Breaking News
light_mode

Tanah Banda di Jual, Intan Nasri Memilih Diam

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
  • visibility 312
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com– Lahan yang sejak 1970-an ditetapkan sebagai zona hijau penyangga bandara kini telah berubah status menjadi sertifikat pribadi atas nama mantan Bupati Maluku Tengah, Abdullah Tuasikal. Padahal masyarakat Banda punya memori kolekti panjang. Mereka rela angkat kaki dari kawasan itu demi kepentingan negara, bukan untuk diperdagangkan.

Empat dekade kemudian, pengorbanan itu berubah jadi ironi. Tanah publik yang dulu dikorbankan kini dikuasai elit politik. Warga marah, protes pun pecah. Namun satu suara yang seharusnya lantang justru membisu: Intan Nasri, anggota DPRD Dapil 3 Maluku Tengah dari Fraksi Perindo.

Sebagai anak asli Banda, Intan Nasri semestinya tampil di depan, menyuarakan keresahan warganya. Alih-alih, ia hanya memilih diam.

“Intan Nasri seakan menutup mata. Padahal masyarakat Banda sedang merasa diperlakukan tidak adil, resah, dan kehilangan rasa aman di tanahnya sendiri,” ujar Putri Hastari, Ketua Bidang Agraria dan Kemaritiman HMI Cabang Ambon. Rabu (25/09/2025).

Putri menegaskan, keterwakilan politik seharusnya memberi kepastian keberpihakan di ruang publik.

“Sebagai putri daerah Banda, Intan Nasri punya tanggung jawab moral dan politik. Masalah tanah ini menyangkut martabat masyarakat Banda. Diamnya Intan Nasri sama saja membiarkan luka sejarah semakin dalam,” kata Putri.

Polemik tanah di Banda Naira bermula dari praktik jual beli yang diduga cacat administrasi. Pemerintah Desa Nusantara dituding melepas tanah tanpa dokumen hukum yang sah. Tidak ada surat keterangan tanah, tidak ada bukti perdata yang bisa menjamin legalitas transaksi. Celah inilah yang membuka ruang bagi penguasaan lahan secara sepihak.

Bagi Putri, kegagalan Intan Nasri membaca kegelisahan rakyat Banda menunjukkan rapuhnya fungsi representasi politik di parlemen Maluku Tengah.

“Kalau diam saja, untuk apa ada wakil rakyat dari Banda di parlemen?,” Tanya Magister Ilmu Perikanan dan Kelautan ini.

Di Banda Naira, demonstrasi mahasiswa sempat viral di berbagai media sosial. Mereka menuntut kejelasan soal status tanah dan mendesak adanya transparansi. Tapi suara di parlemen , terutama dari Intan Nasri, masih sunyi.

Sementara itu, masyarakat Banda tetap menunggu. Mereka ingin wakil dari dapil mereka berbicara, bukan hanya diam bersembunyi di balik kenyamanan kursi dewan. Karena bagi mereka, tanah adalah sejarah, identitas, dan masa depan bagi generasi Banda.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dihadapan Senator Bisri, DKP : Sekarang Kita Hanya Penonton di Laut Maluku

    Dihadapan Senator Bisri, DKP : Sekarang Kita Hanya Penonton di Laut Maluku

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pemerintah Provinsi Maluku kembali dibatasi untuk mengelolah laut, meski dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, Kewenangan Pemerintah Provinsi adalah sebesar 12 mil laut dari garis pantai. Semua mekanisme perijinan pengelolaan wilayah laut saat ini telah diurusi Pemerintah Pusat secara langsung, bahkan untuk keramba ikan di Teluk Ambon harus ada ijin Kementrian Perikanan dan Kelautan di […]

  • Buah Simalakama” itu Bernama MIP (Bagian III)

    Buah Simalakama” itu Bernama MIP (Bagian III)

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: M Kashai Ramdhani Pelupessy (Dosen Psikologi di UIN AM Sangadji Ambon; Pemerhati Psikologi Lingkungan) Perlu diingat bahwa megaproyek Maluku Integrated Port (MIP) ini bukan keniscayaan melainkan sebuah pilihan yang disodorkan kepada masyarakat. Olehnya itu, megaproyek tersebut masih perlu dikritisi lebih tajam lagi, dengan mempertanyakan apakah sudah ter-ilhami falsafah hidup “siwalima” ataukah belum? Anehnya, pertanyaan […]

  • Ketwil PPP Maluku: Menolak Agus Suparmanto Sama Saja Menutup Jalan Bangkit

    Ketwil PPP Maluku: Menolak Agus Suparmanto Sama Saja Menutup Jalan Bangkit

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Jelang pembukaan Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP), wacana pencalonan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum memicu polemik. Sejumlah kalangan menolak dengan alasan Agus disebut sebagai “orang luar” PPP. Ketua DPW PPP Maluku, Aziz Hentihu, menilai alasan itu tidak objektif. Menurut dia, setelah gagal menempatkan wakil di parlemen pada Pemilu 2024, PPP justru membutuhkan energi baru […]

  • Pasokan Listrik PLN Andal Suksesi Peringatan HUT RI Di Istana Merdeka

    Pasokan Listrik PLN Andal Suksesi Peringatan HUT RI Di Istana Merdeka

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) berhasil menyuplai listrik andal selama rangkaian Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025). Acara kenegaraan mulai dari Malam Renungan Suci, Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih tersebut berlangsung khidmat, meriah, dan penuh makna kebangsaan, dengan dukungan pengamanan […]

  • Pln Peduli Warga Binaan Lapas Nusakambangan dengan FABA

    Pln Peduli Warga Binaan Lapas Nusakambangan dengan FABA

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Nusakambangan,Tajukmaluku.com-Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kini mampu menggerakkan roda perekonomian dengan keterampilan baru. Melalui pengelolaan abu sisa pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala berupa _Fly Ash_ dan _Bottom Ash_ (FABA), warga binaan mampu menghasilkan produk konstruksi bernilai ekonomi. FABA yang sebelumnya dipandang sebagai limbah tanpa nilai kini […]

  • Avtur Dari Lanud, Dioplos Jadi Solar, Di Jual Ke Kapal Cumi

    Avtur Dari Lanud, Dioplos Jadi Solar, Di Jual Ke Kapal Cumi

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Penyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus Polda Maluku sedang berjibaku membongkar praktik ilegal peredaran bahan bakar avtur yang dioplos menjadi solar. Penyelidikan dimulai dari penangkapan 15 ton avtur di kawasan Galala, Ambon, pada 27 Juni 2025 lalu. Kasus ini pun menyeret sedikitnya tiga tersangka yang kini telah diamankan penyidik. Volume avtur yang disita bukan sembarangan. Dalam […]

expand_less