Breaking News
light_mode

Depkolektor, Kekuatan Sosial Orang Maluku yang Tak Pernah Terhitung di Jakarta

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • visibility 67
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mantan Depkolektor di Jakarta: “Kalau untuk Rp10 Juta Kami Berani, Apalagi untuk Maluku”

Ambon,Tajukmaluku.com-Ada kelompok masyarakat Maluku yang selama ini hampir tidak pernah masuk dalam pembicaraan tentang kekuatan sosial dan politik di daerah. Mereka bukan pejabat. Bukan pengusaha besar. Bukan pula elite organisasi. Mereka Adalah Depkolektor. Yang sebagaian besarnya tinggal di Jakarta.

Profesi itu melekat kuat dengan stigma negatif. Depkolektor identik dengan penagihan, tekanan, konflik, bahkan kekerasan. Tidak sedikit orang yang langsung menilai mereka sebagai kelompok bermasalah.

Mereka pergi ke Jakarta karena mencari uang. Mereka bekerja di sektor yang keras karena peluang dan kesempatan di kampung halaman juga terbatas. Kehidupan Ibukota yang keras membuat sebagian dari mereka harus menghadapi risiko setiap hari hanya untuk mendapatkan penghasilan yang cukup untuk menyambung hidup mereka.

Kini sebagian telah kembali ke Ambon. Kehidupan mereka tidak otomatis membaik.

Seorang mantan depkolektor yang pernah bekerja bertahun-tahun di Jakarta mengaku kini menjalani kehidupan serba terbatas. Tidak ada pekerjaan tetap. Penghasilan tak menentu, sementara tuntutan ekonomi keluarga terus berjalan.

Kepada TajukMaluku.com, seorang depkolektor yang tidak ingin disebutkan namanya bercerita tentang kehidupannya, jaringan orang Maluku di Jakarta, dan satu hal yang menurut dia selama ini luput dari perhatian publik yakni kekuatan massa dan jaringan sosial orang-orang Maluku yang bekerja di sektor informal.

Menurut dia, jumlah orang Maluku di Jakarta sangat banyak. Mereka tersebar di berbagai sektor pekerjaan. Ada yang menjadi sopir, pekerja lapangan, tenaga pengamanan, pekerja informal, hingga depkolektor. Mereka memiliki jaringan. Dan jaringan itu, kata dia, sebenarnya bisa digunakan untuk kepentingan kolektif masyarakat Maluku.

“Selama ini kalau dengar depkolektor atau mata elang, orang-orang langsung pikir kami orang kasar. Bahkan di cap sebagai preman. Padahal kami juga orang Maluku. Kami punya keluarga di Maluku. Kami punya kepentingan bersama di sini,” katanya.

Ia mengakui pekerjaan sebagai depkolektor memiliki risiko. Di Jakarta, pekerjaan itu menuntut keberanian. Ada penolakan. Ada ancaman. Ada situasi yang tidak bisa diprediksi.

Namun, menurut dia, orang-orang yang pernah menjalani pekerjaan tersebut justru memahami bagaimana bekerja dalam tekanan.

“Di Jakarta kami biasa kerja dengan tekanan. Kami biasa menghadapi situasi sulit. Kami biasa bergerak dengan orang banyak,” ujarnya.

Ia bukan meminta masyarakat membenarkan praktik kekerasan dalam penagihan.

Menurut dia, tindakan melanggar hukum tetap harus diproses. Tetapi pengalaman itu, katanya, tidak otomatis membuat seseorang kehilangan hak untuk berkontribusi bagi daerah asalnya.

“Kalau ada yang salah, proses secara hukum. Tapi jangan karena itu seorang depkolektor lalu dianggap tidak berguna bagi Maluku,” katanya.

Ia kemudian bicara mengenai demonstrasi.

Menurut dia, aksi massa tidak selalu identik dengan kerusuhan. Demonstrasi adalah salah satu instrumen masyarakat untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.

Jika suatu saat masyarakat Maluku membutuhkan dukungan untuk menyuarakan kepentingan daerah di Jakarta, ia mengaku siap ikut. Dengan syarat dan tuntutannya jelas dan untuk kepentingan masyarakat.

“Kalau pemerintah pusat tidak pernah menggubris hak orang Maluku, ya masyarakat juga punya hak yang sama untuk menyampaikan aspirasi lewat aksi. Kami juga bisa ikut. Tapi harus tertib,” katanya.

Di akhir percakapan, Ia kembali mengingat masa ketika bekerja di Jakarta. Penghasilan menjadi salah satu alasan mengapa pekerjaan berisiko tetap dijalani.

“Kalau dulu di Jakarta untuk Rp5 juta sampai Rp10 juta saja kita bisa bertaruh nyawa untuk itu, apalagi untuk kepentingan orang Maluku.” Tutupnya.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polair dan Bakamla Diminta Bertindak Tegas, Pengeboman Ikan di Kei Kian Marak

    Polair dan Bakamla Diminta Bertindak Tegas, Pengeboman Ikan di Kei Kian Marak

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Aktivitas pengeboman ikan kembali marak terjadi di sejumlah perairan di Kepulauan Kei, khususnya di wilayah perairan Tayando. Praktik ilegal ini menimbulkan dampak serius terhadap keseimbangan ekosistem laut dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Ledakan bom yang digunakan untuk menangkap ikan menyebabkan banyak ikany mati sia-sia. Insang ikan sobek, sebagian tercabik, dan sebagian lagi tenggelam ke […]

  • Listrik Nyala 24 Jam di Tonu Jaya: Bukti Kolaborasi Nyata Bupati SBB dengan PLN

    Listrik Nyala 24 Jam di Tonu Jaya: Bukti Kolaborasi Nyata Bupati SBB dengan PLN

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dusun Tonu Jaya, Pulau Kelang Seram Bagian Barat (SBB), akhirnya merasakan listrik menyala 24 jam penuh. Momen bersejarah itu menjadi sorotan dalam peringatan Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2025 yang digelar PLN UIW Makuku dan Maluku Utara, Sabtu (20/9/2025). Bupati SBB, Asri Arman, tampil sebagai wajah daerah yang menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan PLN untuk menghadirkan […]

  • Ketua DPRD Maluku Minta Catatan Fraksi Harus Jadi Evaluasi Pelaksanaan APBD

    Ketua DPRD Maluku Minta Catatan Fraksi Harus Jadi Evaluasi Pelaksanaan APBD

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Enam fraksi DPRD Maluku, yakni NasDem, Golkar, PKB, Hanura, PDI Perjuangan, serta Nurani Pembangunan, menyampaikan sejumlah catatan dan pandangan terhadap pelaksanaan APBD 2025. Seluruh catatan fraksi harus menjadi bagian dari evaluasi bersama agar pelaksanaan APBD dapat dibedah secara objektif, terukur, dan berbasis data. Semua perlu melakukan satu tarikan frekuensi bersama untuk membedah pelaksanaan APBD. Ini […]

  • Dinilai Gagal Paham Terapkan Pasal, Hermawan Makki Gugat Kapolda Maluku Soal Penangkapan Ilegal

    Dinilai Gagal Paham Terapkan Pasal, Hermawan Makki Gugat Kapolda Maluku Soal Penangkapan Ilegal

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Tim kuasa hukum Hermawan Makki, alias Wawan, dari Lembaga Bantuan Hukum Damar Keadilan Rakyat (LBH DKR) mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Kepala Kepolisian Daerah Maluku (Kapolda Maluku). Gugatan ini terkait dengan penangkapan Hermawan Makki pada 20 Oktober 2024 oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, yang kini berstatus tersangka dan ditahan di […]

  • Maknai Hari Pahlawan, Dedikasi Tanpa Batas PLN UIW MMU jadi Wujud Representasi Pahlawan Modern

    Maknai Hari Pahlawan, Dedikasi Tanpa Batas PLN UIW MMU jadi Wujud Representasi Pahlawan Modern

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ambon, 10 November 2024 Hari Pahlawan merupakan momen penting untuk memperingati jasa para pahlawan terdahulu yang telah berjuang dengan gigih, berkorban untuk tanah tumpah darah. Pahlawan tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan di waktu lalu, sebab masa kini pahlawan dapat diartikan pula pada dedikasi dan integritas yang tinggi akan suatu bidang keahlian. Salah satunya melalui kiprah […]

  • Raih Penghargaan Kinerja Kepala Daerah 2025, Rahantan: Kado Akhir Tahun untuk Masyarakat Tual

    Raih Penghargaan Kinerja Kepala Daerah 2025, Rahantan: Kado Akhir Tahun untuk Masyarakat Tual

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pemerintah Kota Tual berhasil meraih penghargaan nasional atas capaian kinerja pemerintahannya sepanjang tahun 2025. Penghargaan itu diraih pada ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Tempo Media Group bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian kepada Wali Kota Tual, Hi. […]

expand_less