Menteri Nasaruddin Puji Kerukunan Antar Umat Beragama di Maluku: “Senang Sekali Berkunjung Kesana”
- account_circle Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,Tajukmaluku.com-Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengaku senang sekali ketika berkunjung ke Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon.
Menurutnya, di Maluku tingkat kerukunan antar umat beragama sangat kental. Hubungan harmonis antar pemuka agama di wilayah tersebut menjadi contoh nyata kehidupan toleran yang patut dijadikan teladan nasional.
Hal itu disampaikan Nasaruddin saat menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, H. Yamin, mendampingi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Maluku di kantor pusat Kementerian Agama Republik Indonesia, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (9/3/2026).
“Saya senang sekali ketika berkunjung ke Maluku. Di sana koordinasi lintas umat beragama sangat solid. Pastor, pendeta, dan ulama tidak memiliki jarak. Ini membuat Ambon menurut saya luar biasa,” ungkap Nasaruddin.
Merespons itu, Ka.Kanwil Kemenag Maluku, H. Yamin mengatakan, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa Maluku memiliki modal sosial yang kuat untuk terus memperkuat program moderasi beragama.
Ia menilai pengalaman kerukunan yang telah terbangun selama ini harus terus dirawat melalui pendidikan keluarga dan literasi keagamaan yang inklusif.
Diketahui, pertemuan itu menjadi momentum penting untuk menguatkan peran keluarga sebagai benteng utama dalam merawat harmoni sosial dan kerukunan umat beragama di tengah masyarakat yang majemuk di Maluku.
Dalam audiensi tersebut, Yamin hadir mendampingi rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua TP PKK Maluku, Kasrul Selang dan jajaran pengurus, sekaligus memperkuat sinergi antara program pembinaan keluarga pemerintah daerah dengan agenda nasional penguatan moderasi beragama.
Turut hadir dalam rombongan antara lain Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi VIII, Fransisko Alimudin Kolatlena, serta sejumlah pejabat daerah dari Maluku.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar