Breaking News
light_mode

Meneropong Peluang Dan Tantangan Pemimpin Baru Maluku

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
  • visibility 1.207
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sekarang 961 seluruh Kepala dan Wakil Kepala Daerah se-Indonesia, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, yang telah di lantik secara serentak di istana Negara pada tanggal 20 Febuari 2025, memiliki beragam peluang dan tantangan dalam menjalankan roda Pemerintahan.

Meneropong peluang dan tantangan pemimpin baru Maluku yang dihadapi kedepan, bukan hanya terkait implementasi visi-misi, program kerja dan janji politik, yang pernah di umbar saat musim kampanye untuk memperoleh insentif elektoral.Tetapi tumbuh aneka kepentingan di tubuh Kepemimpinan, dan ragam problematika lain hadir mewarnai Pemerintahan nanti.

Setiap Pemimpin pasti diterpa badai dan gelombang dinamika Pemerintahan. Oleh karenanya, Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku selaku nakhoda baru diharapkan mempunyai skill dan keterampilan seperti komunikasi terbuka, empati, fleksibilitas, kreativitas, inovatif, berfikir strategis dan aksi positif, dalam menahkodai bahtera pemerintahan Maluku menuju ke arah, yang lebih maju, setara dan bisa bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

Kini Gubernur dan Wakil Gubernur secara resmi telah menjabat menjadi Pemimpin baru Maluku periode 2025-2030, sehingga mempunyai kewajiban Konstitusional, dan Moral untuk melakukan pengabdian sebagai pelayan rakyat.

Keduanya memulai awal Pemerintahan yang baik dengan menolak pengadaan mobil dinas baru, dan biaya resepsi pelantikan dari anggaran daerah. Ini mengindikasikan mereka memberikan contoh positif dalam Pemerintahan dan perlu diapresiasi.

Peluang Maluku Maju Di Kepemimpinan Baru

Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath merupakan kombinasi dua politisi dengan mempunyai pengalaman mumpuni, keduanya dinilai paket komplet pemimpin ideal. Gubernur memiliki background praktisi hukum dan pernah menjadi legislator di Legislatif, sedangkan Wakil Gubernur pernah menjadi pucuk pimpinan birokrasi di Eksekutif selaku Bupati 2 periode.

Segudang pengalaman yang mereka menyelami dan dipetik dari dua rumpun cabang kekuasaan berbeda ini, membuat masyarakat optimis dan menaruh harapan besar di atas pundak keduanya lah masa depan Maluku dapat digantungkan. Kolaborasi dua figur ini juga dinilai memperluas relasi di Pemerintahan tingkat pusat.

Masih membekas diingatan publik menjelang percaturan politik Pilkada kemarin, saat itu Hendrik Lewerissa pernah berargumentasi dirinya diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk calon, narasi tersebut sering di daur ulang ke ruang publik sebagai bahan baku utama marketing politik.

Itu artinya, ia memberikan sinyalemen positif dan ingin menyatakan kepada Masyarakat bahwa dirinya di instruksikan Presiden dan bila terpilih, maka melalui networking yang canggih di kekuasaan tingkat pusat siap garansi menggolkan berbagai kepentingan Maluku, yang selama ini masih terkatung-katung.

Sebagai Gubernur yang dianggap cukup dekat dengan Presiden Prabowo Subianto, tentu persepsi publik Kepemimpinan baru memiliki peluang dalam melobi, dan memperjuangkan berbagai kepentingan Maluku di tingkat pusat. Modal relasi yang ada membuat perjuangannya dianggap mudah di kabulkan oleh para pembantu Presiden atau penghuni Istana Negara di Jakarta.

Gubernur sebagai wakil Pemerintah pusat di tingkat Daerah dalam melakukan tindakan hukum, selain memiliki networking kemampuan analitis juga menjadi krusial, karena seorang Kepala Daerah harus punya konsepsi dan mampu menganalisis data dengan baik, akurat serta membuat keputusan berbasis bukti untuk menggerakkan Daerah ke arah yang benar.

Berjuang mengantarkan Maluku di depan pintu gerbang kemajuan dan kemakmuran, Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku harus memiliki keunggulan seperti komunikasi yang efektif, bersahaja, humanis, sehat secara emosional, santun, berwawasan luas, mempunyai kesadaran etis, hindari produksi narasi kegaduhan, dan perlu menjaga tata krama diplomasi politik dengan pemerintah pusat.

Sementara upaya memajukan Maluku di era digitalisasi, maka Inovasi dan kreativitas menjadi kunci utama menopang Pertumbuhan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selaku kepala Daerah perlu meningkatkan keterlibatan jajaran OPD melalui platform digital dan harus meletakkan locus ruang kerja di kantor bukan rumah pribadi, agar terciptanya komunikasi dan kolaborasi lebih baik.

Sebab, tugas Pemimpin adalah membangun sistem, memastikan sistem berfungsi dengan baik, menegakan sistem, menjadi komunikator dan role model. Oleh sebab itu, sangat di harapkan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku harus membawa energi positif untuk Maluku maju, dan menghindari narasi kontraproduktif di ruang publik.

Tantangan Kepemimpinan Gubernur Dan Wakil Gubernur Maluku

Dibalik peluang mewujudkan visi-misi, program kerja dan janji politik untuk memajukan Maluku, juga ada beberapa tantangan yang harus menjadi perhatian serius Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku dalam menjalankan tugas dan urusan Pemerintahan.

Tantangan yang dihadapi dalam Pemerintahan kedepan misalnya masih dihembuskan narasi polarisasi, terjadi keretakan di tubuh Kepemimpinan, lahirnya faksi-faksi dalam lingkaran kekuasaan, dan adanya kebijakan efisiensi anggaran hingga memikul warisan utang PT SMI dari kepemimpinan sebelumnya.

Untuk menghindari terjadi polarisasi di masyarakat dibutuhkan kearifan, dan kebijaksanaan dari seorang pemimpin melalui sikap ketegasan dan keteladanan. Ketika Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath resmi menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, maka tidak ada lagi narasi calon Kepala Daerah JAR-AMK, 2M dan Lawamena, yang ada saat ini hanya Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

Bila narasi Lawamena terus di demonstrasikan untuk melegitimasikan eksistensi Kepemimpinan saat ini, adalah buah andil dan kontribusi nyata pendukung Lawamena. Hal ini, berpotensi melahirkan polarisasi yang orientasi terjadi dikotomi sosial dan turbulensi Politik di masyarakat. Sebab, Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath merupakan Gubernur dan Wakil Gubernur bagi seluruh masyarakat Maluku, bukan milik sekelompok orang.

Oleh sebab itu, pentingnya Pemimpin baru Maluku merawat iklim Pemerintahan yang sehat dengan melakukan rekonsiliasi di awal Pemerintahan. Mengajak semua elemen masyarakat Maluku, stakeholder termasuk para kompetitor di Pilkada, agar sama sama bersinergi dan berkolaborasi mendukung kepemimpinan sedang berjalan.

Ekosistem birokrasi dan pemerintahan Maluku yang sehat, harmonis dan kuat bila membangun kepemimpinan kolaboratif dengan cara menghormati tugas, fungsi dan kewenangan setiap OPD tanpa mengamputasi kewenangan mereka. Terutama porsi kewenangan yang ada pada Gubernur dan Wakil Gubernur harus dijalankan oleh masing-masing sesuai amanat Peraturan Perundang-undangan yang berlaku tanpa dikurangi atau di tambahkan.

Mesin birokrasi berjalan secara efektif, apabila menghadirkan kepemimpinan inklusif, yang menggunakan beragam perspektif dan mendorong kolaborasi untuk menghasilkan keunggulan kompetitif. Bukan Kepemimpinan ekslusif alias kepemimpinan tradisional atau otokratis), yang hanya memusatkan kekuasaan dalam pengambilan keputusan, serta membatasi kolaborasi dan menghambat daya saing Pemerintahan.

Karena itu, yang perlu dihindari adalah muncul kepemimpinan One Man Show di tengah perjalanan Pemerintahan, atau adanya dominan libido Politik satu pihak antara Gubernur dan Wakil Gubernur, yang berimplikasi terjadi keretakan di tubuh birokrasi.

Bercermin dari Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Periode kemarin, di tengah perjalanan Kepemimpinan mereka kurang lebih 6 bulan terjadi keretakan, dan kita ketahui bersama radius “Conflict of interest” diantara keduanya menyebabkan tersumbatnya sel-sel pelayanan publik. Dengan demikian, diharapkan Kepemimpinan baru ini, harus mampu melestarikan komunikasi dan menjalankan tupoksi sesuai rel-rel hukum berlaku.

Banyak riset ilmiah membuktikan terjadi deviasi, distorsi dan disorientasi dalam sebuah rezim Pemerintahan, karena disebabkan seorang pemimpin memiliki kemauan untuk berkuasa (Will to Power), yang lebih tinggi tetapi cenderung melanggar hukum.

Meneropong tantangan lain dihadapi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur kedepan, harus berfikir demokratis dan jangan anti kritik. Karena pemimpin yang responsif dan aspiratif adalah mampu berbuka diri untuk dikritik oleh masyarakat sebagai pemilik saham kedaulatan.

Seorang kepala Daerah setelah di ambil sumpah dan janji sebagai Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati dan Walikota-Wakil Walikota, maka jabatan dan kebijakan mereka sebagai pejabat publik sudah milik publik untuk dikoreksi secara produktif dan konstruktif.

Salah satu tantangan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, yang tidak kalah besar ialah diperhadapkan dengan warisan utang PT SMI dari Kepemimpinan sebelumnya, dan adanya kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran di semua Kementerian/Lembaga. Harapan masyarakat utang dan kebijakan efisiensi anggaran tidak membuat Kepemimpinan baru menjadikan sebagai dalil pembenaran untuk membangun Maluku.

Kendati demikian, dapat menjustifikasi apakah Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2025-2030 gagal atau berhasil dalam kepemimpinannya, maka masyarakat Maluku harus memberikan kesempatan kepada mereka memimpin terlebih dahulu, dan tentunya penilaian harus berdasarkan indikator dan variabel ilmiah yang sahih.

Diharapkan pentingnya peran dan kiprah nyata masyarakat dalam mengawasi dan mengontrol setiap kebijakan politik hukum Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku lima tahun kedepan, guna memastikan Pemerintahan diselenggarakan berdasarkan asas transparansi, akuntabilitas, profesionalitas, proporsionalitas, objektif, kemanfaatan, kepastian hukum, pelayanan yang baik dan tidak diskriminatif.

Paman Nurlette, Penulis adalah Ketua DPD Perkumpulan Penasihat Dan Konsultan Hukum Indonesia Maluku.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Bahlil Sambangi PLTMG BMPP Nusantara 1 Waai, Akui PLN UIW MMU Siap Hadirkan Listrik Andal selama Nataru

    Menteri Bahlil Sambangi PLTMG BMPP Nusantara 1 Waai, Akui PLN UIW MMU Siap Hadirkan Listrik Andal selama Nataru

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerjanya di Provinsi Maluku. Salah satu agendanya, yakni berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) BMPP Nusantara 1 Waai. Di sini, Menteri Bahlil disambut General Manager PLN Unit Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Awat […]

  • Layanan Pertanahan Jadi Lebih Dekat dengan Sentuh Tanahku dan PELATARAN, Ubah Persepsi Masyarakat Soal BPN

    Layanan Pertanahan Jadi Lebih Dekat dengan Sentuh Tanahku dan PELATARAN, Ubah Persepsi Masyarakat Soal BPN

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Karawang,Tajukmaluku.com-Di tengah kebiasaan serba cepat, pelayanan publik juga dituntut untuk beradaptasi menjadi lebih sederhana, lebih transparan, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Transformasi inilah yang mulai diwujudkan dalam layanan pertanahan. Melalui digitalisasi lewat aplikasi Sentuh Tanahku serta hadirnya program PELATARAN (Pelayanan Tanah Akhir Pekan), urusan administrasi pertanahan yang dahulu kerap dipersepsikan rumit perlahan berubah menjadi […]

  • DPRD Maluku Sebut PSU di Kabupaten Buru akan Berlangsung Aman

    DPRD Maluku Sebut PSU di Kabupaten Buru akan Berlangsung Aman

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Buru yang bakal dilaksanakan Sabtu, 5 April 2025 besok dipastikan akan berjalan aman meski diterpa isu bentrok antar warga akibat tekanan kelompok politik tertentu. Kepastian itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solichin Buton, Jumat (4/4/2025). Dikatakan, berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), PSU akan dilaksanakan di TPS 02 Desa […]

  • PLN Jadi Perusahaan Energi Terbaik untuk Mengembangkan Karir di Indonesia versi LinkedIn

    PLN Jadi Perusahaan Energi Terbaik untuk Mengembangkan Karir di Indonesia versi LinkedIn

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) menjadi perusahaan energi terbaik untuk mengembangkan karir di Indonesia. Capaian ini tercermin melalui daftar Top 15 Companies in Indonesia 2025 yang dikeluarkan oleh LinkedIn. PLN dinilai unggul dalam delapan indikator utama, antara lain peluang karier, stabilitas perusahaan, keterbukaan terhadap talenta eksternal, keberagaman gender, dan kehadiran aktif karyawan di _platform_ profesional. Tidak hanya […]

  • Demo di Polda Maluku, Massa Aksi: “Kembalikan Dwifungsi ABRI atau Polri dibawah Kemendagri”

    Demo di Polda Maluku, Massa Aksi: “Kembalikan Dwifungsi ABRI atau Polri dibawah Kemendagri”

    • calendar_month Senin, 23 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ratusan massa yang tergabung dalam berbagai organisasi, termasuk GP Ansor-Banser Maluku, KNPI Maluku, OKP Cipayung Plus Kota Ambon, dan organisasi mahasiswa lainnya, menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar Polda Maluku. Senin, (23/12/2024). Aksi ini merupakan respons atas tindakan represif yang dilakukan oleh tiga oknum Polisi KPYS Ambon terhadap Rizal Taufik Serang, kader GP […]

  • SKAK Maluku Desak Kajati Maluku dan Kajari Ambon Tindak Tegas Direktur Poltek Ambon

    SKAK Maluku Desak Kajati Maluku dan Kajari Ambon Tindak Tegas Direktur Poltek Ambon

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Simpul Komunitas Anti Korupsi (SKAK) Maluku kembali menyorot lambannya penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Direktur Politeknik Negeri (Poltek) Ambon, Dady Mairuhu. SKAK Maluku menilai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Agoes Soenanto Prasetyo, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ambon, Adhryansah, tidak memiliki “taring” dalam menindaklanjuti laporan kasus tersebut. Bahkan, SKAK Maluku mengancam akan menggeruduk kantor […]

expand_less