Breaking News
light_mode

Urgensi Solidaritas Lintas Iman dalam Pembangunan Rendah Karbon di Maluku

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
  • visibility 420
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com– Krisis iklim yang semakin akut membawa dampak serius bagi kehidupan masyarakat, Krisis ekologis selalu ditandai dengan masifnya bencana, terutama banjir dan longsor yang telah menyebabkan lebih dari 70 juta orang mengungsi. Angka ini terhitung sejak tahun 2000 – 2024. Kawasan kepulauan seperti Maluku juga tak terlepas dari tema besar ini, krisis iklim bakal memicu kepunahan keanekaragaman hayati, serta hilangnya mata pencaharian masyarakat pesisir. Dalam konteks ini, peran agama dianggap strategis dalam mendorong kesadaran dan aksi kolektif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

Menanggapi urgensi tersebut, para tokoh agama, akademisi, dan aktivis lingkungan di Ambon menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang “Keterlibatan Keagamaan dan Lintas Iman untuk memitigasi dan Mengelola Resiko Lingkungan”. Kamis,(27/02/2025).

FGD ini menyoroti tentang pentingnya peran agama dalam menangani dampak buruk krisis iklim khususnya di Maluku. Sebagai daerah kepulauan, Maluku memiliki berbagai potensi, mulai dari pertambangan, kehutanan, pertanian dan perkebunan, kelautan dan perikanan, hingga pariwisata. Kolaborasi berbasis nilai-nilai keagamaan ini dinilai mempercepat pembangunan rendah karbon yang sejalan dengan target nasional menuju netralitas karbon pada 2060.

Hening Parlan, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, menekankan bahwa upaya transisi menuju pembangunan rendah karbon tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan akademisi. Ia menilai keterlibatan kelompok lintas agama menjadi elemen penting dalam mendorong kesadaran dan perubahan perilaku di tingkat masyarakat.

“Tema green economy dan green environment harus menjadi bagian dari misi bersama. Pada COP28 di Dubai, untuk pertama kalinya diperkenalkan pavilion faith-based yang menegaskan bahwa agama memiliki peran besar dalam menyuarakan keadilan iklim. Isu ini bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga tentang hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam sekitar,” ujar Hening.

Dampak krisis iklim yang kian nyata di Maluku seperti Nelayan yang harus kehilangan hasil tangkapan akibat kenaikan suhu laut serta petani yang gagal panen akibat cuaca ekstrem menjadi bukti bahwa perubahan iklim telah mengancam ketahanan ekonomi masyarakat. Untuk itu, Hening menilai kelompok agama perlu meningkatkan kapasitas mereka dalam memahami isu lingkungan agar dapat menjadi garda terdepan dalam mitigasi dampak perubahan iklim.

Ditempat yang sama, Dr. Thaib Hunsow, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku menegaskan bahwa tokoh agama memiliki peran besar dalam menyebarluaskan kesadaran lingkungan kepada masyarakat.

“Di banyak masjid, gereja, dan rumah ibadah, kita harus lebih sering membicarakan isu lingkungan. Sampah, deforestasi, dan eksploitasi alam yang tidak bertanggung jawab bisa menjadi ancaman besar bagi generasi mendatang. Kesadaran ini harus kita tanamkan sejak dini,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Akademisi IAIN Ambon, Dr. Abdul Manaf Tubaka, menggarisbawahi pentingnya literasi keagamaan yang berpihak pada lingkungan. Menurutnya, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman isu ekologi di kalangan lembaga keagamaan, padahal kebijakan pemerintah telah membuka ruang bagi partisipasi masyarakat dalam mitigasi perubahan iklim.

“Kami berharap ini menjadi titik awal untuk kolaborasi yang lebih baik antara komunitas agama dan pemangku kebijakan dalam membangun ekosistem keberlanjutan,” tambah, Sosiolog kondang itu.

Senada dengan itu, Pendeta John Victor Kainama, Kepala Biro Lingkungan Hidup dan Kebencanaan Gereja Protestan Maluku (GPM), juga menegaskan bahwa tanggung jawab ekologis adalah bagian dari iman.

“Gereja Protestan Maluku berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan sebagai rumah bersama. Kami telah menyusun pedoman advokasi lingkungan hidup yang akan terus kami perkuat melalui agenda-agenda konkret,” ungkapnya.

Sementara itu, M. Yusuf Sangadji, Direktur Eksekutif Jala Ina (Jaga Laut Indonesia), menyoroti kondisi geografis Maluku yang menjadikannya sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Dengan total 2.155 pulau kecil, Maluku dan Maluku Utara berada di garis depan krisis iklim global.

“Hilangnya mata pencaharian dan meningkatnya angka kemiskinan sering kali berkaitan dengan investasi yang tidak ramah lingkungan serta kurangnya partisipasi masyarakat dalam kebijakan pembangunan. Kita perlu mendorong solusi berbasis komunitas untuk memastikan keberlanjutan ekosistem di wilayah kepulauan,” tegas Yusuf.

Diskusi ini merupakan bagian dari Konsultasi tentang Kerja-kerja Advokasi dalam Keterlibatan Keagamaan dan Lintas Iman untuk Mitigasi dan Pengelolaan Risiko Lingkungan, yang diselenggarakan oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama GreenFaith dan Oxford Policy Management Limited (OPML), serta didukung oleh IAIN Ambon dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku.

Dihadiri oleh lebih dari 40 peserta dari berbagai organisasi berbasis keagamaan, akademisi, dan media, diskusi ini menjadi momentum penting untuk merumuskan strategi kolaborasi lintas iman dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di Maluku.

Dengan meningkatnya ancaman krisis ekologis, pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan kolektif yang lebih luas, di mana komunitas agama, akademisi, dan aktivis lingkungan dapat bersinergi dalam membangun Maluku yang lebih berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.*Redaksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • YBM PLN UIW MMU Hadirkan Muharam Berkah, Berbagi Kebahagiaan untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Ternate

    YBM PLN UIW MMU Hadirkan Muharam Berkah, Berbagi Kebahagiaan untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Ternate

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ternate,Tajukmaluku.com-Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara menghadirkan program “Muharam Berkah YBM PLN 1448 H/2026”. Hal itu sebagai wujud memaknai Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, melalui kepedulian sosial insan PLN kepada masyarakat yang membutuhkan. General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menyampaikan bahwa kehadiran PLN di tengah […]

  • DPRD Maluku Kecam Kekerasan Polisi di Buru: “Polisi Harus Jadi Pengayom, Bukan Algojo”

    DPRD Maluku Kecam Kekerasan Polisi di Buru: “Polisi Harus Jadi Pengayom, Bukan Algojo”

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi I DPRD Provinsi Maluku mengecam keras dugaan kekerasan yang dilakukan aparat Polres Buru terhadap dua tersangka kasus pencurian. Aksi yang disertai pemukulan dan pemaksaan pengakuan itu dinilai mencederai prinsip penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM). Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solichin Buton, menegaskan pihaknya tidak akan menutup mata atas laporan tersebut. Ia memastikan […]

  • Dokter Saleh Tualeka Terpilih Lagi jadi Ketua IDI Maluku

    Dokter Saleh Tualeka Terpilih Lagi jadi Ketua IDI Maluku

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dokter Saleh Tualeka terpilih kembali sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Provinsi Maluku, Sabtu (23/8/2025). Terpilihnya dokter spesialis mata itu sebagai nahkoda IDI secara aklamasi untuk periode 2025-2028 melalui Musyawarah Wilayah (Muswil). Dimana yang hadir memberikan suara sebanyak delapan cabang dari total 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku. Saat diwawancarai, dr. Saleh mengaku siap membentuk […]

  • Diduga jadi Mafia Tambang, Aliansi Mahasiswa Bupolo Desak Polda Maluku Pecat Ipda Muhammad Naim Uslan

    Diduga jadi Mafia Tambang, Aliansi Mahasiswa Bupolo Desak Polda Maluku Pecat Ipda Muhammad Naim Uslan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Aliansi Mahasiswa Bupolo Kabupaten Buru mendesak Polda Maluku untuk memecat Ipda Muhammad Naim Uslan yang kini bertugas di Polres Pulau Buru. Desakan itu disampaikan lantaran yang bersangkutan diduga kuat terlibat sebagai mafia tambang emas di Gunung Botak, Kabupaten Buru. “Kapolda Maluku harus menindak Muhammad Naim Uslan atas dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam operasi ilegal tambang […]

  • PLN Dorong Keandalan Listrik Sektor Pariwisata Ternate, Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Kualitas Layanan Hotel Bela

    PLN Dorong Keandalan Listrik Sektor Pariwisata Ternate, Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Kualitas Layanan Hotel Bela

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ternate,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ternate melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ternate Selatan terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan jasa di Kota Ternate melalui peningkatan kualitas layanan kelistrikan bagi pelanggan strategis. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Noer Soeratmoko, menyampaikan bahwa PLN berkomitmen […]

  • Diskominfo SBT Terima 31 Paket Layanan Internet Gratis dari Kementerian

    Diskominfo SBT Terima 31 Paket Layanan Internet Gratis dari Kementerian

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bula,Tajukmaluku.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menerima 31 paket layanan internet gratis berbasis V-SAT dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dinas Kominfo SBT, Senin (8/12/2025). Kepala Dinas Kominfo SBT, Sitti Meutia Manaban, mengatakan bahwa layanan internet gratis ini […]

expand_less