Breaking News
light_mode

Buah Simalakama” itu Bernama MIP (Bagian III)

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
  • visibility 603
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: M Kashai Ramdhani Pelupessy

(Dosen Psikologi di UIN AM Sangadji Ambon; Pemerhati Psikologi Lingkungan)

Perlu diingat bahwa megaproyek Maluku Integrated Port (MIP) ini bukan keniscayaan melainkan sebuah pilihan yang disodorkan kepada masyarakat. Olehnya itu, megaproyek tersebut masih perlu dikritisi lebih tajam lagi, dengan mempertanyakan apakah sudah ter-ilhami falsafah hidup “siwalima” ataukah belum?

Anehnya, pertanyaan itu justru dicurigai sebagai tanda ketakutan terhadap kemajuan. Wacana terkait ide kemajuan ini kalau meminjam logika Foucault adalah upaya menormalisasi kekuasaan dan membungkam pilihan alternatif lokal yang mungkin lebih berkeadilan secara ekologis dan kultural.

Wacana “kemajuan” tak selamanya terkooptasi dengan narasi “pertumbuhan ekonomi” saja, melainkan harus ter-ilhami oleh falsafah hidup masyarakat setempat. Falsafah hidup “siwalima” sangat menekankan keadilan sosial-ekologis, di mana masyarakat Maluku dan alam sekitarnya adalah satu-kesatuan dalam konteks relasional.

Falsafah hidup “siwalima” jangan sekedar menjadi logo Pemerintah Provinsi Maluku saja. Melainkan, harus benar-benar “membumi” dalam program pembangunan. Hanya saja, saya membayangkan di masa depan, ketika megaproyek MIP ini terlaksana, terkesan cenderung akan mencederai falsafah hidup “siwalima”. Banyak hal yang nanti dikorbankan seperti “perampasan lahan” (krisis ekologi), nelayan-nelayan kecil mengalami kerentanan, dan muncul konflik lapangan kerja.

Padahal, dalam Sapta Cipta Gubernur Hendrik Lewerissa selalu menekankan bahwa adat, budaya dan kearifan lokal adalah basis dalam proyek pembangunannya. Selain itu, Asta Cita, Presiden Prabowo, juga menekankan bahwa kehidupan harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya merupakan spirit dalam program pembangunan.

Hanya saja, saya membayangkan, ketika megaproyek MIP ini terlaksana kedepannya akan sangat jauh dari spirit Sapta Cipta Gubernur Hendrik itu, apalagi Asta Cita Presiden Prabowo. Sebab, logika yang tersembunyi dibalik megaproyek MIP ini masih dominan mengejar “pertumbuhan ekonomi” dengan wacana “kemajuan” tanpa mempertimbangkan keadilan sosial-ekologis.

Meskipun, megaproyek MIP dibingkai dalam wacana pemberdayaan ekonomi lokal, tetapi pertanyaannya adalah siapa yang nanti memiliki kontrol atas modal dan nilai tambah kedepannya? Jika kepemilikan hanya berada di tangan investor luar atau elite tertentu, maka masyarakat lokal hanya akan menjadi babu (buruh) di negeri sendiri. Olehnya itu, “hujan batu di negeri sendiri itu sebetulnya tidak adil”.

Narasi bahwa nelayan tradisional akan “terangkat” melalui MIP terdengar seperti bentuk “false consciousness” yakni kesadaran semu. Sebab, narasi tersebut seolah-olah membuat masyarakat percaya bahwa MIP akan membebaskan masyarakat dari kemiskinan. Apakah akan terjadi demikian?

Dalam kenyataannya, industrialisasi pesisir sering kali mengakibatkan keterputusan relasi masyarakat lokal dengan lingkungannya, degradasi ekologis, dan konflik horizontal. Artinya, kemajuan ekonomi yang dinanti-nantikan itu justru melahirkan ketidaksejahteraan di masa depan. Karena masyarakat “kehilangan” falsafah hidupnya.

Bagi masyarakat adat Maluku, laut bukan sekadar sumber nafkah. Ia adalah ruang hidup (living space) yang sakral, di mana relasi antara manusia dan alam dijaga melalui ritual, tabu, dan simbol-simbol religio-kultural. Dalam sistem pengetahuan lokal, menjaga laut berarti menjaga kehidupan. Industrialisasi pelabuhan seperti MIP menggeser logika relasional ini menjadi logika ekstraktif: laut diukur dari potensi ekonominya, bukan dari keseimbangan ekologinya.

Atas dasar itulah, saya membayangkan di masa depan, megaproyek MIP ini nantinya akan berubah menjadi “buah simalakama” bagi masyarakat Maluku. Ibarat pepatah “buah simalakama”: dimakan mati, tak dimakan pun mati. Olehnya itu, megaproyek MIP ini perlu dikritisi lebih tajam lagi, dengan selalu mempertanyakan apakah megaproyek tersebut sudah ter-ilhami falsafah hidup “siwalima” ataukah belum?*

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hati-Hati, Presiden Prabowo Peringatkan Jenderal Yang Terlibat Tambang Ilegal Akan Ditindak

    Hati-Hati, Presiden Prabowo Peringatkan Jenderal Yang Terlibat Tambang Ilegal Akan Ditindak

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Presiden Prabowo Subianto lontarkan peringatan keras kepada para Jenderal di tubuh TNI-POLRI. Hal itu dijelaskan dalam pidato kenegaraan perdananya di Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD, Jumat (15/8/2025). Ia menegaskan tak akan memberi ruang bagi jenderal TNI, polisi, maupun mantan perwira tinggi yang terlibat tambang ilegal. “Saya beri peringatan! Apakah ada orang-orang besar, orang-orang […]

  • PLN UIW MMU Dorong Kopi Tuni Khas Maluku Tembus Pasar Global

    PLN UIW MMU Dorong Kopi Tuni Khas Maluku Tembus Pasar Global

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) mendorong Kopi Tuni tembus pasar global. Mengingat, di berbagai wilayah Maluku, aktivitas panen kopi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Dari kebun-kebun sederhana, para petani memetik biji kopi yang menjadi sumber penghidupan sekaligus potensi ekonomi yang terus berkembang. Kini, potensi tersebut mulai […]

  • Analisis Kelas Pada Laga Kursi Gubernur Maluku

    Analisis Kelas Pada Laga Kursi Gubernur Maluku

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Attami Nurlette Dua puluh enam oktober 2024 begitu berkesan bagi penulis karena menyaksikan langsung sajian debat gubernur maluku dan wakil gubernur maluku periode 2025-2029 melalui kanal youtube. Debat tiga calon gubernur maluku putaran pertama dilaksanakan untuk menentukan siapa nahkoda (Gubernur) yang cocok untuk mengendarai sampan bernama Maluku. Ada tiga calon pemimpin gubernur maluku masing-masing […]

  • Gandeng Pertamina Patraniaga Ambon, KNPI Maluku Bicara CSR, Lingkungan dan Distribusi BBM

    Gandeng Pertamina Patraniaga Ambon, KNPI Maluku Bicara CSR, Lingkungan dan Distribusi BBM

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Maluku melakukan kunjungan silaturahmi ke PT. Pertamina Patra Niaga Cabang Ambon. Jumat, (23/5/2025) Pertemuan ini bertujuan membangun kerjasama strategis terkait program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pelestarian lingkungan, dan distribusi energi secara adil dan merata di Maluku. Ketua KNPI Maluku, Arman Kalean menekankan pentingnya kolaborasi […]

  • M. Nur Latuconsina: Deklarasi Bahlil Sebagai Cawapres 2029 Tidak Mewakili Sikapnya

    M. Nur Latuconsina: Deklarasi Bahlil Sebagai Cawapres 2029 Tidak Mewakili Sikapnya

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Direktur Holistik Institute, M. Nur Latuconsina, menilai rencana deklarasi Bahlil Lahadalia sebagai calon wakil presiden (Cawapres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 yang diinisiasi oleh Gerakan Pemuda Indonesia Timur (GP-Intim) tidak mencerminkan pandangan dan sikap politik Bahlil. Menurut Latuconsina, deklarasi yang dijadwalkan pada 10 Februari 2025 tersebut merupakan gagasan sepihak dari Bernard D. Namang dan tidak […]

  • Wali Kota Ambon Apresiasi Kinerja PLN UIW MMU, Komitmen Listrik Aman dan Andal selama Idul Fitri 1446 H

    Wali Kota Ambon Apresiasi Kinerja PLN UIW MMU, Komitmen Listrik Aman dan Andal selama Idul Fitri 1446 H

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menerima audiensi PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) pada Kamis (28/3/2025). Audiensi yang berlangsung di Kantor Balai Kota Ambon itu dihadiri oleh General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuoula; Senior Manager Transmisi dan Distribusi PLN UIW MMU, Gamal Rizal Kambey; Manager UP3 Ambon, Kurniawan Fitrianto; beserta […]

expand_less