Breaking News
light_mode

Depkolektor, Kekuatan Sosial Orang Maluku yang Tak Pernah Terhitung di Jakarta

  • account_circle Admin
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • visibility 11
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mantan Depkolektor di Jakarta: “Kalau untuk Rp10 Juta Kami Berani, Apalagi untuk Maluku”

Ambon,Tajukmaluku.com-Ada kelompok masyarakat Maluku yang selama ini hampir tidak pernah masuk dalam pembicaraan tentang kekuatan sosial dan politik di daerah. Mereka bukan pejabat. Bukan pengusaha besar. Bukan pula elite organisasi. Mereka Adalah Depkolektor. Yang sebagaian besarnya tinggal di Jakarta.

Profesi itu melekat kuat dengan stigma negatif. Depkolektor identik dengan penagihan, tekanan, konflik, bahkan kekerasan. Tidak sedikit orang yang langsung menilai mereka sebagai kelompok bermasalah.

Mereka pergi ke Jakarta karena mencari uang. Mereka bekerja di sektor yang keras karena peluang dan kesempatan di kampung halaman juga terbatas. Kehidupan Ibukota yang keras membuat sebagian dari mereka harus menghadapi risiko setiap hari hanya untuk mendapatkan penghasilan yang cukup untuk menyambung hidup mereka.

Kini sebagian telah kembali ke Ambon. Kehidupan mereka tidak otomatis membaik.

Seorang mantan depkolektor yang pernah bekerja bertahun-tahun di Jakarta mengaku kini menjalani kehidupan serba terbatas. Tidak ada pekerjaan tetap. Penghasilan tak menentu, sementara tuntutan ekonomi keluarga terus berjalan.

Kepada TajukMaluku.com, seorang depkolektor yang tidak ingin disebutkan namanya bercerita tentang kehidupannya, jaringan orang Maluku di Jakarta, dan satu hal yang menurut dia selama ini luput dari perhatian publik yakni kekuatan massa dan jaringan sosial orang-orang Maluku yang bekerja di sektor informal.

Menurut dia, jumlah orang Maluku di Jakarta sangat banyak. Mereka tersebar di berbagai sektor pekerjaan. Ada yang menjadi sopir, pekerja lapangan, tenaga pengamanan, pekerja informal, hingga depkolektor. Mereka memiliki jaringan. Dan jaringan itu, kata dia, sebenarnya bisa digunakan untuk kepentingan kolektif masyarakat Maluku.

“Selama ini kalau dengar depkolektor atau mata elang, orang-orang langsung pikir kami orang kasar. Bahkan di cap sebagai preman. Padahal kami juga orang Maluku. Kami punya keluarga di Maluku. Kami punya kepentingan bersama di sini,” katanya.

Ia mengakui pekerjaan sebagai depkolektor memiliki risiko. Di Jakarta, pekerjaan itu menuntut keberanian. Ada penolakan. Ada ancaman. Ada situasi yang tidak bisa diprediksi.

Namun, menurut dia, orang-orang yang pernah menjalani pekerjaan tersebut justru memahami bagaimana bekerja dalam tekanan.

“Di Jakarta kami biasa kerja dengan tekanan. Kami biasa menghadapi situasi sulit. Kami biasa bergerak dengan orang banyak,” ujarnya.

Ia bukan meminta masyarakat membenarkan praktik kekerasan dalam penagihan.

Menurut dia, tindakan melanggar hukum tetap harus diproses. Tetapi pengalaman itu, katanya, tidak otomatis membuat seseorang kehilangan hak untuk berkontribusi bagi daerah asalnya.

“Kalau ada yang salah, proses secara hukum. Tapi jangan karena itu seorang depkolektor lalu dianggap tidak berguna bagi Maluku,” katanya.

Ia kemudian bicara mengenai demonstrasi.

Menurut dia, aksi massa tidak selalu identik dengan kerusuhan. Demonstrasi adalah salah satu instrumen masyarakat untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.

Jika suatu saat masyarakat Maluku membutuhkan dukungan untuk menyuarakan kepentingan daerah di Jakarta, ia mengaku siap ikut. Dengan syarat dan tuntutannya jelas dan untuk kepentingan masyarakat.

“Kalau pemerintah pusat tidak pernah menggubris hak orang Maluku, ya masyarakat juga punya hak yang sama untuk menyampaikan aspirasi lewat aksi. Kami juga bisa ikut. Tapi harus tertib,” katanya.

Di akhir percakapan, Ia kembali mengingat masa ketika bekerja di Jakarta. Penghasilan menjadi salah satu alasan mengapa pekerjaan berisiko tetap dijalani.

“Kalau dulu di Jakarta untuk Rp5 juta sampai Rp10 juta saja kita bisa bertaruh nyawa untuk itu, apalagi untuk kepentingan orang Maluku.” Tutupnya.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjuangkan Konektivitas Daerah Kepulauan, Komisi III Datangi Kemenhub

    Perjuangkan Konektivitas Daerah Kepulauan, Komisi III Datangi Kemenhub

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Komisi III DPRD Maluku menyampaikan sejumlah program prioritas yang berkaitan dengan persoalan konektivitas di wilayah kepulauan saat bertemu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Jakarta, Rabu (10/12/2025). Bagi Komisi III, peningkatan layanan transportasi darat, laut, dan udara di Maluku harus bisa ditindak lanjuti Kemenhub dengan cepat. “Kami datang menyampaikan kebutuhan daerah, terutama peningkatan konektivitas dan pemerataan […]

  • Kota Tual Jadi yang Pertama di Indonesia Sosialisasikan Perpres 46/2025. Walikota Tegaskan Desa Jadi Garda Terdepan Pembangunan

    Kota Tual Jadi yang Pertama di Indonesia Sosialisasikan Perpres 46/2025. Walikota Tegaskan Desa Jadi Garda Terdepan Pembangunan

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tual, Tajukmaluku.com-Untuk pertama kalinya di Indonesia, sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah resmi digelar dan Kota Tual menjadi daerah perdana di Indonesia yang melaksanakannya, bahkan sebelum daerah-daerah lain mengambil langkah serupa. Dalam sambutannya Walikota Tual, Hi Akhmad Yani Renuat menegaskan bahwa kepercayaan menjadikan Tual sebagai tuan rumah sosialisasi pertama di […]

  • DPRD Maluku Sebut PSU di Kabupaten Buru akan Berlangsung Aman

    DPRD Maluku Sebut PSU di Kabupaten Buru akan Berlangsung Aman

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Buru yang bakal dilaksanakan Sabtu, 5 April 2025 besok dipastikan akan berjalan aman meski diterpa isu bentrok antar warga akibat tekanan kelompok politik tertentu. Kepastian itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solichin Buton, Jumat (4/4/2025). Dikatakan, berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), PSU akan dilaksanakan di TPS 02 Desa […]

  • Dinyatakan Tak Bersalah, Majelis Hakim PN Ambon Vonis Bebas Mantan Kadis Perkim Kota Tual, Fahry Rahayaan

    Dinyatakan Tak Bersalah, Majelis Hakim PN Ambon Vonis Bebas Mantan Kadis Perkim Kota Tual, Fahry Rahayaan

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis bebas terhadap mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Tual periode 2017-2021, Fahry Rahayaan. Fahry yang juga sempat menjabat sebagai Pj. Sekda Kota Tual itu dinyatakan tidak bersalah dalam perkara dugaan korupsi proyek Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (BSPS) […]

  • Perkuat Layanan di Sektor Kesehatan, PLN UP3 Ambon Tambah Daya Listrik Labkesda Maluku

    Perkuat Layanan di Sektor Kesehatan, PLN UP3 Ambon Tambah Daya Listrik Labkesda Maluku

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung layanan publik, khususnya di sektor kesehatan, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku. Kunjungan ini menandai peresmian peningkatan atau perubahan daya listrik di kantor tersebut, dari sebelumnya 53.000 VA menjadi 164.000 […]

  • Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN

    Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menghadiri Upacara Penutupan Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian/Lembaga Gelombang I Tahun 2026, Jumat (05/06/2026). Dalam sambutannya, Wamen Ossy menyebut bahwa pelatihan ini menjadi bekal penting yang bisa mendukung ASN dalam menjalankan tugasnya melayani […]

expand_less