Panic Buying! Warga Ambon Bondong-bondong Antri Beli BBM, Ini Penjelasan Pertamina
- account_circle Admin
- calendar_month 5 menit yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Warga Kota Ambon mengalami panic buying dengan rela mengantri berjam-jam untuk membeli BBM, Senin (30/3/2026).
Fenomena ini terlihat pada berbagai SPBU maupun pom mini yang tersebar di beberapa wilayah di Kota Ambon. Seperti pada SPBU Belakang Kota, SPBU Kebun Cengkeh, beberapa Pom Mini di Jalan Sultan Hasanuddin, dan lainnya.
Tampak, ratusan warga terlihat mengantri dengan kendaraan milik mereka baik roda dua maupun roda empat yang mengular beberapa meter ke belakang.
Beberapa warga yang diwawancarai secara acak mengaku hal itu lantaran mereka takut dan panik terhadap ancaman kelangkaan BBM. Sehingga ancaman itu harus diantisipasi sejak awal dengan rela mengantri membeli BBM.
Sementara warga lainnya juga mengaku telah mendapat informasi bahwa akan ada kenaikan harga BBM yang nantinya berlaku pada 1 April 2026 nanti.
Menanggapi itu, Pertamina Patra Niaga pastikan kondisi stok BBM di Ambon, dan Maluku secara keseluruhan dalam kondisi aman.
Untuk memastikan kondisi ini pun, Pertamina Patra Niaga telah berkoordinasi dan melakukan pengecekan lintas sektoral dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait pada tanggal 25 Maret dan 27 Maret dalam rangka mempersiapkan layanan energi pada akhir pekan pra paskah, hari pertama bekerja dan sekolah pasca Idulfitri, dan menjelang libur panjang Hari Paskah.
Pjs. Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi menyampaikan juga bahwa Pertamina terus menjaga stok di Ambon dan Provinsi Maluku dalam kondisi aman.
“Stok di Integrated Terminal Wayame sebagai terminal utama dalam kondisi aman, begitu juga dengan Fuel Terminal lain di Maluku. Kapal suplai yang membawa BBM ke Fuel Terminal juga masih sandar sesuai jadwal untuk mengisi kembali stok BBM,” jelasnya.
Ditambahkan, saat ini memang terjadi peningkatan konsumsi masyarakat, mengingat hari ini, Senin (30/3) merupakan hari pertama efektif masyarakat kembali berkantor dan anak-anak kembali bersekolah setelah libur, cuti bersama, dan mekanisme WFA dalam periode Idulfitri.
“Kami saat ini terus memantau stok di SPBU, koordinasi juga supaya stok di SPBU selalu tersedia dengan melakukan percepatan distribusi dari Fuel Terminal. Adanya lonjakan di SPBU ini tidak berkorelasi dengan kosongnya stok, stok sekali lagi kami pastikan masih dalam kondisi aman,” tambahnya.
Pertamina Patra Niaga juga imbau masyarakat untuk tetap tertib, membeli BBM sesuai kebutuhannya, tidak berlebihan, dan tidak perlu panic buying.
“Stok dan pasokan tetap berjalan normal dan tidak perlu panic buying karena pembelian berlebih justru bisa mengganggu sistem distribusi. Kami apresiasi masyarakat yang tetap tertib, dan kami akan pastikan distribusi dilakukan secara berkala untuk memastikan ketersediaan bagi masyarakat,” tukas Bramantyo.
Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.*(01-F)
- Penulis: Admin






Saat ini belum ada komentar