Breaking News
light_mode

Hadiri Dialog Publik DPW GEMA Mathla’ul Anwar Maluku, Hendrik Lewerissa Ingatkan Terus Jaga Kemajemukan di Maluku

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 224
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri dialog publik bertema “Moderasi Beragama Sebagai Fondasi Harmoni Antar Umat Beragama di Maluku” yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Muda Mathla’ul Anwar (DPW GEMA Maluku) di New Baileo Cafe, Ambon, Jumat (27/2/2026).

Forum ini mempertemukan unsur Pemerintah Provinsi Maluku, akademisi lintas kampus, dan generasi muda.

Ketua DPW Gema Mathla’ul Anwar Maluku, Bansa Hadi Sella, menegaskan bahwa dialog ini bukan sekadar seremoni. “Moderasi beragama adalah kebutuhan riil Maluku. Kita punya pengalaman pahit 1999. Jangan ada lagi ruang bagi narasi perpecahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, generasi muda Mathla’ul Anwar ingin memastikan ruang-ruang dialog terus hidup agar kohesi sosial tidak hanya menjadi jargon pemerintah, melainkan praktik sehari-hari warga.

Stabilitas dan Investasi

Sebagai Narasumber dalam dialog publik tersebut, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menekankan bahwa kemajemukan Maluku adalah anugerah sekaligus keniscayaan yang harus dijaga secara serius. Ia menegaskan pentingnya menjaga kehidupan horizontal antarwarga sebagai fondasi stabilitas daerah.

Ia mengapresiasi kegiatan-kegiatan bertemakan moderasi agama dan menyatakan bahwa gerakan-gerakan civil society terkait perdamaian harus terus digencarkan. Menurutnya, menjaga Maluku tetap damai merupakan bagian dari misi Sapta Cita Lawamena, khususnya dalam menjaga dan merawat kohesi sosial.

Gubernur juga menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi prasyarat masuknya investasi. Konflik komunal, kata dia, akan menjadi hambatan serius bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Ia mengajak masyarakat mendukung Polri, TNI, serta seluruh stakeholder dalam menjaga keragaman dan kedamaian di tengah masyarakat.

Foto: Gubernur Maluku bersama peserta Dialog Publik. New Baileo Cafe. Ambon, Jumat (27/2/2026)

Terkait dinamika informasi publik, Gubernur menekankan pentingnya etika jurnalisme di era digital.

Ia mengingatkan agar tidak terjebak pada isu hoaks atau framing negatif yang tidak berdasar, termasuk tudingan bahwa dirinya anti-Islam. Ia menyatakan tidak anti kritik dan menerima masukan, namun kritik harus berbasis data, fakta, konfirmasi, dan verifikasi.

“Jika ada seseorang yang melakukan pelanggaran hukum, maka biarlah proses hukum yang berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Jangan sampai kita terjebak pada solidaritas sempit yang justru menyeret persoalan pribadi menjadi konflik komunal,” ungkapnya.

Generasi Muda dan Tanggung Jawab Publik

Sisi lain, Politisi PPP Maluku, Rovik Akbar Afifudin, menyoroti peran generasi muda dalam ruang publik. Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Peran generasi muda tidak hanya sebagai konsumen informasi.

Foto: Peserta Dialog Publik di New Baileo Cafe. Ambon, Jumat (27/2/2026)

Ia menyatakan bahwa apabila ada pihak yang membangun kembali narasi perpecahan, maka pihak tersebut sedang mundur ke belakang, bukan maju ke depan.

Menurut Rovik, setiap pemuda bertanggung jawab meninggalkan legacy bagi generasi berikutnya. Harmoni dan persatuan harus menjadi warisan utama generasi saat ini.

Tafsir, Sejarah, dan Luka 1999

Akademisi UIN A.M. Sangadji Ambon, Dr. M. Asrul Pattimahu menegaskan bahwa keragaman adalah realitas yang tak terhindarkan.

Ia mengutip Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 13 tentang penciptaan manusia yang berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal.

Menurutnya, tidak ada peradaban yang dibangun dalam komunitas homogen. Pengetahuan justru tumbuh dalam masyarakat plural karena adanya perjumpaan antarbangsa dan pertukaran budaya.

Asrul mencontohkan praktik keagamaan Islam di Maluku sebagai refleksi akulturasi peradaban: baju koko berakar dari budaya Tiongkok, gamis dari Arab, jas dari Eropa, dan sarung dari Nusantara. Identitas keagamaan di Maluku terbentuk melalui interaksi lintas budaya.

Ia mengingatkan bahwa manusia hidup dalam dunia tafsir. Yang sering dibela bukan agamanya secara murni, melainkan tafsir-tafsir atas agama tersebut.

Asrul juga menyinggung fragmentasi sosial pasca konflik 1999. Sebelum konflik, masyarakat hidup berdampingan dalam satu kompleks antara basudara Muslim dan Kristen. Setelah konflik, terjadi pemisahan sosial berbasis identitas agama.

Terkait fenomena media sosial, ia menyampaikan bahwa ruang digital kerap gagal membedakan mana yang benar dan salah. Fenomena post-truth membuat kebenaran diukur dari seberapa banyak informasi dibagikan, bukan dari validitasnya.

Menurut Asrul memperbanyak perjumpaan langsung. Intensitas pertemuan antarwarga akan mendorong pertukaran informasi dan memperkecil prasangka.

Jembatan Lintas Iman

Dari kampus Universitas Kristen Indonesia Maluku, Pdt. Grace S. Surwuy menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam memperkuat harmoni sosial.

Ia mencontohkan praktik konkret di dunia pendidikan, di mana terdapat doktor dan tokoh-tokoh Islam yang menyelesaikan pendidikan di Universitas Kristen Indonesia Maluku. Itu, menurutnya, menjadi jembatan relasi lintas iman yang nyata.

Kolaborasi lintas institusi dan lintas agama, kata Grace, adalah fondasi membangun harmoni yang indah dan berkelanjutan di Maluku.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UIW MMU dan DPD RI Dorong Penguatan Keandalan Listrik dan Pengembangan Energi di Maluku dan Malut

    PLN UIW MMU dan DPD RI Dorong Penguatan Keandalan Listrik dan Pengembangan Energi di Maluku dan Malut

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) menerima kunjungan kerja Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam rangka pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Energi sekaligus memperkuat sinergi dalam pengembangan sistem ketenagalistrikan di wilayah Maluku dan Maluku Utara. General Manager PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko, menegaskan bahwa PLN terus berkomitmen menghadirkan listrik […]

  • Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

    Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Aceh,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) terus mendukung percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang melalui kesiapan infrastruktur dan penyambungan jaringan listrik seluruh unit yang telah terbangun. Langkah ini merupakan bentuk komitmen kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui penyediaan prasarana dasar bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut. Presiden Republik Indonesia, Prabowo […]

  • Bahas LKPJ Gubernur Maluku 2025, DPRD Soroti Layanan Kesehatan

    Bahas LKPJ Gubernur Maluku 2025, DPRD Soroti Layanan Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku menyoroti pelayanan kesehatan dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Maluku Tahun Anggaran 2025. Dari hasil kinerja tinjau lapangan hingga laporan dan rapat dengar pendapat, DPRD Maluku menilai layanan kesehatan di berbagai Kabupaten atau Kota masih jauh dari kata optimal. Kondisi ini dalam LKPJ Gubernur Maluku Tahun Anggaran 2025, DPRD Maluku dengan […]

  • Terindikasi Palsu, Berikut Kejanggalan Surat Penyerahan Mandat Raja Batu Merah 1926

    Terindikasi Palsu, Berikut Kejanggalan Surat Penyerahan Mandat Raja Batu Merah 1926

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Selain naskah Sejarah Desa Batu Merah yang diyakini palsu. Keaslian Surat Kuasa penyerahan mandat kepemimpinan Raja Negeri Batu Merah tertanggal 14 Juni 1926 kembali dipersoalkan. Dokumen yang selama ini dijadikan rujukan itu diduga bukan berasal dari periode kolonial, melainkan dibuat jauh setelahnya, dengan indikasi kuat di era 2000-an. Sumber anonim yang bermukim di Belanda menyebut, […]

  • Masalah Abrasi hingga Kesehatan di Malra dan Tual Jadi Sorotan Wakil Rakyat saat Reses

    Masalah Abrasi hingga Kesehatan di Malra dan Tual Jadi Sorotan Wakil Rakyat saat Reses

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Provinsi Maluku, Dapil VI (Tual, Kepulauan Aru, dan Maluku Tenggara), Mumin Refra mengungkapkan sejumlah persoalan krusial yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihannya. Kata dia, kebutuhan pokok masyarakat, seperti air bersih dan sarana penyelamatan kampung dari ancaman abrasi pantai akibat reklamasi, menjadi keluhan utama. “Kita reses dalam kondisi cuaca ekstrim, dan menjangkau beberapa lokasi […]

  • Nama dan Tanda Tangan Dipalsukan, Presidium KAHMI Kota Tual Tempuh Jalur Hukum

    Nama dan Tanda Tangan Dipalsukan, Presidium KAHMI Kota Tual Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tual,Tajukmaluku.com-Kudus Nuhuyanan, Presidium MD KAHMI Kota Tual, resmi melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan dan pencatutan namanya dalam surat permohonan pembatalan proses pemilihan Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual. Laporan yang dilayangkan ke Polres Tual itu terkait pemalsuan Surat bertanggal 28 Agustus 2025 dan ditujukan kepada Ketua Komisi X DPR RI. Dokumen itu dikeluarkan atas nama Forum […]

expand_less