Breaking News
light_mode

Gerak cepat ala Fachri, Birokrasi Tertib ala Amahoru.

  • account_circle Tajuk Maluku.com
  • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
  • visibility 360
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tajukmaluku com-Di balik deretan visi pembangunan yang mulai mewarnai lanskap Seram Bagian Timur (SBT), ada fondasi yang menentukan keberlanjutan semua itu: disiplin birokrasi. Disiplin tak semata urusan administratif, melainkan jantung dari sistem tata kelola pemerintahan. Dalam konstelasi inilah, peran Ahmad Quadri Amahoru sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) diperhitungkan lebih dari sekadar jabatan struktural. Ia adalah penentu arah dan wajah birokrasi di bawah visi “Gerak Cepat” dari Bupati Fachri Husni Alkatiri dan Wakil Bupati Vitho Wattimena.

Disiplin: Nafas Baru Birokrasi SBT

Disiplin dalam birokrasi tak melulu soal kehadiran apel pagi atau tertib administrasi. Disiplin menyangkut etika pelayanan publik, kepatuhan terhadap waktu, hingga kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Amahoru, sebagai Sekda memegang peran strategis, menjadi panglima Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mesti mengubah cara pandang birokrasi dari mentalitas “asal kerja” menjadi “kerja nyata”.

Dr. Riant Nugroho, pakar kebijakan publik dari UI, melihat tantangan terbesar dalam birokrasi Indonesia bukan pada sistem, melainkan pada budaya. “Disiplin itu budaya kerja yang dibentuk lewat keteladanan, konsistensi, dan kepemimpinan yang punya arah,” ujarnya. Di level daerah seperti SBT, pernyataan ini menemukan relevansinya.

Quadri, dalam beberapa upayanya, mulai menekankan prinsip reward and punishment yang konsisten. ASN yang berkinerja baik diberi ruang promosi, sementara yang abai diberi pembinaan atau bahkan evaluasi ketat. Pendekatan ini, meski tidak populis, adalah bentuk keadilan birokrasi yang menuntut profesionalisme, bukan kedekatan personal.

Dalam konfigurasi pemerintahan daerah, Sekda adalah jantung birokrasi. Ia bukan sekadar perpanjangan tangan kepala daerah, tapi juga menjadi pemimpin transformatif yang menjaga kesinambungan antara visi politik dan pelaksanaan teknokratis.

Ahmad Quadri Amahoru dengan pengalamannya selama menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengawal agenda-agenda pembangunan di Kabupaten SBT selama ini cukup menjadi modal untuk posisinya saat ini. Pada spektrum strategis sebagai enfocer, inovatif sekaligus integrator. Adalah modal kuat untuk posisinya saat ini. Kepemimpinan yang inovatif dan kreatif serta disiplin selama berkarir di lingkup Pemerintah Seram Bagian Timur.

Sebagai ASN yang telah berkarir lama di SBT, Sekda merupakan bdi negara menduduki posisi n jenjang karir birokrasi yang cukup panjang membuat dirinya tegas dalam menegakkan aturan, namun cukup visioner untuk menciptakan inovasi, serta mampu merajut sinergi antar-organisasi perangkat daerah (OPD). Tanpa peran yang kuat di tiga lini ini, birokrasi hanya akan menjadi ladang rutinitas yang mandul dari hasil.

Beberapa langkah prioritas seperti digitalisasi layanan publik, reformasi pelayanan satu pintu, dan pelatihan kepemimpinan bagi ASN muda adalah bentuk investasi jangka panjang yang akan menumbuhkan birokrasi berorientasi hasil, bukan sekadar prosedur.

Tantangan Struktural dan Budaya

Tentu saja, perjalanan menuju perubahan tak semudah membalik telapak tangan. Keterbatasan anggaran, kualitas SDM yang belum merata, serta kuatnya residu budaya birokrasi feodal menjadi tantangan nyata. Dalam banyak kasus, loyalitas ASN masih lebih kuat kepada figur daripada sistem. Di titik ini, pendekatan struktural perlu ditopang dengan rekayasa budaya kerja baru.

Kalau sistem bisa dibangun dalam lima tahun, budaya bisa butuh dua dekade,” kata Eko Prasojo, mantan Wakil Menpan-RB. Maka dari itu, reformasi birokrasi di SBT tidak bisa hanya bertumpu pada regulasi. Ia butuh figur pemimpin menengah seperti Sekda yang mampu menumbuhkan habitus baru lewat keteladanan—berani, terbuka, dan konsisten.

Di kecamatan-kecamatan, Fachry melalui Ahmad Quadri mendorong peran camat dan kepala desa sebagai frontliner pelayanan publik. Ini terobosan kecil yang, bila dilaksanakan konsisten, berdampak besar.

Disiplin tanpa transparansi adalah jalan sia-sia. Sekda sebagai penjaga etika birokrasi mesti memastikan keterbukaan informasi dan akuntabilitas penggunaan anggaran. Sistem seperti e-budgeting, e-planning, dan dashboard evaluasi publik perlu segera diterapkan sebagai bagian dari reformasi digital.

Langkah ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi menciptakan trust antara negara dan masyarakat. Dalam dari konteks ini, SBT harus belajar dari daerah lain seperti Banyuwangi atau Bojonegoro yang berhasil menjadikan keterbukaan sebagai energi sosial untuk membangun daerah. Quadri, dengan posisi strategisnya, perlu membangun culture of accountability di lingkungan ASN. Birokrasi harus merasa malu jika tidak melayani, bukan hanya takut karena dimarahi atasan.

Menuju Legacy Tata Kelola

Setiap masa pemerintahan pasti berganti. Tapi sistem birokrasi yang baik akan tetap bekerja tanpa tergantung siapa yang memimpin. Inilah warisan atau legacy yang harus dibangun dari sekarang. Bila Quadri mampu membangun fondasi kedisiplinan, menumbuhkan inovasi, serta menjamin transparansi, maka ia sedang menulis sejarah tata kelola yang akan hidup lebih lama dari masa jabatannya.

Disiplin sistematik yang dicanangkan Amahoru nantinya merubah wajah birokrasi SBT menjadi corong pelayanan publik yang baik.

Kini saatnya “Gerak Cepat” di SBT tak boleh dibaca sebagai slogan politik, melainkan ruh dari sebuah pemerintahan baru yang kini hadir, melayani, dan berubah. Dan di balik itu, ada disiplin yang kokoh sebagai fondasi, serta satu figur yang menjaga agar mesin birokrasi tak keluar jalur: ada loyalitas Sekda Ahmad Quadri Amahoru terhadap Fachy-Vito. Sebab birokrasi adalah rangkaian sistem yang terus bergerak karena kesadaran, bukan paksaan.

Fadhel Rumakat, Penulis adalah anak muda asal Seram Bagian Timur, aktif dalam isu sosial, lingkungan, dan gerakan antikorupsi.

  • Penulis: Tajuk Maluku.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT.PLN Dorong Perkembangan Industri Perikanan Kawasan Halmahera

    PT.PLN Dorong Perkembangan Industri Perikanan Kawasan Halmahera

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tobelo,Tajukmuku.com-Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tobelo, PLN UIW MMU berhasil menyediakan listrik dengan daya sebesar 41.500 VA untuk pelanggan baru di sektor industri perikanan. Daya listrik ini disiapkan untuk pelanggan baru cold storage IFF Dinas Kelautan dan Perikanan Morotai. General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menyatakan, penyalaan ini menandai langkah penting dalam pemenuhan […]

  • KPU Maluku Gelar Rapat Evaluasi dan Peningkatan Profesionalitas Jelang Pilkada 2024

    KPU Maluku Gelar Rapat Evaluasi dan Peningkatan Profesionalitas Jelang Pilkada 2024

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku menggelar Rapat Evaluasi Wilayah Pembentukan Badan Adhock serta Peningkatan Profesionalitas, Integritas, dan Independensi KPU se-Provinsi Maluku. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 November 2024 ini bertujuan untuk memastikan penyelenggaraan Pemilihan Serentak 2024 berjalan dengan kualitas yang lebih baik, sesuai dengan amanat undang-undang. Dalam sambutannya, Anggota KPU Provinsi […]

  • Berkas Lengkap, Empat Paslon Bupati-Wakil Bupati Buru Melaju ke Tahap Verifikasi

    Berkas Lengkap, Empat Paslon Bupati-Wakil Bupati Buru Melaju ke Tahap Verifikasi

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com—HINGGA berakhirnya fase pendaftran KPU pada 29 Agustus pukul 00.00 WIT, sebanyak empat bakal pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati yang telah melaksanakan pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru. Empat kandidat itu, yakni Amos Besan dan Hamzah Buton, dikenal dengan akronim “AMANAH”. Kemudian, Ikram Umasugi dan Sudarmo, dengan akronim “IKHLAS”. Serta, […]

  • Wakil Rakyat Dorong Hilirisasi Pertanian dan Perkebunan

    Wakil Rakyat Dorong Hilirisasi Pertanian dan Perkebunan

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,TajukMaluku.com– Anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Al Hidayat Wajo mendorong pemerintah daerah untuk membuka ruang bagi proses hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan di Maluku. Ia menekankan pentingnya pengolahan hasil pertanian di dalam daerah guna meningkatkan nilai tambah bagi petani. Hidayat menyoroti permasalahan yang dihadapi masyarakat terkait pemasaran hasil pertanian, khususnya kelapa. Ia mencontohkan, Provinsi […]

  • Akhirnya, Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana

    Akhirnya, Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Akhirnya Setelah 1,5 tahun dihantui berbagai catatan evaluasi, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. Keputusan itu diambil setelah Presiden menerima berbagai catatan hasil monitoring dan evaluasi selama 1,5 tahun terakhir terhadap kinerja lembaga yang menjadi ujung tombak Program Makan Bergizi Gratis. Menteri Sekretaris Negara […]

  • Wow! Ternyata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana Lebih Kaya dari Prabowo

    Wow! Ternyata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana Lebih Kaya dari Prabowo

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketika Presiden Prabowo Subianto mengumumkan susunan Kabinet Merah Putih pada Oktober 2024, ada satu nama yang langsung mencuri perhatian publik yakni Widiyanti Putri Wardhana. Bukan karena kiprahnya di sektor pariwisata. Bukan pula karena keberhasilannya mengelola destinasi wisata, industri perhotelan, atau ekonomi kreatif. Widiyanti Putri Wardhana merupakan menteri terkaya di kabinet dan hampir tidak memiliki satu […]

expand_less