M. Ulwan Talaohu Pimpin BPJN Maluku, Ketum FPMP: Kepercayaan kepada Putra Daerah Patut Dijaga
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku resmi dipimpin oleh putra daerah untuk kesekian kalinya. M. Ulwan Talaohu, S.T., M.T., ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPJN Maluku, menggantikan posisi yang sebelumnya kosong ditinggalkan pejabat lama.
Penunjukan ini menandai pergantian kepemimpinan di lembaga vertikal Kementerian Pekerjaan Umum tersebut, sekaligus memperpanjang catatan putra daerah yang dipercaya menakhodai institusi strategis di bidang infrastruktur jalan nasional itu.
Ulwan bukan wajah baru di lingkungan BPJN Maluku. Sebelum menjabat Plt Kepala Balai, ia menempati sejumlah posisi struktural, mulai dari Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Maluku hingga Kasatker PJN I di BPJN Maluku Utara.
Selama menjabat Kasatker Wilayah I periode 2020–2023, ia tercatat memimpin penyelesaian pembangunan ruas jalan sepanjang 436,89 kilometer serta penanganan jembatan sepanjang 21.879 meter di wilayah kerja Pulau Buru, Kota Ambon, dan Seram Bagian Barat.
Di luar tugas struktural, Ulwan juga dikenal aktif di organisasi profesi. Ia sempat menakhodai Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI) Provinsi Maluku periode 2020–2024, serta menjabat Ketua Harian Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA-UNHAS) Wilayah Maluku.
Dalam sambutan pertamanya usai serah terima jabatan, Ulwan mengajak seluruh jajaran BPJN Maluku membangun soliditas kerja.
“Mari kita bekerja sama, saling merangkul, saling menguatkan, dan saling membesarkan. Kita hadir di sini bukan untuk berjalan sendiri, tetapi untuk bersama-sama membangun BPJN Maluku menjadi lebih baik,” ujarnya.
BPJN Maluku, sebagai instansi vertikal di bawah Kementerian PU, selama ini lebih sering dipimpin pejabat dari luar Maluku yang datang melalui mekanisme rotasi nasional.
Sosok putra daerah yang sempat menduduki kursi Kepala BPJN Maluku sebelum Ulwan adalah Moch. Iqbal Tamher, S.T., M.T., yang menjabat sejak akhir 2024 hingga Juli 2025. Kurang dari sepuluh bulan sebelum dipromosikan menjadi Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY.
Selama masa jabatannya yang singkat, Iqbal Tamher tercatat berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk mengucurkan anggaran ratusan miliar rupiah bagi penanganan jalan dan jembatan di Kabupaten Seram Bagian Timur, termasuk pembangunan akses jalan Kota Baru–Air Nanang menuju Kecamatan Kilmury yang sebelumnya terisolasi, serta proyek penggantian jembatan Wai Dawang.
Sepeninggal Iqbal, tongkat kepemimpinan BPJN Maluku sempat dipegang Yana Astuti, S.T., M.T., yang tercatat sebagai perempuan pertama yang memimpin balai tersebut, sebelum akhirnya beralih ke Ulwan Talaohu.
Penunjukan Ulwan ini mendapat apresisasi dari kalangan mahasiswa asal Maluku yang tengah menempuh studi di Jabodetabek.
Ketua Umum Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Jabodetabek (FMPM), Aldin Keliangin, menilai kepercayaan yang diberikan kepada Ulwan sebagai momentum penting bagi representasi putra daerah di institusi vertikal.
“Hari ini kita bisa melihat bagaimana orang Maluku dipercaya mengurus infrastruktur di tanahnya sendiri. Jarang sekali BPJN Maluku dipimpin putra daerah, dan itu yang harus kita jaga bersama,” kata Aldin, yang saat ini sedang menempuh studi magister di Universitas Indonesia. Senin (27/7/2026).
Aldin berharap kepemimpinan Ulwan tidak berhenti pada simbol putra daerah semata, melainkan diikuti kinerja konkret di lapangan.
“Kami ingin melihat pembangunan jalan dan jembatan di Maluku benar-benar dirasakan masyarakat, bukan cuma soal siapa yang duduk di kursi kepala balai,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar status Plt yang disandang Ulwan segera diperkuat menjadi definitif, sehingga program-program strategis BPJN Maluku dapat berjalan tanpa hambatan administratif.
Sebagai Plt, Ulwan dihadapkan pada tugas melanjutkan sejumlah program strategis BPJN Maluku, termasuk penanganan jalan nasional di wilayah kepulauan yang kerap terkendala persoalan pembebasan lahan dan kondisi geografis. Latar belakangnya sebagai teknokrat yang lama berkecimpung di internal BPJN Maluku dinilai sejumlah pihak menjadi modal untuk menjaga kesinambungan program, di tengah harapan besar publik Maluku agar kepemimpinan lokal ini membawa hasil nyata.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar