Hadirkan Akademisi, Jurnalis, dan Aktivis, FGD Holistik Institute Bahas Independensi Polri
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
- visibility 99
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,Tajukmaluku.com-Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, Holistik Institute gelar Focus Group Discussion (FGD). Diskusi yang berlangsung di Jakarta itu mempertemukan akademisi, jurnalis, dan aktivis muda dalam satu ruang kritik terhadap arah independensi kepolisian.
FGD bertemakan “Menjaga Independensi Polri serta Mengawal Polri Tetap di Bawah Presiden” menghadirkan tiga narasumber: akademisi Dr. Rorano S. Abubakar, jurnalis Sadam Bugis dari Asam Manis News, dan aktivis muda Fadel Rumakat.
Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua DPP Holistik Institute, M. Nur Latuconsina. Dalam sambutannya, Nur Latuconsina menegaskan pentingnya peran masyarakat sipil dalam menjaga profesionalisme Polri agar tidak terseret kepentingan politik praktis.
“Momentum Sumpah Pemuda harus menjadi refleksi bagi kita semua untuk menjaga lembaga negara agar tetap independen dan berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya. Rabu, (29/10/2025).
Akademisi Rorano S. Abubakar menilai, secara normatif Polri berada di bawah Presiden sebagaimana diatur undang-undang. Namun dalam praktiknya, keseimbangan antara independensi dan akuntabilitas masih jauh dari ideal.
“Polri perlu memperkuat sistem pengawasan internal serta membuka ruang partisipasi publik dalam penegakan hukum, agar kepercayaan masyarakat meningkat,” jelasnya.
Dari pandangan media, jurnalis Sadam Bugis menyoroti pentingnya transparansi dan keterbukaan informasi dalam membangun citra Polri di ruang publik.
“Media memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya mengkritik, tetapi juga mengedukasi publik agar memahami fungsi dan peran Polri dalam sistem demokrasi,” ujarnya.
Sementara Fadel Rumakat, aktivis muda yang hadir dalam forum tersebut, menegaskan bahwa pengawasan publik harus menjadi benteng utama agar Polri tidak berubah menjadi alat kekuasaan.
“Kemandirian Polri adalah kunci menjaga demokrasi dari intervensi politik. Kita, anak muda, harus terus bersuara untuk memastikan Polri tetap bekerja untuk rakyat, bukan elite,” katanya.
Holistik Institute menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang dialog kritis demi penguatan lembaga negara dan pemberdayaan masyarakat sipil.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar