Breaking News
light_mode

Hadiri Dialog Publik DPW GEMA Mathla’ul Anwar Maluku, Hendrik Lewerissa Ingatkan Terus Jaga Kemajemukan di Maluku

  • account_circle Admin
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 31
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri dialog publik bertema “Moderasi Beragama Sebagai Fondasi Harmoni Antar Umat Beragama di Maluku” yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Muda Mathla’ul Anwar (DPW GEMA Maluku) di New Baileo Cafe, Ambon, Jumat (27/2/2026).

Forum ini mempertemukan unsur Pemerintah Provinsi Maluku, akademisi lintas kampus, dan generasi muda.

Ketua DPW Gema Mathla’ul Anwar Maluku, Bansa Hadi Sella, menegaskan bahwa dialog ini bukan sekadar seremoni. “Moderasi beragama adalah kebutuhan riil Maluku. Kita punya pengalaman pahit 1999. Jangan ada lagi ruang bagi narasi perpecahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, generasi muda Mathla’ul Anwar ingin memastikan ruang-ruang dialog terus hidup agar kohesi sosial tidak hanya menjadi jargon pemerintah, melainkan praktik sehari-hari warga.

Stabilitas dan Investasi

Sebagai Narasumber dalam dialog publik tersebut, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menekankan bahwa kemajemukan Maluku adalah anugerah sekaligus keniscayaan yang harus dijaga secara serius. Ia menegaskan pentingnya menjaga kehidupan horizontal antarwarga sebagai fondasi stabilitas daerah.

Ia mengapresiasi kegiatan-kegiatan bertemakan moderasi agama dan menyatakan bahwa gerakan-gerakan civil society terkait perdamaian harus terus digencarkan. Menurutnya, menjaga Maluku tetap damai merupakan bagian dari misi Sapta Cita Lawamena, khususnya dalam menjaga dan merawat kohesi sosial.

Gubernur juga menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi prasyarat masuknya investasi. Konflik komunal, kata dia, akan menjadi hambatan serius bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Ia mengajak masyarakat mendukung Polri, TNI, serta seluruh stakeholder dalam menjaga keragaman dan kedamaian di tengah masyarakat.

Foto: Gubernur Maluku bersama peserta Dialog Publik. New Baileo Cafe. Ambon, Jumat (27/2/2026)

Terkait dinamika informasi publik, Gubernur menekankan pentingnya etika jurnalisme di era digital.

Ia mengingatkan agar tidak terjebak pada isu hoaks atau framing negatif yang tidak berdasar, termasuk tudingan bahwa dirinya anti-Islam. Ia menyatakan tidak anti kritik dan menerima masukan, namun kritik harus berbasis data, fakta, konfirmasi, dan verifikasi.

“Jika ada seseorang yang melakukan pelanggaran hukum, maka biarlah proses hukum yang berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Jangan sampai kita terjebak pada solidaritas sempit yang justru menyeret persoalan pribadi menjadi konflik komunal,” ungkapnya.

Generasi Muda dan Tanggung Jawab Publik

Sisi lain, Politisi PPP Maluku, Rovik Akbar Afifudin, menyoroti peran generasi muda dalam ruang publik. Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Peran generasi muda tidak hanya sebagai konsumen informasi.

Foto: Peserta Dialog Publik di New Baileo Cafe. Ambon, Jumat (27/2/2026)

Ia menyatakan bahwa apabila ada pihak yang membangun kembali narasi perpecahan, maka pihak tersebut sedang mundur ke belakang, bukan maju ke depan.

Menurut Rovik, setiap pemuda bertanggung jawab meninggalkan legacy bagi generasi berikutnya. Harmoni dan persatuan harus menjadi warisan utama generasi saat ini.

Tafsir, Sejarah, dan Luka 1999

Akademisi UIN A.M. Sangadji Ambon, Dr. M. Asrul Pattimahu menegaskan bahwa keragaman adalah realitas yang tak terhindarkan.

Ia mengutip Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 13 tentang penciptaan manusia yang berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal.

Menurutnya, tidak ada peradaban yang dibangun dalam komunitas homogen. Pengetahuan justru tumbuh dalam masyarakat plural karena adanya perjumpaan antarbangsa dan pertukaran budaya.

Asrul mencontohkan praktik keagamaan Islam di Maluku sebagai refleksi akulturasi peradaban: baju koko berakar dari budaya Tiongkok, gamis dari Arab, jas dari Eropa, dan sarung dari Nusantara. Identitas keagamaan di Maluku terbentuk melalui interaksi lintas budaya.

Ia mengingatkan bahwa manusia hidup dalam dunia tafsir. Yang sering dibela bukan agamanya secara murni, melainkan tafsir-tafsir atas agama tersebut.

Asrul juga menyinggung fragmentasi sosial pasca konflik 1999. Sebelum konflik, masyarakat hidup berdampingan dalam satu kompleks antara basudara Muslim dan Kristen. Setelah konflik, terjadi pemisahan sosial berbasis identitas agama.

Terkait fenomena media sosial, ia menyampaikan bahwa ruang digital kerap gagal membedakan mana yang benar dan salah. Fenomena post-truth membuat kebenaran diukur dari seberapa banyak informasi dibagikan, bukan dari validitasnya.

Menurut Asrul memperbanyak perjumpaan langsung. Intensitas pertemuan antarwarga akan mendorong pertukaran informasi dan memperkecil prasangka.

Jembatan Lintas Iman

Dari kampus Universitas Kristen Indonesia Maluku, Pdt. Grace S. Surwuy menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam memperkuat harmoni sosial.

Ia mencontohkan praktik konkret di dunia pendidikan, di mana terdapat doktor dan tokoh-tokoh Islam yang menyelesaikan pendidikan di Universitas Kristen Indonesia Maluku. Itu, menurutnya, menjadi jembatan relasi lintas iman yang nyata.

Kolaborasi lintas institusi dan lintas agama, kata Grace, adalah fondasi membangun harmoni yang indah dan berkelanjutan di Maluku.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Pelanggan Nasional, PLN UIW MMU Pererat Sinergi dengan Mitra Energi di Ambon

    Hari Pelanggan Nasional, PLN UIW MMU Pererat Sinergi dengan Mitra Energi di Ambon

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2025, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara melakukan serangkaian kunjungan langsung ke sejumlah pelanggan strategis di Kota Ambon, Rabu (4/9/2025). Kegiatan ini mengangkat tema nasional “Pelanggan Hebat, Energi Bersahabat”, sebagai bentuk komitmen PLN untuk hadir lebih dekat dan membangun relasi yang kuat bersama pelanggan. Dipimpin […]

  • DPRD Maluku Desak Gubernur Evaluasi Dinas ESDM dan PTSP Soal Tarif Retribusi Pajak MLBM

    DPRD Maluku Desak Gubernur Evaluasi Dinas ESDM dan PTSP Soal Tarif Retribusi Pajak MLBM

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPRD Maluku bersama Dinas ESDM, PTSP dan PT Miranti Jaya Mulia menunjukan sampai dengan bulan September 2025 penarikan retribusi pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MLBM) Provinsi Maluku, hanya Rp 600 ribu lebih. Fakta ini diungkapkan Anggota Komisi II Fraksi PDI Perjuangan DPRD Maluku, Alhidayat Wajo. Dalam keterangannya, Alhidayat […]

  • Pj Kades Waeperang Pecat Massal Perangkat Desa, Diduga Bermotif Balas Dendam Politik

    Pj Kades Waeperang Pecat Massal Perangkat Desa, Diduga Bermotif Balas Dendam Politik

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Buru,Tajukmaluku.com-Kekuasaan tampaknya terlalu dini mengubah haluan akal sehat Abukasim Umanailo. Baru beberapa waktu menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa Waeperang, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Abukasim langsung memicu kegaduhan publik dan stabilitas desa dengan tindakan kontroversialnya. Memecat seluruh perangkat pemerintah desa. Enam tenaga Posyandu, empat petugas Linmas, seluruh Ketua RT dan RW, sekretaris desa, hingga staf admnistrasi […]

  • Dugaan Pemalsuan Dokumen dan Korupsi, Warga Lapor KADES Negeri Effa ke Polres SBT

    Dugaan Pemalsuan Dokumen dan Korupsi, Warga Lapor KADES Negeri Effa ke Polres SBT

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bula,Tajukmaluku.com-Kepala Desa Negeri Effa, Kecamatan Wakate, dilaporkan warganya ke Polres Seram Bagian Timur, terkait dugaan pemalsuan dokumen dan penipuan. Rabu, (02/04/2025). Fadli Rumakefing selaku Kuasa Hukum Warga, menyampaikan bahwa saudara Ahmad Sugit Rumakefing pada tahun 2017/2018 telah melakukan pemalsuan Besloit/ Surat Keputusan dari Pemerintah Negeri Belanda kepada Raja Negeri Effa demi hasrat kekuasaan menjadi Raja […]

  • Akademisi: Pertemuan Karel Ralahalu dan Kakanwil Kemenag Jadi Contoh Pembangunan Integratif

    Akademisi: Pertemuan Karel Ralahalu dan Kakanwil Kemenag Jadi Contoh Pembangunan Integratif

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pembangunan inklusif dan distribusi kesejahteraan yang merata dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas sosial di Maluku. Dalam konteks masyarakat yang heterogen, peran elit dan tokoh masyarakat sangat menentukan arah pembangunan yang menyentuh seluruh elemen sosial. Akademisi Fisipol Universitas Pattimura, Amir F. Kutarumalos, menegaskan pentingnya pendekatan pembangunan yang holistik sebagai instrumen untuk meredam potensi konflik […]

  • Bukan Hartini, Ternyata Erik Risakotta dan Haji Komar Pemilik Asli Sianida?

    Bukan Hartini, Ternyata Erik Risakotta dan Haji Komar Pemilik Asli Sianida?

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Haji Hartini, salah satu pengusaha kawakan di Mardika, Kota Ambon akhirnya buka suara terkait kepemilikan sebenarnya dari bahan kimia berbahaya berupa sianida yang tengah jadi polemik di tengah masyarakat saat ini. Hartini menegaskan bahwa dirinya bukanlah pemilik Sianida, melainkan salah satu oknum anggota polisi Erik Risakotta dan Haji Komar. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers […]

expand_less