai, praktik monopoli proyek semacam ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat persaingan sehat di dunia kontraktor.

“Kami tidak akan tinggal diam. Korupsi harus diberantas sampai ke akar-akarnya,” tegas Lessy .

Aksi demonstrasi yang digelar SKAK Maluku hari ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Mereka menuntut transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus korupsi di Maluku. “Kami akan melakukan demonstrasi berjilid-jilid, kami ingin melihat hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Siapa pun yang bersalah harus dihukum,” kata salah seorang demonstran.*Redaksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Tual Jadi yang Pertama di Indonesia Sosialisasikan Perpres 46/2025. Walikota Tegaskan Desa Jadi Garda Terdepan Pembangunan

    Kota Tual Jadi yang Pertama di Indonesia Sosialisasikan Perpres 46/2025. Walikota Tegaskan Desa Jadi Garda Terdepan Pembangunan

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tual, Tajukmaluku.com-Untuk pertama kalinya di Indonesia, sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah resmi digelar dan Kota Tual menjadi daerah perdana di Indonesia yang melaksanakannya, bahkan sebelum daerah-daerah lain mengambil langkah serupa. Dalam sambutannya Walikota Tual, Hi Akhmad Yani Renuat menegaskan bahwa kepercayaan menjadikan Tual sebagai tuan rumah sosialisasi pertama di […]

  • PT.PLN Dorong Perkembangan Industri Perikanan Kawasan Halmahera

    PT.PLN Dorong Perkembangan Industri Perikanan Kawasan Halmahera

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tobelo,Tajukmuku.com-Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tobelo, PLN UIW MMU berhasil menyediakan listrik dengan daya sebesar 41.500 VA untuk pelanggan baru di sektor industri perikanan. Daya listrik ini disiapkan untuk pelanggan baru cold storage IFF Dinas Kelautan dan Perikanan Morotai. General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menyatakan, penyalaan ini menandai langkah penting dalam pemenuhan […]

  • Sianida Sitaan Diduga Dijual, Kapolres Buru Harus Diperiksa

    Sianida Sitaan Diduga Dijual, Kapolres Buru Harus Diperiksa

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dugaan praktik jual-beli barang bukti kembali menyeret institusi kepolisian di Maluku. Polres Buru dituding menutup-nutupi jumlah sebenarnya sianida yang disita dalam operasi pada 27 Januari 2025. Pengusaha Hj. Hartini, yang terlibat dalam distribusi bahan kimia berbahaya atas pesanan Bripka ER itu menyebut total kiriman mencapai 300 karton dengan dua truk. Namun Polres Buru hanya mengumumkan […]

  • PLN Dorong Interkoneksi ASEAN Power Grid untuk Akselerasi Transisi Energi Bersih

    PLN Dorong Interkoneksi ASEAN Power Grid untuk Akselerasi Transisi Energi Bersih

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Labuan Bajo,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendorong terwujudnya integrasi sistem kelistrikan hijau lintas negara di Asia Tenggara melalui pembangunan ASEAN _Power Grid_ sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat tercapainya _Net Zero Emissions_. Hal ini tercermin dalam agenda _The 41st Heads of ASEAN Power Utilities/Authorities_ (HAPUA) _Council Meeting_ yang digelar di Labuan […]

  • Hidup Bersama Bencana di Maluku: Bukan Sekadar Mitigasi

    Hidup Bersama Bencana di Maluku: Bukan Sekadar Mitigasi

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Oleh: M Kashai Ramdhani Pelupessy (Mahasiswa S3 Psikologi UGM yang Concern pada Isu Psikologi Kebencanaan) “Alam punya kemauannya sendiri”, kredo ini yang harus kita pegang sebelum menghadapi bencana alam. Gunung meletus, gempa bumi, dan tsunami merupakan peristiwa yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia di dalamnya. Kita tidak bisa menghindarinya. Kita hanya bisa memahaminya […]

  • Refleksi HUT BHAYANGKARA Ke-79 Membaca Ulang Jalan Panjang Polri

    Refleksi HUT BHAYANGKARA Ke-79 Membaca Ulang Jalan Panjang Polri

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: M. Nur Latuconsina[Ketua Umum DPP HOLISTIK] Tajukmaluku.com-Sejak resmi berdiri pada 1 Juli 1945, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah melewati rentang sejarah panjang yang penuh dinamika. Di awal kemerdekaan, Polri menjadi bagian integral perjuangan mempertahankan kedaulatan, bukan hanya sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai pengawal revolusi bangsa. Era demi era, tantangan dan ancaman berubah, […]

expand_less