Panic Buying Kelangkaan dan Kenaikan Harga BBM, Wali Kota dan Jajaran Stakeholder Sidak ke SPBU
- account_circle Admin
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 28
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena bersama para stakeholder menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di beberapa SPBU, salah satunya SPBU Pohon Pule, Soabali, Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (31/3/2026).
Sidak digelar sehubungan dengan anomali antrean BBM yang terjadi tiga hari belakangan di Ambon.
Terjadinya antrean dikarenakan munculnya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan BBM sebagai dampak terganggunya pasokan akibat konflik di Timur Tengah.
Kemudian, beredar isu kenaikan harga BBM yang diperkirakan terjadi pada 1 April 2026, yang dipengaruhi oleh pemberitaan serta dampak konflik di Timur Tengah.
Selain itu, peningkatan konsumsi BBM yang bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah. Dan adanya praktik spekulasi oleh penjual eceran yang tidak menjual BBM kepada masyarakat, sehingga memicu kepanikan dan mendorong terjadinya panic buying.
Selain Wali Kota, Sidak dihadiri AKBP Nur Rahman selaku Wakapolres Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Avip Noor Yulian selaku Pejabat Sementara (Pjs.) SAM Retail, Ricard Sahertian selaku perwakilan Hiswana Migas Kota Ambon, dan Yasfa Mahendra selaku SBM II Maluku.
Dalam Sidak, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menyampaikan, ketersediaan BBM di Kota Ambon dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai isu yang menyesatkan terkait kelangkaan maupun kenaikan harga BBM. “Apabila terdapat kebijakan kenaikan harga, hal tersebut akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah,” kata Wattimena.
Dia juga berharap, masyarakat dapat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Katanya, stok BBM dari Pertamina dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Informasi yang benar diharapkan dapat disebarluaskan guna menangkal berita bohong (hoaks) yang dapat menimbulkan kepanikan,” ungkapnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa serta mempercayai bahwa pemerintah hadir untuk menjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat di Kota Ambon.
Diketahui, perkembangan situasi hingga Selasa, 31 Maret 2026, antrean BBM di sejumlah SPBU di Kota Ambon masih terjadi, namun dengan intensitas yang lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar