Breaking News
light_mode

DPRD Maluku Nilai Pemprov Belum Serius Tangani Masalah Gunung Botak

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • visibility 383
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tajukmaluku.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) belum menunjukkan keseriusan penuh dalam menangani persoalan pertambangan rakyat di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru.

Penilaian ini mengemuka menyusul masih adanya berbagai persoalan mendasar dalam tata kelola tambang rakyat yang hingga kini belum terselesaikan secara menyeluruh.

Untuk itu, Anggota Komisi II DPRD Maluku, H. Ridwan Nurdin menegaskan, akan melakukan pengawasan langsung ke lapangan guna memastikan pengelolaan tambang rakyat berjalan sesuai aturan.

Menurut politisi NasDem yang kerap disapa La Songkok Tinggi itu, hingga saat ini DPRD masih menemukan sejumlah catatan penting, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, hingga laporan hasil pengawasan instansi teknis yang belum disampaikan secara utuh kepada lembaga legislatif.

“Ini menunjukkan bahwa kebijakan pertambangan rakyat belum dijalankan secara maksimal. DPRD belum menerima laporan lengkap, padahal pengawasan adalah kunci agar tambang rakyat tidak kembali dikuasai pihak-pihak tertentu,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Ia menegaskan, ia akan turun langsung ke Gunung Botak untuk memastikan bahwa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah benar-benar berpihak pada masyarakat lokal, khususnya penambang rakyat di Kabupaten Buru.

“Tujuan utama kami adalah agar masyarakat Buru bisa menikmati hasil tambang mereka sendiri, bukan justru kembali dikelola oleh pengusaha besar yang legalitasnya belum jelas,” tegasnya.

Selain itu, Ketua Wilayah GP Ansor Maluku itu juga menyoroti persoalan permodalan koperasi tambang rakyat, terutama terkait munculnya skema bapak angkat. Menurutnya, skema tersebut berpotensi membuka ruang kepentingan bisnis terselubung yang dapat merugikan penambang kecil.

“Kalau ada bapak angkat, berarti ada pihak yang bersaham. Ini sudah masuk ranah kepentingan privat dan harus diawasi secara ketat agar tidak menyimpang dari semangat tambang rakyat,” katanya.

Ia berharap kebijakan Gubernur Maluku terkait pengelolaan tambang rakyat di Gunung Botak dapat dijalankan secara konsisten, disertai pengawasan ketat dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta instansi teknis terkait.

Dia menegaskan, pemerintah tidak boleh ragu bertindak tegas apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.

“Jika masih ditemukan penggunaan alat berat atau pelanggaran legal lainnya, pemerintah harus berani menutup aktivitas tersebut demi keselamatan, keamanan, dan kepentingan masyarakat Buru,” pungkasnya.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bicara dalam Banten Investment Forum 2026, Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi

    Bicara dalam Banten Investment Forum 2026, Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menjadi keynote speaker dalam Banten Investment Forum 2026, di Kota Tangerang Selatan, Jumat (09/10/2026). Salah satu bahasan yang ia sampaikan adalah bagaimana peran pertanahan dan tata ruang dalam menguatkan iklim investasi, termasuk di Provinsi Banten. “Pertanahan dan tata ruang memiliki […]

  • Wamen Ossy Serahkan Sertipikat bagi MBR di Kalsel, Dukung Penyediaan Rumah Layak Huni Lewat Legalitas Tanah

    Wamen Ossy Serahkan Sertipikat bagi MBR di Kalsel, Dukung Penyediaan Rumah Layak Huni Lewat Legalitas Tanah

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Desa Mekar, Kabupaten Banjar menerima sertipikat sebagai wujud kepastian dan perlindungan hukum atas tanah yang dimiliki. Sertipikat tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, bersama Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), M. Rifqinizamy Karsayuda. […]

  • Bahlil; Wajah Timur, Tangan Korporasi

    Bahlil; Wajah Timur, Tangan Korporasi

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Narasi Bahlil Lahadalia sebagai “martir politik” dalam polemik tambang nikel Pulau Gag, Raja Ampat, terdengar dramatis sekaligus menyesatkan. Kita disuguhi kisah seorang anak kampung dari Timur yang “dikorbankan” oleh elite karena keberaniannya membekukan tambang. Seolah-olah, langkah Bahlil adalah wujud keberpihakan terhadap lingkungan dan rakyat kecil. Sayangnya, kisah ini lebih mirip fiksi politik daripada realitas sosial. […]

  • Layanan Pertanahan Jadi Lebih Dekat dengan Sentuh Tanahku dan PELATARAN, Ubah Persepsi Masyarakat Soal BPN

    Layanan Pertanahan Jadi Lebih Dekat dengan Sentuh Tanahku dan PELATARAN, Ubah Persepsi Masyarakat Soal BPN

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Karawang,Tajukmaluku.com-Di tengah kebiasaan serba cepat, pelayanan publik juga dituntut untuk beradaptasi menjadi lebih sederhana, lebih transparan, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Transformasi inilah yang mulai diwujudkan dalam layanan pertanahan. Melalui digitalisasi lewat aplikasi Sentuh Tanahku serta hadirnya program PELATARAN (Pelayanan Tanah Akhir Pekan), urusan administrasi pertanahan yang dahulu kerap dipersepsikan rumit perlahan berubah menjadi […]

  • HTI Bangkit dari Kubur? PW GP Ansor Maluku Kecam Gerakan yang Mengancam NKRI

    HTI Bangkit dari Kubur? PW GP Ansor Maluku Kecam Gerakan yang Mengancam NKRI

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang telah resmi dibubarkan pemerintah pada 19 Juli 2017, kembali menampakkan diri di sejumlah daerah. Aksi pengibaran bendera HTI di Yogyakarta, Surabaya, dan Palembang, serta penyebaran buletin bernuansa khilafah, menjadi sinyal bahwa kelompok ini masih beroperasi secara terselubung. Menanggapi fenomena ini, Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Maluku, […]

  • Tambang PT Batulicin di Kei Besar Langgar UU Pulau Kecil, DPRD Maluku Diminta Panggil Gubernur

    Tambang PT Batulicin di Kei Besar Langgar UU Pulau Kecil, DPRD Maluku Diminta Panggil Gubernur

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Aktivitas penambangan pasir dan batu oleh PT Batulicin Beton Asphalt (BBA), anak perusahaan dari Jhonlin Group milik Haji Isam alias Andi Syamsuddin Arsyad, di Pulau Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, menjadi sorotan publik lantaran penambangan tersebut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PWP3K). Pulau Kei Besar yang […]

expand_less