Breaking News
light_mode

Resensi Buku: How China Escaped the Poverty Trap: The Rise of Transformative Goverment

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
  • visibility 579
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Judul Buku: How China Escaped the Poverty Trap

Penulis : Yuen Yuen Ang

Tahun Terbit: 2016

Penerbit: Cornell University Press

Yuen Yuen Ang adalah seorang profesor ilmu politik dan ekonomi dari University of Michigan, Amerika Serikat. Karyanya berfokus pada hubungan antara institusi politik, korupsi, dan pembangunan ekonomi, khususnya di konteks China. Dalam bukunya yang terkenal, How China Escaped the Poverty Trap (2016), Ang menantang narasi konvensional tentang pembangunan ekonomi dengan menganalisis keberhasilan China dalam mengurangi kemiskinan secara dramatis sejak reformasi tahun 1978. Peran pemerintah Tiongkok memainkan peran kunci dalam transformasi ekonomi mereka tidak hanya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga aktif terlibat dalam Pembangunan infrastruktur, pengembangan industry strategis.

Tesis Utama

Buku ini menawarkan perspektif revolusioner: China tidak mengikuti jalan tradisional “institusi yang baik dahulu (Good Government), pembangunan kemudian”. Sebaliknya, Ang berargumen bahwa China mencapai pertumbuhan melalui proses “co-evolution” (ko-evolusi) antara institusi dan pasar. Istilah kuncinya adalah “directed improvisation” (improvisasi terarah), di mana pemerintah pusat menetapkan tujuan umum, sementara pemerintah lokal diberi kebebasan bereksperimen dengan kebijakan sesuai kondisi lokal.

Ang menggunakan studi kasus dari berbagai daerah di China, seperti Provinsi Fujian dan Guizhou, untuk menunjukkan bagaimana daerah miskin memanfaatkan institusi yang lemah secara adaptif. Misalnya, reformasi desentralisasi memungkinkan daerah menciptakan Special Economic Zones (SEZ) atau skema insentif unik untuk menarik investasi. Menurut Ang, institusi “cukup baik” (good-enough institutions) yang fleksibel justru menjadi kunci, karena memungkinkan inovasi bertahap sambil menghindari guncangan radikal. Ang menghindari dikotomi simplistik seperti “negara vs pasar” atau “otoriter vs demokratis”. Ia menunjukkan kompleksitas pembangunan China. Kerangka Teori Baru: Konsep directed improvisation dan co-evolution menawarkan alat analisis segar bagi studi pembangunan. Meski fokus pada China, argumennya memberi pelajaran bagi negara berkembang lain, terutama tentang pentingnya adaptasi lokal.

Kritik dan Kekurangan

Dampak Negatif Kurang Dieksplorasi: Buku ini kurang membahas biaya sosial dan lingkungan dari pertumbuhan China, seperti ketimpangan sosial atau polusi yang dihasilkan dari kemajuan China hari ini. Replikasi di konteks lain sistem politik otoriter China mungkin memungkinkan “improvisasi terarah”, tetapi apakah model ini bisa diterapkan di negara demokratis? Ang tidak menjawab secara mendalam.

Relevansi dengan Indonesia

Indonesia sering terjebak dalam dikotomi “reformasi institusi dulu, baru pertumbuhan ekonomi” atau sebaliknya. Buku ini mengajarkan bahwa kedua proses bisa berjalan paralel. Contoh: Pembangunan infrastruktur di Indonesia (tol Trans-Jawa, IKN) bisa dipacu dengan insentif lokal dan kemitraan swasta, meski korupsi atau birokrasi lambat masih ada. Kunci keberhasilan China adalah desentralisasi yang kompetitif Pemerintah daerah diberi kebebasan bereksperimen (misalnya, Zona Ekonomi Khusus di Shenzhen), lalu model sukses direplikasi secara nasional. Insentif karir bagi pejabat lokal yang berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Indonesia sudah menerapkan desentralisasi, tetapi seringkali terhambat oleh regulasi yang terlalu sentralistik dan kurangnya insentif bagi inovasi daerah. Contoh: Potensi pengembangan ekonomi maritim di Maluku misalnya Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) di pulau Nustua, Lermatang, kabupaten kepulauan Tanimbar atau pariwisata di NTT yang bisa dioptimalkan dengan memberi otonomi lebih besar kepada pemerintah daerah, seperti model “laboratorium kebijakan”. Ang menekankan bahwa institusi yang lemah bukan penghalang, tetapi bisa menjadi pijakan awal China memanfaatkan korupsi “produktif” (misalnya, pejabat korup yang tetap mendorong investasi) sebagai batu loncatan, lalu perlahan membersihkan sistem.

Takeaway untuk Indonesia

  1. Prioritaskan Pertumbuhan Inklusif: Fokus pada sektor yang menyerap tenaga kerja (pertanian, UMKM, industri kreatif) sambil memperbaiki institusi secara paralel.
  2. Desentralisasi yang Bermakna: Beri daerah ruang untuk bereksperimen dengan insentif jelas (misalnya, tax holiday untuk investasi di Papua).
  3. Pembangunan SDM: Seperti China, Indonesia perlu investasi besar-besaran dalam pendidikan vokasi dan teknologi.
  4. Lompatan Teknologi: Manfaatkan ekonomi digital (e-commerce, fintech) untuk meniru lompatan China dalam adopsi teknologi.

Kesimpulan dan Relevansi

How China Escaped the Poverty Trap adalah bacaan wajib bagi peminat ekonomi politik dan pembangunan. Ang berhasil menggabungkan rigor akademis dengan narasi yang mudah diikuti. Meski tidak lengkap, bukunya membuka mata: pembangunan ekonomi bukanlah proses linear, tetapi hasil dari interaksi dinamis antara kebijakan, institusi, dan konteks lokal.

Attami Nurlette, Penulis adalah mahasiswa pascasarjana IAIN Ambon. Ketua Bidang Kebijakan Publik di Inout Institute (2025-2029)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinilai Adil Atas Kepentingan Warga dan PT. SIM, HMI GPI Siap Kawal Pemerintahan Bupati Asri Arman

    Dinilai Adil Atas Kepentingan Warga dan PT. SIM, HMI GPI Siap Kawal Pemerintahan Bupati Asri Arman

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Polemik investasi PT Spice Islands Maluku (SIM) di Seram Bagian Barat sempat menyeret nama Bupati Asri Arman ke pusaran konflik sehingga muncul salah tafsir oleh publik. Beberapa pihak menuding Bupati SBB, Asri Arman menolak investasi. Faktanya, sejak awal Bupati tidak pernah menolak, melainkan menunda sementara aktivitas perusahaan untuk meredam potensi konflik horizontal di lapangan. Keputusan […]

  • Pasar Murah, DKP Kota Ambon Sumbang 150 Kilo Ikan Segar

    Pasar Murah, DKP Kota Ambon Sumbang 150 Kilo Ikan Segar

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Jelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kota Ambon menggelar pasar murah yang menyajikan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Namun, yang paling menarik perhatian warga adalah kehadiran ikan segar yang hanya bertahan tiga jam! Siapa cepat, dia dapat! Berlokasi di halaman parkir Telkom Talake Ambon, pasar murah ini digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) […]

  • Kembali Telan Korban, DPRD Maluku Desak Evaluasi dan Serahkan Pengelolaan MBG ke Sekolah

    Kembali Telan Korban, DPRD Maluku Desak Evaluasi dan Serahkan Pengelolaan MBG ke Sekolah

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu kehebohan. Setelah insiden serupa di MBD, Kota Ambon, dan Kota Tual, kini giliran Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang diguncang kasus dugaan keracunan massal. Lebih dari seratus siswa di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, dilaporkan tumbang usai mengonsumsi makanan MBG pada 20 Oktober 2025. Korban berasal dari sejumlah lembaga […]

  • DPRD Maluku Gelar Paripurna Penyampaian Ranperda LPJ APBD Gubernur Tahun 2024

    DPRD Maluku Gelar Paripurna Penyampaian Ranperda LPJ APBD Gubernur Tahun 2024

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku menggelar rapat paripurna dalam rangka Penyampaian Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) Laporan Pertanggung Jawaban Pelaksanaan (LPJ) APBD Gubernur Maluku tahun anggaran 2024. Kegiatan itu berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Maluku Karang Panjang Ambon. Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Watubun, saat membuka rapat menyebut bahwa penyampaian pelaksanaan APBD pada […]

  • Amankan Pasokan Listrik Jelang Nataru, EVP ODM PLN Tinjau PLTMG Ambon Peaker dan BMPP Nusantara 1

    Amankan Pasokan Listrik Jelang Nataru, EVP ODM PLN Tinjau PLTMG Ambon Peaker dan BMPP Nusantara 1

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN terus memperkuat kesiapan sistem kelistrikan di wilayah Maluku dan Maluku Utara menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Noer Soeratmoko menegaskan, seluruh unit di bawah koordinasinya telah berada dalam kondisi siaga penuh guna memastikan keandalan pasokan listrik selama periode penting tersebut. […]

  • Perkuat Budaya K3, PLN UP3 Masohi Gelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran

    Perkuat Budaya K3, PLN UP3 Masohi Gelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Masohi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Masohi menggelar simulasi tanggap darurat kebakaran di halaman kantor UP3 Masohi. Kegiatan ini merupakan komitmen PLN untuk memastikan keselamatan dan keamanan kerja, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pegawai dalam menghadapi potensi keadaan darurat. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku & Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menekankan bahwa keselamatan […]

expand_less