Breaking News
light_mode

Sofa dan Sarfan, Dua “Penguasa” Tambang di Pulau Seram

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
  • visibility 1.554
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Kekayaan alam yang terkandung dalam perut Pulau Seram mulai dari Kabupaten Seam Bagian Barat, sampai Maluku Tengah hingga Kabupaten Seram Bagian Timur, telah terbagi ke sejumlah pengusaha lokal dan nasional.

Dari belasan perusahaan pertambangan yang saat ini beraktivitas di Pulau Seram dan sekitarnya, terdapat sejumlah perusahaan yang ternyata hanya dikuasai Muhammad Amin Sofa dan Sarfan Ode.

Kedua pengusaha ini sukses membangun gurita bisnis mereka di pertambangan Batu Garnet, Marmer dan Gamping dengan mendirikan sejumlah perusahaan berbeda-beda.

Berdasarkan data yang dikantongi Tajukmaluku.com, Muhammad Amin Sofa dan Sarfan Ode sedikitnya miliki lima perusahaan berbeda yang saat ini sedang menjalankan bisnisnya. Seperti PT. Waragonda Mineral Pratama yang ada di Desa Haya Kabupaten Maluku Tengah.

Kemudian, PT. Mutiara Tambang Industri yang bergerak pada jenis tambang Garnet di Tehoru. Juga PT. Banda Minerals Antar Bangsa izin menambang Garnet di Kilmury Kabupaten Seram Bagian Timur.

Keduanya juga tercatat sebagai pemilik PT. Waragonda Indogarnet Pratama yang mendapatkan izin untuk menambang Batu Gamping di Pulau Kelang Kabupaten Seram Bagian Barat.

Muhammad Amin Sofa dan Sarfan Ode mulai melebarkan sayap bisnis mereka di Pulau Seram kala Murad Ismail menjadi Gubernur, tepatnya tahun 2018. Waktu itu keduanya mendapatkan izin dari Gubernur Maluku untuk eksplorasi mineral di Pulau Kelang.

Gubernur juga mengeluarkan izin di tahun 2023 untuk tambang pasir di Tehoru. Dari lima perusahaan milik Muhammad Amin Sofa dan Sarfan Ode, tiga perusahaan lainnya mendapatkan izin langsung dari Menteri terkait.

Menariknya, lahan yang dikuasai Muhammad Amin Sofa dan Sarfan Ode sesuai izin pemerintah, jika diakomulikasikan berjumlah 12.747,7 hektar. Itu artinya luas lahan yang dikuasai keduanya, besarnya sama seperti setengah luas Pulau Ambon.*Redaksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momen Maulid Nabi Muhammad SAW PLN UP3 Sofifi Berbagi Kebaikan

    Momen Maulid Nabi Muhammad SAW PLN UP3 Sofifi Berbagi Kebaikan

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1447 H, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi menggelar kegiatan berbagi makanan gratis bagi masyarakat di kawasan Bundaran Sofifi, Maluku Utara. Kegiatan sosial ini menjadi bentuk nyata kepedulian PLN terhadap masyarakat, sekaligus momentum untuk […]

  • Pendapat Ikhsan Tualeka Soal 100 Hari Kerja Hendrik-Vanath

    Pendapat Ikhsan Tualeka Soal 100 Hari Kerja Hendrik-Vanath

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Wawancara eksklusif Tajukmaluku.com bersama Ikhsan Tualeka. Senin, 2 Juni 2025 | Oleh: Redaksi Tajukmaluku.com Genap sudah seratus hari masa kepemimpinan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath. Tiga bulan lebih berlalu sejak pelantikan, namun geliat perubahan yang dijanjikan masih menjadi perdebatan di ruang publik. Di satu sisi, ada pihak yang menilai pasangan ini […]

  • Bahlil; Wajah Timur, Tangan Korporasi

    Bahlil; Wajah Timur, Tangan Korporasi

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Narasi Bahlil Lahadalia sebagai “martir politik” dalam polemik tambang nikel Pulau Gag, Raja Ampat, terdengar dramatis sekaligus menyesatkan. Kita disuguhi kisah seorang anak kampung dari Timur yang “dikorbankan” oleh elite karena keberaniannya membekukan tambang. Seolah-olah, langkah Bahlil adalah wujud keberpihakan terhadap lingkungan dan rakyat kecil. Sayangnya, kisah ini lebih mirip fiksi politik daripada realitas sosial. […]

  • BEM Daerah Maluku Tolak Pemangkasan Anggaran Pendidikan: “Ini Ancaman  Masa Depan Generasi di Wilayah 3T”

    BEM Daerah Maluku Tolak Pemangkasan Anggaran Pendidikan: “Ini Ancaman Masa Depan Generasi di Wilayah 3T”

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pemangkasan anggaran pendidikan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto mendapat protes dari berbagai kalangan, pemotongan anggaran senilai Rp14,3 triliun dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) pada 2025 itu dinilai sebagai ancaman serius bagi masa depan pendidikan Indonesia. Oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM NUS) Daerah Maluku melihat hal tersebut sangat bertentangan dengan […]

  • Menjadi Terbiasa dengan Konflik di Maluku

    Menjadi Terbiasa dengan Konflik di Maluku

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Oleh: Dhani Pelupessy (Akademisi UIN Abdul Muthalib Sangadji) Tajukmaluku.com-Kita sering berkonflik tanpa tahu asal penyebabnya dari mana. Penyebabnya sangat beragam. Aktor intelektual dibalik konflik yang meletup itu pun kita tidak punya kemampuan mengetahuinya. Siapa pelakunya? Tidak tahu. Sasaran terakhir ialah pihak kepolisian, harus kerja ekstra mengusut tuntas siapa pelakunya. Namun, pihak kepolisian kewelahan. Intelijen pun […]

  • CEO Climate Talks: PLN Siap Dukung Pemerintah Capai 75% Energi Terbarukan hingga Tahun 2040

    CEO Climate Talks: PLN Siap Dukung Pemerintah Capai 75% Energi Terbarukan hingga Tahun 2040

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) menegaskan kesiapannya untuk mendukung visi swasembada energi dengan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sebesar 75% hingga tahun 2040. Langkah strategis ini selaras dengan upaya pemerintah menjangkau pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia dalam Conference of the Parties (COP) 29, Hashim Djojohadikusumo menyatakan, di bawah kepemimpinan Presiden […]

expand_less