Breaking News
light_mode

MUSRENBANG: Lomba Orasi Pejabat Tanpa Makna

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
  • visibility 311
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wawancara Eksklusif Tajukmaluku.com bersama Fajrin Rumalutur, Founder Maluku Data Network

Oleh: Redaksi Tajukmaluku.com

Di kalender birokrasi Indonesia, Musyawarah Perencanaan Pembangunan alias Musrenbang adalah upacara sakral yang digelar berjenjang setiap tahun, dari desa hingga provinsi. Ia dimaksudkan sebagai ruang partisipatif warga dalam menyusun arah pembangunan. Tapi di lapangan, Musrenbang kerap kali lebih menyerupai panggung ritual ketimbang forum rasional. Di dalamnya, jargon partisipatif berseliweran, tetapi partisipasi itu sendiri nyaris absen. Hasilnya? Tumpukan dokumen rencana yang rapi di meja, namun jauh dari denyut persoalan rakyat.

Kami mewawancarai Fajrin Rumalutur, pendiri Maluku Data Network, yang dikenal kritis terhadap praktik pembangunan berbasis data semu dan ritual teknokratis. Lewat pandangan tajam dan humor pahit, Fajrin menguliti wajah Musrenbang hari ini—yang menurutnya telah berubah menjadi “festival anggaran tanpa agenda”.

Musrenbang ini sebenarnya forum perencanaan pembangunan atau ritual tahunan yang wajib ditunaikan demi laporan SPJ semata?

“Sepanjang ini pelaksanaan Musrenbang lebih mirip formalitas birokrasi ketimbang forum substantif. Ia digelar karena memang harus digelar. Bukan karena ada dorongan mendesak untuk memecahkan persoalan. Kita tidak melihat orientasi pada rumusan kebijakan publik yang bermutu dan berpihak pada kebutuhan rakyat. Semuanya nyaris prosedural—asal jalan, asal selesai, asal SPJ aman.”

Kalau boleh jujur, menurut Anda Musrenbang Daerah itu lebih dekat ke ajang diskusi publik atau sekadar panggung basa-basi pejabat dengan jargon “partisipatif” yang sudah kehilangan makna?

“Musrenbang mestinya jadi arena pertemuan lintas aktor: warga, pakar, organisasi sipil, dan pemerintah. Tapi kenyataannya, forum ini elitis dan eksklusif. Yang hadir itu-itu saja. Jargon partisipatif hanya tempelan. Publik tidak dilibatkan secara bermakna. Padahal, Musrenbang merupakan pra-fase RPJP, RPJMD, dan RKPD seharusnya jadi momen strategis merumuskan arah kebijakan jangka panjang. Yang terjadi? Keputusan diambil atas dasar keinginan sepihak elit birokrasi, bukan hasil dengar aspirasi. Jadi apa gunanya bicara partisipasi kalau rakyat hanya diminta tepuk tangan?”

Apakah Musrenbang selama ini benar-benar menyentuh akar persoalan masyarakat Maluku, atau hanya menjawab “target indikator kinerja” yang penting angka-angka di laporan terlihat bagus?

“Kita bicara Musrenbang yang tidak berbasis data. Tidak ada kajian, tidak ada analisis mendalam. Yang dibahas bisa meloncat-loncat, ngalor-ngidul, tanpa pijakan realitas. Ini sangat berbahaya, karena pembangunan jadi soal estetika laporan, bukan realita sosial. Indikator kinerja sering kali dimanipulasi agar terlihat baik di atas kertas, tapi tak menyentuh kesenjangan yang riil di lapangan. Ini membentuk ilusi keberhasilan yang sistematis.”

Kalau kita bisa evaluasi, selama 10 tahun terakhir, apa dampak konkret dari Musrenbang? Atau jangan-jangan dampaknya baru terasa di ruang makan hotel tempat acara digelar?

“Jujur saja, kita tidak melihat ada transformasi signifikan dari hasil Musrenbang selama satu dekade terakhir. Forum ini cenderung simbolik. Bahkan fasilitatornya pun sering tidak didampingi oleh lembaga profesional. Kalau saya jadi kepala daerah, saya akan hire konsultan kebijakan publik kelas dunia. Bila perlu, undang McKinsey! Kenapa? Karena perencanaan publik butuh kecermatan dan integritas. Kita tidak bisa terus menyerahkan masa depan daerah pada rutinitas teknokratis yang kosong makna.”

Kalau Anda jadi Gubernur Maluku hari ini, dan melihat output Musrenbang yang stagnan, apakah Anda akan rombak total sistemnya atau cukup ubah tema dan backdrop tahun depan biar terlihat ‘segar’?

“Saya akan rombak total! Ini bukan soal desain backdrop atau ganti tagline ‘Inklusif dan Partisipatif’. Perubahan harus menyentuh sistem: mekanisme pengambilan keputusan yang transparan, pelibatan warga secara bermakna, kehadiran pakar untuk memperkuat kualitas analisis, serta pendampingan dari lembaga profesional agar ada evaluasi berkelanjutan. Kalau tidak, kita hanya mengulang ritus tahunan yang mahal dan membosankan, tapi miskin hasil.”

Dari ruang rapat ke ruang makan hotel, dari daftar usulan ke daftar menu prasmanan, Musrenbang tampaknya sedang mengalami krisis eksistensi. Ia bukan lagi forum menyusun masa depan bersama, tapi lebih sering tampil sebagai drama tahunan dengan aktor dan naskah yang sudah bisa ditebak. Fajrin Rumalutur, dengan ketajaman dan kejengkelannya yang khas, menutup wawancara ini dengan refleksi getir.

“Kalau Musrenbang terus digelar tanpa perbaikan sistemik, jangan salahkan rakyat kalau mulai menganggapnya sebagai festival data palsu. Kita bukan kekurangan forum, kita kekurangan keberanian untuk merombak sistem yang sudah lapuk. Kalau hanya untuk menggugurkan kewajiban administratif, lebih baik kita ganti saja Musrenbang dengan lomba orasi pejabat—hasilnya mungkin tak jauh beda.”

(Tajukmaluku.com)

*wawacara oleh Tim Redaksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Netfid Soroti Dugaan Pemalsuan Ijazah Palsu Kandidat Bupati Buru

    Netfid Soroti Dugaan Pemalsuan Ijazah Palsu Kandidat Bupati Buru

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com– Ketua Umum Network for Indonesian Democratic Society (Netfid) Provinsi Maluku, Salidin Wally menyoroti adanya dokumen ijazah yang diduga palsu serta tidak memenuhi persyaratan dalam pencalonan Bupati di Kabupaten Buru, Minggu (29/09/2024). Salidin mengatakan pemalsuan dokumen tersebut dapat mengindikasikan adanya suatu pelanggaran pemilu dan diduga sengaja diabaikan begitu saja oleh penyelenggara baik KPU dan […]

  • Milad ke-19, YBM PLN UIW MMU Salurkan Bantuan bagi 238 Mustahik di Maluku

    Milad ke-19, YBM PLN UIW MMU Salurkan Bantuan bagi 238 Mustahik di Maluku

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dalam rangka memperingati Milad ke-19, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat dengan menyerahkan bantuan kepada 238 orang mustahik yang tersebar di Provinsi Maluku. Para penerima manfaat berasal dari berbagai latar belakang, seperti pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kelompok tani, hingga […]

  • BPJN Maluku Fokus Percepat Pembangunan Jalan Kota Baru – Air Nanang Pulau Seram

    BPJN Maluku Fokus Percepat Pembangunan Jalan Kota Baru – Air Nanang Pulau Seram

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku fokus mempercepat pengerjaan proyek strategis nasional yakni pembangunan jalan yang menghubungkan Kota Baru menuju Air nanang di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Prioritas utama proyek BPJN Maluku itu guna memutus rantai isolasi di wilayah pesisir tersebut. Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol menyatakan bahwa […]

  • PLN Siagakan Listrik Andal untuk Sukseskan Ujian Seleksi P3K di Kota Tual

    PLN Siagakan Listrik Andal untuk Sukseskan Ujian Seleksi P3K di Kota Tual

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tual,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tual memastikan keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan ujian seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang digelar oleh Pemerintah Kota Tual.Hal ini dilakukan dengan menyiagakan tim teknis dan menyiapkan berbagai langkah preventif guna menjamin ujian yang diikuti […]

  • Sidang Kasus Sita Alat Berat, PH Imran Cs Mohon MA Batalkan Dalil JPU Buru

    Sidang Kasus Sita Alat Berat, PH Imran Cs Mohon MA Batalkan Dalil JPU Buru

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namlea,Tajukmaluku.com-Sidang Peninjauan Kembali (PK) barang bukti yang disita Kejaksaan Negeri Buru dibawah nahkoda Mantan Muhammad Hasan Pakaja memasuki sidang Kesimpulan, Senin (3/3/2025). Sidang PK Mahkamah Agung yang digelar di Pengangadulan Negeri Namlea dipimpin hakim ketua Fandi Abdilah, S.H dan dua anggota Muhammad Akbar Hanafi, S.H dan Erfan Afandi, S.H. Sidang gugatan Peninjauan Kembali (PK) oleh […]

  • 30 Tahun Menanti, Baharudin Kaledupa Akhirnya Bernapas Lega Setelah Tanah Kebunnya Disertipikasi Lewat Program PTSL

    30 Tahun Menanti, Baharudin Kaledupa Akhirnya Bernapas Lega Setelah Tanah Kebunnya Disertipikasi Lewat Program PTSL

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namrole,Tajukmaluku.com-Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dilaksanakan Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan tidak hanya menghadirkan kepastian hukum atas tanah masyarakat, tetapi juga membawa harapan baru bagi warga yang selama puluhan tahun mengelola lahannya tanpa sertipikat. Hal ini dirasakan Baharudin Kaledupa, petani asal Desa Lektama, Kecamatan Namrole. Setelah menggarap lahan perkebunan miliknya selama kurang lebih […]

expand_less