Breaking News
light_mode

Marthinus Hukom: Merdeka itu Bebas dari Korupsi dan Ketidakadilan

  • account_circle Admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 34
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,Tajukmaluku.com-Makna kemerdekaan Indonesia tidak semestinya berhenti pada pemahaman bahwa bangsa ini telah terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan, dalam makna yang lebih hakiki, harus diwujudkan melalui kehidupan bangsa yang mandiri, adil, bermartabat, sejahtera, dan terbebas dari berbagai bentuk penindasan. Merdeka itu Indonesia harus bebas dari korupsi dan penegakkan keadilan dalam semua level.


Pandangan kritis tersebut disampaikan Komjen Marthinus Hukom, mantan Kepala Densus 88 Antiteror, sebagai Refleksi sekaligus memberi persfektif luas kepada masyarakat. Senin (17/8/2026).


Penerima Satyalencana Kebhaktian Sosial itu mengingatkan, kata merdeka yang setiap tahun digaungkan dalam upacara kenegaraan jangan sampai kehilangan makna substantifnya.


Teman angkatan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo itu mengatakan, selama ini sebagian masyarakat masih memaknai kemerdekaan secara sempit, sebatas terbebas dari belenggu penjajahan atau penindasan oleh bangsa lain. Padahal, Putra Negeri Ameth, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah yang lahir pada 30 Januari 1969 itu mengatakan kemerdekaan seharusnya menjadi titik awal bagi bangsa untuk membangun kehidupan yang berlandaskan cita-cita luhur dan konsensus moral bersama.


“Merdeka bukan sekedar sebuah seruan, melainkan sebuah kesadaran,” ungkap Lulusan Kajian Strategi Intelijen & Ketahanan Nasional Pascasarjana Universitas Indonesia.


Marthinus Hukom menyoroti perjalanan panjang bangsa Indonesia sejak 17 Agustus 1945. Puluhan tahun telah berlalu, generasi demi generasi datang dan pergi, namun cita-cita luhur yang menjadi fondasi berdirinya negara harus terus dipelihara.


Doktor filsafat terorisme di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, itu mengingatkan agar konsensus moral yang menjadi perekat bangsa tidak dibiarkan lapuk oleh perjalanan sejarah.


Merdeka Bukan Bebas Mengeksploitasi


Dalam pemaknaannya, Marthinus Hukom mengaitkan istilah merdeka dengan akar kata Mahardhika dalam bahasa Sanskerta yang berkaitan dengan makna kaya, sejahtera, dan kuat.


Penerima Australian Federal Police Partnership Medal (2022) itu juga menjelaskan, istilah merdika atau merdijk pernah digunakan dalam konteks kolonial untuk menggambarkan orang-orang yang telah dibebaskan dan memiliki hak atas dirinya.


Namun, bagi lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1991, itu memahami kemerdekaan tidak cukup hanya dengan melihat aspek kebebasan dari penguasaan pihak lain. Kemerdekaan harus melahirkan kemandirian individu sekaligus kemandirian kolektif.


Dengan demikian, kemerdekaan tidak boleh dipahami sebagai kesempatan untuk mengeksploitasi kemampuan material maupun mental manusia tanpa batas. Sebaliknya, kebebasan harus berjalan bersama moralitas, kesetaraan, kebersamaan, keadilan serta penghormatan terhadap hak-hak orang lain.


Kemerdekaan Harus Menghasilkan Kebaikan Bersama


Marthinus Hukom juga menekankan, kemerdekaan semestinya menjadi sarana untuk membangun kondisi ideal sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa. Hak dan kesempatan atas sumber daya harus dikelola dengan prinsip keadilan dan dimanfaatkan bagi kepentingan bersama.


“Kemerdekaan adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan harus mampu menciptakan ruang bagi manusia untuk berkembang, tetapi tetap berada dalam koridor moral, hukum, kesetaraan, dan kepentingan bersama,” ungkap Martinus Hukom yang kini masuk dalam radar bursa pencalonan Kapolri RI.


Bagian paling tajam dari refleksi Marthinus adalah ketika ia mengaitkan makna kemerdekaan dengan berbagai persoalan sosial-politik yang sedang dihadapi bangsa.

Ia menyebut kemiskinan, diskriminasi, ketidakadilan, korupsi, ketidakjujuran, kemunafikan, janji-janji palsu serta berbagai perilaku yang menggerogoti kekuatan bangsa dari dalam sebagai bentuk persoalan yang harus dilawan.


“Siapa yang masih mengambil hak orang lain, dia belum merdeka. Siapa yang masih menipu dirinya sendiri, dia belum merdeka. Siapa yang masih terikat pada roh korupsi, dia belum merdeka.” tutup Martinus Hukom.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Utamakan Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Jaga Tarif Listrik Tetap Terjangkau Sepanjang 2025

    Utamakan Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Jaga Tarif Listrik Tetap Terjangkau Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk tidak mengubah tarif tenaga listrik bagi pelanggan PT PLN (Persero) pada Triwulan IV (Oktober–Desember) 2025. Dengan keputusan tersebut, Pemerintah secara konsisten menjaga tarif tenaga listrik tetap terjangkau sepanjang tahun 2025 demi memprioritaskan daya beli masyarakat. Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, menjelaskan bahwa penetapan […]

  • Zero Waste Warriors, Bukti PLN UIW MMU Cintai Lingkungan

    Zero Waste Warriors, Bukti PLN UIW MMU Cintai Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui peluncuran gerakan kolaboratif bertajuk Zero Waste Warriors. Kegiatan ini dimulai dengan aksi bersih-bersih pantai (Clean Up) di kawasan Pantai Galala, tepat di bawah Jembatan Merah Putih (JMP), Ambon. General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menyampaikan, kegiatan […]

  • Depkolektor, Kekuatan Sosial Orang Maluku yang Tak Pernah Terhitung di Jakarta

    Depkolektor, Kekuatan Sosial Orang Maluku yang Tak Pernah Terhitung di Jakarta

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Mantan Depkolektor di Jakarta: “Kalau untuk Rp10 Juta Kami Berani, Apalagi untuk Maluku” Ambon,Tajukmaluku.com-Ada kelompok masyarakat Maluku yang selama ini hampir tidak pernah masuk dalam pembicaraan tentang kekuatan sosial dan politik di daerah. Mereka bukan pejabat. Bukan pengusaha besar. Bukan pula elite organisasi. Mereka Adalah Depkolektor. Yang sebagaian besarnya tinggal di Jakarta. Profesi itu melekat […]

  • Jelang HUT  ke-81 RI, PLN Imbau Masyarakat Waspadai Bahaya Listrik Saat Memasang Atribut Kemerdekaan

    Jelang HUT ke-81 RI, PLN Imbau Masyarakat Waspadai Bahaya Listrik Saat Memasang Atribut Kemerdekaan

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan listrik saat memasang berbagai atribut kemerdekaan seperti bendera, umbul-umbul, baliho, papan reklame, maupun dekorasi lainnya di lingkungan sekitar. General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, […]

  • RBK Desak KPK, Kejagung, dan Polri Beri Perhatian Serius terhadap Dugaan Korupsi di Maluku

    RBK Desak KPK, Kejagung, dan Polri Beri Perhatian Serius terhadap Dugaan Korupsi di Maluku

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Revolusi Beta Kudeta (RBK) Maluku mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan Kepolisian Republik Indonesia memberikan perhatian yang lebih serius terhadap penanganan dugaan tindak pidana korupsi di Maluku. Desakan itu disampaikan Ketua RBK Maluku, Risman Wahab Solissa, S.IP, yang menilai penegakan hukum di Maluku belum memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Menurut Risman, perhatian aparat […]

  • PLTD Wasileo Beroperasi 24 Jam, PLN UP3 Sofifi Lakukan Pemeliharaan Kubikel dan Kabel XLPE Dukung Keandalan Sistem

    PLTD Wasileo Beroperasi 24 Jam, PLN UP3 Sofifi Lakukan Pemeliharaan Kubikel dan Kabel XLPE Dukung Keandalan Sistem

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Wasileo di Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara telah beroperasi 24 jam. PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus memastikan keandalan operasional PLTD Wasileo ini dengan melaksanakan pemeliharaan terhadap kubikel dan kabel XLPE di sistem distribusi kelistrikan. General Manager PLN UIW MMU, Awat […]

expand_less