Breaking News
light_mode

Dari Benang Menjadi Harapan, PLN UIW MMU Dorong Ikat Amboina Naik Kelas

  • account_circle Admin
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • visibility 2
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Helai demi helai benang di tangan para penenun Ikat Amboina bukan hanya dirangkai menjadi kain, tetapi juga menjadi harapan untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat penghidupan.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) mendampingi UMKM tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi, keterampilan, hingga memperluas akses pasar.

General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Dony Noor Gustiarsyah, mengatakan pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari komitmen PLN menghadirkan manfaat yang melampaui penyediaan energi listrik.

“Energi yang PLN hadirkan harus mampu menggerakkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui Ikat Amboina, kami ingin potensi lokal berkembang menjadi usaha yang semakin mandiri dan berdaya saing, sekaligus menjaga kekayaan budaya Maluku agar terus hidup lintas generasi,” ujar Dony.

Berbasis di Skip Atas, Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Ikat Amboina telah menjaga tradisi menenun selama dua hingga tiga generasi. Kini, generasi muda turut melanjutkan keterampilan tersebut dengan menghadirkan desain yang lebih segar tanpa meninggalkan identitas Maluku, mulai dari inspirasi motif Tanimbar, Nunusaku, hingga elemen khas Ambon seperti ukulele dan tahuri.

Karya para penenun itu perlahan menjangkau panggung yang lebih luas. Produk Ikat Amboina telah diperkenalkan dalam berbagai pameran nasional, termasuk Indonesian City Expo di Surabaya dan Munas Apeksi di Makassar. Meningkatnya eksposur turut membuka peluang pasar sekaligus mendorong kelompok untuk meningkatkan kemampuan produksi dan kualitas produknya.

PLN UIW MMU kemudian memperkuat mata rantai usaha Ikat Amboina melalui dukungan sarana produksi, mulai dari alat tenun, alat pemutar benang, mesin jahit listrik, benang dan bahan pewarna hingga fasilitas pendukung pemasaran.

Dukungan tersebut dibarengi pelatihan menjahit dan pemasaran media sosial untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha.Penguatan tersebut diharapkan membuat proses produksi menjadi semakin optimal sekaligus memberi ruang bagi para penenun untuk mengembangkan variasi produk. Dengan kapasitas yang semakin baik, Ikat Amboina memiliki peluang lebih besar untuk merespons permintaan pasar tanpa meninggalkan kualitas dan karakter khas tenun Maluku.

Pendampingan juga membawa Ikat Amboina semakin dekat dengan pasar digital. Pengembangan website, marketplace, media sosial serta materi foto dan video promosi menjadi pintu baru agar produk tenun Maluku dapat menjangkau konsumen lebih luas tanpa hanya bergantung pada penjualan langsung dan pameran.

Lebih dari penguatan usaha, tumbuhnya Ikat Amboina turut membawa misi regenerasi. Keterlibatan generasi muda menjadi penting agar keterampilan menenun tidak berhenti pada satu generasi, tetapi terus diwariskan sekaligus dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang memiliki prospek bagi masyarakat lokal.

“Yang ingin kami bangun bukan sekadar bertambahnya sarana, tetapi kemampuan UMKM untuk terus tumbuh. Ketika usaha semakin produktif, pasar semakin terbuka dan generasi muda melihat bahwa warisan budaya memiliki masa depan secara ekonomi, maka pemberdayaan tersebut akan memberikan dampak yang berkelanjutan,” tambah Dony.

Kini, Ikat Amboina terus membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah, desainer dan pelaku industri kreatif, sekaligus memperkuat kualitas produk dan kemasan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk peluang ke luar negeri.

Dari alat tenun di Kota Ambon, benang-benang tersebut kini merangkai cerita yang lebih besar, yakni warisan budaya yang tetap hidup, UMKM yang semakin berdaya, serta peluang ekonomi yang terus terbuka.

Melalui TJSL, PLN UIW MMU terus menghadirkan energi yang tidak hanya menerangi, tetapi juga menggerakkan kemandirian dan kehidupan masyarakat.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mansur Banda, Kontraktor ‘Anak Emas’ yang Diduga Monopoli Proyek DAK, Didesak Jadi Tersangka oleh SKAK Maluku

    Mansur Banda, Kontraktor ‘Anak Emas’ yang Diduga Monopoli Proyek DAK, Didesak Jadi Tersangka oleh SKAK Maluku

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Simpul Komunitas Anti Korupsi (SKAK) Maluku kembali melakukan demonstrasi dengan tuntuta kepada pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku untuk segera menetapkan Mansur Banda sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku. Demonstrasi yang digelar di depan kantor Diskrimsus Polda […]

  • Dinyatakan Tak Bersalah, Majelis Hakim PN Ambon Vonis Bebas Mantan Kadis Perkim Kota Tual, Fahry Rahayaan

    Dinyatakan Tak Bersalah, Majelis Hakim PN Ambon Vonis Bebas Mantan Kadis Perkim Kota Tual, Fahry Rahayaan

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis bebas terhadap mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Tual periode 2017-2021, Fahry Rahayaan. Fahry yang juga sempat menjabat sebagai Pj. Sekda Kota Tual itu dinyatakan tidak bersalah dalam perkara dugaan korupsi proyek Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (BSPS) […]

  • Saat “Ditekan Wagub”, Kadis Yahya Ngeluh: Saya Ibarat Kipas Angin

    Saat “Ditekan Wagub”, Kadis Yahya Ngeluh: Saya Ibarat Kipas Angin

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Yahya Kota, mengaku tak mampu berbuat banyak ketika diminta oleh Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath untuk mengganti pengelola jasa parkir di Pasar Mardika, Kota Ambon. “Dia (Kadis) bilang dia seperti kipas angin saja, diremot. Saat disuruh berhenti, berhenti,” kata Yahya dalam pertemuan bersama manajemen CV. Rumbia Perkasa, […]

  • Tinjau Lokasi Huntap bagi Korban Bencana Aceh Tamiang, Menteri Nusron Pastikan Lahan 100% Siap Digunakan

    Tinjau Lokasi Huntap bagi Korban Bencana Aceh Tamiang, Menteri Nusron Pastikan Lahan 100% Siap Digunakan

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Aceh Tamiang,Tajukmaluku.com-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memastikan penyiapan lahan untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi 4.159 kepala keluarga korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang telah rampung. Dengan selesainya penyiapan lahan, Kementerian ATR/BPN mendukung percepatan pembangunan Huntap agar masyarakat segera memiliki tempat tinggal yang layak. “Kami memastikan tanah di Aceh […]

  • GP Ansor Launching Asta Cita Center Fokus Dukung Visi Besar Prabowo-Gibran Menuju Indonesia Emas 2045

    GP Ansor Launching Asta Cita Center Fokus Dukung Visi Besar Prabowo-Gibran Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Addin Jauharudin, menyampaikan bahwa agenda strategis pemerintahan Prabowo-Gibran wajib mendapat dukungan penuh untuk memastikan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa. Salah satu langkah konkrit untuk mendukung visi besar tersebut adalah peluncuran Asta Cita Center (ACC) sebagai lembaga think tank yang akan menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. “Asta Cita […]

  • Bakal Pensiun jadi Alasan Ibu Kandung Wakil Bupati SBT Bebas Sanksi Disiplin ASN? Ini Respon MCW

    Bakal Pensiun jadi Alasan Ibu Kandung Wakil Bupati SBT Bebas Sanksi Disiplin ASN? Ini Respon MCW

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sekretaris Mollucas Corruption Watch (MCW) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Sabandarlisa Kelilauw angkat bicara terkait alasan bebas sanksi ASN terhadap ibu kandung wakil Bupati SBT, Siti Masita Sandia. Pengacara muda itu menjelaskan, berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, seorang […]

expand_less