Pelantikan Pengurus dan Raker IDI Maluku: dr Saleh Fokus Pemenuhan Dokter Spesialis di Daerah
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
- visibility 405
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Maluku menggelar pelantikan pengurus dan rapat kerja untuk periode 2025 – 2028 di Kamari Hotel Ambon, Minggu (19/10/2025).
Ketua IDI Maluku, dr. M. Saleh Tualeka, SpM.,M.Kes dalam sambutannya mengatakan, dengan acara seremonial pelantikan pengurus ini menandakan bahwa IDI tidak vakum pada satu periode kepengurusan saja.
“Alhamdulillah hari ini kita telah mengikuti seremonial kegiatan pelantikan. Ini menandakan bahwa IDI tidak vakum pada satu kepengurusan saja. Kita semua yang hadir semua untuk menjaga profesi dokter ini karena tempatnya agak lain di mata masyarakat, sehingga kalau bukan kita mau siapa lagi,” kata dr Saleh.
Lanjutnya, keberadaan IDI juga sudah hadir di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku yang sudah terbentuk pada tingkat-tingkat cabang.

Untuk itu, pihaknya tengah fokus untuk membangun konsolidasi organisasi dan patuh terhadap perintah dan arahan Ketua Umum PB IDI, dr. Slamet Budiarto.
Selain itu, IDI Maluku juga akan berusaha untuk memenuhi pelayanan dokter spesialis di kabupaten/kota tertentu yang masih kurang.
“Pemenuhan dokter spesialis akan kita lakukan selain untuk Kota Ambon dan Maluku Tengah. Karena persoalan kesehatan di daerah kita masih berputar hanya soal Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya untuk dokter spesialis dan tidak adanya dokter pada beberapa puskesmas,” cetusnya.
“Kita maksimalkan peran kita sebagai mitra pemerintah untuk berkontribusi terhadap pelayanan kesehatan di Maluku,” imbuh Saleh.
Sementara itu, Ketua Umum PB IDI, dr. Slamet Budiarto mengaku, IDI Maluku dibawah kepemimpinan dr. Saleh Tualeka terpantau semakin aktif.
Kata dia, tujuan IDI saat yakni meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menjaga kode etik pembinaan anggota, dan menjaga stabilitas di bidang kesehatan khususnya kedokteran.

“Jadi IDI adalah bagian tak terpisahkan dari negara ini. Sekarang total ada 220 ribu dokter di seluruh Indonesia yang telah bergabung dengan IDI,” terang Budiarto.
Selain itu, fokus IDI saat ini lanjutnya, yakni mengembalikan marwah organisasi, mengingat sangat berbahaya jika organisasi profesi ini lebih dari satu. Kemudian, IDI juga tengah fokus untuk menghasilkan anggaran agar dapat menggerakan roda organisasi dengan baik.
“Karena selain SDM, IDI juga harus ada uang, kalau gak ada uang, gak ada bakal jalan,” tandasnya.
Sementara itu, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Djalaludin Salampessy yang hadir mewakili Gubernur Maluku mengaku telah mengalokasikan 10 persen dari total anggaran Pemerintah Provinsi Maluku di bidang kesehatan agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Untuk itu, rapat kerja yang nantinya akan digelar diharapkan dapat menghasilkan program-program kerjasama di bidang kesehatan bersama dengan pemerintah.
“Karena peran IDI sangat dibutuhkan, IDI harus menjadi mitra strategis utama pemerintah, daerah 3T dan perbatasan yang sangat membutuhkan peran IDI,” tandasnya.* (03-M)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar