Breaking News
light_mode

Dari Benang Menjadi Harapan, PLN UIW MMU Dorong Ikat Amboina Naik Kelas

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 48
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Helai demi helai benang di tangan para penenun Ikat Amboina bukan hanya dirangkai menjadi kain, tetapi juga menjadi harapan untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat penghidupan.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) mendampingi UMKM tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi, keterampilan, hingga memperluas akses pasar.

General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Dony Noor Gustiarsyah, mengatakan pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari komitmen PLN menghadirkan manfaat yang melampaui penyediaan energi listrik.

“Energi yang PLN hadirkan harus mampu menggerakkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui Ikat Amboina, kami ingin potensi lokal berkembang menjadi usaha yang semakin mandiri dan berdaya saing, sekaligus menjaga kekayaan budaya Maluku agar terus hidup lintas generasi,” ujar Dony.

Berbasis di Skip Atas, Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Ikat Amboina telah menjaga tradisi menenun selama dua hingga tiga generasi. Kini, generasi muda turut melanjutkan keterampilan tersebut dengan menghadirkan desain yang lebih segar tanpa meninggalkan identitas Maluku, mulai dari inspirasi motif Tanimbar, Nunusaku, hingga elemen khas Ambon seperti ukulele dan tahuri.

Karya para penenun itu perlahan menjangkau panggung yang lebih luas. Produk Ikat Amboina telah diperkenalkan dalam berbagai pameran nasional, termasuk Indonesian City Expo di Surabaya dan Munas Apeksi di Makassar. Meningkatnya eksposur turut membuka peluang pasar sekaligus mendorong kelompok untuk meningkatkan kemampuan produksi dan kualitas produknya.

PLN UIW MMU kemudian memperkuat mata rantai usaha Ikat Amboina melalui dukungan sarana produksi, mulai dari alat tenun, alat pemutar benang, mesin jahit listrik, benang dan bahan pewarna hingga fasilitas pendukung pemasaran.

Dukungan tersebut dibarengi pelatihan menjahit dan pemasaran media sosial untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha.Penguatan tersebut diharapkan membuat proses produksi menjadi semakin optimal sekaligus memberi ruang bagi para penenun untuk mengembangkan variasi produk. Dengan kapasitas yang semakin baik, Ikat Amboina memiliki peluang lebih besar untuk merespons permintaan pasar tanpa meninggalkan kualitas dan karakter khas tenun Maluku.

Pendampingan juga membawa Ikat Amboina semakin dekat dengan pasar digital. Pengembangan website, marketplace, media sosial serta materi foto dan video promosi menjadi pintu baru agar produk tenun Maluku dapat menjangkau konsumen lebih luas tanpa hanya bergantung pada penjualan langsung dan pameran.

Lebih dari penguatan usaha, tumbuhnya Ikat Amboina turut membawa misi regenerasi. Keterlibatan generasi muda menjadi penting agar keterampilan menenun tidak berhenti pada satu generasi, tetapi terus diwariskan sekaligus dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang memiliki prospek bagi masyarakat lokal.

“Yang ingin kami bangun bukan sekadar bertambahnya sarana, tetapi kemampuan UMKM untuk terus tumbuh. Ketika usaha semakin produktif, pasar semakin terbuka dan generasi muda melihat bahwa warisan budaya memiliki masa depan secara ekonomi, maka pemberdayaan tersebut akan memberikan dampak yang berkelanjutan,” tambah Dony.

Kini, Ikat Amboina terus membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah, desainer dan pelaku industri kreatif, sekaligus memperkuat kualitas produk dan kemasan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk peluang ke luar negeri.

Dari alat tenun di Kota Ambon, benang-benang tersebut kini merangkai cerita yang lebih besar, yakni warisan budaya yang tetap hidup, UMKM yang semakin berdaya, serta peluang ekonomi yang terus terbuka.

Melalui TJSL, PLN UIW MMU terus menghadirkan energi yang tidak hanya menerangi, tetapi juga menggerakkan kemandirian dan kehidupan masyarakat.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Maluku Umumkan Hendrik-Vanath Jadi Pemenang Pilkada 2024

    DPRD Maluku Umumkan Hendrik-Vanath Jadi Pemenang Pilkada 2024

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku mengumumkan dan menetapkan Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih pada Pilkada 2024. Ini disampaikan lewat rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, dan dihadiri Penjabat Gubernur Maluku Sadali Ie, Forkopimda dan seluruh anggota DPRD Maluku berlangsung di ruang paripurna, Senin […]

  • KH. M. Asyari Papalia (1902-1986)

    KH. M. Asyari Papalia (1902-1986)

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Fajrin Hamid Bagi sebagian masyarakat kota Ambon tidak akan asing dengan nama Kiyai Asyari, imam masjid raya Alfatah kota ambon, terutama bagi mereka yang pernah merasakan suasana Kota Ambon di tahun 70an hingga tahun 80an. Kiyai Asyari atau Imam Asyari begitu sapaan warga kota ambon, ia adalah ulama Buton asal Kampung Papalia, Pulau Binongko. […]

  • Video Insiden Lapmer Viral, Ini Penjelasan Ajudan Gubernur Maluku soal Ucapan “Monyet”

    Video Insiden Lapmer Viral, Ini Penjelasan Ajudan Gubernur Maluku soal Ucapan “Monyet”

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Video yang merekam momen Ajudan Gubernur Maluku mengucapkan kata “monyet” kepada salah satu mahasiswa asal Pegunungan Seram Utara viral di media sosial, video berdurasi 0:46 detik itu diduga direkam tak lama setelah Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Ambon, Senin, (17/8/2026). Saat dihubungi redaksi Tajukmaluku.com melalui sambungan tellpon, ajudan yang kerap disapa […]

  • Kota Tual Bidik Produksi Garam Nasional, Walikota Jajaki Teknologi Geomembran

    Kota Tual Bidik Produksi Garam Nasional, Walikota Jajaki Teknologi Geomembran

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sesuai Perpres Nomor 17 Tahun 2025, Pemerintah Kota Tual menetapkan percepatan pembangunan pergaraman nasional sebagai salah satu program prioritas. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan potensi daerah dimana kota Tual sendiri yang dikelilingi laut bersalinitas tinggi, air laut bersih, dan kebutuhan garam yang cukup besar—sekitar 6 ton per bulan untuk konsumsi rumah tangga dan 45 ton […]

  • YBM PLN UP3 Sofifi Salur Bantuan Peralatan Sekolah Dukung Pendidikan Anak Kurang Mampu di Tidore Kepulauan

    YBM PLN UP3 Sofifi Salur Bantuan Peralatan Sekolah Dukung Pendidikan Anak Kurang Mampu di Tidore Kepulauan

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Kali ini, YBM PLN UP3 Sofifi menyalurkan bantuan pendidikan berupa tas sekolah lengkap dengan berbagai perlengkapan belajar kepada 30 siswa dari keluarga kurang […]

  • Soal Anggaran Rp 1,8 M Dinkes, John Laipeny: Pengembalian Dana Tak Hentikan Proses Hukum

    Soal Anggaran Rp 1,8 M Dinkes, John Laipeny: Pengembalian Dana Tak Hentikan Proses Hukum

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Maluku, Swantje John Laipeny, menegaskan bahwa proses hukum atas dugaan penyimpangan anggaran Rp 1,8 miliar di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku harus tetap berjalan, meskipun pihak dinas berencana mengembalikan dana tersebut. Pernyataan itu disampaikan Laipeny kepada wartawan di Gedung Balai Rakyat, Karang Panjang, Ambon, menyusul mencuatnya kabar bahwa Dinkes Maluku […]

expand_less