Breaking News
light_mode

Perpanjangan Runway Bandara Banda Neira Dinilai Belum Menjawab Kebutuhan Warga

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 164
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com– Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan meninjau Bandara Banda Neira, Sabtu (11/7/2026).

Peninjauan tersebut berkaitan dengan rencana peningkatan kapasitas bandara untuk mendukung pengembangan Kepulauan Banda sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Rencana memperpanjang landasan tersebut dipertanyakan warga. Proyek itu dinilai berpotensi mengganggu ruang hidup masyarakat pesisir, mata pencaharian nelayan, dan ekosistem laut jika dijalankan tanpa kajian lingkungan dan sosialisasi yang komprehensip.

Putri Hastari, salah satu warga Banda Neira sekaligus lulusan Magister Ilmu Kelautan Universitas Pattimura Ambon, meminta pemerintah Malteng menjelaskan urgensi dan manfaat langsung proyek tersebut bagi masyarakat lokal.

Ia menilai pemerintah perlu lebih dulu menyelesaikan persoalan dasar yang selama ini menghambat aktivitas warga. Salah satunya ialah kerusakan jalan utama dari pelabuhan menuju bandara hingga Desa Tanah Rata.

“Pemerintah perlu melihat kebutuhan masyarakat secara langsung. Salah satu persoalan yang mendesak adalah kerusakan jalan utama dari pelabuhan menuju bandara hingga jalur ke Desa Tanah Rata,” kata Putri dalam keterangan tertulis ke media Tajukmaluku.com. Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, kerusakan jalan tersebut mengganggu mobilitas masyarakat dan meningkatkan risiko kecelakaan. Jalur itu menjadi akses utama warga untuk bekerja, berdagang, bersekolah dan aktivitas lainnya.

Putri mengatakan pembangunan bandara tidak seharusnya hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah wisatawan atau membuka akses bagi pesawat berukuran lebih besar. Pemerintah juga perlu menjelaskan dampak ekonomi proyek bagi masyarakat Banda Neira.

Ia meminta pemda malteng membuka desain pembangunan, luas wilayah terdampak, kebutuhan lahan, potensi perubahan garis pantai, risiko lingkungan, dan bentuk perlindungan terhadap warga pesisir.

“Pemerintah harus berdiskusi dengan masyarakat mengenai persoalan yang mereka hadapi. Jangan sampai proyek yang direncanakan tidak menjawab kebutuhan warga,” ujarnya.

Banda Neira selama ini telah berkembang sebagai tujuan wisata sejarah dan bahari. Wisatawan domestik maupun mancanegara juga menggunakan jalur laut untuk mengunjungi kepulauan tersebut.

Karena itu, Putri menilai pengembangan pariwisata tidak semestinya hanya bertumpu pada perluasan bandara. Pemerintah perlu memperbaiki transportasi laut, jalan umum, penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, dan pelayanan publik lainnya.

Kekhawatiran warga juga menyasar kemungkinan penimbunan pesisir atau reklamasi untuk memperpanjang landasan pacu. Kawasan pantai di Banda Neira bukan hanya ruang wisata, tetapi juga wilayah ekonomi masyarakat.

Para nelayan menggunakan kawasan tersebut sebagai tempat tambatan perahu, jalur melaut. Perubahan garis pantai dinilai dapat mengganggu akses nelayan terhadap wilayah tangkap.

Putri mengingatkan bahwa penimbunan pesisir dapat memicu sedimentasi. Endapan material berpotensi menutup terumbu karang, menurunkan kualitas air, mengganggu habitat ikan, dan mengubah pola arus laut.

“Jika ekosistem pesisir terganggu, nelayan kecil akan menjadi kelompok yang paling cepat merasakan dampaknya,” katanya.

Sebagian besar nelayan di Kepulauan Banda merupakan nelayan tradisional yang memiliki wilayah tangkap terbatas. Kerusakan terumbu karang dan perubahan arus dapat mempersempit daerah tangkap serta menurunkan hasil perikanan.

Putri meminta pemda malteng perlu memastikan kajian analisis dampak lingkungan (AMDAL) yang tidak hanya dijadikan syarat administratif. Kajian Amdal harus dilakukan secara terbuka dengan melibatkan masyarakat pesisir, nelayan, akademisi, ahli kelautan, dan organisasi lingkungan.

Pemda malteng juga diminta mempertimbangkan kondisi geografis Kepulauan Banda. Wilayah tersebut diketahui alami risiko aktivitas vulkanik, gempa bumi, cuaca ekstrem, abrasi, dan kenaikan permukaan laut.

Menurut Putri, pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir harus memperhitungkan risiko bencana, daya dukung lingkungan, dan kemampuan pulau menanggung tekanan pembangunan.

Ambisi proyek yang disusun tanpa kajian menyeluruh dinilai dapat meningkatkan kerentanan wilayah dan memicu konflik dengan masyarakat.

Ia menegaskan masyarakat lokal tidak boleh kehilangan ruang hidup demi kepentingan pengembangan pariwisata.

“Masyarakat Banda Neira bukan objek pelengkap destinasi wisata. Mereka hidup dan bergantung pada sumber daya alam di wilayah tersebut,” ujarnya.

Putri juga meminta pemda malteng membuka informasi mengenai pihak ketiga yang bakal memperoleh manfaat besar dari proyek, luas kawasan pesisir yang terdampak, nasib nelayan, serta jaminan perlindungan terhadap ekosistem laut.

Sosialisasi ke masyarakat, kata dia, harus dilakukan sebelum pembangunan dijalankan. Masyarakat perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan, bukan hanya menerima informasi setelah proyek itu ada.

Rencana perpanjangan landasan pacu Bandara Banda Neira masih membutuhkan penjelasan terbuka dari pemerintah. Kajian lingkungan, risiko bencana, kebutuhan masyarakat, dan dampak terhadap nelayan menjadi isu utama yang harus dijawab sebelum proyek dilanjutkan.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Regulasi Peredaran Minuman Tradisional Sopi, DPRD Maluku Segera Tinjau Kembali

    Soal Regulasi Peredaran Minuman Tradisional Sopi, DPRD Maluku Segera Tinjau Kembali

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku akan meninjau kembali terkait regulasi peredaran minuman tradisional jenis sopi. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Maluku, Andre Werembinan/ Taborat. Dijelaskan Andre, masyarakat Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) mengeluh terkait regulasi peredaran Sopi ini. Bahkan, ada yang bersua ke Kantor DPRD Maluku untuk menyampaikan keluhan […]

  • Sangadji dan Benih Nasionalisme Indonesia

    Sangadji dan Benih Nasionalisme Indonesia

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Arman Kalean Lessy, M.Pd., C.Md (Ketua DPD KNPI Maluku || Akademisi UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon) Tajukmaluku.com-Banyak dari kritikus yang menukil pendapat dari Benedict Anderson tentang imagined community, lalu mengaitkannya dengan konsep Nasionalisme. Tanpa ragu, mereka sering nyinyir dengan ujaran “Bangsa Indonesia adalah imajinasi Sukarno saja”. Seolah Indonesia hanyalah visi dari Sukarno seorang, mereka […]

  • Tingkatkan Keandalan Listrik di Pulau Ambon, PLN UIW MMU Lakukan Pemeliharaan

    Tingkatkan Keandalan Listrik di Pulau Ambon, PLN UIW MMU Lakukan Pemeliharaan

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon akan melakukan perbaikan dan pemeliharaan jaringan distribusi di sebagian kawasan di Pulau Ambon pada Sabtu (8/2/2025). General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menyampaikan, hal ini dilakukan guna meningkatkan keandalan dan mutu listrik di Pulau Ambon. “Kami ingin […]

  • Sidang Paripurna DPRD, Bodewin Wattimena Usung Program Prioritas Selaras dengan Visi Presiden

    Sidang Paripurna DPRD, Bodewin Wattimena Usung Program Prioritas Selaras dengan Visi Presiden

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– Kota Ambon resmi memiliki pemimpin baru setelah dilaksanakannya Rapat Paripurna DPRD Kota Ambon dalam rangka Serah Terima Jabatan dan Pidato Perdana Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon periode 2025-2030. Drs. Bodewin Wattimena, M.Si dan Elly Toisutta, S.Sos kini memegang tampuk kepemimpinan, siap membawa Kota Ambon ke arah yang lebih maju. Selasa, (04/03/2025). Dalam […]

  • Menteri Nusron Serahkan 1.029 Sertipikat Tanah Wakaf dan 3 SHM dalam ICOP 2026

    Menteri Nusron Serahkan 1.029 Sertipikat Tanah Wakaf dan 3 SHM dalam ICOP 2026

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyerahkan 1.029 sertipikat tanah wakaf dan 3 Sertipikat Hak Milik (SHM) untuk badan hukum keagamaan, dalam acara International Conference on Pesantren (ICOP) 2026 dan Penyerahan Sertipikat Wakaf, yang diselenggarakan di Universitas Darunnajah, Jakarta, Sabtu (06/06/2026). Momen ini juga digunakan Menteri Nusron untuk mengajak para […]

  • Jaga Konektivitas Antar Pulau, DPRD Maluku Minta PD Panca Karya Segera Operasikan Kapal Bahtera Nusantara

    Jaga Konektivitas Antar Pulau, DPRD Maluku Minta PD Panca Karya Segera Operasikan Kapal Bahtera Nusantara

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya diminta untuk segera mengoperasikan Kapal Bahtera Nusantara pada pertengahan Agustus 2026. Hal itu guna mendukung konektivitas transportasi laut antar pulau di Maluku dan pelayanan kepada masyarakat. Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo mengatakan ,pengoperasian kapal tersebut tidak boleh kembali mengalami penundaan, karena sangat dibutuhkan. “Kami memberikan batas waktu, […]

expand_less