Breaking News
light_mode

Buah Sukun, Tanaman Tropis Maluku jadi ‘Future Food’ Dunia 2026

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 179
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Tanaman tropis dari Provinsi Maluku, Buah Sukun dinilai mampu menjadi solusi untuk pangan masa depan dunia, ditengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap krisis pangan dan perubahan iklim.

Pasalnya, Sukun memiliki kandungan karbohidrat tinggi, bebas gluten, serta kaya serat dan mineral seperti vitamin C dan magnesium. Teksturnya yang padat dan rasanya yang netral membuat buah ini fleksibel diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Tanaman sukun (Artocarpus altilis) dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca ekstrem. Tanaman ini mampu tumbuh di berbagai kondisi iklim tropis dengan perawatan yang relatif minimal.

Dalam satu musim, satu pohon sukun dapat menghasilkan ratusan buah. Produktivitas ini menjadikan sukun sebagai tanaman yang efisien untuk dikembangkan dalam skala besar.

Tidak hanya produktif, pohon sukun juga dapat berbuah selama puluhan tahun. Hal ini membuatnya menjadi investasi jangka panjang bagi petani dan sektor pertanian secara umum.

Kemampuan sukun untuk tumbuh dengan input rendah menjadikannya ramah lingkungan. Tanaman ini tidak membutuhkan pupuk kimia berlebihan maupun irigasi intensif.

Daya adaptasinya terhadap perubahan iklim membuat sukun masuk kategori climate resilient crops. Tanaman ini dinilai penting dalam strategi pencegahan krisis pangan global.

Ketahanan terhadap cuaca ekstrem juga membuat sukun cocok ditanam di wilayah yang rawan kekeringan atau perubahan musim yang tidak menentu. Hal ini semakin meningkatkan nilai strategisnya sebagai tanaman pangan masa depan.

Selain itu, sukun dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem karena akarnya mampu mencegah erosi tanah. Keberadaan pohon sukun juga memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan sekitar.

Dengan karakteristik tersebut, sukun tidak hanya berperan sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai tanaman konservasi. Hal ini menjadikannya relevan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.

Produksi sukun yang melimpah berpotensi mengurangi ketergantungan pada komoditas pangan impor. Negara-negara tropis memiliki peluang besar untuk mengembangkan sukun sebagai sumber pangan lokal unggulan.

Kapasitas produksi yang tinggi juga membuka peluang pengembangan industri pengolahan berbasis sukun. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Dalam konteks global, sukun mulai dipandang sebagai tanaman yang mampu membantu menstabilkan pasokan pangan dunia. Potensi ini semakin relevan di tengah ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim dan konflik geopolitik.

Dengan segala keunggulan tersebut, sukun kini menempati posisi penting dalam diskusi tentang masa depan sistem pangan global. Namun, pemanfaatannya di tingkat lokal masih menghadapi berbagai tantangan.

Untuk itu di tahun 2026, buah yang dikenal dengan nama breadfruit ini, semakin diangkat sebagai future food karena dinilai mampu menjawab tantangan ketahanan pangan global.Di berbagai negara tropis, sukun telah lama dimanfaatkan sebagai pengganti nasi atau gandum dalam menu harian.

Kini, pemanfaatannya semakin meluas seiring meningkatnya minat dunia terhadap pangan berbasis tanaman lokal. Buah ini juga mulai dilirik oleh industri pangan modern karena mudah dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.

Potensi ini menjadikan sukun tidak hanya penting bagi konsumsi lokal, tetapi juga sebagai komoditas ekspor masa depan. Kenaikan pamor sukun di pasar global turut mendorong diskusi tentang pentingnya diversifikasi pangan.

Di tengah ketergantungan dunia terhadap beras, gandum, dan jagung, sukun hadir sebagai alternatif yang menjanjikan. Sukun tidak hanya menawarkan nilai gizi, tetapi juga daya adaptasi yang kuat terhadap perubahan lingkungan. Hal ini membuatnya semakin relevan di tengah tantangan iklim yang semakin tidak menentu.

Dengan karakteristik tersebut, sukun kini diposisikan sebagai tanaman strategis dalam perencanaan ketahanan pangan jangka panjang. Ironisnya, di Indonesia sukun masih kerap dipandang sebelah mata dan sebatas diolah menjadi gorengan atau keripik. Padahal, di luar negeri buah ini telah dikembangkan menjadi tepung bebas gluten bernilai tinggi.

Tepung sukun digunakan sebagai bahan baku roti, pasta, hingga dessert sehat. Produk-produk ini mulai diminati konsumen yang mencari alternatif pangan bebas gluten dan ramah lingkungan.

Negara-negara seperti Amerika Serikat dan kawasan Pasifik bahkan mulai memburu bibit sukun. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya diversifikasi pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Di sejumlah wilayah Pasifik, sukun telah lama menjadi makanan pokok pengganti nasi. Kini, praktik tersebut mulai diadopsi kembali dengan pendekatan modern berbasis industri pangan.

Di Indonesia, potensi serupa sebenarnya sangat besar mengingat sukun tumbuh subur di berbagai daerah. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal dan cenderung terbatas pada konsumsi tradisional.

Kurangnya inovasi dalam pengolahan menjadi salah satu faktor yang menghambat pengembangan sukun di dalam negeri. Selain itu, minimnya promosi dan riset pasar juga membuat sukun kalah bersaing dengan komoditas lain.

Padahal, dengan pengolahan yang tepat, sukun dapat menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Pengembangan produk turunan seperti tepung, mie, atau camilan sehat berbasis sukun dapat membuka peluang baru.

Selain aspek ekonomi, pengembangan sukun juga berpotensi mendukung kemandirian pangan nasional. Diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan tertentu.

Sukun juga dapat menjadi solusi bagi wilayah rawan pangan karena tanaman ini mudah tumbuh dan produktif. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sukun dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Peningkatan nilai tambah melalui industri pengolahan dapat memperluas pasar sukun baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini membuka peluang bagi petani untuk mendapatkan pendapatan yang lebih stabil.

Di tingkat global, permintaan terhadap pangan berbasis tanaman lokal dan ramah lingkungan terus meningkat. Tren ini seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengangkat kembali potensi sukun.

Dengan pengembangan yang terarah, sukun dapat menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berkontribusi pada pasar global. Potensi besar ini menunggu untuk dimanfaatkan secara maksimal.

Melihat berbagai keunggulan sukun, mulai dari kandungan gizi hingga ketahanan iklim, buah ini memiliki semua syarat untuk menjadi pangan masa depan. Tantangan terbesar kini adalah bagaimana mengoptimalkan pemanfaatannya di tingkat lokal.

Jika dikembangkan secara serius, sukun dapat menjadi simbol keberhasilan diversifikasi pangan nasional. Buah yang selama ini dianggap sederhana ini berpotensi memainkan peran besar dalam menjawab tantangan pangan global di masa depan.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UP3 Sofifi Tambah Daya bagi Pelanggan PT Dewa AgriCoco Indonesia dengan Mesin Berkapasitas 4.800 kW

    PLN UP3 Sofifi Tambah Daya bagi Pelanggan PT Dewa AgriCoco Indonesia dengan Mesin Berkapasitas 4.800 kW

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com– PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara terus berupaya untuk memastikan kestabilan pasokan listrik. Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi, PLN mendatangkan mesin dengan kapasitas 4.800 kW dengan rincian 6 Unit mesin 800 kW. General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula mengungkapkan, langkah ini diambil guna mendukung kebutuhan energi […]

  • PLN UP3 Tobelo Audiensi Perkuat Sistem Kelistrikan dan Rencana Strategis Pembangunan Energi

    PLN UP3 Tobelo Audiensi Perkuat Sistem Kelistrikan dan Rencana Strategis Pembangunan Energi

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tobelo,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tobelo menggelar dua pertemuan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara. Pertemuan itu dalam rangka memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta menjawab tantangan kebutuhan energi di wilayah kepulauan. Kedua audiensi ini merupakan bagian […]

  • Sinergi PLN UIW MMU dan TNI Hadirkan Listrik Berkeadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu di Kepulauan Banda

    Sinergi PLN UIW MMU dan TNI Hadirkan Listrik Berkeadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu di Kepulauan Banda

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Banda,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan akses listrik yang merata dan berkeadilan hingga ke wilayah kepulauan. Melalui Program Light Up The Dream (LUTD), PLN UIW MMU bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyalurkan bantuan penyambungan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu di Desa Ai, […]

  • KPU Maluku Gelar FGD Evaluasi Pemilu 2024, Bahas Peningkatan Kualitas Pemilihan

    KPU Maluku Gelar FGD Evaluasi Pemilu 2024, Bahas Peningkatan Kualitas Pemilihan

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pemilihan Tahun 2024, bertempat di Hotel Santika Premiere Ambon, Selasa (25/02/25) malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penyusunan laporan evaluasi pemilihan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Maluku. FGD ini dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Provinsi Maluku, M. Shaddek […]

  • Sianida Untuk Tambang Gunung Botak Diduga Dapat “Perlindungan” Disperindag Maluku

    Sianida Untuk Tambang Gunung Botak Diduga Dapat “Perlindungan” Disperindag Maluku

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Selama ini Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku diduga diam-diam memberikan ijin penjualan bahan kimia berbahaya jenis B2 untuk sejumlah distributor di Pulau Buru meski perusahaan terkait belum mengantongi izin pertambangan resmi. Salah satu perusahaan yang disebut mendapat keistimewaan itu adalah PT Inti Kemilau Alam. Gudang penyimpanan bahan kimia berbahaya […]

  • PLN Gerak Cepat Pulihkan Gangguan Listrik di Manipa

    PLN Gerak Cepat Pulihkan Gangguan Listrik di Manipa

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Hitu, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon bergerak cepat menangani gangguan kelistrikan yang terjadi di wilayah Kecamatan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat. Gangguan listrik yang terjadi pada 14 Maret 2026 pukul 20.01 WIT dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang mengakibatkan dua pohon […]

expand_less