Breaking News
light_mode

Kucing di Pangkuan Kekuasaan: Nilai Bobby, Lebih Tinggi Dari Harga Diri Orang Maluku (Sebuah Refleksi)

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
  • visibility 297
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Faisal Marasabessy

Di jendela dingin berdiri lampu-lampu kota menyisakan wajah lelapnya malam. Diantara jalan-jalan dan bangku-bangku kota, beberapa orang dibiarkan tidur dalam kelaparan, sementara beberapa hewan peliharaan orang kaya begitu pulas kekenyangan di atas kingkoil.

Bobby begitu sapaannya, ia mungkin adalah wajah dari pesona kekuasaan, yang mencerminkan kesan ‘kehidupan yang tenteram’ di lingkaran elit politik. Pada beberapa kesempatan, Bobby sering terlibat aktif di sosial media bersama Prabowo Subianto. Jika Prabowo Subianto adalah presiden republik Indonesia, maka bobby adalah presiden untuk para kucingnya. Di lain tempat pada ruas tubuh Timur Indonesia terutama Maluku, bahkan untuk membayangkan sulit rasanya mendapatkan akses setara dari pusat kekuasaan yang dinikmati Bobby.

Perlu diingat, Maluku adalah monumen, yang pernah menjadi momentum dalam merubah arah lintasan sejarah bangsa ini. Namun posisi tawar Maluku selalu berada pada derivasi kedua, dan terkesan menjadi figuran. Akibatnya, kendati Maluku memiliki resources yang cukup bahkan melimpa, justru dalam pengelolaannya seringkali menciptakan ketidakadilan. Sumber daya yang diharapkan dapat dikelola untuk memberikan dampak Trickle down effect terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku malah menciptakan kerutan pada wajah-wajah yang dihiasi beragam jenis merek skincare dengan harga murah. Yang juga tak cukup untuk membeli sampoh si Bobby.

Diskriminasi Itu Nyata

Diskriminasi terhadap orang Maluku bukanlah hal baru. Dari sejarah konflik sektarian hingga kebijakan ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat, masyarakat Maluku telah lama merasa terpinggirkan dari narasi pembangunan Indonesia.

Diskriminasi kerap terselubung dalam sikap paternalistik dari pemerintah pusat. Masyarakat Maluku dipandang sebagai “objek” pembangunan, bukan subjek yang berhak menentukan masa depannya sendiri. Dalam banyak kasus, suara orang Maluku hanya dianggap penting selama masa pemilu, di mana janji-janji politik dihamburkan tanpa realisasi yang jelas setelahnya. Cerita pilu tentang itu bisa kita baca diberbagai media.

Di tengah situasi ini, kita harus bertanya: Apakah kucing Bobby yang duduk nyaman di pangkuan Prabowo setiap hari memiliki hak-hak yang lebih besar daripada orang-orang Maluku yang terus berjuang untuk mendapatkan kesejahteraan?

Pertanyaan diatas bukan sekadar sentimen emosional melainkan sebuah refleksi dari betapa jauhnya kesenjangan keadilan yang dialami masyarakat Maluku dalam narasi nasional.

Menggugat Narasi Pusat

Opini ini bukanlah soal iri hati terhadap Bobby, melainkan sebuah gugatan terhadap ketimpangan yang nyata antara pusat dan daerah. Orang Maluku tidak meminta untuk diperlakukan seperti kucing peliharaan; Mereka hanya ingin keadilan yang setara sebagai warga negara yang sah dan berhak. Namun, ketika seekor kucing bisa mendapatkan lebih banyak sorotan, perhatian, dan kenyamanan daripada manusia-manusia yang hidup di daerah yang kaya namun terpinggirkan, maka kita harus menggugat narasi besar yang sedang dimainkan di atas panggung politik nasional.

Pusat kekuasaan di Jakarta seringkali tidak mampu (atau tidak mau) melihat kenyataan yang ada di luar Jawa. Orang-orang Maluku, Papua, dan daerah-daerah timur lainnya tetap dilihat sebagai periferi yang tidak signifikan. Jika ada sumber daya yang bisa diambil, maka eksploitasi dilakukan tanpa pertimbangan terhadap kesejahteraan jangka panjang masyarakat setempat. Jika ada konflik, solusinya hanyalah pendekatan militeristik. Sementara itu, di ruang-ruang kekuasaan, figur-figur seperti Bobby dengan mudah menjadi maskot yang menyimbolkan kehidupan yang serba terjamin.

Diskriminasi Ini harus Berakhir

Orang Maluku, seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia, harus mendapatkan hak yang setara dalam akses terhadap sumber daya, pendidikan, kesehatan, dan partisipasi politik. Mereka bukan objek yang bisa dieksploitasi atau dipinggirkan. Jika perhatian lebih diberikan kepada seekor kucing daripada kepada masyarakat yang terus berjuang di tengah ketidakadilan, maka jelas ada yang salah dengan prioritas bangsa ini.

Perjuangan untuk keadilan tidak boleh berhenti hanya di panggung politik pusat. Masyarakat Maluku harus terus mengorganisir diri, memperjuangkan hak-haknya, dan menggugat sistem yang tidak adil ini. Keadilan bukanlah soal siapa yang lebih dekat dengan kekuasaan, tetapi soal siapa yang mendapatkan hak-haknya sebagai manusia dan warga negara. Bobby mungkin tidak bersalah, tetapi simbolisme yang ia bawa mencerminkan ketidakadilan yang harus segera kita perbaiki.

Saatnya Indonesia bangkit dari narasi ketimpangan ini. Jika kita terus membiarkan situasi ini terjadi, maka bukan hanya harga diri orang Maluku yang ternoda, tetapi juga martabat seluruh bangsa. Sebuah bangsa yang adil tidak akan pernah menganggap binatang peliharaan lebih penting daripada rakyatnya sendiri.

Penulis adalah Djong Ambon Kontemporer

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Irigasi D1 BUBI Mangkrak; RUMMI Minta APH Periksa BWS Maluku dan Kontraktor

    Irigasi D1 BUBI Mangkrak; RUMMI Minta APH Periksa BWS Maluku dan Kontraktor

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bula,Tajukmaluku.com-Proyek Pembangunan irigasi di BUBI Kabupaten SBT yang bernilai 226,9 Miliaran sampai saat ini belum difungsikan dan tidak bisa digunakan alias ( mangkrak ), karena diduga keras ada permainan tidak sehat dalam pelaksanaan proyek pembangunan irigasi yang mulai dikerjakan tahun 2017-2020 itu.(10/03/2025) Proyek ini sudah terhitung memakan waktu pekerjaan selama 4 tahun namun petani tidak […]

  • Lewat Program Desa Siaga Bencana, PLN UIW MMU Perkuat Kesiapan Warga Negeri Waai

    Lewat Program Desa Siaga Bencana, PLN UIW MMU Perkuat Kesiapan Warga Negeri Waai

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengenalan Program serta Edukasi Karakteristik Bencana di Sekitar, yang digelar di Negeri Waai, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (26/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Desa Siaga Bencana yang diinisiasi PLN melalui […]

  • PLN UIW Maluku – Malut Penuh Cinta Vor Ambon, Selamat Hari Kajadiang ke 449 Tahun

    PLN UIW Maluku – Malut Penuh Cinta Vor Ambon, Selamat Hari Kajadiang ke 449 Tahun

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com– 449 Tahun kota Ambon bertajub cinta melalui tema besar, “Deng Cinta Vor Ambon,” telah diperingati dengan penuh khidmat. Meski cuaca kota Ambon tidak begitu bersahabat. Momentum hari jadi tersebut, General Manager PLN UIW Maluku – Maluku Utara Awat Tuhuloula menyampaikan, ucapan selamat atas nama pribadi dan institusi PLN UIW Maluku – Maluku Utara. […]

  • PKS Ambon Beri Bantuan Beras ke Kaum Dhuafa di Momen Musda

    PKS Ambon Beri Bantuan Beras ke Kaum Dhuafa di Momen Musda

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Ambon beri bantuan beras kepada para kaum dhuafa. Pembagian bantuan beras itu dilaksanakan disela-sela gelaran Musyawarah Daerah (Musda) di Grand Avira, Minggu (7/9/2025) kemarin. Ketua PKS Kota Ambon, Malik Raudhi Tuasamu menjelaskan, penyaluran bantuan beras itu kepada para penyapu jalan dan juga pengemudi ojek online.Kemudian, para […]

  • NasDem Kunci Dukungan HL-AV, Tawarkan Sinergi Pembangunan Vor Maluku Pung Bae

    NasDem Kunci Dukungan HL-AV, Tawarkan Sinergi Pembangunan Vor Maluku Pung Bae

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menerima kunjungan jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Maluku bersama pengurus DPD NasDem Kota Ambon di kediaman dinasnya, Rabu (17/10/2025). Ketua DPW NasDem Maluku, Hamdani Laturua, menyebut dukungan menjadi strategi memperkuat posisi tawar partai. “Dengan enam kursi di DPRD Provinsi Maluku, kami punya tanggung jawab sekaligus kekuatan untuk memastikan kebijakan […]

  • Terendus Ijazah Palsu, Salah Satu Balon Bupati di Buru Diadukan ke Bawaslu dan KPU

    Terendus Ijazah Palsu, Salah Satu Balon Bupati di Buru Diadukan ke Bawaslu dan KPU

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com – PEMUDA Maluku yang tergabung dari sejumlah unsur organisasi kemahasiswa di Ambon menggelar aksi perihal isu ijazah Palsuoleh salah satu Calon Bupati Kabupaten Buru, Jumaat (30/08). Aksi itu digelar sebagai wujud komitmen mengawal Pilkada di Maluku yang transparan, jujur dan tidak melanggar norma hukum. Ilham Tasijawa koordinator aksi kepada wartawan di Ambon menegaskan, […]

expand_less