Breaking News
light_mode

Buah Simalakama” itu Bernama MIP (Bagian III)

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
  • visibility 658
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: M Kashai Ramdhani Pelupessy

(Dosen Psikologi di UIN AM Sangadji Ambon; Pemerhati Psikologi Lingkungan)

Perlu diingat bahwa megaproyek Maluku Integrated Port (MIP) ini bukan keniscayaan melainkan sebuah pilihan yang disodorkan kepada masyarakat. Olehnya itu, megaproyek tersebut masih perlu dikritisi lebih tajam lagi, dengan mempertanyakan apakah sudah ter-ilhami falsafah hidup “siwalima” ataukah belum?

Anehnya, pertanyaan itu justru dicurigai sebagai tanda ketakutan terhadap kemajuan. Wacana terkait ide kemajuan ini kalau meminjam logika Foucault adalah upaya menormalisasi kekuasaan dan membungkam pilihan alternatif lokal yang mungkin lebih berkeadilan secara ekologis dan kultural.

Wacana “kemajuan” tak selamanya terkooptasi dengan narasi “pertumbuhan ekonomi” saja, melainkan harus ter-ilhami oleh falsafah hidup masyarakat setempat. Falsafah hidup “siwalima” sangat menekankan keadilan sosial-ekologis, di mana masyarakat Maluku dan alam sekitarnya adalah satu-kesatuan dalam konteks relasional.

Falsafah hidup “siwalima” jangan sekedar menjadi logo Pemerintah Provinsi Maluku saja. Melainkan, harus benar-benar “membumi” dalam program pembangunan. Hanya saja, saya membayangkan di masa depan, ketika megaproyek MIP ini terlaksana, terkesan cenderung akan mencederai falsafah hidup “siwalima”. Banyak hal yang nanti dikorbankan seperti “perampasan lahan” (krisis ekologi), nelayan-nelayan kecil mengalami kerentanan, dan muncul konflik lapangan kerja.

Padahal, dalam Sapta Cipta Gubernur Hendrik Lewerissa selalu menekankan bahwa adat, budaya dan kearifan lokal adalah basis dalam proyek pembangunannya. Selain itu, Asta Cita, Presiden Prabowo, juga menekankan bahwa kehidupan harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya merupakan spirit dalam program pembangunan.

Hanya saja, saya membayangkan, ketika megaproyek MIP ini terlaksana kedepannya akan sangat jauh dari spirit Sapta Cipta Gubernur Hendrik itu, apalagi Asta Cita Presiden Prabowo. Sebab, logika yang tersembunyi dibalik megaproyek MIP ini masih dominan mengejar “pertumbuhan ekonomi” dengan wacana “kemajuan” tanpa mempertimbangkan keadilan sosial-ekologis.

Meskipun, megaproyek MIP dibingkai dalam wacana pemberdayaan ekonomi lokal, tetapi pertanyaannya adalah siapa yang nanti memiliki kontrol atas modal dan nilai tambah kedepannya? Jika kepemilikan hanya berada di tangan investor luar atau elite tertentu, maka masyarakat lokal hanya akan menjadi babu (buruh) di negeri sendiri. Olehnya itu, “hujan batu di negeri sendiri itu sebetulnya tidak adil”.

Narasi bahwa nelayan tradisional akan “terangkat” melalui MIP terdengar seperti bentuk “false consciousness” yakni kesadaran semu. Sebab, narasi tersebut seolah-olah membuat masyarakat percaya bahwa MIP akan membebaskan masyarakat dari kemiskinan. Apakah akan terjadi demikian?

Dalam kenyataannya, industrialisasi pesisir sering kali mengakibatkan keterputusan relasi masyarakat lokal dengan lingkungannya, degradasi ekologis, dan konflik horizontal. Artinya, kemajuan ekonomi yang dinanti-nantikan itu justru melahirkan ketidaksejahteraan di masa depan. Karena masyarakat “kehilangan” falsafah hidupnya.

Bagi masyarakat adat Maluku, laut bukan sekadar sumber nafkah. Ia adalah ruang hidup (living space) yang sakral, di mana relasi antara manusia dan alam dijaga melalui ritual, tabu, dan simbol-simbol religio-kultural. Dalam sistem pengetahuan lokal, menjaga laut berarti menjaga kehidupan. Industrialisasi pelabuhan seperti MIP menggeser logika relasional ini menjadi logika ekstraktif: laut diukur dari potensi ekonominya, bukan dari keseimbangan ekologinya.

Atas dasar itulah, saya membayangkan di masa depan, megaproyek MIP ini nantinya akan berubah menjadi “buah simalakama” bagi masyarakat Maluku. Ibarat pepatah “buah simalakama”: dimakan mati, tak dimakan pun mati. Olehnya itu, megaproyek MIP ini perlu dikritisi lebih tajam lagi, dengan selalu mempertanyakan apakah megaproyek tersebut sudah ter-ilhami falsafah hidup “siwalima” ataukah belum?*

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Keandalan Listrik di Pulau Ambon, PLN UIW MMU Lakukan Pemeliharaan

    Tingkatkan Keandalan Listrik di Pulau Ambon, PLN UIW MMU Lakukan Pemeliharaan

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon akan melakukan perbaikan dan pemeliharaan jaringan distribusi di sebagian kawasan di Pulau Ambon pada Sabtu (8/2/2025). General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menyampaikan, hal ini dilakukan guna meningkatkan keandalan dan mutu listrik di Pulau Ambon. “Kami ingin […]

  • PKS Kota Ambon Dorong Politik Pelayanan Lewat Aksi Sosial

    PKS Kota Ambon Dorong Politik Pelayanan Lewat Aksi Sosial

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Ambon kembali melaksanakan agenda pelayanan langsung kepada masyarakat. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan Pemerintah Negeri Batumerah, PKS Kota Ambon melanjutkan kegiatan serupa di Desa Wayame dan Kelurahan Pandan Kasturi. Dalam kegiatan tersebut, PKS Kota Ambon tidak hanya menyampaikan agenda politik kerakyatan, tetapi juga melakukan aksi nyata dengan menyalurkan bantuan beras […]

  • Pemuda Timur Nilai Kapolresta Andrias Susanto Nugroho Role Model Kepemimpinan Humanis dan Responsif

    Pemuda Timur Nilai Kapolresta Andrias Susanto Nugroho Role Model Kepemimpinan Humanis dan Responsif

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Fungsionaris Presidium Pemuda Timur, Theny Rumakefing menilai sosok Kapolresta Ambon, Andrias Susanto Nugroho, mampu menghadirkan pendekatan kepemimpinan yang humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat. Katanya, di tengah berbagai dinamika sosial dan tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Ambon, pendekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam membangun komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. “Kepemimpinan tidak […]

  • PLN UIW MMU Jalankan Program LUTD bagi Keluarga Prasejahtera di Maluku dan Maluku Utara

    PLN UIW MMU Jalankan Program LUTD bagi Keluarga Prasejahtera di Maluku dan Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melaksanakan penyalaan serentak program Light Up The Dream (LUTD) Berkah Ramadan 1447 H bagi 100 pelanggan pada Rabu (4/3/2026). Penyalaan serentak program LUTD Berkah Ramadan 1447 H ini dilaksanakan secara hybrid di seluruh Indonesia. Khusus untuk PLN UIW MMU, penyalaan simbolis listrik berkapasitas 900 VA […]

  • PLN UIW MMU Matangkan Kesiapan Listrik di Ground Breaking Blok Masela Tanimbar

    PLN UIW MMU Matangkan Kesiapan Listrik di Ground Breaking Blok Masela Tanimbar

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Saumlaki,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Saumlaki mematangkan kesiapan sistem kelistrikan dalam Ground Breaking Blok Masela di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Hal itu sebagai bentuk komitmen PLN dalam mendukung agenda strategis nasional yang direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku […]

  • PLN UIW MMU dan Pemprov Maluku Utara Komitmen Percepat Akses Listrik ke Daerah 3T

    PLN UIW MMU dan Pemprov Maluku Utara Komitmen Percepat Akses Listrik ke Daerah 3T

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) memperkuat komitmen bersama dalam upaya memperluas akses listrik hingga ke desa-desa terpencil dan wilayah kepulauan. Hal ini dibahas dalam pertemuan antara General Manager PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko, dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang berlangsung di Kantor Gubernur Malut. […]

expand_less