Breaking News
light_mode

Buah Sukun, Tanaman Tropis Maluku jadi ‘Future Food’ Dunia 2026

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 271
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Tanaman tropis dari Provinsi Maluku, Buah Sukun dinilai mampu menjadi solusi untuk pangan masa depan dunia, ditengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap krisis pangan dan perubahan iklim.

Pasalnya, Sukun memiliki kandungan karbohidrat tinggi, bebas gluten, serta kaya serat dan mineral seperti vitamin C dan magnesium. Teksturnya yang padat dan rasanya yang netral membuat buah ini fleksibel diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Tanaman sukun (Artocarpus altilis) dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca ekstrem. Tanaman ini mampu tumbuh di berbagai kondisi iklim tropis dengan perawatan yang relatif minimal.

Dalam satu musim, satu pohon sukun dapat menghasilkan ratusan buah. Produktivitas ini menjadikan sukun sebagai tanaman yang efisien untuk dikembangkan dalam skala besar.

Tidak hanya produktif, pohon sukun juga dapat berbuah selama puluhan tahun. Hal ini membuatnya menjadi investasi jangka panjang bagi petani dan sektor pertanian secara umum.

Kemampuan sukun untuk tumbuh dengan input rendah menjadikannya ramah lingkungan. Tanaman ini tidak membutuhkan pupuk kimia berlebihan maupun irigasi intensif.

Daya adaptasinya terhadap perubahan iklim membuat sukun masuk kategori climate resilient crops. Tanaman ini dinilai penting dalam strategi pencegahan krisis pangan global.

Ketahanan terhadap cuaca ekstrem juga membuat sukun cocok ditanam di wilayah yang rawan kekeringan atau perubahan musim yang tidak menentu. Hal ini semakin meningkatkan nilai strategisnya sebagai tanaman pangan masa depan.

Selain itu, sukun dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem karena akarnya mampu mencegah erosi tanah. Keberadaan pohon sukun juga memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan sekitar.

Dengan karakteristik tersebut, sukun tidak hanya berperan sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai tanaman konservasi. Hal ini menjadikannya relevan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.

Produksi sukun yang melimpah berpotensi mengurangi ketergantungan pada komoditas pangan impor. Negara-negara tropis memiliki peluang besar untuk mengembangkan sukun sebagai sumber pangan lokal unggulan.

Kapasitas produksi yang tinggi juga membuka peluang pengembangan industri pengolahan berbasis sukun. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Dalam konteks global, sukun mulai dipandang sebagai tanaman yang mampu membantu menstabilkan pasokan pangan dunia. Potensi ini semakin relevan di tengah ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim dan konflik geopolitik.

Dengan segala keunggulan tersebut, sukun kini menempati posisi penting dalam diskusi tentang masa depan sistem pangan global. Namun, pemanfaatannya di tingkat lokal masih menghadapi berbagai tantangan.

Untuk itu di tahun 2026, buah yang dikenal dengan nama breadfruit ini, semakin diangkat sebagai future food karena dinilai mampu menjawab tantangan ketahanan pangan global.Di berbagai negara tropis, sukun telah lama dimanfaatkan sebagai pengganti nasi atau gandum dalam menu harian.

Kini, pemanfaatannya semakin meluas seiring meningkatnya minat dunia terhadap pangan berbasis tanaman lokal. Buah ini juga mulai dilirik oleh industri pangan modern karena mudah dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.

Potensi ini menjadikan sukun tidak hanya penting bagi konsumsi lokal, tetapi juga sebagai komoditas ekspor masa depan. Kenaikan pamor sukun di pasar global turut mendorong diskusi tentang pentingnya diversifikasi pangan.

Di tengah ketergantungan dunia terhadap beras, gandum, dan jagung, sukun hadir sebagai alternatif yang menjanjikan. Sukun tidak hanya menawarkan nilai gizi, tetapi juga daya adaptasi yang kuat terhadap perubahan lingkungan. Hal ini membuatnya semakin relevan di tengah tantangan iklim yang semakin tidak menentu.

Dengan karakteristik tersebut, sukun kini diposisikan sebagai tanaman strategis dalam perencanaan ketahanan pangan jangka panjang. Ironisnya, di Indonesia sukun masih kerap dipandang sebelah mata dan sebatas diolah menjadi gorengan atau keripik. Padahal, di luar negeri buah ini telah dikembangkan menjadi tepung bebas gluten bernilai tinggi.

Tepung sukun digunakan sebagai bahan baku roti, pasta, hingga dessert sehat. Produk-produk ini mulai diminati konsumen yang mencari alternatif pangan bebas gluten dan ramah lingkungan.

Negara-negara seperti Amerika Serikat dan kawasan Pasifik bahkan mulai memburu bibit sukun. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya diversifikasi pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Di sejumlah wilayah Pasifik, sukun telah lama menjadi makanan pokok pengganti nasi. Kini, praktik tersebut mulai diadopsi kembali dengan pendekatan modern berbasis industri pangan.

Di Indonesia, potensi serupa sebenarnya sangat besar mengingat sukun tumbuh subur di berbagai daerah. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal dan cenderung terbatas pada konsumsi tradisional.

Kurangnya inovasi dalam pengolahan menjadi salah satu faktor yang menghambat pengembangan sukun di dalam negeri. Selain itu, minimnya promosi dan riset pasar juga membuat sukun kalah bersaing dengan komoditas lain.

Padahal, dengan pengolahan yang tepat, sukun dapat menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Pengembangan produk turunan seperti tepung, mie, atau camilan sehat berbasis sukun dapat membuka peluang baru.

Selain aspek ekonomi, pengembangan sukun juga berpotensi mendukung kemandirian pangan nasional. Diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan tertentu.

Sukun juga dapat menjadi solusi bagi wilayah rawan pangan karena tanaman ini mudah tumbuh dan produktif. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sukun dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Peningkatan nilai tambah melalui industri pengolahan dapat memperluas pasar sukun baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini membuka peluang bagi petani untuk mendapatkan pendapatan yang lebih stabil.

Di tingkat global, permintaan terhadap pangan berbasis tanaman lokal dan ramah lingkungan terus meningkat. Tren ini seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengangkat kembali potensi sukun.

Dengan pengembangan yang terarah, sukun dapat menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berkontribusi pada pasar global. Potensi besar ini menunggu untuk dimanfaatkan secara maksimal.

Melihat berbagai keunggulan sukun, mulai dari kandungan gizi hingga ketahanan iklim, buah ini memiliki semua syarat untuk menjadi pangan masa depan. Tantangan terbesar kini adalah bagaimana mengoptimalkan pemanfaatannya di tingkat lokal.

Jika dikembangkan secara serius, sukun dapat menjadi simbol keberhasilan diversifikasi pangan nasional. Buah yang selama ini dianggap sederhana ini berpotensi memainkan peran besar dalam menjawab tantangan pangan global di masa depan.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Keandalan Listrik di Kawasan Weda, PLN UIW MMU–IWIP Teken Kerja Sama Excess Power 8,5 MW

    Tingkatkan Keandalan Listrik di Kawasan Weda, PLN UIW MMU–IWIP Teken Kerja Sama Excess Power 8,5 MW

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus berkomitmen mendukung pertumbuhan industri nasional. Pada Senin (28/4/2025), PLN UIW MMU resmi menandatangani amandemen kerja sama dengan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT IWIP) terkait penambahan daya listrik Excess Power dari sebelumnya 5 megawatt (MW) menjadi 8,5 MW. Penambahan daya ini […]

  • Segera Hapus, Ini 15 Aplikasi Penyedot  Saldo Rekening Penggunanya

    Segera Hapus, Ini 15 Aplikasi Penyedot Saldo Rekening Penggunanya

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Di era digitalisasi, kejahatan begitu dekat, hanya tersembunyi dalam genggaman tangan manusia. Laporan terbaru mengungkap adanya 15 aplikasi berbahaya yang ternyata telah diunduh lebih dari 8 juta kali melalui Google Play Store—dan tiga di antaranya beredar di Indonesia. Fenomena ini diungkap oleh perusahaan keamanan siber McAfee yang menyebut modus penipuan ini sebagai bagian dari serangan […]

  • Pelayanan Tak Tertib, Penumpang KM. Labobar Keluhkan Petugas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

    Pelayanan Tak Tertib, Penumpang KM. Labobar Keluhkan Petugas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sejumlah penumpang KM. Labobar dengan tujuan Ambon-Banda keluhkan pelayanan petugas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Jumat, (25/07/2025). Mereka alami peristiwa yang tidak menyenangkan dari petugas di Pelabuhan Yos Sudarso saat akan melakukan boarding pass. Proses boarding penumpang berlangsung tidak tertib dan membingungkan. Penumpang diarahkan masuk ke pelabuhan sebelum tiket mereka di-boarding. Namun saat berada di […]

  • Sosok Ruswan Latuconsina, Wisudawan Doktor Terbaik dengan Predikat Cumlaude IPK 4.00 di Trisakti Jakarta

    Sosok Ruswan Latuconsina, Wisudawan Doktor Terbaik dengan Predikat Cumlaude IPK 4.00 di Trisakti Jakarta

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ruswan Latuconsina layak dijadikan sebagai motivator bagi anak muda Maluku yang ingin menembus batas pendidikan. Betapa tidak, sepak terjang Ruswan di dunia pendidikan sangatlah membanggakan. Meski terlahir dari latar belakang ekonomi orang tua yang terbatas, namun keterbatasan itu justru menjadikan Ruswan semakin giat meraih mimpinya menjadi lulusan Doktor di usia yang terbilang muda, yakni 36 […]

  • Kantor Pertanahan Buru Selatan Luncurkan Program Pengukuran Terjadwal

    Kantor Pertanahan Buru Selatan Luncurkan Program Pengukuran Terjadwal

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namrole,Tajukmaluku.com-Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Pengukuran Terjadwal, yang resmi diperkenalkan pada Senin (29/6/2026). Program ini merupakan inovasi pelayanan yang memberikan kepastian jadwal pelaksanaan pengukuran bidang tanah kepada masyarakat. Melalui layanan tersebut, pemohon dapat menentukan waktu pengukuran bersama petugas sesuai […]

  • Perkuat Budaya K3, PLN UP3 Masohi Gelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran

    Perkuat Budaya K3, PLN UP3 Masohi Gelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Masohi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Masohi menggelar simulasi tanggap darurat kebakaran di halaman kantor UP3 Masohi. Kegiatan ini merupakan komitmen PLN untuk memastikan keselamatan dan keamanan kerja, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pegawai dalam menghadapi potensi keadaan darurat. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku & Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menekankan bahwa keselamatan […]

expand_less