Breaking News
light_mode

Resensi Buku: How China Escaped the Poverty Trap: The Rise of Transformative Goverment

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
  • visibility 638
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Judul Buku: How China Escaped the Poverty Trap

Penulis : Yuen Yuen Ang

Tahun Terbit: 2016

Penerbit: Cornell University Press

Yuen Yuen Ang adalah seorang profesor ilmu politik dan ekonomi dari University of Michigan, Amerika Serikat. Karyanya berfokus pada hubungan antara institusi politik, korupsi, dan pembangunan ekonomi, khususnya di konteks China. Dalam bukunya yang terkenal, How China Escaped the Poverty Trap (2016), Ang menantang narasi konvensional tentang pembangunan ekonomi dengan menganalisis keberhasilan China dalam mengurangi kemiskinan secara dramatis sejak reformasi tahun 1978. Peran pemerintah Tiongkok memainkan peran kunci dalam transformasi ekonomi mereka tidak hanya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga aktif terlibat dalam Pembangunan infrastruktur, pengembangan industry strategis.

Tesis Utama

Buku ini menawarkan perspektif revolusioner: China tidak mengikuti jalan tradisional “institusi yang baik dahulu (Good Government), pembangunan kemudian”. Sebaliknya, Ang berargumen bahwa China mencapai pertumbuhan melalui proses “co-evolution” (ko-evolusi) antara institusi dan pasar. Istilah kuncinya adalah “directed improvisation” (improvisasi terarah), di mana pemerintah pusat menetapkan tujuan umum, sementara pemerintah lokal diberi kebebasan bereksperimen dengan kebijakan sesuai kondisi lokal.

Ang menggunakan studi kasus dari berbagai daerah di China, seperti Provinsi Fujian dan Guizhou, untuk menunjukkan bagaimana daerah miskin memanfaatkan institusi yang lemah secara adaptif. Misalnya, reformasi desentralisasi memungkinkan daerah menciptakan Special Economic Zones (SEZ) atau skema insentif unik untuk menarik investasi. Menurut Ang, institusi “cukup baik” (good-enough institutions) yang fleksibel justru menjadi kunci, karena memungkinkan inovasi bertahap sambil menghindari guncangan radikal. Ang menghindari dikotomi simplistik seperti “negara vs pasar” atau “otoriter vs demokratis”. Ia menunjukkan kompleksitas pembangunan China. Kerangka Teori Baru: Konsep directed improvisation dan co-evolution menawarkan alat analisis segar bagi studi pembangunan. Meski fokus pada China, argumennya memberi pelajaran bagi negara berkembang lain, terutama tentang pentingnya adaptasi lokal.

Kritik dan Kekurangan

Dampak Negatif Kurang Dieksplorasi: Buku ini kurang membahas biaya sosial dan lingkungan dari pertumbuhan China, seperti ketimpangan sosial atau polusi yang dihasilkan dari kemajuan China hari ini. Replikasi di konteks lain sistem politik otoriter China mungkin memungkinkan “improvisasi terarah”, tetapi apakah model ini bisa diterapkan di negara demokratis? Ang tidak menjawab secara mendalam.

Relevansi dengan Indonesia

Indonesia sering terjebak dalam dikotomi “reformasi institusi dulu, baru pertumbuhan ekonomi” atau sebaliknya. Buku ini mengajarkan bahwa kedua proses bisa berjalan paralel. Contoh: Pembangunan infrastruktur di Indonesia (tol Trans-Jawa, IKN) bisa dipacu dengan insentif lokal dan kemitraan swasta, meski korupsi atau birokrasi lambat masih ada. Kunci keberhasilan China adalah desentralisasi yang kompetitif Pemerintah daerah diberi kebebasan bereksperimen (misalnya, Zona Ekonomi Khusus di Shenzhen), lalu model sukses direplikasi secara nasional. Insentif karir bagi pejabat lokal yang berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Indonesia sudah menerapkan desentralisasi, tetapi seringkali terhambat oleh regulasi yang terlalu sentralistik dan kurangnya insentif bagi inovasi daerah. Contoh: Potensi pengembangan ekonomi maritim di Maluku misalnya Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) di pulau Nustua, Lermatang, kabupaten kepulauan Tanimbar atau pariwisata di NTT yang bisa dioptimalkan dengan memberi otonomi lebih besar kepada pemerintah daerah, seperti model “laboratorium kebijakan”. Ang menekankan bahwa institusi yang lemah bukan penghalang, tetapi bisa menjadi pijakan awal China memanfaatkan korupsi “produktif” (misalnya, pejabat korup yang tetap mendorong investasi) sebagai batu loncatan, lalu perlahan membersihkan sistem.

Takeaway untuk Indonesia

  1. Prioritaskan Pertumbuhan Inklusif: Fokus pada sektor yang menyerap tenaga kerja (pertanian, UMKM, industri kreatif) sambil memperbaiki institusi secara paralel.
  2. Desentralisasi yang Bermakna: Beri daerah ruang untuk bereksperimen dengan insentif jelas (misalnya, tax holiday untuk investasi di Papua).
  3. Pembangunan SDM: Seperti China, Indonesia perlu investasi besar-besaran dalam pendidikan vokasi dan teknologi.
  4. Lompatan Teknologi: Manfaatkan ekonomi digital (e-commerce, fintech) untuk meniru lompatan China dalam adopsi teknologi.

Kesimpulan dan Relevansi

How China Escaped the Poverty Trap adalah bacaan wajib bagi peminat ekonomi politik dan pembangunan. Ang berhasil menggabungkan rigor akademis dengan narasi yang mudah diikuti. Meski tidak lengkap, bukunya membuka mata: pembangunan ekonomi bukanlah proses linear, tetapi hasil dari interaksi dinamis antara kebijakan, institusi, dan konteks lokal.

Attami Nurlette, Penulis adalah mahasiswa pascasarjana IAIN Ambon. Ketua Bidang Kebijakan Publik di Inout Institute (2025-2029)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Surat Cinta dari Maluku untuk Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto

    Surat Cinta dari Maluku untuk Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bapak Presiden yang kami hormati… Melalui surat cinta ini, perkenankan kami mewakili harapan dan impian segenap Rakyat Maluku terhadap sebuah proses perjuangan panjang yang hingga saat ini luput dari perhatian serius pemerintah pusat akan sebuah gelar Pahlawan Nasional. Di tengah aktivitas dan padatnya jadwal kenegaraan kami mendoakan semoga Bapak selalu diberikan kekuatan, kelancaran, keberkahan, kesehatan […]

  • Bahas KUA-PPAS 2026, Komisi I DPRD Maluku Soroti Efisiensi Anggaran dan Penurunan Pagu OPD

    Bahas KUA-PPAS 2026, Komisi I DPRD Maluku Soroti Efisiensi Anggaran dan Penurunan Pagu OPD

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi I DPRD Provinsi Maluku menyoroti kebijakan efisiensi anggaran dan penurunan pagu anggaran pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sorotan itu berlangsung dalam rapat bersama OPD mitra terkait pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026. Rapat berlangsung di ruang Paripurna DPRD Maluku, Rabu (19/11/2025), dan dipimpin Ketua Komisi I, Solichin […]

  • Prodi Ilmu Kelautan Unkhair Gelar Seminar Kebencanaan di Kota Ternate

    Prodi Ilmu Kelautan Unkhair Gelar Seminar Kebencanaan di Kota Ternate

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ternate,Tajukmaluku.com-Program Studi Ilmu Kelautan UNKHAIR menggelar seminar kebencanaan Kota Ternate, Selasa, (12/5/2026) berlokasi di Aula Nuku, Kampus 2 Gambesi. Seminar kebencanaan ini dipandu langsung oleh moderator Abdul Ajiz Siolimbona dengan menghadirkan dua narasumber yakni Ir. Zulhan A. Harahap dan M. Ridwan Lessy. Acara dibuka oleh dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun, Dr. Ir. […]

  • Serikat Pekerja PLN Tolak Dominasi Swasta dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik

    Serikat Pekerja PLN Tolak Dominasi Swasta dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Serikat Pekerja PLN (SP PLN) menolak dengan tegas dominasi swasta dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Penolakan ini bukan tanpa alasan. Sejarah kelistrikan nasional mencatat luka mendalam yang pernah dialami rakyat, salah satunya pemadaman total (blackout) di Pulau Nias pada tahun 2016, yang berlangsung hingga 13 hari. Dalam sidang lanjutan Pengadilan Tata Usaha […]

  • Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN UIW MMU Gelar EVP Bersih Pantai di Ambon dan Masohi

    Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN UIW MMU Gelar EVP Bersih Pantai di Ambon dan Masohi

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT PLN (Persero) UIW Maluku dan Maluku Utara (MMU) melaksanakan Employee Volunteer Program (EVP) melalui aksi bersih pantai di kawasan Pantai Halong Kota Ambon dan Pantai Ina Marina Masohi, Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian PLN terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan […]

  • Rovik: Reses adalah Jalan Pulang Pejuang Demokrasi ke Rakyat

    Rovik: Reses adalah Jalan Pulang Pejuang Demokrasi ke Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Reses bukan sekadar agenda seremonial dalam kalender kerja DPRD. Bagi Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afiffudin, reses adalah momentum krusial yang menghubungkan kembali wakil rakyat dengan denyut nadi masyarakat di akar rumput. Dalam kegiatan reses yang berlangsung di Dusun Telaga Pange, Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Rovik—yang juga merupakan politisi Fraksi Nurani Pembangunan […]

expand_less